logo text

Bab 69 Menaruh Mobil Kutukan Di Tempat Tersembunyi

“Iya gi mana ?” tanya Rain dengan serius
“Sebentar aku mikir dulu” ucap Tania pada Rain dan seketika mereke berdua pun berpikir dengan sangat serius, setelah beberapa menit berpikir tiba-tba saja Rain mempunyai ide untuk membawa mobil kutukan tersebut tanpa harus membahayakan nyawa mereka berdua
“Aku ide” ucap  Rain pada Tania
“Apa ?” tanya Tania yang juga senang karena Rain mendapatkan ide
“Kita bawa mobil kutukan itu pakai mobil besar juga seperti saat Ali bawa mobil itu ke sini” ucap Rain pada Tania memberikan ide yang cemerlang
“Oh iya, kenapa aku nggak kepikiran yah” ucap Tania yang tidak kepikiran dengan hal tersebut
“Ya udah sekarang aku telefon Ali dulu, karena kemarin dia yang mengurusnya” ucap Tania pada Rain dan setelah itu dia menelefon Ali dan menyuruhnya untuk memanggil mobil itu lagi setelah selesai menelefon Ali dan dia juga sudah menjelakan tugasnya, Rain dan Tania pun masuk ke dalam dan mempersiapka mobilkutukan tersebut agar nanti tinggal di bawa.
Rain dan Tania berjalan santai ke ruang bawah tanah untuk melihat mobil kutukan itu, setelah sampai di sana Rain dan Tania membuka bungkusan mobil tersebut dan kondisinya masih sama seperti semula tidak ada berubah sedikit pun, setelah itu Rain menaiki mobil kutukan tersebut dan menyalakan mesinnya dan mesinnya pun menyala dengan sangat gahar
“Kamu mau ngapain ?” tanya Tania pada Rain dengan rasa takut dan sedikit gelisah karena ini mengenai mobilkutukan yang sedang di taiki Rain
“Aku mau membawanya keluar lah, biar nanti tinggal naik ke mobilnya” jawab Rain pada Tania dengan santai tanpa ada rasa takut dan khawatir, padahal mobil kutukan itu pernah membuatnya celaka, Rain tidak takut sama sekali
“Engga, kita dorong mobilnya aja, jangan kamu bawa” ucap Tania yang masih sangat takut, padahal Rain hanya membawanya keluar saja
“Tania, ini hanya ke depan loh, nggak apa-apa,” ucap Rain dengan santai
“Ya udah hati-hati, jangan aneh-aneh, ingat hanya samai depan, habis itu langsung matikan mobil kutukan ini” ucap Tania dengan serius pada Rain
“Iya Tania” jawab Rain dengan singkat
“Sebentar aku keluar dulu, biar kamu nggak bisa macam-macam lagi sama mobil bahaya ini” ucap Tania dengan serius dan setelah itu Tania keluar duluan agar Rain tidak berbuat macam-macam dengan mobil itu, di tambah lagi Tania menyuruh dan mengunci pintu gerbang ruamhnya yang besar, Rain yang melihat Tania sangat takut dan khawatir pada dirinya dia hanya tersenyum manis
Setelah semua terasa aman oleh Tania, barulah Rain boleh keluar dari ruang bawah tanah itu dengan pelan-pelan, Rain keluar dengan perlahan agar tidak terjadi apa-apa sama dirinya dan juga mobil kutukannya
Setelah sampai di luar Tania langsung menyuruh Rain untuk mematikan mesin mobilnya dan Rain pun langsung mematikan mesin mobilnya karena dia melihat Tania masih sangat takut dan khawatir, setelah mematikan mobil kutukan itu mereka berdua menunggu mobil yang akan menganggkat mobil kutukan ini ke tempatnya, Rain dan Tania menunggu dengan tenang, setelah menunggu beberapa menit di luar mobil itu pun akhirnya datang dan Tania langsung menyuruh penjaga untuk membuka pagar dan menyuruh mobil itu masuk ke dalam.
Setelah mobil itu berada di dalam Rain langsung naik ke mobil itu dan menyalakan mesinnya dan menaikkan mobil kutukan itu ke mobil pengangkut mobil tersebut.
“Non mau di bawa kemana mobil itu ?” tanya Ali dengan sangat penasaran
“Ke tempat di mana seharusnya dia berada” jawab Tania pada Ali dengan serius
“Apa harus saya temani agar tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan ?” tanya Ali dengan serius karena dia khawatir dengan dua anakbosnya
“Engga usah, saya sama Rain bisa kok,” jawab Tania dengan serius dan lanjut bilang “Nanti kalau ada apa-apa saya pasti kabarin kamu, kamu dan yang lainnya tetap berjaga-jaga aja” ucap Tania pada Ali
“Baik Non, kalau Non Tania dan Den Rain ada apa-apa tolong langsung kabarin saya ya Non” ucap Ali dengan serius pada Tania
“Iya” jawab Tania dengan singkat
“Pak, bapak di sini aja dulu, mobil ini biar saya sama adik saya aja yang bawa” ucap Tania pada bapak yang membawa mobil penganggkut itu dan lanjut bilang “Ali tolong jamu bapak ini yah, saya pergi dulu” ucap Tania pada Ali meminta untuk Ali menjamu bapak yang punya mobil pengangkut tu
“Baik Non” ucap Ali dengan serius
“Mari pak, ikut saya” ucap Ali pada bapak itu dan bapak itu pun mengikuti Ali
Setelah mobil sudah di atas dan sudah di tutupi selimut agar tidak ada yang bisa melihatnya, Rain dan Tania pun pergi membawa mobil kutukan itu menggunakan mobil pengangkut mobil
Rain membawa mobil pengangkut itu dengan sangat hati-hati karena dia membawa mobil kutukan, di tengah jalan Tania bertanya pada Rain tentang masalah yan baru saja terpikirkan oleh Tania
“Rain” ucap Tania pada Rain dengan ekspresi yang sangat serius
“Apa ?” tanya Rain
“Ini kan mobil kita besar bagaimana caranya kita bawa masuk mobil kutukan itu ke dalam sementara jalannya hanya bisa untuk satu mobil” ucap Tania dengan bingung memikirkan hal itu
“Tenang aja hal itu sudah aku pikirkan, jadi kita nanti masuk ke jalan kecilnya mundur, jadi nanti mobil kutukan itu tinggal turun dan tidak perlu memutar lagi karena aku menaruh mobil kutukannya tadi menghadap ke belakang, jadi aman, tenang aja” ucap Rain menjelaskan tentang hal itu pada Tania
Beberapa belas menit kemudian Rain dan Tania sampai di tempat asal mobil kutukan tersebut dan Rain memundurkan mobilnya untuk masuk ke jalan setapak itu dengan hati-hati karena jalannya sangat sempit untuk mobil besar dan setelah sampai di depan air terjun Rain memberhentikan mobil pengangkut itu dan turun dari mobil itu untuk menurunkan mobil kutukan dan masuk kembali ke tempat di mana seharusnya mobil kutukan itu berada.
“Rain ini aman kan nggak ada yang ngelihat kita masuk sini ?” tanya Tania pada Rain dengan serius
“Tadi sebelum masuk ke sini aku sudah pastikan kalau kita aman dan nggak ada yang melihat juga, biasanya orang-orang di sekitar sini lagi pada makan siang” jawab Rain dengan serius pada Tania
Dan setelah itu Rain membuka penutup mobil kutukan itu dan perlahan menurunkan mobilnya dengan hati-hati agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan, setelah mobil kutukan itu turun Rain pun menyalakan mesin mobil itu dan perlahan memasukannya ke dalam gua melewati air terjun tersebut dengan Tania yang mengikutinya di belakang dengan perlahan, setelah sampai di ujung Rain turun dan membuka pintu rahasia itu untuk memasukan mobil kutukan itu ke dalam sana. Setelah terbuka Rain memasukan mobil kutukan itu ke dalam dan memberhentikannya di posisi semula saat mereka mengeluarkan mobil kutukan tersebut dan setelah itu Rain keluar dari mobil kutukan itu dan dengan perlahan menutupi mobil kutukan itu dengan penutup mobil kutukan itu yang lama, dan membiarkan semuanya yang ada di sana kembali seperti semula saat sudah tidak ada rang lagi yang menyentuhnya.
“Akhirnya kembali juga nih mobil ke tempat asalnya” ucap Tania yang lega mengembalikan mobil kutukan itu dengan lancar tanpa ada kejadian yang tidak di inginkan terjadi
“Ayo cepat kita pergi dari sini sebelum ada yang melihat kita, bisa nggak aman mobil ini jika ada yang melihat kita di sini” ucap Rain pada Tania dengan serius
“Iya ayo” ucap Tania pada Rain dan lanjut bilang “Sampai jumpa lagi mobil kutukan di masa yang akan datang” ucap Tania dengan senang dan senyum
Dan mobil kutukan itu tiba-tiba saja mesin mobilnya menyala dan langsung mati lagi, mobil kutukan itu seperti mengerti apa kata Tania dan dia seperti menjawab iya pada Tania yang membuat Tania kaget
“Udah ayo, semakin ngga logis nih mobil kutukan, ayo Rain” ucap Tania yang tiba-tiba merasa takut dan Rain msih biasa aja tidak berlebihan
“Ayo” jawab Rain dengan singkat dan setelah itu Rain dan Tania keluar tempat itu dengan sangat cepat, dia keluar melewati pintu tadi dan setelah itu pintu rahasia itu tertutup dengan sendirinya, Rain dan Tania dengan cepat keluar menuju mobil pengangkut tadi, setelah sampai di luar mereka pun langsung pergi dari tempat itu dengan cepat tanpa ada satu orang pun yang curiga terhadapnya
“Akhirnya kelar juga yah” ucap Tania pada Rain dengan lega
“Iya,” jawab Rain dengan senyum
“Oh iya Rain, tapi aku masih mau cari orang yang buat mobil kutukan itu deh, aku masih penasaran kenapa mobil itu bisa seperti itu, karena itu nggak logis banget habis kecelakaan tapi mobilnya tiba-tiba aja nggak apa-apa seperti tidak terjadi apa-apa sama mobil itu” ucap Tania pada Rain dengan serius dan lanjut bilang “Apalagi tadi pas aku bilang sampai jumpa, mobilnya seperti mengerti apa perkataan aku dan bilang iya, kan itu aneh banget dan juga nggak logis” ucap Tania yang ternyata dia masih penasaran dengan mobil kutukan itu kenapa mobil kutukan itu bisa seperti itu, mobil yang seolah-olah seperti ada sebuah nyawa yang hidup dalam mobil kutukan itu
“Iya nanti kita cari, tapi nggak sekarang, karena kan kamu tahu sendiri orang yang membuat mobil itu tidak akan keluar ke dunia kalau dia tidak ingin keluar, jadi sangat sulit untuk menemukannya” ucap Rain pada Tania dengan serius
“Katanya pembuat mobil kutukan itu teman kamu, apa kamu tahu rumahnya di mana ?” tanya Tania dengan serius pada Rain
“Rumah lamanya sudah lama kosong dan sekarang aku tidak tahu dia tinggal di mana” jawab Rain denga serius sambil tetap fokus menyetir mobil besar itu
“Kamu bisa tanya-tanya teman kamu” ucap Tania dengan serius pada Rain
“Dia hanya punya beberapa teman dekat termasuk aku juga, tapi dari kai semua tidak ada yang tahu sekarang dia ada di mana” ucap Rain dengan serius
“Tapi kamu tenang aja, aku punya cara untuk dia bisa keluar dan menunjukkan dirinya sama aku” ucap Rain pada Tania dengan serius dan sambil tersenyum tipis
“Bagaimana ?” tanya Tania dengan serius dan sangat penasaran
“Ada deh, yang jelas aku harus memancingnya yang membuat dia mau tidak mau keluar dari tempatnya” ucap Rain dengan senyum
“Iya apa ? aku penasaran nih” ucpa Tania dengan serius karena dia sangat penasaran dengan cara apa yang akan di lakukan Rain untuk memancing temannya itu keluar dari tempatnya
“Ada deh mau tau aja kamu” ucap Rain yang tidak ingin memberitahu Tania bagaimana caranya agar Tania penasaran
“Jahat banget kamu, membiarkan Kakak kamu yang satu ini penasaran” ucap Tania pada Rain protes terhadap adiknya itu
“Biarin aja” ucap Rain yang malah meledek dengan muka gemasnya itu
“Benaran nggak mau kasih tahu” ucap Tania sekali lagi memastikan
“Engga mau” jawab Rain dengan singkat dan wajah yang meldek yang membuat Tania seketika kesal namun dia tidak bisa marah pada adiknya itu
“Ngeselin yah kamu, aku mau marah tapi nggak bisa” ucap Tania mengeluh kalau dirinya tidak bisa marah pada Rain dan Rain pun hanya tersenyum
Dan tak berasa Rain berkendara sudah hampir satu jam dan mereka berdua pun sudah sampai di rumah kembali dengan selamat tanpa ada kurang apapun, setelah itu mereka mengembalikan mobil itu e pemiliknya dan tak lupa untuk membayarnya.
Setelah semua selesai dan aman mereka berdua pun kembali ke dalam dengan santai, sambil jalan ke dalam rumah Tania bertanya pada Rain dengan serius
“Rain, kira-kira cewek itu bakalan ketemu sama teman kamu yang buat mobil kutukan itu nggak sih ?” tanya Tania dengan serius
“Cewek siapa ?” tanya Rain yang tidak tahu cewek mana yang di maksud oleh Tania
“Si Anna itu lah, emang siapa lagi, kan cuman dia aja yang mau cari orang yang membuat mobil kutukan itu” jawab Tania dengan serius
“Engga tahu juga aku, mungkin saja bisa ketemu kalau teman aku mau keluar dari tempatnya, ya kalau tidak mau keluar sampai mati pun Anna nggak bakal ketemu sama orang yang membuat mobil kutukan itu” ucap Rain menjelaskan pada Tania dengan serius
“Aku curiga kalau cewek itu mau cari teman kamu itu untuk meminta teman kamu membuatkan mobil seperti mobil kutukan itu untuk balapan, kan kamu tahu sendiri kalau dia mempunyai tim balap” ucap Tania pada Rain dengan serius

Komentar Buku (290)

  • avatar
    NinoDesta Nino

    cerita nya menarik

    26/02

      0
  • avatar
    Jerapah kecil

    sangat bagus untuk di liat dan dipahami keseluruhan

    19/02

      0
  • avatar
    NurlaelaEla

    happy

    15/02

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru