logo text

Bab 37 Tokyo, I Am Coming

Pandangan mata Leo tidak juga lepas dari rentetan barang bawaan Ann yang kini sudah bertumpuk di atas lantai. Semua barang-barang itu baru saja ia keluarkan dari dalam koper miliknya.
Mereka berdua memang sudah tiba di Tokyo, sejak dua jam yang lalu. dan sekarang keduanya sudah berada di dalam sebuah kamar hotel tempatnya akan menginap selama berada di sana.
“Jauh-jauh ke Tokyo kok barang bawaan kamu lebih banyak makanan dibandingkan baju-baju sih. Heran?” tanya Leo yang kini sudah berdiri di samping Ann sambil mengamati wanita itu yang terlihat sibuk dengan barang-barangnya sendiri.
“Dari pada repot beli di sini mendingan kan bawa langsung dari rumah. Apalagi kamu termasuk orang yang paling susah disuruh-suruh. Mana mau kamu nganterin aku beli makanan,” Ann terus saja sibuk dengan dunianya. Ia menjawab Leo seadanya tanpa berniat mendonggak untuk melirik wajah lelaki yang sedang berbicara dengannya.
“Kayak di hotel ini nggak ada makanan aja.”
“Aku lebih senang makan mie instan dari pada makan makanan hotel yang terlalu high class. Nggak cocok di lidahku.” Ann melongos pergi sambil menenteng pop mie yang ia keluarkan dari kopernya tadi.
Leo yang melihat hanya bisa menggaruk kepalanya meski tidak sedang gatal sama sekali.
‘Kalau dilihat dari latar belakang keluarganya sih, dia nggak miskin-miskin amat. Malah terkenal sangat kaya raya. Tapi kok seleranya, gitu banget. Kayak nggak pernah dikasih makanan enak saja sama bundanya, makanya jadi nggak terbiasa dengan makanan hotel.’ Leo terus saja berdalih dalam benaknya.
Meski di dalam benaknya ia sama sekali tidak akan menemukan jawaban namun ketika melihat tingkah Ann yang menurutnya tidak biasa itu selalu saja membuatnya berakhir bertanya-tanya dengan dirinya sendiri seperti yang ia lakukan sekarang.
Tidak lama, Ann pun datang lagi di depan Leo. Kali ini ia meletakkan dua gelas pop mie di atas meja, yang Leo tahu Ann pasti baru saja menyeduh pop mie miliknya. Terbukti dari aroma yang menyeruak di seluruh sudut tempat itu.
“Buat kamu, siapa tahu kepengen tapi malu-malu ngomong,” ketus Ann sambil menyodorkan satu gelas pop mie ke hadapan Leo.
Tanpa menunggu jawaban ataupun reaksi dari Leo, ia segera mengambil pop mie bagiannya. Ann dapat dengan jelas melihat kepulan uap asap yang keluar dari bungkus pop mienya itu.
“Wahhh, emang di mana-mana pop mie yang paling juara. Nggak ada tandingan pokoknya,” jelas Ann dengan antusias, sembari melahap habis pop mie miliknya hingga habis tak bersisa.
Leo yang melihat secara live bagaimana Ann menyantap mienya dengan lahap, kini tak henti-hentinya berdecak kagum di depan wanita itu. Soal makan memakan Ann memang paling juara.
“Harusnya kamu jadi host di acara kuliner saja. Cara kamu makan bikin orang yang ngeliat jadi pada ngiler, tau. Pasti bakal banyak yang suka acaranya,” ucap Leo yang kini mulai menikmati pop mie yang sudah diseduh oleh Ann.
“Emangnya bisa? Wah ternyata diam-diam gini aku juga punya bakat terpendamnya ya.” Kini Ann membersihkan sisa makanan yang ada di sudut bibirnya. Tidak dapat ia sembunyikan bagaimana bahagianya ia setelah mendengar pujian Leo tadi
Leo yang melihat wajah bahagia Ann, langsung berdecak kesal. ‘Nggak seharusnya aku muji-muji dia kayak tadi. Jadi melayang jauh gini kan, orangnya.” Leo berucap dalam hati.
“Jangan kege-er-an,tadi itu aku cuma lagi asal ngomong aja. Mana ada acara kuliner yang bakal nerima cewek kayak kamu gini. Paling mereka pada ilfill ngeliat kamu makan persis orang kerasukan setan kayak tadi.”
Baru saja Ann senang karena Leo, kini ia harus mendecak kesal kembali sebab tidak lama setelah ia dipuji-puji olehnya, ia justru dijatuhkan lagi ke dasar tanah yang paling dalam.
‘Diangkat ke tempat paling tinggi, lalu di jatuhkan begitu saja ke tempat paling rendah kan sakit. Dasar rubah licik tidak berperasaan,” jelas Ann dengan ketus di dalam hati.
Sebenanrnya Leo memang menikmati bagaimana Ann makan tadi. Bahkan ia yang takjub, sempat mengabadikan momen Ann sedang makan tadi di insta story miliknya. Dengan caption: Jauh-jauh ke Jepang cuma untuk nebeng makan pop mie.
