logo text

Bab 34 Nonton

“Mungkin Bang Rain sedang mencoba survive kali di luar sana” ucap Tama pada Kak Ara
“Kalian ngapain sih mikirin orang nggak berguna kaya dia, udah biarin aja, paling juga dia udah mati karena nggak kuat hidup di luar” ucap Om Erik dengan jahatnya yang tidak memikirkan perasaan Kak Ara dan juga yang lainnya yang sangat peduli sama Rain
“Erik udah deh elu nggak usah bikin rusuh, kalau elu cuman bikin rusuh di sini mendingan elu pergi dari sini, Tama elu bilangin tuh bapak lu” ucap Om Lukman dengan kesal karena Om Erik bicara sembarangan
“Iya Om, maafin Bapak ya” ucap Tama pada Om Lukman
Dan setelah itu Om Erik pun terdiam setelah di kritik oleh Om Lukman dengan pedas, dan setelah itu Kak Ara dan Mira keluar mencari udara segar untuk menenangkan pikirannya, Kak Ara dan Mira pergi keluar ke tempat di mana biasa Rain datangi jika sedang bersantai atau ada suatu masalah, Kak Ara dan Mira pergi ke tempat itu dengan santai.
Tempat itu adalah tempat dengan bangku panjang yang nyaman yang berada di bawah pohon dengan pandangan di depannya danau yang cukup luas dengan angin yang berhembus dengan cukup kencang yang membuat rambut Kak Ara dan Mira yang panjang itu berterbangan di tiup angin.
Kak Ara dan Mira duduk dengan santai di bangku itu sambil mengingat Rain yang sering berada di sini sambil menikmati pemandangan yang cukup memanjakan mata yang membuat kita yang berada di situ tidak ingin pulang.
“Kak Ara aku berharap kalau nanti Abang Rain bisa datang di pernikahan Kak Ara, aku kangen sama Abang Rain” ucap Mira dengan penuh harap dan semoga harapannya terkabul
“Iya, Kak Ara juga berharap kalau Abang Rain bisa datang di pernikahan Kak Ara nanti, walaupun sekarang kita nggak tahu di mana keberadaan Abang Rain” ucap Kak Ara dengan santai
“Abang Rain juga waktu itu kan juga janji kalau dia akan datang di pernikahan Kak Ara nanti” ucap Kak Ara yang mengingat kalau Rain pernah berjanji kalau dia akan datang di pernikahan Kak Ara nanti
Sedangkan di Mall, Rain dan Tania sedang berada di tempat lain untuk membeli hadiah lain untuk Kak Ara dan juga Bang Ari yang akan menikah nanti, setelah semuanya selesai mereka berdua pun pergi makan di mall tersebut dan sampai di tempat makan itu Rain dan Tania bertemu dengan mantannya Tania yang sudah pernah di pukul oleh Rain waktu pertama kali Rain pergi dengan Tania.
“Hai pacar” ucap Kevin mantannya Tania yang sedang berada di tempat makan itu, namun Tania yang sedang berada di meja makan tempat makan tersebut tidak menghiraukan Kevin dan menganggap seolah-olah Kevin tidak ada di sana
“Hai pacarnya aku” ucap Kevin yang masih tidak di anggap oleh Tania, sementara Rain yang sudah tahu Kevin pun dia santai dan masih meliat tingkah Kevin dan belum melakukan apa-apa
Melihat Tania tidak menganggapnya, akhirnya Kevin pun kesal dan emosi, dia mengebrak meja Tania dan Rain yang membuat semua orang yang ada di sana melihat ke arah mereka dan mereka pun menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di sana
“Tania, aku tahu aku salah, tapi kamu nggak perlu begini kali, masa ketemu aku kamu nggak sapa atau apa pun itu dan bahkan kamu seperti menganggap aku nggak ada di sini, dan kamu malah jalan sama cowok nggak jelas kaya begini” ucap Kevin dengan kesal pada Tania, sementara Rain masih melihat kelakuan Kevin, Rain belum bertindak sama sekali,
“Mendingan elu pergi dari sini, sebelum gua panggil penjaga restaurant ini untuk ngusir elu dari sini, elu tahu kan gua bisa nglakuin apa aja yang gua mau, jadi mending elu pergi sekarang sebelum elu menyesal nantinya” ucap Tania dengan serius dan tegas dan itu sangat keren
Dan setelah di ancam seperti itu dan Kevin pun tahu kalau Tania akan melakukan hal itu jika dia tidak pergi sekarang juga, maka dari itu Kevin pun tanpa bicara apa-apa pun langsung pergi meninggalkan Rain dan juga Tania dengan perasaan kesal dan sangat marah, karena dia di perlakukan seperti itu sama mantan pacarnya.
Dan setelah Kevin pergi Rain pun menenangkan Tania dan memberitahunya agar bersabar dan tidak marah-marah, dan setelah di tenangin oleh Rain, Tania pun tenang dan terlihat lebih santai lagi dan setelah itu dia lanjut untuk mencari tempat duduk dan memesan makanan dengan santai.
“Rain, apa kamu udah beli baju buat ke pernikahan Kakak kamu ?” tanya Tania pada Rain
“Emang harus beli yah, kan di rumah juga masih ada baju, jadi nggak perlu beli” jawab Rain dengan santai
“Ya terserah kamu sih, tapi aku saranin sih beli aja biar terlihat lebih fres, lagian kan yang dirumah baju lama semua” ucap Tania pada Rain
“Engga apa-apa, kan belum pernah di pakai, jadi nggak perlu beli lah” ucap Rain dengan santai
“Ya udah kalau begitu” ucap Tania pada Rain
Dan setelah menunggu beberapa saat makanan yang tadi mereka berdua pesan pun datang dan mereka pun makan dengan santai dan tenang, dan setelah mereka selesai makan, mereka pun keluar dan mencari barang-barang yang akan di hadiah kan  untuk Kak Ara, setelah beberapa jam keliling di mall tersebut untuk membeli hadiah buat Kak Ara, mereka pun selesai mencari hadiah dan setelah itu Rain dan Tania pun memutuskan untuk nonton film di bioskop, namun setelah itu Rain dan Tania menitipkan barangnya di tempat penitipan barang dan setelah itu mereka berdua pun bergegas ke bioskop dengan santai.
Sesampainya di sana Tania memilih film horor yang paling horor yang ada di bioskop tersebut Rain pun mengikuti Tania dan setelah tu Rain dan Tania pun masuk ke dalam yang di dalamnya juga sudah banyak orang, Rain dan Taniatidak menonton di tempat khusus karena Rain tidak suka, dia lebih suka nonton dengan ramai-ramai, dan setelah di dalam film pun di mulai, Tania sangat suka dengan film horor, sedangkan Rain dia tidak begitu suka, tapi dia tetap menonton dan mengikuti Tania menonton film horor.
Mereka menonton film yang baru saja rilis, dengan cerita anak kecil cacat yang di jual oleh orang tua kandungnya untuk di jadikan tumbal pesugihan agar orang yang membelinya bisa kaya, orang-orang itu membunuh anak itu dan memasak dagingnya lalu di makan untuk salah satu syarat agar keluarga tersebut bisa mendapatkan uang banyak, namun kematian anak itu tidak di terima oleh Tuhan di surga atau neraka, dan anak itu pun gentayangan yang membunuh siapa saja yang tinggal di rumah yang di jadikan tempat pesugihan itu, dan pada suatu ketika keluarga dari orang yang melakukan pesugihan itu datang dan dia belum tahu apa-apa tentang hal-hal tersebut di rumah itu, dan suatu ketika anak kecil yang gentayangan itu pun lagi-lagi menganggu keluarga itu dan menculik anak-anak itu dan membawanya kesuatu tempat, sementara kedua orang itu pun mencari anak-anaknya yang hilang dari rumah, dia menemukan sesuatu di gudang rumah itu yang janggal, dia memasukan ruangan itu dan mereka pun melihat ada seorang anak kecil yang cacat dan sekujur tubuhnya penuh dengan darah, lalu kedua orang itu pun seketika menjadi takut, namun mereka memberanikan diri untuk bertanya pada anak kecil itu yang sudah menjadi arwah gentayangan.

Komentar Buku (290)

  • avatar
    NinoDesta Nino

    cerita nya menarik

    26/02

      0
  • avatar
    Jerapah kecil

    sangat bagus untuk di liat dan dipahami keseluruhan

    19/02

      0
  • avatar
    NurlaelaEla

    happy

    15/02

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru