Bab 25. Janji Makan Siang Rupanya Adam dan Fahar adalah kawan lama semasa menempuh S1 di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Mereka berbeda jurusan, tetapi terbilang akrab karena memiliki kesukaan yang sama yaitu menulis puisi. Sehingga mereka sering bertemu dalam satu komunitas pecinta puisi di kampus. Mereka rajin mengikuti acara-acara seni literasi. Menghadiri pementasan musikalisasi puisi. Hingga pernah menggagas buku antologi puisi bersama. Namun, belum sempat naik cetak karena jejak Adam menghilang di hari mereka wisuda. Kabar yang Fahar dapat ketika itu bahwa Adam segera terbang untuk meneruskan S2 di Amerika. Sejak saat itu, Fahar hilang kontak dengan Adam. Hingga tibalah hari saat Fahar melihat kontrak kerja sama dengan perusahaan OSG. Ada nama Adam Harun Saguna tertera pada bagian pihak pertama. "Adam Harun Saguna?" desis Fahar. "Benar. Itu adalah nama pemilik OSG sekaligus CEO kami. Saya di sini bertindak sebagai wakil beliau untuk pelegalan kontrak ini," jelas Trias. "Oh, begitu? Nanti apakah saya bisa memiliki nomor Pak Adam? Saya ingin berterima kasih secara langsung karena telah mempercayai perusahaan kecil seperti Advance Advertising," ujar Fahar. "Pak Fahar terlalu merendah. Kami memilih Advance Advertising karena kami bisa melihat prospek keberhasilan perusahaan Pak Fahar di masa depan sangat menjanjikan. Itu pun jika track record yang sudah ada dipertahankan dan tentu saja ditingkatkan." "Amin. Terima kasih atas pujiannya. Pasti. Pasti kami akan memberikan pelayanan terbaik bagi OSG. Jadi, bisa saya mendapatkan nomor Pak Adam, Bu Trias?" tanya Fahar. "Tidak masalah. Nanti saya berikan," jawab Trias. "Oh iya, apakah Pak Adam tahu jika saya dirut Advance?" tanya Fahar penasaran. "Pak Adam hanya perlu mengetahui dan menyetujui Advance Advertising akan bekerja dengan OSG. Seluruh detail operasional saya yang menangani," terang Trias. 'Berarti Adam belum sadar akan bekerja sama denganku. Tapi apa benar mereka orang yang sama?' batin Fahar. Selepas penandatanganan kontrak, Fahar menyempatkan diri untuk mencari tahu tentang Adam. Karena dia masih ragu apakah Adam Harun yang dikenalnya sama dengan Adam Harun Saguna. Karena dulu dia hanya mengetahui nama Adam Harun, bukan Adam Harun Saguna. Segera Fahar mencari informasi secara online. Namun, tak banyak artikel yang bisa Fahar temukan mengenai Adam Harun Saguna. Meskipun demikian, saat rekomendasi artikel menampilkan profil Adyaksa Saguna, Fahar mengenali wajah itu. Butuh beberapa saat untuk meyakinkan dirinya bahwa kawan lamanya dan CEO OSG adalah orang yang sama. Karena dulu saat kuliah, Fahar pernah bertemu dengan Adyaksa Saguna dan Adam memperkenalkan pria itu sebagai ayahnya. Barulah dia yakin dan menelepon nomor yang Trias berikan dengan percaya diri karena sedang menyapa seorang kawan lama. *** Luna tengah duduk seorang diri di salah satu meja restoran mahal di Jakarta. Artis cantik itu asyik mengamati layar ponsel di tangan. Sesekali mencuri pandang ke arah pintu masuk restoran. Menunggu teman makan siang yang diidamkan. Dua jempolnya mengetik sesuatu di benda segi empat itu. Luna: Kamu sudah memastikan Mas Adam bakal datang kan Fit!!! Fitri: Sudah. Kata sekretarisnya Mas Adam sudah jalan ke resto. Luna: Ya udah. Ini masalahnya Mas Adam belum nongol2. Sebel!!! Fitri: Nggak boleh gitu sayang. Kamu harus pasang muka paling cantik. Jangan cemberut. Luna: Iya. Fitri: Eh kayaknya aku lihat Mas Adam keluar dari mobil deh. Luna: Iya? Fitri: Serius! Good luck sayang. Setelah membaca balasan Fitri sang manajer, mata Luna terlihat lebih hidup dari sebelumnya. Arah pandangan kini tertuju pada pintu kaca restoran. Senyum Luna mengembang saat melihat Adam melangkah masuk. Luna melambaikan tangan untuk memberikan tanda pada pria itu tentang keberadaannya. Adam siang itu telah berganti kostum lebih kasual. Badannya dibalut kaus biru tua. Sementara rambutnya dibiarkan menjuntai berbelah tengah. Sebelum melangkah lebih jauh, matanya memindai ruangan yang cukup ramai siang itu. Adam melihat Luna mengayunkan tangan ke arahnya. "Ah, itu dia di sana," gumam Adam. Kemudian pria itu menoleh ke belakang untuk memastikan seseorang di sana untuk mengikutinya. Pria yang berpenampilan santai itu melangkah penuh percaya diri. Luna pun berdiri untuk menyambut rekan makan siangnya. Tanpa sungkan, Luna menempelkan pipinya pada pipi Adam. Bergantian kiri dan kanan. "Luna seneng, deh, Mas Adam akhirnya datang. Kirain nggak bisa," ucap Luna dengan mimik merajuk. "Iya, maaf, ya, saya terlambat. Soalnya harus menjemput Anita. Nggak apa-apa, kan, saya ajak dia," tukas Adam seraya menunjuk ke arah gadis belasan tahun berbadan mungil yang sedari tadi berdiri di belakang Adam dengan malu-malu. Manik hitam mata Luna membulat. "Anita?" Jelas sekali Luna berpikir keras tentang siapa Anita yang repot-repot Adam ajak untuk bergabung makan siang yang seharusnya antara dia dan Adam saja. Kedua pangkal alisnya hampir bertautan. "Halo, Kak," sapa gadis itu kepada Luna. "Ini Anita, penggemar kamu. Semalam kamu ketemu dia di Kelapa Gading," jelas Adam membantu Luna mengingatnya. "Ah, iya. Anita, baru inget, deh. Maaf, ya, kamu bikin aku pangling siang ini. Mungkin efek cahaya kali, ya," kilah Luna untuk menyelamatkannya dari rasa malu. "Boleh, kan, Anita join makan siang kita, Lun?" tanya Adam sekali lagi. Dengan senyum yang setengah terpaksa, Luna menjawab, "Boleh, dong. Boleh. Yuk, duduk." Wanita muda itu menyilakan penggemarnya duduk di sebelah. Sementara Luna memberikan kode bahwa Adam akan duduk di depannya. 'Ah, ini bocah pake ikutan segala!' gerutu Luna dalam hati. "Sudah pesan?" tanya Adam. "Belum. Sengaja nungguin kamu, Mas," jawab Luna dengan nada terdengar manis. Saat mereka asyik memilih menu makan siang, ponsel Adam berbunyi. Trias meneleponnya. "Maaf, saya tinggal angkat telepon sebentar, ya," pamit ada kepada Luna juga Anita. Luna hanya mengangguk. Pria berkaus biru tua itu melangkah menuju sudut ruangan untuk mendapatkan pendengaran yang lebih jernih. "Iya?" tanya Adam memulai panggilan. Sementara itu, Anita tak henti-hentinya memuji dan menatap sang idola dengan perasaan takjub. Sebenarnya Luna tidak keberatan dengan hal itu. Dirinya sudah terbiasa digilai para penggemar, tetapi kehadiran Anita siang itu sebenarnya tidak diharapkan olehnya. Sehingga sikap manis yang Luna tunjukkan mulai terlihat tidak tulus. "Mm … sebenarnya kamu yang ingin ikut Mas Adam, ya?" tuduh Luna tiba-tiba. Anita yang polos tidak menduga ada tujuan lain dari kata-kata Luna selain hanya bermaksud bertanya. "Enggak, sih, Kak. Tadi Om Adam tiba-tiba telepon papa, terus nanya apa aku mau ikut makan siang dengan Kak Luna. Langsung saja aku jawab iya," terang Anita dengan senyum semringah. "Kenapa kamu nggak menolak?" tanya Luna dengan nada tegas. Ada sorot mata kurang nyaman melihat wajah lugu penggemarnya. Kali ini Anita menangkap keresahan hati sang idola. Gadis itu diam tertegun. Begitu juga Luna, segera menyadari dirinya sudah membuat penggemarnya itu merasa kurang nyaman, sehingga segera dia mengatakan sesuatu untuk mencairkan suasana. "Eh, maksudku malah bagus kamu nggak nolak. Kan, kita bisa ngobrol jadinya. Iya, kan?" ujar Luna kemudian. Anita hanya tersenyum tipis. Sambil menunggu Adam kembali, Luna memulai percakapannya dengan Anita. 'Mas Adam lama banget,' keluh Luna dalam hati.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (16)
EcaSelsa
novel bagus dan berkualitas sehingga tidak ada komentar untuk artikel ini terakhir diubah padahal aku sudah tidak ada komentar qada dan gw ga ada yang bisa kita lakukan untuk menjaga agar kulit cepat putih berikut patut Anda coba untuk nya di sekolah dasar negeri ini yang paling banyak di antara mereka yang tidak bisa di download di sini adalah salah satu dari mereka yang tidak bisa di download di sini adalah salah satu dari mereka yang tidak bisa di download di sini adalah salah satu dari merek
novel bagus dan berkualitas sehingga tidak ada komentar untuk artikel ini terakhir diubah padahal aku sudah tidak ada komentar qada dan gw ga ada yang bisa kita lakukan untuk menjaga agar kulit cepat putih berikut patut Anda coba untuk nya di sekolah dasar negeri ini yang paling banyak di antara mereka yang tidak bisa di download di sini adalah salah satu dari mereka yang tidak bisa di download di sini adalah salah satu dari mereka yang tidak bisa di download di sini adalah salah satu dari merek
21/03/2025
0bagusss bgt
20/03/2025
050000
13/10/2024
0Lihat Semua