logo text

Bab 2 Rayhan Aditya

"Aku sudah mengenal Rayhan sejak masih usia 7 tahun. Rumah kami hanya berjarak 100 meter.." cerita Alex.
"Kau sudah mengulang cerita itu ratusan kali!" tukas Nadya.
"Agar kau tahu kalau dia adalah teman terbaikku.."
"Apa peduliku!" dengus Nadya sambil meraih sebatang rokok. "Aku tidak tertarik mendengar cerita temanmu itu.. Tadinya aku membayangkan kalau temanmu pastilah sangat keren..ternyata hanya biasa aja," Nadya tertawa mengejek.
Alex meneguk minumannya.
"Kita sudah kenal beberapa tahun.. karena kesibukanku.. aku tak punya waktu untuk mengantarnya kemana mana sedangkan dia.."
"datang dari kampung? begitu?"
"Aku tidak bilang seperti itu!" tukas Alex. "Dia sudah lama merantau, baru kembali lagi kesini. Pastinya sudah sedikit asing".
"Tak usah banyak bacot. Aku kan sudah bilang akan menemaninya!" Nadya meninggalkan Alex sendirian.
Nadya mengetuk pintu kamar no. 620
malam ini sudah berdandan begitu cantik dengan mengenakan gaun berwarna merah yang sedikit menunjukkan belahan di dadanya. membiarkan punggungnya yg putih bak porselin china itu terlihat menggoda. membuat pria yang melewatinya tak mampu mengerjapkan mata saat berpapasan.
Pintu kamar itu dibuka.
"Hai.." sapa Nadya.
"Nadya? Ada apa?" tanya Rayhan diantara rasa terkejutnya.
"Tidak bolehkah aku masuk?" Nadya balik bertanya.
"Tidak sepantasnya membiarkan perempuan masuk ke dalam kamar tempat aku menginap".
"Anjirr.." batin Nadya. "Jual mahal sekali..padahal Alex yang memintaku menemanimu".
"Alex memintaku menemanimu malam ini kan?" tanya Nadya.
"Apa?" tanya Rayhan.
"Jangan pura-pura tidak tahu!" tukas Nadya.
"kamu mungkin salah paham.. Aku tidak mungkin meminta seorang wanita datang ke kamarku.. Maaf, jika tidak ada lagi.. pintu aku tutup," Rayhan menutup pintu kamarnya.
"Hei!" panggil Nadya. "Kurang ajar sekali..!
Nadya menendang pintu kamar itu sebelum pergi.
Ia berjalan menuju lift. Menunggu pintu itu terbuka.
Alex keluar dari lift ketika pintunya terbuka.
"Sial!" Nadya menepuk bahu Alex jengkel.
"Hei.. kenapa? Kau gila?" tanya Alex.
"Belum pernah aku semalu ini! Aku ditolak oleh laki laki kampungan itu!"
"Kampungan?" tanya alex
"Ya.."
"Siapa yang bilang dia dari kampung?" Alex mengikuti Nadya.
"Kau suruh aku menemani dia malam ini!"
"Ya.. Lalu?"
"Dia menolakku!" tukas Nadya.
"Aku minta kamu menemani dia makan malam.. bukan tidur. otakmu sungguh mesum!" Alex tertawa.
"Jaga bicaramu!"
pintu kamar 620 terbuka.
"Alex?" sapa Rayhan.
"Hai, Rayhan.. "Alex langsung memeluk erat sahabatnya itu. "Maaf aku baru menemuimu malam. ini pun awalnya aku tidak bisa menemani makan malam.. karena itulah aku meminta Nadya menemanimu.. Sini, aku kenalkan.."
Rayhan memandang Nadya.
"Kenapa?" tantang Nadya. "Aku tadi hanya bercanda tapi kamu langsung menanggapi begitu serius! Kau pikir aku ini perempuan apa? perempuan panggilan?"
"Nadya.. sudah!" tegur Alex.
Rayhan hanya tersenyum.
"Maafkan jika aku salah menilaiku,* ucap Rayhan.
" Nadya ini temanku.. " Alex memperkenalkan.
"Ayo kita turun! Aku sudah lapar!" Nadya berjalan di ikuti Rayhan dan Alex.
"Nadya memang seperti itu wataknya.. Dia bicara apa adanya.. maaf jika kamu terkejut dan beranggapan dia sangat kasar... Ya memang dia sedikit temperamen. Namun sebenarnya Nadya gadis yang baik.."
",tidak apa apa.."
"Aku juga heran bagaimana dia bisa bertindak dan bertingkah laku sangat buruk padahal ia berasal dari keluarga kaya raya yang berpendidikan.." cerita Alex.
"oya?"
"ya.. ayahnya seorang pengusaha dan politisi di kota ini. adik laki-lakinya juga seorang pengusaha muda terpandang .. kalau boleh dibilang hanya Nadya yg berbelok ke kiri saat keluarganya semua berbelok ke kanan.."
Rayhan tersenyum tipis.
"Aku sudah beberapa tahun kenal dia . awalnya karena jujur aku melihat dia sebagai gadis yang sangat cantik dan seksi." bisik Alex.
Nadya menghentikan langkahnya. Memandang kedua lelaki itu dengan kesal
"tidak bisakah kalian berjalan lebih cepat?" tanya Nadya
"Siap boss.." kata Alex.
"Nadya.. " seorang wanita menyapa.
Nadya menghentikan langkahnya dan memandang wanita itu.
"Tidak ingat aku?"
"siapa?" tanya Nadya .
"Aku Arumi.. teman yang kau khianati dengan bermain api dengan suamiku!"
"oh.." suara nadya begitu datar.
"Kau bicara seperti tak pernah punya masalah denganku!" Arumi terlihat emosi.
"Suamimu dimana?" tanya Nadya.
"Sudah meninggalkanku! karena ulahmu!"
"apakah kau pernah mendengar kalau dia sekarang denganku?" tanya Nadya.
Arumi terdiam.
"Oh.. Aku ingat sekarang.. suami kamu mengejar-ngejarku, kemanapun aku pergi selalu dia ikuti.." ungkap Nadya
"tidak usah sombong!" tukas Arumi.
"Dia pernah bilang.. dia sama sekali sudah tak menyintaimu. kamu terlalu possesiv, " bisik Nadya. "Dia juga mengatakan.. tubuhmu terlalu kurus, wajahmu kusam.. Kau tak pernah terlihat menarik saat pergi dengannya".
"Dia meninggalkanku karena tergoda denganmu! teman seperti apa kau yang tega menghancurkan rumah tangga temanmu sendiri? Kau sudah menggodanya dengan kecantikanmu dan kesempurnaan tubuhmu!"
Nadya menatap Arumi tajam.
"aku tanya hati nuranimu.. setelah bercerai apakah kau bahagia?" tanya Nadya. "tidak ada lagi yang membuatmu menangis.. tidak ada lagi yang membuatmu harus menunggu hingga tengah malam.. tidak pernah ada!"
Arumi terdiam.
"Kau bahagiakan sekarang?" tanya Nadya.
Arumi mengangguk.
"Saranku . nikmati kebahagiaan yang sudah kamu dapatkan saat ini sambil menantikan lelaki terbaik yang akan mampu menjaga dirimu dan hatimu".
Nadya melangkah masuk ke dalam lift diikuti Rayhan dan Alex.
"Siapa dia?" tanya Alex.
"Arumi.. teman SMA," jawab Nadya. "Menikah dengan bajingan.. Padahal ibunya tak merestui tapi dia tetap nekat dan kabur dari rumahnya.." cerita Nadya.
"Maksudmu?' Alex tak mengerti..
",Pelaku KDRT.. Arumi tak pernah punya keberanian untuk melawannya. hanya diam diperlakukan dengan keji dan selalu dikhianati.. karena takut mengakui pada ibunya kalau dia memilih laki laki yang salah..
"Dan kau merayu suaminya?"
"ya.." jawab Nadya singkat.
"Bagaimana kau bisa melakukan.?" Alex tak percaya
"Jika aku tak menggodanya dan membuat dia tergila-gila padaku.. dan tubuhku tak akan pernah bisa ditolak oleh siapapun. Aku tahu, dia tak akan pernah meninggalkan Arumi. Karena apa? dia menunggu saat ibunya arumi meninggal dan Arumi akan mendapatkan seluruh warisan dari ibunya. Aku katakan padanya.. ceraikan Arumi jika memang ingin denganku.." cerita Nadya. "Aku tahu selain tertarik padaku dia juga mengincar harta papa.. Dia lalu menceraikan Arumi. membuat Arumi akhirnya kembali ke rumah ibunya.. "
Alex memandang Rayhan.
"Dulu.. dia begitu kurus.. wajahnya sedikitpun tak bercahaya. Tapi lihat perubahannya sekarang.. dia terlihat jauh berbahagia. tidak terlihat kurus dan penuh beban. matanya seakan berbicara kalau dia sudah bebas ."
Rayhan memandang Nadya yang menatap langit langit. Ia terlihat sangat bahagia saat bercerita.
"Dia tak seburuk yang dibicarakan Alex.. Meski caranya salah tapi ia sedang berusaha melindungi temannya.." batin Rayhan.
"kenapa memandangku?" tanya Nadya.
Rayhan tersenyum.
"Tidak apa-apa.." Rayhan segera keluar begitu pintu lift itu terbuka.
"Hei.." panggil Nadya. "kau suka aku?"
Alex tertawa.
"kenapa kau?"
"kau kira semua orang akan tertarik padamu? aku berani bertaruh kau tak akan bisa membuat dia jatuh ke dalam pelukanmu.. Bagaimanapun caramu berusaha menggodanya ejek Alex
"Apa taruhanmu?"
"mobil terbaru yang paling kamu inginkan".
"Deal!" Nadya menjabat tangan Alex

Komentar Buku (61)

  • avatar
    58 RAAP GVNKNOKAE

    sangat menarik ceritanya

    08/10

      0
  • avatar
    Nurul Huda

    menarik

    10/09/2025

      0
  • avatar
    kolay2626Fazrii

    mantap sekali

    30/06/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru