logo text

Bab 29 Mencari Info Pernikahan Kak Ara

“Ara gi mana pernikahan kamu, sudah sampai di mana ?” tanya Om Lukman yang berada di sana juga untuk mengurusi pernikahan keponakannya itu
“Sudah hampir selesai, tinggal pasang tenda dan dekor aja Om” jawab Kak Ara dengan santai
“Kak Ara, nanti aku mau punya adik lima” ucap Salsa yang berumur empat belas tahun kalau dia mau adik atau ponakan dari Kak Ara sebanyak lima yang membuat semua orang yang sedang berunding tertawa karena hal tersebut
“Iya Kak, aku juga mau punya adik lima” ucap Dito juga dengan polosnya
“Boleh kan Kak Ara” ucap Dito memohon dengan gemas
“Hhmm, lihat nanti ya” ucap Kak Ara dengan senyum
“Jadi sudah siap semua yah, hanya tinggal pasang tenda aja” ucap Om Lukman
Dan tiba-tiba saja Kak Ara langsung merenung dan bersedih karena dia mengingat sesuatu yang samapi saat ini belum dia bisa lupakan dan dia akan selalu mengingatnya, yaitu Rain, adik laki-lakinya yang sekarang entah dia berada di mana dan Kak Ara juga memikirkan keadaannya apakah dia baik-baik aja atau tidak, apa dia punya tempat untuk berteduh atau tidak, apa dia sudah makan atau belum, apa dia bahagia atau tidak, semua itu dia pikirkan dengan cukup lama dan dia juga tidak mau berbohong sampai sekarang pun dia masih memikirkan keadaan adik laki-lakinya.
Melihat Ara bersedih, bang Ari pun langsug bertanya pada calon istrinya itu “Kenapa ? keingat lagi sama Rain ?” tanya Bang Ari yang sudah bisa menebak kenapa Ara bersedih seperti ini
“Iya, apa dia baik-baik aja yah” ucap Kak Ara dengan sedih karena memikirkan adik laki-lakinya itu
“Aku yakin dia akan baik-baik aja, dia anak yang kuat, katika dia memutuskan untuk pergi dari sini, aku yakin dia akan baik-baik aja dan dia bisa sukses di luar sana” ucap Bang Ari pada Kak Ara untuk menghibur Kak Ara yang sebenarnya bang Ari juga merasa khawatir dengan kondisi Rain sekarang yang dia sendiri juga tidak tahu di mana keberadaannya Rain
“Percaya sama aku, Rain akan baik-baik saja” ucap Bang Ari yang mencoba meyakinkan Kak Ara untuk percaya perkataannya
“Hhm” ucap Kak Ara sambil mengangguk pelan dan senyum tipisnya
Sementara Ali yang tidak sengaja lewat rumah Kak Ara melihat mereka sedang ngumpul dan mendengar pembicaraan itu, namun dia tidak terlalu menanggapi karena menurut dia itu tidak terlalu penting, Ali jalan sambil menguping pembicaraan yang lainnya.
Dan setelah cukup lama mengiping pembicaraan semua tentang pernikahan Kak Ara dnegan bang Ari, Ali pun pergi dari situ agar tidak ketahuan oleh Kak Ara dan yang lainnya, setelah pergi dan berada di tempat aman, Ali pun kembali mengabari tentang apa yang dia dengar di tempatnya Kak Ara.
“Halo Non” ucap Ali di ujung telefon
“Iya” ucap Tania dengan nada tegas
“Saya mau kabarin berita yang saya dengar langsung dari orang yang bernama Kak Ara itu, dia tidak ada bilang apa-apa tentang pernikahannya karena pernikahannya sudah selesai semua, namun dia ada bilang sesuatu kalau dia khawatir dengan Tuan muda Rain yang mereka belum tahu keberadaannya di mana” ucap Ali di ujung telefon tersebut dan memberikan semua informasi yang dia dengar dari Kak Ara dan keluarganya
“Apa ada informasi lain ?” tanya Tania
“Sementara ini belum ada Non, baru itu saja yang ada, nanti saya akan kabarin lagi jika ada informasi terbaru Non” ucap Ali dengan sopan
“Baik, saya tunggu” ucap Tania dengan nada tegasnya dan telefon pun mati
“Ada informasi apa ?” tanya Rain pada Tania dengan penasaran
