Dan setelah itu Dokter Philip dan juga Tania keluar rumah sakit untuk mencari cctv sekitar yang bisa di lihat agar mereka bisa menemukan keberadaan Rain, setelah sampai di luar Tania dan Dokter Philip berpencar untuk melihat cctv sekitar, setelah mereka berpencar untu mencari rekamna cctv tersebut, mereka berdua pun kaget karena rekaman cctv di sekitar rumah sakit juga di rusak dan itu memupuskan harapan Tania untuk menemukan Rain. Setelah mereka memeriksa semua cctvyang ada di sekitar rumah sakit tersebut dan tidak menemukan apa-apa mereka pun kembali, Tania kembali dengan lesuh dan tidak tahu harus berbuat apalagi karena tidak ada petunjuk soal Rain, selaginya dia kembali ke rumah sakit dia melewati tukang nasi goreng yang tadi dia beli makanannya, melihat Tania lesuh dan putus asa, tukang nasi goreng tersebut pun menyapa Tania dengan serius. “Neng ada apa ?” tanya tukang nasi goreng tersebut “Adik saya hilang di rumah sakit bang, dan sekarang sayatidak tahu harus mencari dia kemana lagi” jawab Tania dengan tidak bersemangat dan di satu sisi dia sangat panik, bagaimana dia harus menjelaskannya pada Bunda Laura “Sudah di lihat cctv belum neng ?” tanya Abang tukang nasi goreng yang sepertinya mengerti sedikit tentang hal tersebut “Sudah bang, tapi file rekaman yang ada di kamar adik saya ada yang menghapusnya” jawab Tania yang tidak tahu harus bagaimana lagi “Kalau cctv sekitar bagaimana ?” tanya Tukang nasi goreng tersebut “Secara kebetulan cctv di sekitar rumah sakit juga rusak bang” ucap Tania dengan pasrah “Neng tadi saya melihat seseorang membawa anak sepantaran eneng, yang di bawa anak laki-laki yang sepertinya sedang tak sadarkan diri, dia di bawa oleh mobil hitam nggak lama enang masuk ke dalam rumah sakit setelah membeli nasi goreng tadi” ucap Tukang nasi goreng tersebut dengan serius karena dia melihat sesuatu yang mencurigakan tadi Mendengar itu Tania pun langsung bersemangat dan langsung mengeluarkan ponsel dan memberikan foto Rain dan menanyakannya pada tukang nasi goreng tersebut “Apa laki-laki yang di bawa orang itu dia bang ?” tanya Tania dengan serius sambil menunjukkan foto Rain bersamanya, abang tukang nasi goreng pun langsug melihatnya untuk memastikan kalau yang di bawa itu Rain atau bukan “Iya eneng benar, laki-laki yang di bawa orang itu adalah dia” jawab Tukang nasi goreng tersebut dengan pasti “Abang yakin, laki-laki yang id bawa orang itu adalah laki-laki ini ?” tanya Tania lagi untuk memastikan dengan benar kalau yang di bawa adalah Rain “Neng walaupun abang lihatnya malam begini tapi mata abang masih normal dan masih bisa melihat dengan jelas, jadi abang nggak mungkin salah” ucap Tukang nasi goreng tersebut dengan pasti dan meyakinkan kalau yang di bawa oleh orang itu adalah Rain “Kalau begitu abang lihat juga dong orang yang membawa laki-laki itu” ucap Tania pada Abang tukang nasi goreng tersebut “Abang tidak bisa melihat dengan jelas mukanya karena dia memakai hodie hitam dan pakaian serba hitam dan di tambah lagi dia memakai masker, jadi abang tidak bisa melihat wajahnya” ucap Tukang nasi goreng tersebut “Laki-laki ini di bawa pakai apa bang ?” tanya Tania lagi dengan serius karena ini aalah sebuah petunjuk “Dia di bawa pakai mobil hitam dan beberapa orang juga ada dengan pakaian yang sama neng” ucap abang tukang nasi goreng tersebut “Apakah abang tahu plat nomornya ?” tanya Tania lagi dengan serius “Enggak neng abang nggak perhatiin nomor polisinya neng” ucap Abang tukan nasi goreng tersebut dan lanjut bilang “Tapi yang abang lihat tadi mobi tersebut pergi ke arah sana” ucap Abang tukang nasi goreng tersebut sambil menunjukkan arah mobil tersebut pergi “Kalau begitu makasih ya bang atas infonya” ucap Tania berterima kasih pada abang tukang nasi goreng tersebut karena memberikan informasi yang sangat penting tentang Rain “Tapi ngomong-ngomong laki-laki itu siapa neng ? kayanya eneng panik banget” ucap tukang nasi goreng tersebut “Dia adik saya yang saya ceritain tadi neng” ucap Tania “Maaf ya neng abang nggak perhatiin nomor polisinya, kalau tadi abang perhatiin kan bisa di lacak mobilnya neng” ucap Abang tukang nasi goreng tersebut dan lanjut bilang “Oh iya neng satu lagi abang lihat di mobil hitam tersebut di bagian belakangnya ada stiker lambang Rubah Putih dan stiker tersbut juga besar, abang nggak tahu ini berguna apa tidak, tapi hanya itu aja yang bisa abang kasih tahu neng” ucap tukang nasi goreng tersebut dengan serius karena Tania sudah baik padanya tadi saat membeli nasi goreng “Ini berguna kok bang, makasih semua atas infonya ya bang” ucap Tania dengan serius dan senyum berterima kasih pada abang tukang nasi goreng yang terlah memberikan informasi Dan setelah itu Tania pun kembali ke rumah sakit dengan cepat sambil menelefon Ali yang sekarang berjaga di rumah “Ali, cepat erumah sakit dan bawa beberapa orang” ucap Tania dengan serius dan dia masih belum tahu mau berbuat apa “Baik Non, tapi ada apa ya Non ?” tanya Ali karena Tania memanggilnya dan beberapa orang untuk ke rumah sakit “Rain menghilang dari rumah sakit ada yang membawanya dari rumah sakit” jawab Tania dengan serius “Baik Non, saya dan beberapa orang akan segera ke sana” ucap Ali dengan cepat dan setelah itu telefon pun mati dan Ali menyuruh beberapa anak buahnya untuk ikut bersamanya ke rumah sakit dan setelah itu mereka semua bergegas ke rumah sakit dengan cepat. Sedangan Tania dia langsung kembali ke rumah sakit mengabari Dokter Philip yang sama paniknya dengan Tania “Non saya tidak menemukan apapun, Maaf Non” ucap Dokter Philip meminta maaf karena kelalaian rumah sakitnya Rain menghilang dan tidak ada yang tahu ke mana dia menghilang “Saya juga tidak menemukan apa-apa dari cctv, tapi tadi ada yang melihat kalau Rain di bawa oleh orang itu dengan mobil hitam yang di bagian belakangnya ada stiker Rubah Putih yang besar” ucap Tania memberitahu informasi tersebut pada Dokter Philip “Lalu sekarang kita harus bagaimana Non” ucap Dokter Philip “Saya lagi menunggu bodyguard saya dan setelah itu baru mencari Rain,” ucap Tania dengan serius dan masih panik karena dia tidak tahu Rain di bawa ke mana oleh orang itu Setelah menunggu setengah jam Ali dan yang lainnya pun sampai di rumah sakit Dokter Philip dan setelah itu dia langsung datang menghampiri Tania yang sedang menunggu mereka. “Non sebenarnya ada apa ? bagaimana Den Rain bisa menghilang ?” tanya Ali dengan penasaran “Kejadiannya begitu cepat, kita cari Rain dulu, nanti di mobil saya ceritain” ucap Tania dengan serius “Non kalau begitu saya juga ikut, karena ini kesalahan dari rumah sakit saya, jadi saya juga harus bertanggung jawab untuk menemukan Den Rain kembali” ucap Dokter Philip dengan serius dan tulus “Ya sudah kalau begitu ayo, kita jalan agar Rain bisa cepat ketemu” ucap Tania dengan serius dan setelah itu mereka semua begegas ke mobil dan bergerak dengan cepat mencari Rain dengan modal informasi dari tukang nasi goreng tersebut “Ali kita pergi ke arah sana yah, kata tukang nasi goreng itu, Rain di bawa ke arah sana dan kita periksa cctv di sepanjang jalan untuk mengetahui plat mobilnya, lalu minta polisi untuk melacaknya” ucap Tania dengan serius “Baik Non” ucap Ali dengan singkat dan patuh “Kalian berdua pergi ke kantor polisi dan kami cek cctv, nanti setelah saya dapat plat nomornya saya langsung kasih tahu kalian dan kalian minta polisi melacaknya dan beritahu kami” ucap Ali pada anak buahnya “Baik Bos” ucap anak buahnya dengan serius dan sangat patuh pada Ali Dan setelah itu mereka semua pergi dengan tugasnya masing-masing, Ali, Tania dan Dokter Philip pergi mengecek cctv agar mengetahui plat nomor polisi mobil yang membawa Rain, sedangkan anak buahnya pergi ke kantor polisi untuk memberitahu hal tersebut agar menghemat waktu. Di sepanjang jalan Tania melihat cctv yang bisa di cek agar mereka tahu mobil yang membawa Rain, setelah hampir satu jam mereka menelurusuri jalan dan mereka pun menemukan cctv yang masih hidup dan sepertinya bisa di cek, langsung saja Ali dan yang lainnya turun untuk mengecek rekamannya, petugas yang menjaga rekaman tersebut pun langsung memperlihatkan rekaman cctv tersebut. Dan Tania membertahu ciri-ciri mobil yang membawa Rain sesuai apa yang di beritahu oleh tukang nasi goreng tersebut, setelah tahu mereka pun melihat secara detail dan tidak meninggalkan satu mobil pun, etelah belasan menit di sana, mereka pun akhirnya menemukan mobil yang ciri-cirinya sama persis dengan apa yang di beritahu oleh tukang nasi goreng tersebut dan setelah itu Tania menyuruh Ali untuk mencatat nomor polisinya dan menyuruhnya untuk memberitahu anak buahnya yang sudah ada di kantor polisi sejak tadi, Ali pun langsung menjalankan perintah tersebut. “Halo” ucp Ali dengan suara tegas “Iya Bos” ucap anak buahnya “Itu saya sudah kirim dan cepat kasih ke polisi dan suruh polisi tersebut mengecek dengan cepat” ucap Ali dengan tegas dan sangat serius “Baik Bos, akan segera saya laksanakan” ucap Anak buah tersebut “Setelah kamu tahu posisi mobil tersebut langsung beritahu kami dan kamu segera menuju tempat itu duluan dan selamatkan Den Rain” ucap Ali dengan sangat serius memberi perintah “Baik Bos” ucap Anak buah tersebut dan setelah itu telefon pun tertutup dan mereka langsung menjalankan tugas yang tadi di beri oleh Ali, sedangkan Ali dan yang lainnya menunggu kabar dari anak buahnya “Bagaimana Ali ?” tanya Tania “Mereka lagi memprosesnya dan setelah mereka tahu keberadaan mobil tersebut mereka akan memberitahu kita” ucap Ali dengan serius pada Tania “Non Tania, sekali lagi saya minta maaf Non, karena kesalahan dan kelalaian rumah sakit saya, Dn Rain jadi menghilang seperti ini” ucap Dokter Philip dengan serius sambil merunduk karena kesalahan rumah sakitnya yang telah lalai menjaga Rain “Tidak apa-apa, ini juga kesalahan saya, kalau saja saya tadi nggak pergi keluar, Rain sekarang pasti masih berada di rumah sakit” ucap Tania yang juga mengaku kalau ini juga kesalahannya dan setelah itu mereka semua pun kembali ke mobil mereka dan menunggu kabar dari anak buahnya Ali selang beberapa belas menit mereka pun mendapatkan kabar dari anak buah Ali. “Bos lokasi mobil tersebut sudah saya share lokasi Bos” ucap Anak buah tersebut “Oke, kalian langsung bergegas ke sana dan cari Den Rain” ucap Ali dengan tegas “Mau di bawa kemana Bos Den Rain, ke rumah sakit lagi apa pulang ke rumah ?” tanya anak Buah tersebut “Non kalau mereka menemukan Den Rain lebih dahulu mau di bawa ke rumah sakit apa ke rumah ?” tanya Ali terlebih dahulu pada Tania “Bawa ke rumah aja, agar kejadian ini nggak terulang lagi” ucap Tania dengan serius sementara Dokter Philip hanya terdiam karena ini adalah kesalahan rumah sakitnya yang lalai dalam penjagaan “Langsung bawa ke rumah saja kalau kalian menemukannya lebih dulu” ucap Ali dengan serius “Baik Bos, kalau begitu kami segera berangkat” ucap anak buah tersebut dan setelah itu telefon pun mati “Kita ke lokasi dan temukan Den Rain ini pertintah dari Bos Ali” ucap salah satu anak buahnya pada yang lain “Baik” jawab anak buah yang lainnya Dan mereka semua pun bergegas ke tempat di mana mobil yang membawa Rain berhenti, mereka semua mengikuti lokasi yang mereka sudah dapat dari polisi tadi, Ali membawa mobil dengan cepat begitu pun juga anak buahnya, Mobil tersebut berhenti tidak begitu jauh dari rumah sakitnya Dokter Philip, jadi dengan cepat mereka semua sampai di sana, sesampainya di tempat tersebut. Mereka semua melihat gedung tua besar yang kosong dan beberapa orang berjaga di luar serta mobil yang bagian belakangnya ada stiker Rubah Putih. “Non lebih baik Non tunggu di mobil bersama Dokter Philip” ucap Ali pada Tania “Engga mau, saya harus ikut, ini adik saya, saya tidak peduli saya harus membawanya langsung dan memberi pelajaran pada mereka semua” ucap Tania dengan serius dan perkataannya tidak bisa di bantah “Saya juga mau ikut, karena ini kesalahan rumah sakit saya” ucap Dokter Philip dan karena mereka berdua kekeh ingin ikut Ali dan anak buahnya mencari Rain di dalam, mereka semua pun akhirnya ikut “Baik, tapi ingat dengarkan kata-kata saya dan jangan gegabah karena ini bahaya Non” ucap Ali dengan serius karena ini sangat bahaya untuk Tania dan juga Dokter Philip dan Tania hanya mengangguk mengiyakan apa yang di bilang oleh Ali.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (290)
NinoDesta Nino
cerita nya menarik
26/02
0
Jerapah kecil
sangat bagus untuk di liat dan dipahami
keseluruhan
cerita nya menarik
26/02
0sangat bagus untuk di liat dan dipahami keseluruhan
19/02
0happy
15/02
0Lihat Semua