Setelah Reca pulang tiba tiba sang Tante sudah berada di depan pintu rumah nya dengan cepat sang Tante menagih gaji pertama Reca. " Sini mana gaji mu " ucap sang Tante " Ini Tante , tapi aku minta sedikit aja Tante untuk ongkos besok " ucap Reca " Tidak ada " " Aku mohon Tante " " Kalau tidak ada ya tidak ada kamu kan bisa jalan kaki lebih sehat juga " bentak sang Tante dan langsung pergi meninggalkan Reca yang tengah berdiri di depan pintu rumah Reca hanya mampu menangis saja gaji nya yang selama ini ia hasilkan dari kerja keras ternyata tidak bisa ia nikmati. Reca pun segera masuk ke dalam dan membersihkan tubuh nya setelah itu Reca pergi untuk makan malam dan langsung beristirahat. " Tuhan berikan lah Reca kekuatan untuk semua hal dan Reca mohon tolong sadarkan Tante dan bersihkan hati Tante yang kotor " begitulah sepenggal doa yang Reca panjatkan pada yang kuasa Reca pun tertidur dengan pulas. Esok hari nya ia pun harus kembali bekerja hari ini ia tak menyiapkan sarapan apapun karena bahan makanan sudah habis tak tersisa. Reca pergi menuju toko bunga dengan berjalan kaki melelah kan sudah pasti namun tak ada pilihan bagi Reca hingga ketika ia berada di tengah jalan terdengar bunyi klakson dari arah belakang dan sontak Reca melihat ke arah belakang. " Rasya " gumam Reca " Reca kamu kok jalan ? Ayo biar saya antarkan kamu " ucap Rasya " Akh tidak usah Rasya aku bisa sendiri kok lagian juga sudah deket ini " ucap Reca " Yakin , ini masih jauh Reca sudah ayo apa mau saya gendong supaya cepat ?" Tawar Rasya yang sontak membuat Reca berlari kecil masuk ke dalam mobil Rasya. " Nah gitu dong " gumam Rasya sembari tersenyum Di perjalanan tak ada sepatah kata pun hanya keheningan yang menyelimuti hingga akhirnya Rasya yang membuka topik terlebih dulu. " Reca " " Iya , kenapa?" " Apa kamu tidak lelah melayani pembeli sendirian ? Bagaimana kalau ketika saya tidak ada membantu mu apa kamu bisa sendiri?" Tanya Rasya " Kamu tenang saja , aku bisa kok sendiri juga gak jadi masalah untuk aku " ucap Reca " Baik lah , ouh iya kenapa kamu berjalan kaki biasa nya kamu akan naik kendaraan umum kan jika aku tidak menjemput mu ?" " Eumm ekh itu karena aku buru buru " " Benarkah ? Kenapa tidak pakai ojek online saja ?" " Akh itu aku gak bisa cara pesan nya jadi aku jalan kaki deh , tapi jalan kaki juga menyehatkan buat tubuh jadi kuat " ucap Reca " Baik lah " Tanpa Reca sadar ternyata Rasya membawa nya ke restoran terlebih dulu. " Ayo turun " " Akh iya , sudah sampai ya " ucap Reca sembari turun dari mobil " Loh Rasya kok ke restoran sih aku kan harus kerja " ucap Reca yang merasa heran " Kita sarapan dulu baru ke toko bunga oke " " Tap.. " " Sudah tidak usah ada tapi tapian , saya bukan tipe orang yang suka di bantah " ucap tegas Rasya " Baiklah " Mereka berdua pun masuk menuju restoran tersebut. Rasya memesan makanan yang pas untuk sarapan makanan pun tiba Rasya dan Reca pun segera menikmati makanan tersebut. Setelah makanan selesai Rasya melihat ada sisa nasi yang menempel di pinggir bibir mungil Reca dengan pelan Rasya mengambil nya karena hal itu membuat Reca langsung terkejut dan kini detak jantung nya tengah berdebar kencang. " Sorry Rec tadi ada sisa nasi di pinggir bibir kamu " ucap Rasya yang juga salting " Eum iya gak apa apa " jawab Reca dengan menundukkan kepalanya karena malu " Sudah kenyang , ayo kita ke toko " ajak Rasya " Iya ayo " Rasya pun mengantarkan Reca menuju toko bunga nya. Seperti biasa Rasya akan membantu hingga siang hari atau kadang hingga pukul 3 sore sisa nya Reca yang mengerjakan sendiri. Ada perasaan nyaman menyelimuti Reca maupun Rasya saat ini namun tak ada yang berani untuk sekedar mengungkapkan nya hanya saling mengagumi dalam diam saja. " Reca apa kamu betah bekerja disini ?" " Betah kok Ras memang nya kenapa bertanya seperti itu ?" " Enggak apa apa saya hanya bertanya saja " ucap Rasya " Ouh oke " " Kamu suka bunga apa ?" Tanya Rasya lagi " Aku suka bunga Hydrangea , mawar , baby breath , dan tulip " ucap Reca sembari tersenyum manis dan membuat Rasya semakin gemas " Sedikit sekali " " Iya memang sedikit tapi keempat bunga itu sangat cantik Rasya " " Baiklah baiklah , kenapa kamu menyukai bunga ?" " Karena cantik , indah , harum dan menenangkan " " Hanya segitu saja alasan nya ?" " Iya , lalu ? Memang nya kalau membuat alasan harus selalu panjang lebar ya ? " Enggak juga sih , itu tergantung " " Kamu kenapa kerja nya shift sore terus ? " " Enak nya sore biar gak gerah juga " " Alasan macam apa itu ? " " Alasan saya sendiri lah " " Alasan yang tidak masuk akal Rasya , gimana kalau ada pasien yang membutuhkan kamu di pagi atau siang hari ?" " Kan dokter bukan hanya saya aja , banyak dokter lain juga perawat juga banyak lagian saya juga lelah jadi dokter apa saya resign aja ya dan bantu kamu kerja disini ?" " Rasya ikh kamu tuh apa apaan sih , jangan sudah kamu fokus saja jadi seorang dokter gak usah aneh aneh gak usah banyak tingkah nanti kamu menyesal " " Saya serius dan saya tidak akan menyesal " " Tidak Rasya " ucap Reca sembari berjalan mengambil bunga bunga segar " Janji deh gak bakalan nyesel " ucap Rasya yang juga mengikuti Reca berjalan layak nya sebuah ekor " Kamu ya ngeyel sekali , terserah kamu aja " " Baik lah baiklah saya tetap jadi dokter " Perdebatan mereka pun berakhir karena ada pembeli yang memesan bucket kepada Reca.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
sangat suka karena bisa menghasilkan uang
17d
0bagus
01/06
0very very beautiful story
29/05
0Lihat Semua