“Tidak ada informasi apa-apa, Ali hanya dapat informasi kalau persiaan pernikahan Kak Ara sudah siap, hanya tinggal pasang tenda aja” ucap Tania tanpa memberitahu kalau Kak Ara memikirkannya karena dia takut kalau Rain nantinya akan bersedih lagi dan Tania tidak mau melihat Rain bersedih, jadi dia memutuskan untuk tidak memberitahu hal tersebut
“Kita lanjut menonton yah” ucap Tania dengan senyum dan di iyakan Rain dengan senyum
Sementara itu Bunda Laura melebarkan sayap perusahannya dengan membuka cabang di luar negeri tepatnya di Korea Selatan, untuk memperluas jangkauan bisnisnya. Dia bertemu dengan orang-orang Korea yang akan membantunya untuk membuka cabang di negara tersebut, Bunda Laura bertemu dengan di dampingin oleh Bibi Fetrin agar Bunda Laura tetap aman, Bunda Laura masuk ke dalam ruangan meeteng untuk mendiskusikannya.
BundaLaura mendatangkan orang Korea dengan maksud mau membuka kantor baru cabang di Korea Selatan, dan ini tidak di ketahui Tania maupun Rain, Bunda memulai obrolannya pada orang Korea itu dan membicarakan bagaimana dia bsia membuka cabang di Korea dengan di bantu orang itu, setelah itu orang-orang Korea itu menjawab Bunda Laura dan memberitahukan caranya menggunaan bahasa Korea, setelah di beri tahu, dan semua yang urusan lainnya untuk membuka cabang, Bunda Laura pun setuju untuk membuka cabang di Korea Selatan dan itu mengharuskan Bunda Laura selaku pemilik cabang turun langsung ke Korea untuk membuka cabang tersebut, Bunda Laura akan pergi tepat sesudah pernikahan Kak Ara di laksanakan.
Setelah itu meeteng pun selesai dan meeteng tersebut di bubarkan, dan Bunda Laura setelah itu pulang ke rumah untuk memberitahu hal ini pada Tania dan juga Rain, dia segara memanggil Bibi Fetrin dan menyuruhnya untuk mensiapkan suir dan mereka pulang ke rumah, Bibi Fetrin pun langsung melaksanakan tugasnya dengan baik, setelah semua siap Bunda Laura dan Bibi Fetrin pun kembali ke kediamannya yang megah itu.
Sedangkan di rumah, Tania pun masih menonton film terbaru, sedangkan Rain dia ketiduran di sofa, melihat Rain tertidur, Tania pun bangun dan mengambil selimut dan bantal untuk Rain bisa tidur dengan nyaman, setelah membuat Rain tertidur dengan nyaman, Tania menyuruh Bi Inah untuk pergi menyiapkan makanan dan susu untuk Rain setelah Rama bangun nanti, Bi Inah pun melaksanakannya dengan baik, dia ke dapur dan menyiapkan semua yang di minta Tania tadi padanya.
Rain tertidur di pangkuan Tania dan Tania mengelus-elus pipi Rain sambil lanjut menonton film terbaru tersebut, sedangkan Bunda Laura dan Bibi Fetrin sedang berada di dalam mobil sambil memikirkan soal Rain yang ingin pergi ke pernikahan Kakaknya itu, Bunda Laura masih bingung, apakah dia harus mengizinkan Rain untuk pergi atau tidak, setelah memikirkan hal ini cukup lama, Bunda Laura sudah putuskan kalau dia tidak akan mengizinkan Rain untuk pergi ke pernikahan kakaknya, alasannya karena Bunda Laura tidak mau kehilangan Rain, dan juga dia tidak mau Rain berubah pikiran dan tidak mau tinggal dengan dirinya dan juga Tania, itu alasan kenapa Bunda Laura tidak mengizinkan Rain pergi ke pernikahan kakaknya itu.

Komentar Buku (290)

  • avatar
    NinoDesta Nino

    cerita nya menarik

    26/02

      0
  • avatar
    Jerapah kecil

    sangat bagus untuk di liat dan dipahami keseluruhan

    19/02

      0
  • avatar
    NurlaelaEla

    happy

    15/02

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru