logo text

Bab 77 Anna Mengajak Rain Keluar

“Terima kasih” ucap Rain juga dengan senyum dan setelah itu dia langsung mengajak Tania untuk pergi “Ayo, nanti terlambat loh” ucap Rain pada Tania dan setelah itu mereka bergegas ke Bunda Laura
Bunda Laura yang melihat anak laki-lakinya yang keren itu pun terpesona melihatnya “Wah, anak Bunda keren banget pakai jas begini” ucap Bunda Laura memuji Rain karena memang Rain saat ini terlihat sangat keren
“Jas pilihan Tania Bunda” ucap Rain memberitahu kalau jas tersebut adalah pilihan Tania
“Kayanya bukan jasnya deh sayang, memang kamunya yang keren” ucap Bunda Laura memuji bukan karena jasnya tetapi memang Rainnya yang keren
“Gi mana kalau sekarang kita berangkat dari pada nanti telat ke acaranya, karena sekarang sudah hampir jam tiga sore loh Bunda” ucap Tania pada Bunda Laura dan Rain
“Iya, sebaiknya kita pergi sekarang” ucap Bunda Laura dan setelah itu mereka bertiga pun keluar rumah dan di sana sudah menunggu mobil, dan juga tentunya Bibi Fetrin, pengawal Bunda Laura sekligus orang yang mengurus keluarga Bunda Laura dan juga ada beberapa pengawal lainnya termasuk Ali juga. Mereka semua pun masuk mobil dan pergi dengan mobil tersebut.
Ali dan bodyguard lainnya menggunakan mobil lain yang mengapit mobil yang Bunda Laura, Bibi Fetrin, Tania dan Rain naikin, mereka mengapit dari depan dan belakang dan membuka jalan untuk mereka agar merekasampai di tempat tujuan dengan cepat.
“Bunda, apa di sana sangat ramai orang ?” tanya Rain tiba-tiba saja
“Cukup ramai sayang, karena orang yang datang adalah para konglomerat dari berbagai negara, jadi pasti ramai” jawab Bunda Laura dengan santai
“Tenang aja Rain, jangan panik” ucap Tania tiba-tiba menenagkan Rain dengan sangat baik yang membuat Rain tidak panik dan tetap tenang dan setelah itu sepanjang perjalanan Rain pun tidak bersuara begitu pu juga Tania dan Bunda Laura. Setengah jam pun terlewat dan mereka sudah sampai tempat tujuan mereka dengan cepat di bantu oleh para pengawalnya, mereka berempat keluar dari mobil, Bibi Fetrin membukakan pintu mobil untuk Bunda Laura, Tania dan juga Rain, setelah turun Bibi Fetrin memimpin jalan dan para pengawal Bunda Laura menyebar di sekeliling tempat tersebut untuk berjaga-jaga.
Bibi Fetrin memimpin jalan, di ikuti oleh Bunda Laura di belakangnya dan di belakang Bunda di ikuti oleh Rain dan juga Tania, Bunda memperkanalkan Rain pada teman-teman konglomeratnya, setelah memperkenalkan pada semua teman-temannya, Bunda bertemu dengan satu orang yang dia kenal, dia mewakilkan orang tuanya yang tidak bisa hadir di acara tersebut dan itu membuat Rain dan Tania kaget karena Rain dan Tania mengenal orang itu dia adalah Anna dan asistennya yang selalu ikut dengan Anna, dia adalah Diana
“Loh Tania, Rain, kalian di sini juga” ucap Anna pura-pura baik di depan Bunda Laura
“Loh Anna, mana Mama dan Papa kamu ?” tanya Bunda Laura karena melihat Anna dia adalah anak saingan bisnisnya Bunda Laura, namun mereka bersaing dengan sehat
“Mama dan Papa nggak bisa datang Tante, jadi aku yang wakilin, mereka masih sangat sibuk” jawab Anna dengan masih pura-pura baik di depan Bunda Laura
“Oh iya, ini anak-anak saya, yang perempuan Tania, dan yang keren ini namanya Rain” ucap Bunda Laura karena tadi juga Anna menyapa duluan tanda dia mengenal anak-anaknya Bunda Laura
“Iya Bunda, aku udah kenal sama mereka, terutama Rain” ucap Anna pada Bunda Laura
“Oh, bagus dong kalau begitu kalian bisa berteman” ucap Bunda Laura pada Anna
“Dengan senang hati tante” ucap Anna dengan senyum pada Bunda Laura
“Aku nggak mau Bunda” ucap Tania yang menolak untuk berteman pada Anna
“Kamu nggak boleh begitu dong sayang” ucap Bunda Laura pada Tania
“Engga, pokoknya aku nggak mau berteman sama dia bunda” ucap Tania dengan kekeh yang tidak mau beteman dengan Anna
“Engga apa-apa Tante, jangan di paksa,” ucap Anna pada Bunda Laura dan lanjut bilang “Tante, bisa aku bicara dengan Rain berdua ?” tanya Anna pada Bunda Laura meminta izin
“Engga boleh” jawab Tania yang tidak mengizinkan Rain berbicara dengan Anna berdua saja
“Jangan begitu dong sayang, kan hanya bicara aja” ucap Bunda Laura dan lanjut bilang “Boleh kok, silahkan” ucap Bunda Laura dan setelah itu Anna langsung menarik tangan Rain dengan lembut ke tempat yang sepi dan hanya ada mereka berdua saja
“Bunda kenapa izinin Rain bicara sama dia sih” protes Tania pada Bunda Laura
“Loh memangnya kenapa ?” tanya Bunda Laura yang tidak mengerti dengan perkataan Tania
“Bunda aku nggak suka dengan orang itu” ucap Tania dengan esal karena Bunda Laura mengizinkan Rain bicara dengan Anna
“Kenapa sayang ? dia anak teman bisnis Bunda loh, dia juga baik” ucap Bunda Laura pada Tania
“Ya pokoknya aku nggak suka dengan orang itu” ucap Tania yang benar-benar kesal dan lanjut bilang “Apalagi kalau dia mendekati Rain” ucap Tania pada Bunda Laura
“Sayang, nggak suka sama seseorang juga harus ada alasannya dan juga bukannya bagus kalau ada perempuan baik yang peduli dengan anak Bunda yang satu itu” ucap Bunda Laura dengan santai pada Tania
“Pokoknya aku nggak suka kalau dia dekatin Rain, dia bukan orang baik Bunda” ucap Tania yang masih kekeh kalau dia tidak suka dengan Anna
“Bagaimana bisa kamu bilang seperti itu, kamu aja baru bertemu sama dia” ucap Bunda Laura pada Tania
“Pokoknya aku nggak suka Bunda” ucap Tania dengan kesal dan setelah itu dia pergi begitu saja mencari Rain dan Anna yang sedang mengobrol berdua saja
“Tania mau kemana ?” tanya Bunda Laura karena di tinggal begitu saja oleh anak perempuannya
“Aku mau mencari Rain” jawab Tania dengan nada sedikit kesal sambil membelakangi Bunda Laura
“Dasar anak muda, kecemburuan yang tidak mendasar” ucap Bunda Laura sendiri setelah melihat kelakuan anak perempuannya tadi
Sementara itu Anna dan Rain di tempat sepi, Anna bertenya dengan Rain tentang temannya yang membuat mobil kutukan itu karena dia tidak bisa menemukannya.
“Rain, di mana teman kamu itu ?” tanya Anna dengan serius pada Rain dan Rain pun mengerti apa yang di maksud oleh Anna
“Gua juga ngak tahu, kenapa nanya sama gua” jawab Rain dengan santai karena memang dia tidak tahu di mana temannya itu berada
“Rain, beritahu aku, aku hanya ingin di buatkan mobil seperti yang pernah kamu naikin itu” ucap Anna meminta pada Rain
“Kalau elu mau, elu harus cari orang itu, tapi bukan sama gua, gua sendiri pun nggaktahu di mana orang itu sekarang” ucap Rain pada Anna dengan serius karena memang itu lah yang terjadi
“Oke, kalau kamu nggak tahu” ucap Anna dengan serius pada Rain dan lanjut bilang “Kalau begitu, di mana mobil kutukan itu, aku akan beli mobil itu dengan harga tinggi” ucap Anna dengan serius pada Rain
“Kenapa mobil itu ?” tanya Rain dengan serius
“Karena tidak bisa menemukan pembuatnya, maka mobil itu saja sudah cukup, sekarang di mana mobil itu ?” tanya Anna dengan serius
“Aku nggak tahu, mungkin sudah hancur” jawab Rain dengan serius
“Jangan bohong sama aku, terakhir aku ke kantor polisi, mereka bilang mobilnya sudah di ambil kembali, itu tandanya mobil itu sekarang ada sama kalian” ucap Anna dengan serius dan itu memang benar, terakhir Ali lah yang mengambil dari kantor polisi
“Mobil itu tidak akan di jual, apalagi ke elu, itu nggak akan terjadi” ucap Rain dengan serius pada Anna
“Rain, jangan memaksa aku” ucap Anna dengan serius karena dia tidak mau memaksa Rain
“Anna, mobil itu nggak akan gua jula sama elu, lagian sekarang mobil itu udah nggak ada sama gua lagi” ucap Rain dengan serius
“Maksudnya ?” tanya Anna dengan serius dan tidak mengerti apa yang di maksud Rain
“Mobil itu sudah kembali ke tempat asalnya” jawab Rain dengan singkat
“Jadi elu nggak akan dapat mobil kutukan itu jika meminta sama gua” ucap Rain lagi dengan serius
“Rain, rupanya aku nggak salah tertarik sama kamu, kamu memang sangat menarik” ucap Anna dengan senyum yang penuh arti dan hanya dia yang mengerti maksud dari senyuman cantik itu
“Maksudnya ?” tanya Rain yang tidak mengerti apa maksud Anna
“Mulai hari ini dan kedepannya, ini akan sangat menyenangkan buat aku” ucap Anna dan lanjut bilang “Selamat menikmati” ucap Anna dengan senyum cantiknya yang mengandung arti
“Rain” teriak Tania yang memang dari tadi mencari Rain yang di ajak mengobrol oleh Anna
“Rain, ayo kita pergi” ucap Tania yang langsung menarik tangan Rain dari hadapan Anna
“Rain ingat apa yang aku bilang tadi” ucap Anna sambil tersenyum dari belakang karena dia melihat Rain di bawa pergi oleh Tania dan setelah itu dia pun ikut pergi juga, Anna kembali ke Bunda Laura karena dia masih ingin mengobrol dengan Bunda Laura.
Mendengar Anna bicara seperti itu, Tania pun bertanya pada Rain karena dia sangat penasaran “Dia bilang apa sama kamu ?” tanya Tania dengan sangat penasaran
“Dia bilang kalau dia mau beli mobil kutukan itu” jawab Rain dengan jujur tapi dia tidak bilang semua apa yang di bicarakan oleh Anna dan dirinya tadi termasuk Anna yang tertarik dengannya
“Terus kamu kasih ?” tanya Tania lagi
“Enggak lah, aku nggak akan kasih mobil kutukan itu kepada siapapun apalagi Anna, mobil itu sangat berbahaya, jadi memang lebih baik mobil itu tidak di keluarkan dan lebih baik juga berada di tempat asalnya” ucap Rain pada Tania dengan serius
“Ya aku pikir memang juga begitu,” ucap Tania yang berpikiran sama dengan Tania
Dan setelah itu mereka kembali ke Bunda Laura, namun sebelum itu mereka berdua sempat mengambil cemilan dan minuman yang memang di sediakan di tempat tersebut, mereka berdua meninum dan memakan cemilan dengan sangat senang seperti kedua anak kecil yang sedang di suguhkan makan sepuasnya gratis, mereka berdua benar-benar seperti anak kecil, dan kebetulan Anna dan Bunda Laura yang beru saja bertemu melihat itu, Bunda Laura tersenyum karena ulah ke dua anaknya itu, sedangkan Anna tersenyum saat melihat Rain benar-benar seperti anak kecil.
“Ya ampun mereka berdua, seperti anak kecil aja” ucap Bunda Laura dengan senyum karena itu
“Iya tante, mereka seperti anak kecil” ucap Anna juga dengan senyum senang
“Rain, sepertinya aku sudah benar-benar jatuh cinta sama kamu” ucap Anna dalam hati dan sepertinya benar, dia sudah jatuh cinta dengan seseorang yang bernama Rain
“Tante, apa Rain sudah mempunyai pacar ?” tanya Anna tiba-tiba kepada Bunda Laura
“Tante juga tidak tahu, tapi setahu tante, Rain tidak punya pacar” jawab Bunda Laura dengan santai smabil melihat kelakuan ke dua anaknya itu yang seperti anak kecil
“Memangnya kenapa Anna ?” tanya Bunda Laura juga penasaran, namun sepertinya dia tahu kenapa Anna menanyakan hal tersebut
“Engga apa-apa Tante, hanya bertanya saja” jawab Anna dengan santai dan senyum pada Bunda Laura
Setelah mereka selesai menikmati minuman dan cemilan seperti anak kecil, mereka berdua pun kembali ke Bunda Laura dan mereka melihat Bunda Laura sedang bersama Anna
“Elu ngapain lagi sih di sini” ucap Tania yang tidak suka ada Anna di samping Bunda Laura
“Jangan begitu dong sayang” ucap Bunda Laura pada Tania
“Oh iya Tante, apa besok aku boleh mengajak Rain keluar ?” tanya Anna dengan senyum pada Bunda Laura
“Engga boleh” jawab Tania langsung dengan nada yang masih kesal
“Boleh kok” jawab Bunda Laura dengan santai tanpa menghiraukan Tania yang tidak setuju dan tidak membolehkan Rain pergi bersama Anna
“Makasih Tante” ucap Anna dengan senyum dan lanjut bilang “Kalau begitu besok sore aku akan kerumah Tante yah, untuk jemput Rain” ucap Anna dengan santai dan senyum pada Bunda Laura
“Aku nggak mau Bunda” ucap Rain yang menolak untuk pergi bersama Anna
“Engga boleh begitu dong Rain, kan Anna niatnya baik” ucap Bunda Laura pada Rain
“Tapi, Bunda” ucap Rain yang ingin menolak, namun dia belum selesai bicara langsung di potong oleh Bunda Laura “Engga ada tapi-tapian” ucap Bunda Laura dan lanjut bilang “Besok tante tunggu di rumah ya Anna” ucap Bunda Laura pada Anna dengan baik
“Siap tante” ucap Anna dengan senyum dan setelah itu Anna lanjut bilang “Sampai jumpa besok Rain” ucap Anna dengan senyum cantik pada Rain namun Rain tidak menanggapinya karena dia tidak suka
Dan setelah itu Bunda Laura tiba-tiba saja banyak orang yang menghampiri karena di kalangan tersebut Bunda Laura lah yang paling sukses dan berhasil dan bahkan dia bisa menggerakkan perekonomian di negaranya sendiri dan Asia, melihat itu Bunda Laura pun sekalian mengenalkan kedua anaknya itu pada teman-temannya, karena ini juga kali pertama Tania ikut dalam acara ini, sedangkan Rain dia juga baru bergabung bersama Bunda beberapa bulan yang lalu.

Komentar Buku (290)

  • avatar
    NinoDesta Nino

    cerita nya menarik

    26/02

      0
  • avatar
    Jerapah kecil

    sangat bagus untuk di liat dan dipahami keseluruhan

    19/02

      0
  • avatar
    NurlaelaEla

    happy

    15/02

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru