Dan setelah itu Rain menjalankan mobilnya ke garis star karena balapan dengan pembalap terbaik Anna akan segara di mulai karena waktu telah berlalu sepuluh menit, sedangkan itu Anna dan asistennya melihat pertandingan dari tempat dia semula menonton, Rain dan pambalap terbaik Anna sudah siap di garis star dan balapan juga akan segera di mulai “Apa menurut kamu Rain punya kemampuan ?” tanya Anna pada asistennya itu yang setiap saat berada di sampingnya untuk melayani Anna “Kita belum tahu kemampuannya Bos, jadi saya belum bisa memberikan jawaban untuk pertanyaan tersebut” ucap Asistennya Anna “Kalau begitu sebentar lagi kita akan mengetahui jawabannya” ucap Anna dengan santai dan dia pun memperhatikan balapan yang sebentar lagi akan segera di mulai “Iya Bos” ucap asistennya itu Sementara itu mobil Rain dan mobil lawannya sudah bersiap dan bahkan Rain dan lawannya saling menginjak pedal gas sebelum memulai, dan setelah itu seseorang perempuan cantik dan seksi datang dan berdiri di antara kedua mbil mereka dan setelah itu menanyakan dengan kdua pembalap apakah sudah siap atau belum dan setelah memastikan kedua pembalap sudah siap, perempuan seksi itu menghitung dari hitungan pertama sampai ketiga “Satu, dua, tiga, go” ucap perempuan seksi itu sambil menjatuhkan bendera hitam putih yang ada di tangannya dan setelah bendera tersebut jatuh kedua mobil pun langsung melaju dengan cepat, pembalap yang di kirim Anna masih memimpin di posisi pertama sedangkan Rain masih mengikuti di belakangnya dan belum membalap untuk mendapatkan posisi pertama, mobil yang di kendarai Rain masih tetap berada di posisi kedua dan ekspresi wajah Rain masih santai dan tidak ada tekanan sedikit pun dan seolah-olah dia berada di posisi pertama. Sementara itu pembalap Anna masih berada di posisi pertama dengan wajah yang sangat serius dan waspada sambil selalu melihat kaca spion dan melihat ke belakang, sedangkan di tempat Tania menonton dia masih dengan panik menonton dan berharap tidak akan terjadi sesuatu sama Rain, karena kalau sampai terjadi sesuatu sama Rain dia tidak akan tahu apa yang akan di lakukan Bunda Laura pada dirinya melihat Rain kenapa-kenapa. Dan balapan pun sudah berjalan beberapa menit dan Rain masih belum melakukan perlawanan atau belum juga mencoba untuk melewati pembalap terbaik Anna, dan pertandingan pun semakin jenuh dantidak seru karena tidak ada perlawan dari Rain, semua penonton melihat kalau Rain hanya mengikuti pembalap terbaik Anna di belakang dan tidak mencoba untuk membalapnya dan tu membuat para penonton mudah menebak kalau yang akan menjadi pemenangnya adalah pembalap Anna. Sementara itu Anna yang melihat balapan tersebt pun juga bosan karena tidak ada yang menarik dari balapan tersebut dan dia juga sudah pasrah kalau Rain tidak punya kemampuan untuk balapan. “Nampaknya Rain tidak punya kemampuan untuk balapan, bosan sekali menonton balapan seperti ini” ucap Anna yang bosan karena balapan yang di lakukan Rain tidak ada perlawanan sama sekali karena Anna bisa melihat kalau Rain hanya mengikuti pembalap Anna di belakang dan tidak ada sama sekali nita untuk membalap Sedangkan garis finish pun sudah semakin dekat, Rain yang berada di dalam mobil tersenyum dan bilang “Its time to me” ucap Rain dengan senyum sambil bersiap untuk menunjukkan skil balapan yang sebenarnya Rain