Sebuah postingan yang tentu saja mendapatkan banyak komentar pro-kontra dari netizen. Namun tidak mungkin ia akan mengakui itu di depan Ann. Sungguh malas rasanya jika ia harus melihat Ann bahagia. Ia justru lebih senang melihat wajah sengsara Ann. Seperti sekarang ini.
“Malah dihabisin juga. bukannya ada makanan hotel?” ketus Ann saat menyadari gelas pop mie milik Leo pun sudah ikutan tandas sama seperti miliknya.
“Dari pada mubazir, mending diselamatin kan.”
“Oh gitu,” Ann hanya melirik acuh, selanjutnya ia mengambil sampah-sampah sisa makanannya itu lantas membuangnya ke tempat sampah.
Baru saja Ann hendak melangkah lagi untuk mengambil snack yang ada di dalam lemari, ponselnya yang tergeletak di atas kasur tiba-tiba saja berbunyi. Membuat fokus wanita itu berpindah ke sumber suara.
Ann beranjak ke tempat tidur, melihat sekali lagi siapa nama yang muncul di layar ponselnya.
“Bunda,” jawab Ann dengan antusias. Pandangannya sudah fokus ke layar handphone.
“Udah sampai, sayang?”
“Udah dong. Tuh kita lagi di kamar hotel,” Ann mengaktifkan kamera belakang di ponselnya. Dengan penuh semangat ia menyorot setiap sudut yang ada di tempat itu termasuk Leo yang sedang bersantai di sofa.
“Syukurlah. Gimana, Ann senang di tempat baru?”
Ann lagi-lagi mengangguk antusias. Tentu saja ia senang. Memang sudah sangat lama ia ingin liburan. Tetapi karena terlalu sibuk bekerja dan masih kekurangan budget pula makanya ia selalu menunda untuk liburan.
Apalagi ia datang ke Jepang ketika sedang musim semi seperti sekarang. Dan itu berarti ia akan menikmati keindahan bunga sakura di negeri itu. Sungguh kebetulan yang menyenangkan.
“Hmm sedihnya karena hari ini cuma di kamar hotel aja Bun, nggak bisa ke mana-mana dulu. Kata Leo, hari ini harus istrahat dulu. Padahal kan Ann sudah semangat pengen jalan-jalan, Bun.”
Adyana langsung tertawa melihat wajah memelas anaknya di layar ponsel miliknya. Ann memang sangat semangat jika sudah berhubungan dengan jalan-jalan. Dan ia sudah bisa menebak bagaimana galaunya Ann saat ini.
“Istri yang baik itu harus dengar apa kata suami. Kalau Leo bilangnya hari ini istrahat dulu, ya udah kamu nurut aja. Lagian baru nyampe Tokyo juga kan. Masih ada waktu untuk jalan-jalan esok hari.”
“Iya sih Bun. Cuman tinggal di kamar hotel gini kan bikin Ann pusing juga mau ngapain. Mana masih lama malam lagi.”
“Kok malah pusing. Dari pada kamu galau mikirin mau ngapain, mendingan kamu.... hehehe, buat cucu aja untuk Bunda dan juga Mama Audi. Biar kita cepat-cepat bisa nimang cucu. Kalau bisa, pas pulang dari Jepang nanti kamu udah harus positif hamil.”
“HA?” Ann yang kaget langsung melihat ke arah Leo yang kini sedang melihat ke arahnya pula. Selama beberapa detik keduanya saling berpandang-pandangan satu sama lain.
Ann yang memang tidak mengenakan headset membuat Leo mampu mendengar setiap obrolan dari keduanya. Dan karena itulah ia pun memandang ke arah Ann sekarang.
“Jangan cuma kode-kodean gitu dong. Udah buruan sikat aja sana. Mupung kalian cuma berdua di kamar,” jelas Adyana memecah keheningan yang ada. “Hari ini puas-puasin di kasur, besok baru puas-puasin di luar,” lanjut Adyana lagi yang diakhiri dengan cekikikan.
Ann lagi-lagi terdiam, mematung di tempatnya tanpa berani berkata-kata lagi.
“Udah ya, kalian lanjut aja. Selamat honey moon sayang. Semoga cepetan positif. Pokoknya, Bunda tunggu kabar baik dari kalian berdua.”
Terlihat Adyana melimbai kepada Ann, sedetik setelahnya panggilan video yang sedang berlangsung pun akhirnya resmi terputus.
“Ngapain liat-liat? Ingat ya Leo, kita itu cuma pasangan suami-istri pura-pura doang. Jadi meskipun Bunda ngomong kayak tadi, kamu ngga usah mikir aneh-aneh,” ketus Ann sembari melangkah menuju kamar mandi.

Komentar Buku (68)

  • avatar
    Mikaela suryantoCeline

    Bagus banget

    20/06

      0
  • avatar
    Ir Ma

    bagus

    10/08/2025

      0
  • avatar
    PakayaFahril

    bagus

    21/06/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru