logo text

Bab 27 - Bertemu Lelaki Penoreh Luka

Lokasi kolam renang yang terletak di pingir jalan dengan kontur tanah yang lebih rendah dari badan jalan membuat pemandangan dalam kolam bida terlihat para pengguna jalan yan melintas. Rupanya Ken memperhatikan hal itu juga. Cukup lama Zanna mengambil keputusan untuk tetap melanjutka perjalannya atau menuruti Ken yang meminta renang di kolam renang yang bersebelahan dengan gedung koperasi batalyon.
Rengekan Ken akhirnya membuat Zanna memutar arah. Menujun kolam renang yang diinginkan Ken. Berharap tidak bertemu dangn lelaki yang menghancurkan hidupnya, rapal doa Zanna dalam hati saat melewati loket. Ken begitu senang bisa berenang di kolam anak-anak yang rupanya baru saja direnovasi. Terakhir Zanna datang ke tempat ini empaat tahun yang lalu masih belum seperti ini.
Ken ternyata cukup mahir berenang. Papanya rupanya mentor bocah yang giginya mulai rusak karena cokelat dan ice cream. Zanna merasa senang melihat kesayangannya tertawa bahagia bermain air sepuasnya. Ken anak yang cepat akrab dengan anak sepantaran. Baru sebentar saja dia sudah mendapat teman. Mungkin usianya sedikit di atas Ken. Sesekali bocah yang tubuhnya mulai belang itu menepi untuk minum atau meminta suap bekal yang dibawa dari rumah.
“Na, apa kabar?”
Hampir teelonjak saat suara yang selama empat tahun terakhir tidak mau didengar Zanna justru menyapanya. Ini yang di takutkan saat tadi memutuskan menuruti kemauan Ken. Keringat dingin seketika merembes keluar dari pori-pori. Badan Zanna gemetar dan terasa dingin. Tanpa merespon si penyapa, gadis yang begitu ketakutan itu segera meraih ponselnya. Menghubungi Wardana hanya itu yang ada dalam pikirannya. Sampai melupakan di mana keberadaan lelaki yang selalu melindunginya.
“Na, abang di sini. Kangen sama Abang, ya?” kembali suara yang menyakitkan telinga itu terdengar.
Bibir Zanna gemeletuk menahan rasa takut juga kram perut yang tiba-tiba menyerangnya. Wardana yang menerima telepon Zanna dengan suara yang tidak wajar curiga jika gadisnya sedang tidak baik-baik saja. Begitu sambungan telepon terputus papa Ken segera menghubungi Agung untuk menjemput Zanna dan Ken di kolam renang yang jaraknya lumayan jauh dari komplek Lanud. Zanna tadi sempat mendengat Wardana mengumpat sebelum sambungan telepon benar-benar terputus.
Salah dirinya memang mengambil keputusan yang sangat beresiko. Sentuhan di bahunya membuat Zanna menjerit. Ken yang mendengar suara tantenya segera keluar dari kolam dan menghampiri calon mamanya. Tangan kecil Ken memukul lengan lelaki yang lancang menyentuh menyentuh cinta pertamanya. Tatapan menantang terlihat jelas dari sorot mata kecil Ken. Dengan posisi berkacak pinggang lelaki kecil pemberani berdiri melindungi tantenya yang sudah dalam kondisi badan gemetar.
“Om mau apa? Jangan ganggu mamaku!” bentak Ken pada lelaki yang postur tubuhnya hampir sama dengan papanya.
“Anak ganteng, kamu namanya siapa? Benar Zanna mama kamu?”
“Aku Ken, iya mama Zanna itu mamaku. Pergi, jangan ganggu mama. Atau aku lapor Polisi!” teriakan Ken cukup mengundang perhatian pengunjung kolam renang yang kebanyakan anggota dan keluarga batalyon tersebut.
“Kalau kamu anak Zanna berarti kamu juga anakku dong? Panggil aku papa, ya! Bukan begitu Na?” kembali lelaki berkulit bersih itu memegang punggung Zanna.