langsung melebar ke samping dan mulai mencoba membalap pambalap Anna dengan skill yang sangat menakjubkan yang membuat semua orang terpana, Rain melewatinya hanya dengan satu tikungan di garis terakhir sebelum finish dan dalam sekejap dia berhasil memimpin balapan di posisi pertama “Bos lihat Rain memimpin balapan dia berhasil membalap pembalap kita” ucap asistennya pada Anna yang tadi berhenti menonton karena dia menebak kalau Rain akan kalah karena Rain hanya mengikuti pembalap terbaiknya di belakang tanpa ada niat untuk membalap, tapi kenyataannya sekarang Rain memimpin balapan “Bagaimana bisa ?” tanya Anna karena dia tadi tidak melihat apa yang terjadi pada Rain dan pembalapya “Rain membalap di tikungan terakhir sebelum garis finish bos, dan dia membalap pembalap kita dengan skil yang sangat menakjubkan yang sebelumnya saya sendiri belum pernah melihat teknik itu” ucap asistennya pada Anna Sementara itu Tania yang melihat Rain membalap dengan sangat menakjubkan pun tidak menyangka kalau Rain bisa balapan seperti itu dan akhirnya Rain pun bisa finish di posisi pertama dan mengalahkan pembalap terbaik Anna dan seketika semua orang pun bersorak bergembira karena sebelum finish dia melihat hal yang snagat menakjubkan, dan Tania langsung menghampiri Rain dan langsung memeluk Rain saat Rain keluar dari mobil “Kamu membuat aku panik” ucap Tania pada Rain dengan perasaan lega karena tidak terjadi apa-apa sama Rain dan di satu sisi pun dia kesal karena merasa dia di tipu oleh Rain karena Rain bisa balapan seperti tadi dan mempunyai teknik yang sangat menakjubkan “Bawakan saya rekaman ulang pertandingan tadi, saya harus melihatnya” ucap Anna pada asistennya sambil menghampiri Rain yang memenangkan balapan “Baik Bos, saya akan bawakan rakamannya segera” uacp asistenya Anna “Kan aku udah bilang sama kamu kalau kamu bakalan lihat balapan yang benar” ucap Rain dengan santai pada Tania “Hebat juga ternyata kamu, aku kira kamu bakalan kalah tadi” ucap Anna dengan senyum “Gua udah kalahin yang katanya pembalap terbaik itu, berarti elu nggak bisa nahan kita lagi untuk pergi dari sini” ucap Rain dengan santai “Oke kali ini kalian boleh pergi dari sini, tapi lain kali jangan harap” ucap Anna dengan santai “Ayo kita pergi” ucap rAin mengajak Tania dan langsung menggandeng tangan Tania dan ingin bergegas ke mobil “Oh iya Anna, kayanya elu harus cari pembalap baru deh, maa pembalap terbaik kalah sama orang yang tidak pernah balapan” ucap Tania mengejek Anna dengan senang dan semua orang pun tertawa karena ulah Tania “Tania ayo pergi” ucap Rain mengajak Tania karena Tania masih meledek Anna dengan sengaja “Iya ayo” jawab Tania dengan senyum sambil bergelayutan di tangan Rain karena Rain masih menggenggam tangannya dengan lembut “Bye bye yang punya pembalap terbaik kalah” ucap Tania yang lagi-lag meledek Anna sebelum dia benar-benar pergi dari tempat tersebut Setelah itu aara di ana di lanjut, sedangkan Anna dan asistennya kembali ke tempatnya, setelah sampai di tempatnya Anna meminta rekaman balapan Rain dengan pembalap terbaiknya itu, dan asistennya pun mengambilkan rekaman tersebut dan memberikannya pada Anna. Anna melihat rekaman balapan tersebut dengan sangat fokus dan melihat secara detail agar tidak ada yang terlewat dari pandangan matanya, setelah melakukan analisa dengan video rakaman balapan tersebut Anna bisa menyimpulkan ternyata dia tertipu oleh Rain. “Dia melakukannya dengan sengaja dari awal agar semua orang mempunyai pikiran kalau dia bakalan kalah dan di tikungan terakhir dia menunjukkan kemampuannya” ucap Anna pada Asistenya yang bernama Diana “Iya Bos, setelah tadi saya melihat rekaman ulangnya, Rain melakukan hal tersebut dengan sengaja sama persis seperti dengan analisa Bos Anna” ucap Diana yang ternyata juga sudah menganalisa lebih dulu dan dia mendapatkan hal yang sama seperti analisa Anna “Tapi pertanyaan saya kenapa dia melakukan hal tersebut” ucap Anna yang masih bingug kenapa Rain melakukan hal tersebut “Itu yang saya dari tadi coba pikirkan bos, tapi tidak ketemu juga kenapa dia melakukan hal tersebut” ucap Diana yang belum tahu alasan kenapa Rain melakukan hal tersebut “Padahal dia bisa menunjukkan skillnya dari awal balapan dan memenagkan balapan dengan mudah” ucap Anna yang juga masih bingung kenapa Rain melakukan hal tersebut Sementara itu Rain dan Tania di perjalanan pulang dia berbincang tentang balapan yang Rain lakukan tadi. “Rain, kamu bohong ya sama aku, ternyata kamu bisa balapan juga,hebat lagi balapannya” ucap Tania dengan kesal karena dia merasa di bohongi sama Rain “Aku nggak ada bohong sama kamu, kapan aku bohong sama kamu” ucap Rain dengan sengaja karena sebenarnya dia juga benar-benar tidak berbohong sama Tania hanya saja dia tidak pernah bilang sama Tania kalau dia bisa balapan dan Tania sendiri pun tidak pernah bertanya padanya “Engga bohong gi mana, kamu nggak pernah bilang sama aku kalau kamu bisa balapan dan aku bicara balapan sama kamu kaya katak yang bicara sama ikan tentang berenang yang ternyata ikan itu sudah memang handal namun tidak menunjukkannya” ucap Tania yang masih kesal “Kamu coba tanya sama katak itu apa katak itu pernah bertanya sama ikannya apa ikan bisa berenang, sama halnya dengan aku, kamu nggak pernah nanya ke aku apa aku bisa balapan atau tidak, iya kan” ucap Rain dengan santai sambil mengendarai mobilnya “Tetap aja, harusnya kamu kasih tahu aku” ucap Tania yang tidak mau di salahin “Kamu nggak nanya, jadi aku nggak perlu kasih tahu kamu” ucap Rain dengan santai “Tau ah” ucap Tania yng kesal dan juga merajuk pada Rain karena dia tidak mau di salahin “Lagian yah balapan itu nggak penting, jadi nggak usah di permsalahin bisa balapa atau tidak” ucap Rain dengan santai dan kemudian Tania pun tertarik kenapa rain bilang seperti itu karena Rain cukup punya kemampuan dalam balapan setelah Tania melihatnya tadi dan mungkin juga masih ada skill-skill balapan yang belum Rain keluarin tadi “Emang kenapa ?” tanya Tania dengan lembut karena dia sangat penasaran kenapa Rain bisa bicara seperti itu “Dulu sebelum aku sama kamu dan Bunda, aku dulu sering melihat balapan seperti tadi sampai-sampai apa yang harus aku kerjakan tidak aku kerjakan hanya untuk balapan yang membuat aku di benci oleh orang-orang dan juga sama Om aku, jadi menurut aku balapan itu nggak bagus dan lagian juga balapan itu berbahaya” ucap Rain pada Tania menjelaskan alasannya “Kenapa bahaya, kan kita bisa mengontrolnya agar kita juga selamat sampai garis finish” ucap Tania yang masih juga penasaran dengan hal tersebut ‘Dulu teman aku yang sangat antusias dan suka balapan seperti tadi meninggal di tempat setelah mobilnya tidak bisa di kontrol oleh dirinya sendiri” jawab Rain dengan santai yang membuat Tania terkejut mendengar hal tersebut “Bagaimana bisa teman kamu tidak bsia mengontrol mobilnya sendiri sampai- sampai terjadi kecelakaan pada dirinya ?” tanya Tania dengan penasaran karena pada dasarnya pembalapa seperti mereka seharusnya sudah bisa mengontrol mobilnya yang di bawanya dengan baik maupun itu lagi keadaan pelan atau pun kencang sekalipun “Mobil yang dia kendalikan bukan mobil sembarangan” jawab Rain dengan santai smabil tetap fokus pada jalanan yang dia lewati “Maksudnya gi mana ? aku nggak mengerti maksud kamu” ucap Tania yang tidak mengerti apa yang di maksud oleh Rain “Jadi mobil yang dia gunakan itu bukan mobil biasa seperti yang kamu gunakan ini, mobil yang di gunakan teman aku lebih cepat dari mobil ini dan bahkan sangat cepat dan bisa di bilang mobil tersebut adalah mobil tercepat’ jawab Rain menjelaskan pada Tania “Sebentar deh aku masih nggak bisa mengerti” ucap Tania yang masih belum mengerti apa yang di maksud oleh Rain “Kamu pernah dengar mobil kutukan ?” tanya Rain pada Tania “Pernah, tapi dalam dunia balap itu hanya mobil dongeng, karena tidak pernah ada bentukan mobilnya seperti apa dan kecepatannya seperti apa belum pernah ada yang melihat” ucap Tania yang pernah mendengar mobil kutukan tersebut, namun dia mengira kalau mobil kutukan itu hanyalah dongeng belaka dalam dunia balapan sama halnya dengan putri duyung dongeng dalam dunia air “Itu bukan dongeng, mobil itu benar-benar ada di dalam dunia balap, mobil tersebut yang membuat teman aku kecelakaan saat mengedarainya karena mobil tersebut tidak bisa di kontrol oleh teman aku apalagi dengan kecepatannya yang sangat tidak masuk akal” ucap Rain pada Tania “Benarkah ?” tanya Tania yang masih kurang percaya kalau mobil kutukan itu benar-benar ada “Hmm, mobil tersebut adalah mobil rakitan yang di desain memang buat balap liar seperti tadi dan juga mereka membuat mobil terseut dengan parkikel dan part rahasia yang membuat mobil tersebut begitu cepat dan bahkan tidak bisa di tandingi sama mobil-mobil sekarang” ucap Rain menceritakan mobil kutukan tersebut “Namun dengan mobil yang tidak tertandingi itu mempunyai kelemahan yang membuat siapa pun yang membawa mobil tersebut bisa celaka dan bahkan hal hasil meninggal seperti teman aku karena tidak bisa mengontrol mobil kutukan tersebut” ucap Rain pada Tania “Aku masih belum yakin, apakah mobil itu masih ada sampai sekarang ?” tanya Tania dengan penasaran “Mobil itu masih ada sampai sekarang, dan bahkan masih bisa jalan dan bahkan masih bisa di gunakan untuk balapan, namun dengan resiko yang sangat tinggi dan bahkan taruhannya nyawa dalam membawa mobil tersebut” ucap Rain pada Tania “Di mana mobil itu, aku mau lihat mobil itu seperti apa, karena selama ini yang aku percayai mobil tersebut hanyalah dongeng belaka” ucap Tania pada Rain “Mobil itu ada di tempat yang sangat rahasia” ucap Rain “Bawa aku ke sana aku ingin melihatnya” ucap Tania pada Rain yang ingin melihat mobil tersebut “Engga,” ucap Rain pada Tania
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (290)
NinoDesta Nino
cerita nya menarik
26/02
0
Jerapah kecil
sangat bagus untuk di liat dan dipahami
keseluruhan
cerita nya menarik
26/02
0sangat bagus untuk di liat dan dipahami keseluruhan
19/02
0happy
15/02
0Lihat Semua