Bunga anggrek itu berhasil menarik perhatian teman satu kantor Bianca. Mereka sangat penasaran apa hubungan Bianca dengan orang yang mengirimi bunga itu. Karena selama pengalaman mereka bekerja bersama, tak satu pun ada kisah tentang romansa yang terdengar dari seorang Bianca. Wanita muda itu dikenal serius dalam bekerja, berbicara seperlunya, dan jarang berkumpul dengan teman-teman sepulang kerja. Awalnya hanya Lia yang tahu inisial di kartu itu A. Kini seluruh kantor tahu. Bukan karena Lia yang menyebarkannya, tetapi karena Bianca memberikan kesempatan pada mereka untuk tahu. Kartu itu masih di sana. Bianca tidak menyingkirkannya. Jadi saat Bianca meninggalkan meja, dengan lancang beberapa rekan yang suka bergosip mengintip kartu itu. Maka tersebarlah penggemar rahasia berinisial A itu. "Kabarnya ada yang punya penggemar rahasia? Kau tahu siapa, Bi?" Bahkan Melissa, atasan Bianca di divisi perencanaan pun sudah mendengar cerita itu. Tadi saat Melissa di toilet, dua orang karyawan bergosip di luar. Melissa mendengarnya. Bianca menunjukkan senyum standarnya. Tak ada rasa canggung atau pun malu. Sangat biasa. Melissa tak heran, bawahannya yang satu ini memang tidak tertarik dengan hal-hal semacam itu. Emosinya tidak mudah teralihkan kecuali pada hal-hal yang sangat penting baginya. Seperti tentang keluarga dan tentu saja tentang pekerjaan. "Bi, kamu sudah bekerja keras. Sedikit bersenang-senang bukan sebuah dosa." Begitu nasehat Melissa sebelum Bianca keluar dari ruangannya. Selesai dari ruangan Melissa, jam sudah menunjukkan pukul empat sore. Jam kerja telah usai. Beberapa orang sudah bersiap-siap meninggalkan kantor. Bianca kembali ke mejanya. Dia pun bersiap-siap untuk pulang. Saat berdiri hendak melangkah, langkahnya terhenti. Dilihatnya bunga anggrek yang masih duduk manis di sisi kanan meja kerja. Bianca memikirkan, apakah dia perlu membawa bunga itu pulang atau membiarkannya di sini? Dirinya sendiri tidak paham bagaimana cara merawat bunga. Terlebih ini bunga anggrek, yang katanya butuh perlakuan khusus untuk merawatnya. Orang yang terpikir oleh Bianca adalah ibunya. Akan tetapi, dia belum bisa pulang ke panti hari ini. Kalau begitu besok saja, pikirnya. Bianca melenggang keluar dari kantor. Ada seorang pria di area parkiran mengamati orang-orang keluar dari gedung perkantoran tempat Bianca bekerja. Dia mata-mata Lucky. Dia diminta melaporkan apakah Bianca keluar kantor membawa bunga anggrek itu atau tidak. Sesekali dilihatnya foto yang ada di layar ponsel. Jangan sampai dia salah mengamati orang. Wanita yang ditunggu-tunggu akhirnya terlihat juga. Namun, wanita itu hanya menyelempangkan sebuah tas di pundak. Kedua tangannya bebas tanpa sarat. Tak ada bunga anggrek seperti yang diinformasikan oleh Lucky. "Halo, Bos," kata pria itu menyapa orang yang membayarnya melalui ponselnya. "Bagaimana?" Rapat baru saja berakhir. Lucky saat itu sedang berdiri di depan Adam. "Jadi begitu? Oke. Tugasmu selesai." Lucky menutup panggilan itu. Matanya kini beralih kepada Adam yang ternyata menunggu dalam diam. Lucky tak punya pilihan lain, dia harus segera menyampaikan hasilnya pada bosnya itu. "Bianca nggak membawa bunga itu, Bos." Lucky memperhatikan bagaimana perubahan air muka Adam. Dia penasaran. "O, begitu." Suara Adam terdengar ada nada kekecewaan. "Tapi setidaknya bunga itu nggak ditolak, Bos," ucap Lucky ingin menenangkan sang bos. Manik hitam Adam bergerak menatap asistennya. "Jadi menurutmu begitu?" "Bunga yang kedua mungkin akan memberikan hasil yang berbeda," tutur Lucky. "Okay, kita lihat besok." Adam menyudahi obrolan itu dan akan memulai rapat lainnya. Agenda pria itu padat. Hingga tengah malam jika sesuai dengan yang direncanakan. Namun, baru sampai di parkiran motor, Bianca berhenti melangkah. "Tapi suhu ruangan tidak cocok untuk anggrek," gumamnya. Bianca kini berbalik arah. Kembali ke ruang kerja. Niatnya berubah. Dia akan membawa bunga itu dan menyempatkan mampir ke panti untuk memberikan bunga itu kepada Ibu Sun, ibu adopsinya. Siti Sundari baru saja menikah mulai bekerja sebagai koki di panti asuhan saat Bianca bayi ditemukan. Secara teknis, Ibu Sun-lah yang menemukan bayi tak berdosa itu di depan pintu panti asuhan. Wanita itu tahu persis bagaimana kisah perjalanan dan tumbuh kembang Bianca. Terlebih, wanita itu meski telah bertahun-tahun menikah, tetapi tak juga dianugerahi anak oleh Yang Maha Kuasa. Sehingga pribadinya menjadi ada keterikatan dengan Bianca. Dia orang yang paling bahagia saat akhirnya Bianca diadopsi. Namun, dia juga yang paling hancur ketika Bianca dianiaya oleh orang tua angkatnya. Tidak lama setelah kejadian itu, suami Ibu Sun meninggal karena kecelakaan. Kesedihan dan kesepian yang dialami makin terasa nyata. Setelah mempertimbangkan banyak hal, Ibu Sun bertekat mengambil Bianca menjadi anak angkatnya. Secara administratif, Ibu Sun jelas tidak memenuhi kriteria untuk bisa mengadopsi anak di panti asuhan itu. Namun, melihat kedekatan Ibu Sun dan Bianca membuat kepala panti berpikir bahwa Ibu Sun adalah orang tua terbaik untuk Bianca kecil. Oleh karena itu, setelah semua perjuangan akhirnya Ibu Sun berstatus sebagai Ibu angkat Bianca. Bianca tumbuh dengan baik hingga seperti hari itu, di mana Ibu Sun sangat bangga memiliki putri seperti Bianca. Sesampainya di panti, Bianca meletakkan anggrek itu di meja teras. Lalu masuk mencari Ibu Sun. Beberapa anak panti menyambut dan menagih janji. "Maaf ya, Kak Bi nggak bawa apa-apa. Minggu depan janji deh," tutur Bianca karena ditagih makanan ringan oleh anak-anak panti yang sudah dianggap sebagai adik sendiri. "Kamu datang, Bi?" sapa Ibu Sun dengan celemek yang masih terpasang di badan. "Kok nggak ngabarin dulu kalau mau ke sini?" tanya Ibu Sun. "Iya. Terpaksa ke sini, Bu," jawab Bianca. Bianca mendekati Ibu Sun dan meraih tangan wanita itu untuk disalami. "Ada apa? Apa ada masalah?" Ibu Sun menjadi khawatir. "Enggak … bukan hal serius. Tapi sini deh!" Bianca menggandeng lengan ibunya dan mengajak ke teras depan. "Nih yang bikin aku harus ke sini tanpa ngabari Ibu." Bianca menunjuk bunga anggrek itu. "Masya Allah cantiknya. Kamu sengaja beli buat ibu?" tanya wanita itu. "Bukan beli. Tapi ada yang ngasih." Bianca menjawab malas sambil menarik kursi di samping meja itu. Bianca duduk dalam diam. Ibu Sun menyusul duduk di samping anaknya. "Kamu yang dikasih kok malah dibawa ke sini. Harusnya kamu bawa ke apartemenmu," ujar Ibu Sun. Bianca tersenyum kecil. "Ibu seperti nggak tahu anaknya ini. Aku mana bisa merawat tanaman. Tanganku panas. Tangan Ibu nih … adem!" Bianca sudah meraih tangan kanan sang ibu dan menempelkan di pipi. Ibu Sun membalas dengan menepuk-nepuk pelan pipi Bianca. "Ya sudah … ya sudah. Biar ibu yang merawatnya untukmu." Ibu Sun melepaskan genggaman tangan Bianca dan beralih mengamati bunga anggrek itu. "Ini pemberian siapa? Kenapa ngasih bunga hidup? Biasanya kan, kalau ngasih itu buket bunga. Nggak ada potnya gini," lanjut Ibu Sun. Bianca bingung harus menjawab apa. Awalnya wanita muda itu ingin menjawab apa adanya. Akan tetapi, tidak jadi dilakukan. Bianca hanya berpikir drama pengagum rahasia itu benar-benar bukan hal yang serius. Tidak memiliki arti apa-apa baginya. "Teman kantor. Eh, Ibu masak apa hari ini?" tanya Bianca mencoba mengalihkan topik pembicaraan.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (16)
EcaSelsa
novel bagus dan berkualitas sehingga tidak ada komentar untuk artikel ini terakhir diubah padahal aku sudah tidak ada komentar qada dan gw ga ada yang bisa kita lakukan untuk menjaga agar kulit cepat putih berikut patut Anda coba untuk nya di sekolah dasar negeri ini yang paling banyak di antara mereka yang tidak bisa di download di sini adalah salah satu dari mereka yang tidak bisa di download di sini adalah salah satu dari mereka yang tidak bisa di download di sini adalah salah satu dari merek
novel bagus dan berkualitas sehingga tidak ada komentar untuk artikel ini terakhir diubah padahal aku sudah tidak ada komentar qada dan gw ga ada yang bisa kita lakukan untuk menjaga agar kulit cepat putih berikut patut Anda coba untuk nya di sekolah dasar negeri ini yang paling banyak di antara mereka yang tidak bisa di download di sini adalah salah satu dari mereka yang tidak bisa di download di sini adalah salah satu dari mereka yang tidak bisa di download di sini adalah salah satu dari merek
21/03/2025
0bagusss bgt
20/03/2025
050000
13/10/2024
0Lihat Semua