Di apartemen Rene. "apa? mereka tidak percaya padamu dan langsung mengusir mu keluar? tapi, kalo aku jadi mereka, aku akan membuktikan dulu, apa itu benar apa tidak!" "mereka mana mungkin mau mencari bukti itu. mereka mungkin hanya peduli dengan nama baik saja!" "kasihan deh kamu , Aliza. harusnya kamu sama Kak senior Kexin saja. aku rela kok kalo kamu balikan sama dia..." "kamu ngomong apa sih. sudah deh, aku mau tidur. boleh kan tidur sama kamu..." "Iya... dan akhirnya aku punya teman disini yang nemenin aku... " Saat ingin tidur, Aliza masih membayangkan dirinya sekarang sudah tidak di dalam keluarga Yama. "Harusnya aku senang, bukan sedih. aku sudah terbebas dari kontrak ku dengan Danian. perasaan apa ini yang aku rasakan... Tidak, aku akan membersihkan namaku terlebih dahulu. setelah itu, aku pasti bisa tenang dan tidak merasa sakit hati lagi... lagian siapa yang mau tinggal di rumah yang gila seperti itu? " "Aliza, kontrak apa yang kamu bilang?" tanya sahabatnya Rene yang mendengar gumanan Aliza. "Pokoknya , jika aku ceritakan ini ke kamu... takutnya gak akan aman! aku mau tidur dulu ya... " Aliza tak bisa tidur. dia biasanya di peluk Danian saat tidur dari belakang. Aliza keluar dari kamar dan menuju depan apartemen. Temannya sudah tertidur pulas. Hembusan angin dingin membuat Aliza menggigil kedinginan. Ada seseorang pria memakai baju formal berjas hitam memakaikan jaket ke Aliza. Terkejutnya Aliza saat tau ada orang di belakang nya. Aliza menyebut nama Danian. "Danian!" Aliza menoleh ke belakang tapi bukan Danian yang dia dapati. "ma.. maaf!" "kamu... kamu orang yang di koran itu?" tanya nya. "I.. iya. silakan saja jika kamu mau menghinaku!" "ngapain aku harus menghinamu? Kenapa kamu sendiri an? Gak sama suami kamu, Danian?" "kenapa kamu tau aku istrinya Danian?" "Yah di koran. kamu gak lihat di sana tercantum nama suami kamu?" "Jangan bicara tentang nya, dia bahkan tidak peduli padaku lagi!" "Jangan sedih. masih ada pria lain di dunia ini. bukan hanya Danian! " "siapa yang sedih karena dia? Aku tidak sedih karena dia!" "Baiklah! nama ku Artha Graha. senang berkenalan dengan mu..." "Aliza!" jawab Aliza cuek. Artha Graha, Pewaris tunggal keluarga Graha. musuh bisnis Danian. saat ini berusia 25 Tahun. Baik, tidak suka melihat wanita disakiti, perhatian, romantis. "ini kartu namaku. kamu bisa telepon aku jika mau cerita..." "Terima kasih. kamu tinggal disini?" "Ya, aku tinggal disini untuk sementara waktu. nanti jika sudah selesai melanjutkan Studi ku, baru aku pindah. kalo kamu? " "Aku... aku tidak tinggal disini sendirian. ada sahabat ku di dalam. aku mau masuk ke apartemen, nanti teman ku mencari ku..." "ya, silakan!" 'kasihan wanita itu. pasti dia di usir dari keluarga Yama karena reputasi nya yang jelek. jika aku jadi Danian, aku tidak akan mengusirnya karena aku mencintainya!' Menjalani hari berikutnya, Aliza membersihkan apartemen Rene. "Aliza, kamu gak pergi ke kampus?" tanya Rene. "gak. aku gak mau di bulli orang orang. aku takut tatapan benci orang lain padaku. kamu jangan bilang kalo aku tinggal di apartemen mu ya, termasuk... jangan bilang juga ke Danian. pokoknya, jika ada keluarga Yama yang menanyakan kamu..." "kenapa gak boleh? bukankah kamu bisa balik ke sana ?" "Aku ingin merenungkan diri dulu. kalo kamu gak mau aku tinggal di apartemen kamu juga gak apa apa. aku akan pindah!" "jangan dong, Aliza. aku janji gak akan bilang ke siapa siapa!" setelah sahabatnya pergi, terdengar bel pintu Berbunyi. Aliza membukakan pintunya dan melihat ternyata Artha yang memencet belnya. "Kamu... " "hai... maaf mengganggu. Ini aku tadi memancing ikan dengan teman ku. apa bisa kamu memasak kan untuk kita berdua? soalnya kami sangat lapar di apartemen berdua gak ada yang bisa masak!" "silakan masuk. aku akan masak kan untuk kalian berdua..." 'siapa yang percaya pagi pagi begini sudah selesai mancing ikan? memang kalian memancing subuh subuh ya?' "terima kasih. aku gak akan sungkan!" Setelah selesai memasak, Aliza menyajikan makanan dan mereka makan ikan itu bersama. "Hm... Aliza, masakan kamu enak nih..." Puji Artha. "Biasa aja kok." Aliza senang mendengar pujian dari Artha. "kok kamu tau aku tinggal di apartemen yang mana?" "tau, aku sebelahan sama apartemen mu. jadi bisa kan aku numpang makan lagi sama teman ku?" semakin hari, mereka semakin akrab dengan Aliza. sebenarnya Artha melakukan itu karena tau Aliza sedang sedih. sengaja datang pura pura ingin di masak kan Aliza setiap hari agar Aliza tidak ada waktu memikirkan masalah nya. Tapi Artha juga gak ingin Aliza bosan di dalam terus. kali ini Artha datang ke apartemen Aliza untuk mengajak Aliza keluar melihat suahsana di luar. dia juga ingin mengajak Aliza menonton film dan pergi ke tempat liburan lainnya. "Pagi, Aliza!" sapa Artha. "Iya. ada apa pagi pagi sudah kesini? minta di masakin lagi? kamu makan berapa kali sih? " "enggak deh. ngerepotin Aliza nanti. aku kesini mau ajak kamu keluar. kamu pasti sumpek di rumah saja kan?" "gak mau. di luar sekarang..." "jangan takut, aku udah siapkan ini... topi dan kacamata beserta masker untuk kamu pakai. jadi, jangan takut ketahuan!" "te.. terima kasih ya... " Dengan kehadiran Artha, dia bisa membuat Aliza bahagia dan melupakan masalahnya. sudah sore, Artha mengajak Aliza makan di restoran. Disana tak sengaja Aliza melihat Danian sedang berbicara bisnis dengan seseorang.melihat Aliza yang terus memandang ke arah lain, Artha ikut penasaran dan melihat, ternyata Danian yang dia pandang dari tadi. "ehem. Aliza, cepat Makanlah. jangan sampai dingin!" 'Danian gak mengenaliku kan?' "Kamu mandangin suami kamu, lebih baik kamu samperin sana!" "Cukup deh. aku gak mau makan disini... ayo kita pulang ke apartemen saja!" ajak Aliza. saat ingin pulang, Danian melihat Artha dan menyamperin saingan bisnis nya itu. "Tidak tahu, ternyata tuan Artha sudah memiliki kekasih. coba kenalkan, siapa dia?" 'kalo Danian tahu kalo aku bawa istrinya, bagaimana ya ekspresi nya? tapi gak deh, aku gak boleh bocorin identitas Aliza.' "kenapa, tuan Danian? kamu iri bilang saja... dimana istri cantik kamu itu?" ejek Artha. "Ayo kita pulang!" Ajak Aliza. Aliza menarik narik baju belakang Artha agar segera mengajaknya pulang. "Iya iya, sayang. ayo kita pulang! maaf ya, Tuan Danian. saya dan pacar saya pulang dulu. bye!" "sepertinya suara wanita tadi terdengar familiar. sepertinya... Aliza? gak, pasti karena aku terlalu memikirkan nya akhir akhir ini... selangkah lagi, aku akan membersihkan namamu, Aliza. kita pasti bisa bersama lagi...
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
cerita nya seru, sifat baik akan selalu terlihat
11/08
0sangat menarik
09/08
0asik mengenakan
01/08
0Lihat Semua