Ken tidak mau kalau tantenya sampai sakit lagi. Ingatannya masih segar saat mendapati calon mamanya itu dalam kondisi seperti sekarang dan membuatnya harus opname di rumah sakit. Sigap Ken mengigit lengan lelaki yang bersikap kurang ajar pada tantenya. Terkejut dan merasakn sakit pada tanggannya lelaki itu menghempaskan tubuh Ken hingga terjerembat di lantai tepi kolam renang.
Mendengar lengking kesakitan Ken kesadaran Zanna seperti dikembalikan paksa. Segera direngkuh tubuh montok kesayangannya itu. Sorot kebencian berbalut luka dan dendam menusuk tajam pada mata lelaki yang telah menghancurkan hidupnya. Zanna meletakkan Ken pada kursi yang tidak jauh darinya. Berpesan pada lelaki kecil itu untuk tetap tenang dan memberika ponselnya. Mengintruksikan pada Ken untuk segera menghubungi papanya atau Om Agung jika terjadi sesuatu.
Berdiri dengan kepala terangkat. Berhadapan dengan lelaki yang paling dibencinya tanpa rasa takut. Adalah pencapain terbaik untuk Zanna melawan traumanya. Dengan tetap menatap manik mata yang dulu begitu dikaguminya. Darah gadis yang masih menyimpan dendam itu mendidih. Sangat muak melihat wajah yang dulu membuatnya terpesona. Berkelebat kejadian laknat empat tahun yang lalu. Membuat Zanna tanpa sadar menyerang lelaki di hadapnnya.
Mendapat serangan tiba-tiba dari wanita di hadapannya membuat lelaki berbadan tegap terjungkal kebelakang. Beberapa anggota batalyon yang melihat adegan tersebut akan melerai namun sseorang yang baru datang melarang mereka. Mungkin perwira atau malah komandan mereka. Terlihat dari orang-orang berkepala pelontos seketika bersikap hormat, begitu juga dengan lelaki yang terhuyung karena serangan kedua dari Zanna.
Tanpa mempedulikan keadaan sekitar, bahkan keberadaan Ken sejenak terlupakan oleh Zanna yang telah dikuasai amarah terpendam. Serangan demi serangan yang dilancarkan Zanna telah mendapat perlawanan dari mantan tunangannya itu. Gadis lembut yang tiba-tiba berubah menjadi beringas tersenyum mengejek pada lawannya. Sebagai perempuan mungkin Zanna kalah tenaga namun tekhnik bela diri juga tingkat kemahiran lelaki asal Palembang tersebut kalah jauh di bawah Zanna. Boleh dibilang Zanna adalah pelatih lelaki berhidung mancung.
Sudah cukup lama pertarunga di tepi kolam renang itu terjadi. Kondisi Zanna juga sudah terlihat leban dibeberapa bagian tubuhnya. Sudut bibirnya mengeluarka darah. Tubuhnya terasa sakit semua. Sebelum bisa membuat lelaki yang membuatnya mendendam itu tidak berdaya dirinya tidak akan menghentikan serangan. Melihat seringaian di wajah lelaki yang sudah babak belur itu justru membuat Zanna menggila menghajar lelaki yang telah terkapar tidak berdaya.
Dari kejauhan Agung dan Letnan Eko berlari melihat Zanna masih menghajar lelaki yang mungkin sudah pingsan. Di belakang dua tentara langit dua anggota provost batalyon mantan tunangan Zanna juga ikut berlari. Agung sigap mengunci gerakan Zanna dan menari tubuh calon istri atasanya itu menjauh dari lelaki yang dihajarnya. Zanna masih berontak dan hendak melakukan serangan lagi.
“Sudah Mbak! Ken bisa ketakutan kalau melihat Mbak seperti ini!” bentakan Agung menghentikan serangan. Lalu berlari menuju tempat Ken yang telah bersimbah air mata.
Di rengkuhnya lelaki kecil yang harus menyaksikan perbuatan kasarnya. Tangis Zanna sudah tidak terbendung. Berulang dirinya meminta maaf pada lelaki kecilnya. Ken mengangguk lalu mendekap erat leher tantenya. Agung membantu memberesakan barang bawaan Zanna dan Ken. Letnan Eko memapah Zanna menuju klinik kesehatah batalyon setempat. Ken sedang dimandikan Agung.
Zanna duduk berhadapan dengan mantan tunangannya yang sudah dibuatnya babak belur. Di ruangan provost batalyon tersebut. Lelaki yang membiarkan pertarungan antara Zanna dan mantan tunangannya terjadi ternyata komandan kompi lelaki yang bernama Indra, yang juga kakak angkat Zanna. Kapten Yudha demikian nama lelaki asala Jogjakarta tersebut memandang Indra dan adiknya bergantian.
“Za, sudah puas belum dengan apa yang kamu lakukan tadi?” Kapten Yudha bersuara.
“Menurut, Mas?” Zanna justru balik bertanya.
Dulu hubungan Zanna dengan Yudha sangat akrab. Walau bukan saudara sedarah tetapi ikatan keluarga mereka melebihi hubungan darah. Zanna yang terlahir sebagai anak sulung seperti menemukan sosok seorang kakak pada diri Yudha. Sedang Yudha yang anak tunggal mendapat adik manja namun mandiri dari pribadi Zanna. Hubungan mereka memburuk setelah rudapaksa yang dilakukan Indra terhadap Zanna.
Bukan hanya Zanna yang terpuruk akibat peristiwa itu. Hati Yudha juga ikut hancur saat dalam posisi di lema antara jiwa korsanya atau kasih sayang untuk adiknya yang membuutuhkan pembelaannya saat itu. Berbulan-bulan Yudha dalam kondisi hancur mengetahui kondisi adiknya mengalamin trauma berat sampai harus di rawat dokter ahli kejiwaan. Jangankan bertemun muka dengan keluarga keduanya itu, sekedar menanyakan kabar Zanna saja Yudha tidak berani.
“Kalau kamu mau bunuh dia, bunuh saja. Tapi proses hukum akan tetap berjalan,” jawab Yudha tegas.
“Licik! Terus saat si telo ini menghancurkan hidupku kemana hukum itu? Ah …. Sudahlah, tidak aka nada keadilan untuk perempuan-perempuan yang bernasib sama dengan diriku. Terus maunya Mas apa dengan mendudukan aku seruangan sama telo ini?” emosi Zanna kembali terpancing. Letnan Eko yang baru paham dengan permasalah yang terjadi mengingatkan calon istri lethingnya itu untuk lebih tenang.
“Kami tidak akan menuntut kamu karena telah melakukan serangan pada anggota kami dan kamu lupakan perbuatan Indra terhadapmu dulu, bagaimana?”
Zanna teregal tanpa bisa dihentikan. Suara tawanya yang penuh luka memenuhi ruangan tiga kali tujuh meter persegi itu. Pilihan yang sama dengan empat tahun lalu. Melupakan perbuatan si telo yang hany bisa menunduk di hadapanya tanpa berani mengangkat wajahnya sama sekali.
Zanna menggebrak meja hingga membuat beberapa orang yang ada di ruangan itu terlonjak kaget.
“Apapun keputusanmu dari dulu tidak pernah memnguntungkan untukku, Mas. Terserah apa maumu. Dan kamu telo tengik! Adikmu dua orang perempuan semua. Suatu saat kamu juga akan mempunya istri dan anak perempuan. Hukum karma itu ada dan nyata. Ingat itu!”
Tanpa pamit Zanna meninggalkan ruangan provost menuju mobil Wardana yang sudah terparkir tidak jauh dari tempat itu. Letnan Eko masih tingal untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Didapat kesepakatan antara Indra dan Letnan Eko pihak yang mewakili Zanna. Jalan damai bisa ditempuh dengan surat perjanjian supaya dua belah pihak tidak saling mengganggu lagi. Terutama dari pihak Indra. Jika sampai serdadu dengan pangkat bintara itu melanggar kesepakatan maka kasus rudapaksa empat tahun lalu akan dibuka secara militer dan umum.

Komentar Buku (29)

  • avatar
    PratiwiAyuning

    baguss mbgttt ceritanya

    29/05/2025

      0
  • avatar
    JaisMuhammad Noor hizbullah

    good

    15/01/2025

      0
  • avatar
    AriZaki

    bagus banget

    11/01/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru