logo text

Bab 58 Rain Tak Sadarkan Diri

“Siapa yang mengendarainya, bukannya sudah tidak ada yang berani membawanya karena mobil itu sangat amat bahaya, bagaimana lagi dia kembali keluar jalan” ucap seseorang itu, dia bertanya-tanya siapa yang mengendarai mobil kutukan tersebut
Sementara itu teman-teman Kevin yang sedang mencari barang pun tidak menemukan juga barang tersebut, mereka semua pun kembali ke rumah Kevin dan merubah rencananya menggunakan barang lain yang mudah di temukan.
“Bos Anna, lihat ini” ucap Diana asistennya setelah melihat video tersebut
“Apa ?” tanya Anna dengan santai karena dia sedang bersantai di ruangannya
“Coba bos lihat video ini” ucap Diana dan langsung menyodorkan tabletnya pada Anna dan Anna pun langsung melihatnya dengan seksama
Anna melihat video Rain yang sedang membawa mobil kutukan di jalan tol dengan sangat cepat dan selagi Anna sedang menonton video tersebut tiba-tiba aja ada tulisan video eror dan tidak bisa di tonton, dan Anna menonton video tersebut tidak sampai habis.
“Lah ini kenapa eror ?” tanya Anna karena dia tidak mengerti apa yang sedang terjadi
“Sepertinya ada yang tidak mau video itu di tampilkan Bos” ucap Diana yang sedikit mengerti
“Kenapa ya, padahal kan bagus dan mobil yang di gunakan orang itu unik dan juga mobil itu sangat cepat, kalau kita memiliki mobil tersebut kita tidak akan terkalahkan” ucap Anna yang tiba-tiba saja
“Iya Bos benar, tapi sayangnya kita tidak tahu siapa orang itu” ucap Diana pada Anna
“Itu tugas kamu sekarang mencari tahu siapa yang mengendarai mobil itu” ucap Anna memberi tugas baru pada Diana
“Baik Bos” ucap Diana dengan senyum
Dan di rumah sakit tiba-tiba saja Tania menanyakan mobil kutukan itu pada Ali
“Ali mobil yang di bawa Rain bagaimana ?” tanya Tania
“Sepertinya di bawa polisi ke kantor polisi” jawab Ali dengan santai
“Sekarang kamu bawa mobil itu ke rumah dan jangan sampai ada yang tahu mobil itu, bawa dengan towing dan tutupin, pokoknya jangan sampai kelihatan di jalan” ucap Tania menyuruh Ali
“Baik Non, Non Tania tidak apa-apa sendiri di sini ?” tanya Ali
“Iya” jawab Tania
“Baik Non kalau begitu saya pergi dulu” ucap Ali yang langsung menjalankan perintah yang di berikan Tania
“Hm” jawab Tania dan dia masih menunggu dengan gelisah karena dokter Philip belum juga keluar
Setelah Ali pergi menjalankan tugasnya, selang beberapa puluh menit Dokter Philip pun keluar dengan wajah yang sangat serius
“Dok bagaimana keadaan Rain ?” tanya Tania dengan serius setelah melihat Dokter Philip keluar dari ruangan unit gawat daruratnya
“Untungnya dia cepat di bawa ke rumah sakit dan cepat mendapatkan penanganan yang serius, dia tidak apa-apa, namun dia masih belum sadarkn diri” ucap Dokter Philip dengan serius memberitahu keadaan Rain sekarang
“Syukurlah” ucap Tania yang mulai lega karena tidak ada sesuatu yang serius terjadi pada Rain
“Non Tania, bagaimana ini bsia terjadi pada Rain ?” tanya Dokter Philip dengan serius karena dia sangat penasaran
“Rain kecelakaan mobil dan mobil yang dia bawa kebalik dan setelah itu dia tidak sadarakan diri” jawab Tania memberitahu Dokter Philip apa yang terjadi pada Rain
“Ha, kecelakaan mobil, bagaimana bisa” ucap Dokter Philip dengan bingung
“Maksud Dokter apa yah ?” tanya Tania yang bingung
“Umumnya orang yang kecelakaan mobil, apalagi mobilnya itu sampai ke balik pasti ada sesuatu terjadi pada orang itu, tapi anehnya pada Rain dia tidak terjadi apa-apa dan bahkan tidak ada tulang-tulang yang patah dan bahkan dia tidak kekurangan darah padahal di bajunya Rain banyak sekali darah, ini hal yang aneh” ucap Dokter Philip memberitahu kebingungannya pada Tania
Dan pembicaraan mereka terpotong oleh suster dan kereta kasur yang keluar dari ruangan unit gawat darurat tersebut dan tentunya sedang ada Rain yang berbaring tak sadarkan diri di atasnya dengan pala yang di perban dan juga dengan infus di tangannya.
“Rain” ucap Tania dari samping Rain melihat Rain terbaring tak sadarkan diri
“Bawa Den Rain ke ruangan vip terbaik yang ada di rumah sakit ini” ucap Dokter Philip pada suster yang membawa Rain
“Baik Dok” ucap para suster tersebut dan setelah itu Rain pun di bawa oleh suster tersebut dengan di ikuti oleh Tania, sementara itu Dokter philip kembali ke ruangannya dan menyiapkan semua yang kemungkinan akan terjadi pada Rain saat ini, dia pun izin pada Tania
Sesampainya di ruangan semua suster tadi pun keluar lagi dan meninggalkan Rain dan juga Tania “Non Tania kalau begitu kami permisi dulu ayah, kalau ada apa-apa langsung panggil kami, Non Tania hanya cukup tekan tombol yang ada di tempat tidur Den Rain dan nanti kami akan datang ke sini” ucap salah satu suster
“Baik sus” ucap Tania dan setelah itu para suter pun segera pergi karena mereka juga harus mengontrol pasen yang lain juga
“Rain bangun Rain” ucap Tania di samping tempat tidur Rain sambil memegang tangan Rain dengan lembut dan berharap kalau Rain akan bangun
“Nanti kalau Bunda telefon aku harus bilang apa, bangun yah, udah cukup kali tidurnya sekarang waktunya bangun” ucap Tania pada Rain yang masih belum tersadar dengan lembut
“Rain bagaimana nanti kalau Bunda tahu kalau kamu celaka seperti ini, apa yang harus aku jelaskan sama Bunda Rain” ucap Tania yang masih mencoba agar Rain cepat tersadar, namun selama beberapa menit mencoba belum juga ada tanda-tanda kalau Rain akan terbangun, dan akhirnya Tania berdiam sendiri sambil berdoa dan memandangi wajah Rain yang sekrang masih belum membuka matanya, melihat Rain tidak sadarkan diri mengingatkannya pada awal pertama Rain masuk rumah keluarga Abigail, waktu itu Rain juga tidak sadarkan diri saat masuk rumah Bunda Laura karena waktu itu Rain menolong Bunda Laura dari orang-orang jahat yang ingin melecehkan dan merampok Bunda Laura.
Sementara itu di rumah Kak Ara yang sedang libur di rumah tiba-tiba saja menjatuhkan foto Rain dengan tidak sengaja dan itu membuat Kak Ara kaget dan merasa gelisah, Bang Ari yang mendengar ada suara barang yang jatuh dia langsung menghampiri istrinya dengan cepat dan bertanya pada Kak Ara ada apa.
“Ada apa Ara ?” tanya Bang Ari dengan panik
“Ini foto Rain tiba-tiba saja jatuh” jawab Kak Ara yang masih syok karena foto Rain tiba-tiba saja jatuh
“Kok bisa jatuh ?” tanya Bang Ari
“Aku juga nggak tahu, tiba-tiba saja fotonya jatuh” ucap Kak Ara dan lanjut bilang “Kok perasaan aku nggak enak yah, aku takut terjadi sesuatu sama Rain” ucap Kak Ara yang merasakan sesuatu hal terjadi pada Rain
“Sayang aku mau cari adik aku yang satu itu” ucap Kak Ara karena saat foto Rain jatuh tadi perasaannya sudah tidak enak
“Iya, tapi mau cari kemana sayang” ucap Bang Ari pada Kak Ara karena dia tidak tahu ingin mencari Rain kemana
“Pokoknya cari aja, aku mau cari Rain sampai ketemu, aku khawatir sama dia” ucap Kak Ara yang sangat khawatir sama Rain
“Coba kamu telefon Rain dulu deh, siapa tahu aja di angkat” ucap Bang Ari memberi ide sebelum mencari Rain
Kak Ara pun setuju dan dia segera mengambil ponselnya danlangsung menghubungi Rain, setelah menghubungi Rain, ponselnya Rain sama sekali tidak aktif dan tidak nyambung seperti sebelumnya
“Ponselnya mati dan tidak nyambung, aku semakin khawatir sama dia” ucap Kak Ara dengan serius karena perasaraannya sudah tidak enak dari tadi
“Kamu bilang begitu aku juga khawatir sama dia, tapi masalahnya kita mau cari dia kemana, bahkan terakhir ketemu Rain dia tidak bilang ke kita dia tinggal di mana, bagaimana kita bisa mencari dia” ucap Bang Ari, dia ingin mencari, tapi dia tidak tahu Rain berada di mana jadi dia semakin bingung
“Pokoknya aku mau mencari Rain kemana pun itu aku harus mencarinya dan memastikan kalau dia baik-baik saja” ucap Kak Ara dengan serius dan tetap kekeh mau mencari Rain tanpa tujuan yang jelas
“Iya tapi mau mencari kemana ?” tanya Bang Ari dengan bingung karena dia juga ingin mencari tapi mau mencari kemana
“Kemana pun yang penting kita cari Rain, kemana pun itu” ucap Kak Ara dengan serius ke Bang Ari
“Bagaimana kalau kita tunggu kabar saja dari Rain, aku yakin kalau terjadi sesuatu sama Rain, dia pasti akan mengabari kita juga, jadi jangan khawatir” ucap Bang Ari ke Kak Ara
Kak Ara pun terdiam dan berpikir sejenak karena yang di bilang Bang Ari ada benarnya juga, jadi dia setuju dengan laki-laki yang baru saja menjadi suaminya itu. Setelah itu Kak Ara pun mengambil foto Rain dan membersihkan pecahan kacanya yang berserak di lantai
Sementara itu Ali yang sudah menjalankan tugasnya dengan benar pun melapor pada Tania
“Halo Non, mobil itu sekarang ada di rumah sesuai perintah Non” ucap Ali dari ujung telefon
“Tidak ada yang tahu kan kalau mobil itu di bawa ke rumah ?” tanya Tania lagi memastikan kalau Ali mengerjakannya dengan benar
“Semua berjalan sesuai perintah Non, tidak ada yang tahu kalau mobil ini di bawa ke sini” jawab Ali dengan tegas
“Bagus” ucap Tania dengan singkat
“Non apakah saya harus kembali ke rumah sakit ?” tanya Ali lagi sebeluum menutup telefonnya
“Tidak perlu saya bisa sendiri di sini, kamu berjaga-jaga aja, nanti kalau saya suruh datang baru kamu datang, untuk sekarang tidak perlu” ucap Tania dengan tegas pada Ali
“Baik Non” jawab Ali dengan singkat dan setelah itu Ali pun mengakhiri panggilannya
Sementara itu di rumah sakit Tania yang masih menjaga Rain dengan penih kasih sayang pun tiba-tiba saja telefonnya berdering kembali dan setelah dia lihat kalau yang menelefon adalah Bunda Laura dan dia mulai panik dan muali mencari alasan yang bagus kalau Bunda Laura menanyakan Rain, Tania berpikir cukup lama sampai-sampai dia belum mengangkat telefon yang masuk dari Bunda Laura,
“Halo Bunda” ucap Tania setelah dia berpikir cukup lama mencari alasan dia pun mengangkat telefon dari Bunda Laura s
“Halo sayang, gi mana kabar kalian ?” tanya Bunda pada Tania yang panik
“Baik Bunda, kabar kita baik-baik aja” jawab Tania dan lanjut bilang “Kan tadi pagi juga Bunda sudah telefon aku” ucap Tania biar bunda Laura tidak curiga ada sesuatu yang terjadi pada Rain
“Rain bagaimana ? Bunda mau bicara dengan Rain dong, Bunda kangen anak Bunda yang satu itu” ucap Bunda Laura yang meminta bicara dengan aak laki-lakinya itu
“Bunda Rain sedang tidur, karena tadi pagi kan dia bangun pagi-pagi sekali, jadi dia masih mengantuk dan masih tertidur, lebih baik jangan di ganggu Bunda” ucap Tania dan lanjut bilang “Nanti kalau Rain sudah bangun aku kabarin Bunda deh, kasihan Bunda kalau di ganggu” ucap Tania memberi alasan yang cukup masuk akal pada Bunda Laura
“Ya sudah nanti kalau begitu Bunda telefon lagi” ucap Bunda Laura dan mulai merasa curiga dan merasa aada yang aneh dengan anak perempuannya itu
“Ya udah Bunda udah dulu yah, aku mau tidur juga, tiba-tiba saja mengantuk” ucap Tania mencari alasan lag agar dia bisa menutup telefon dari Bunda Laura
“Ya sudah kalau begitu, bye-bye sayang” ucap Bunda Laura yang masihcuriga dengan anak perempuannya itu
“Bye-bye Bunda” ucap Tania dan setelah itu Tania langsung buru-buru menutup telefonnya dan setelah menutup telefonnya dia pun merasa lega dan setelah itu dia kembali duduk di samping tempat tidur Rain yang sedang berbaring di atasnya
“Rain ayo dong bangun, Bunda sudah nyariin kamu dan nanti Bunda akan menelefon lagi, nanti aku harus jawab apa kalau kamu belum bangun juga” ucap Tania dngan lembut sambil mengusap pipinya Rain dengan lembut dan berharap juga kalau Rain akan segera bangun dari ketidak sadarannya, namun tanda-tanda Rain akan bangun pun belum juga ada, dia masih seperti sebelumnya dan itu membuat Tania emakin khawatir dengan Rain.
Sementara itu Kevin dan teman-temannya yang sudah puang karena tidak mendapatkan barang yang mereka inginkan mulai berpikir dan mencari cara dan barang lain agar bisa balas dendam sama Rain, mereka semua berdiskusi dengan serius karena rencana yang satu ini harus mereka jalankan dan harus berhasil tanpa cacat sedikit pun, dan tak terasa mereka sudah berdiskusi dengan waktu yang cukup lama dan tanpa mereka sadari kalau hari sudah gelap dan mereka pun menyelesaikan diskusi tersebut dan pulang kerumah masing-masing dan akan melanjutkan diskusinya keesokan harinya karena diskusi yang mereka lakukan tadi belum begitu sempurna.
Sementara itu di rumah sakit Tania yang sudah menunggu seharian di rumah sakit pun belum menemukan tanda-tanda Rain akan sadar, di tambah lagi kondisinya cukup lemas karena dia juga belum makan sore dan sekarang hari pun sudah malam dan dia juga belum makan dan itu membuat dirinya terkujur lemas di temat duduk di samping tempat tidur Rain.

Komentar Buku (290)

  • avatar
    NinoDesta Nino

    cerita nya menarik

    26/02

      0
  • avatar
    Jerapah kecil

    sangat bagus untuk di liat dan dipahami keseluruhan

    19/02

      0
  • avatar
    NurlaelaEla

    happy

    15/02

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru