"Pakai ponsel aku aja." ucap Vina seraya merogoh ponsel miliknya. Vina menghidupkan dan menyambungkan bluetooth di speaker aktif, lalu memilih lagu yang akan diputar. "Eh-eh-eh bang jono Kenapa kau tak pulang-pulang? Pamit pergi cari uang Tapi kini malah menghilang" Awalnya Zoya masih enggan untuk berdiri, namun begitu lagu mulai dilantunkan, gadis itu langsung berjingkrak bangun dan memulai aksinya. Kini tanpa ragu lagi Zoya langsung menggerakkan tubuh dengan semua gaya yang dia bisa, mengabaikan wajah juga rambutnya yang dipenuhi bedak. "Ayo guys.. ramaikan!" teriak Zoya seraya menarik tangan kedua sahabatnya untuk ikut menggila bersama dirinya. "Tariikk sis.." seru Melly mulai mengangkat kedua tangan ke atas kepala. "Semongko.." saut Vina dan langsung memposisikan tubuhnya sedikit membungkuk, lalu sedetik kemudian gadis itu memutar kepala hingga rambut panjangnya ikut berputar-putar. Aksi ketiga gadis itu sukses membuat Lisa menitikan air mata, bukan karena kesedihan, melainkan tangis bahagia karena dia terus terbahak melihat tingkah absurd para gadis di hadapannya. Entahlah apa yang merasuki ketiga gadis itu, sehingga tanpa canggung mereka bisa bergerak tak beraturan tanpa memperdulikan sekitar. Bagi Zoya, bahagia itu sederhana, ada banyak cara untuk membuat diri bahagia. Tergantung bagaimana niat orang itu sendiri, ingin tetap bermuram durja atau berusaha mencari hal yang bisa mengalihkan kesedihannya. Misal, berjoget atau menyuarakan suara sumbang, seperti halnya yang Zoya lakukan bersama kedua sahabat somplaknya malam itu. Zoya yang tadinya merasa canggung harus berbuat apa di rumah mewah Atmadja, terlebih setelah pertemuannya kembali dengan Danu, sempat membuatnya bermuram durja. Gadis itu yang sebelumnya gelisah tak menentu, kini kembali berenergi setelah melakukan hal yang paling menyenangkan menurutnya. Bukan Zoya namanya jika dia tidak bisa merubah suasana hati dengan cepat, hingga kesedihan tidak pernah bertahan lama menghinggapi dirinya. Sementara itu di tempat lain, Danu yang merasa terusik dengan kebisingan cukup nyaring dari ruang tengah, segera keluar guna memastikan kekacauan apa yang sebenarnya terjadi. Namun baru juga berjalan beberapa meter, Danu menghentikan langkahnya. Pria itu membelalakan mata, merasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat. "Ada apa dengan mereka, kenapa tingkahnya seperti cacing kepanasan begitu. Apa mungkin mereka keracunan makanan?" gumam Danu heran melihat kehebohan tiga gadis yang berjarak cukup jauh dari tempatnya berdiri. "Syukurlah.. Setidaknya dengan melihat tingkah konyol mereka, ibu bisa kembali tertawa. Hal yang nyaris tidak pernah ibu lakukan setelah hari itu." gumam Danu tersenyum melihat kebahagiaan di wajah ibunya. Sedetik kemudian, pandangan Danu beralih pada gadis berwajah putih bedak hingga rambut yang terus bergerak lincah. Namun setelah memperhatikan dengan seksama, Danu justru teringat dengan gadis polos yang pernah dia temui di kamar sebelah. "Ya salam… berarti dia gadis itu?" gumamnya menatap sendu sesuatu yang sudah kembali bangun. Tidak ingin pikirannya kembali terkontaminasi, Danu memilih segera meninggalkan tempat itu. Beberapa jam berlalu "Zoya bangun, ayo pindah ke kamarmu sayang." berulang kali Lisa memanggil, tapi tetap tidak ada pergerakan dari gadis itu. "Ya sudah aku ambilkan selimut saja, mungkin dia kelelahan." gumamnya dan beranjak pergi. Tak berselang lama Lisa kembali dengan selimut tebal, dia langsung menutup tubuh Zoya yang tengah tengkurang di atas karpet dengan selimut di tangannya. Gadis itu terlihat begitu lelap sampai tidak menyadari dia tidur dimana. Tadi setelah lelah bergoyang dengan kedua sahabatnya, Zoya langsung menjatuhkan diri begitu saja ditempat itu hingga membuat Lisa berdecak heran. "Sayang, kalian mau kemana?" tanya Lisa mendapati Vina juga Melly bangkit dari tempat duduk mereka. "Ngamar tan, udah ngantuk banget." jawab Vina dengan malas. "Terus Zoya bagaimana?" tanya Lisa khawatir. "Udah biarin aja tan, dibangunin juga percumah. Dia kalau udah tidur kaya kebo. Sekalipun ada gempa, gak bakalan bangun." saut Melly yang matanya sudah memerah menahan kantuk "Tapi kasian kalau dibiarkan tidur disini nak." "Nggak apa-apa tan serius, nanti kalau dia mau, pasti pindah sendiri. Soalnya dia kalau tidur suka jalan sendiri." ucap Viba berusaha meyakinkan. "Tante gak usah khawatir ya, dia sudah biasa seperti itu. Sekarang lebih baik tante juga istirahat, hari sudah malam. Tante pasti lelah kan?" ucap Vina dengan lembut. "Ya udah, Melly duluan ya tan." merasa tidak bisa lagi menahan kantuk, Melly memilih pamit lebih dulu. "Vina juga, selamat malam tante." Keduanya benar-benar pergi tanpa berniat membangunkan Zoya, merasa tidak tega Lisa mencoba kembali memanggil dengan pelan beberapa kali, lebih keras, hingga mengguncang tubuh gadis itu. Namun tetap tidak ada pergerakan apapun, Zoya masih tetap pada posisinya tanpa terusik sedikitpun. Lisa menghela nafas perlahan saat usahanya tidak membuahkan hasil, sebelum akhirnya ikut beranjak pergi meninggalkan gadis itu seorang diri. —@@@---- Benar saja, begitu dini hari Zoya terbangun. Gadis itu duduk seraya menggaruk kepala dan memperhatikan sekitar. Setelah ingat dirinya tidak lagi tinggal di kost, Zoya segera bangun dan berniat pindah ke kamarnya. Dengan kesadaran yang belum sepenuhnya kembali, setelah membuka pintu yang dikira kamarnya, Zoya langsung merebahkan diri diatas ranjang. Yang ada dalam benak gadis itu, dia masih tidur bertiga dengan kedua sahabatnya, sehingga tidak menyadari kamar siapa yang dia masuki. Saat merasa ada yang bisa dipeluk, tanpa ragu dia menjatuhkan kaki, juga tangannya diatas sesuatu yang dianggap guling. Sementara pemilik kamar yang masih terlelap tidak menyadari kehadiran orang lain disampingnya, walaupun dalam alam bawah sadar dia merasa ada sesuatu menindih setengah tubuhnya. Tapi pemilik kamar itu nyatanya masih enggan membuka mata, takut jika dia terjaga mimpi indahnya akan berakhir. Dalam keadaan tidak sadar, dua manusia itu tidur dengan posisi yang tidak biasa, sehingga orang yang melihatnya pasti akan menyangka sesuatu telah terjadi pada mereka.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (21)
Ryuichi_Yui
Zoya jangan menyerah sama Danu, Keep fighting! 🤣🤣🤣
Zoya jangan menyerah sama Danu, Keep fighting! 🤣🤣🤣
16/08/2022
2bagus ceritanya
19/10
0bagusss
29/04/2025
0Lihat Semua