Beranda/Mafia in The Morning/
Bab 23 Help Me Mr. Mafia!
Derap suara sepatu berlari menggema di lorong kantor. Semua orang menyingkir dari jalurnya melihat betapa paniknya wajah orang yang berlari. Bukan pemandangan umum laki-laki berpakaian suit itu berlari panik. Dia selalu tenang dan kolektif. Jadi kalau sampai sepanik itu pasti ada masalah besar yang terjadi. Dengan kata lain
akan ada orang yang mati hari ini.
Dia sampai di pintu ruang rapat. Mengetuk dua kali dengan terengah lalu masuk ke dalam tanpa menunggu jawaban. Jika orang lain yang melakukan itu, mereka akan mendapat lemparan belati dari Tuan Muda di dalam. Namun orang itu tidak memikirkan apapun selain masuk menemui Tuannya saat ini.
"Mamoru-sama!"
Laki-laki dengan wajah datar yang duduk di meja rapat menaikan wajahnya dari proposal di tangan. Hari ini salah satu hari normal untuk rapat dengan para divisi entertainmennya. Melihat asistennya datang dengan wajah panik membuat dia bingung.
Rikimaru mengambil langkah panjang untuk sampai ke sisi Tuannya. Dia membisikkan sesuatu. Mata Mamoru bergetar dalam topengnya tidak menunjukan perubahan ekspresi.
"Rapat selesai. Pergi!"
Dia beranjak dari kursinya dan berjalan cepat keluar. Rikimaru mengikutinya cepat. Dia berusaha menyamai langkah cepat Tuannya.
"Penerbangan?"
"Helikopter segera tiba di rooftop gedung Tuan."
"Ibuku?"
"Nyonya besar sedang berusaha melacak Nona Mayumi. Nyonya kesulitan karena semua perangkat elektronik dibuang di jalan."
"Kenapa bisa"
Rikimaru menggigit bibir. "Semua orang kita yang bertugas mengawasi ditemukan meninggal."
Mayumi diculik, dua kata itu yang terus berputar dalam otaknya. Kata Mayumi dan diculik tidak seharusnya ada. Dia sudah melakukan berbagai macam cara untuk mencegahnya. Kenapa bisa kecolongan.
Mamoru berjalan menuju lantai atas. Dia berusaha tenang. Tapi berbagai skenario di otaknya terlalu menakutkan. Tangannya mengepal dan meninju dinding hingga retak. Napasnya memburu dalam keringat dingin.
"Panggil Fujiwara. Kita pergi."
Suara baling-baling helikopter memenuhi landasan atap. Mamoru menaikinya dengan dada sesak. Dia meremas pegangan di dalamnya. Akan dia musnahkan orang-orang yang berani menculik miliknya.
**
Kepalanya terasa sangat pusing. Dia membuka matanya sedikit menemukan kegelapan. Dia ingat berniat mengambil makanan dari dapur barista. Tapi karena mendengar suara barang jatuh dia jadi berlari ke dalam.
'Gelap. Ini blindfold?!'
Kepanikannya membuat tubuhnya tersentak. Dia merasakan ikatan di tangan dan kakinya. Tidak bisa bergerak.
'Apa ini penculikan?!'
Mayumi menenangkan dirinya. Dia tidak bisa melihat apa pun dan terikat di kursi. Jika benar ini penculikan dirinya tidak boleh gegabah. Dia tidak tahu tipe penculikan apa ini, untuk uang atau balas dendam? Dia berharap bukan yang kedua karena itu akan lebih berbahaya untuknya.
Dia mendengar suara-suara berisik. Dia menangkap bahasa jepang dalam kosakatanya. Berarti penculiknya kemungkinan lawan bisnis Mamoru-san. Ugh, kenapa dia bisa terseret hal ini. Dia hanya pekerja di tempat Mamoru. Bukan orang penting.
"Aku tahu kau sudah bangun Nona."
Suara seorang laki-laki berada dalam jarak yang cukup dekat. Mayumi merasa tubuhnya tegang. Orang itu sepertinya berjongkok di depan kakinya.
"Pakaianmu sangat lucu. Kau juga punya kaki yang bagus."
Orang itu mengelus kakinya dari pergelangan kakinya dan terus merayap naik ke atas.
"Jangan!" suara Mayumi bergetar. Dia ingin menendang orang itu tapi kakinya juga terikat ke kaki kursi.
"Bahkan suaramu sangat imut. Aku tahu Ryujin busuk itu suka sesuatu yang imut. Tapi baru kali ini aku melihat dia memiliki gadis. Kau pasti spesial." Tangan orang itu menyusup ke dalam roknya mengelus paha Mayumi.
"Berhenti! Jangan sentuh! Jangan menyentuhku! Lepaskan!"
Mayumi semakin panik. Dengan penutup mata ini dia bisa merasakan sentuhan orang itu berkali-kali lipat lebih intens. Dia menggeliat berusaha menjauhkan tangan itu dari tubuhnya sejauh ikatan talinya membatasi gerakan.
"Jangan banyak bergerak manis. Aku yakin kau akan menyukainya." bisiknya lirik di depan wajah Mayumi.
Saking takutnya refleks Mayumi menjedukkan kepalanya pada kepala orang di depannya. Laki-laki itu mengerang dan jatuh ke belakang. Karena gerakan itu kain penutup matanya longgar dan dia dapat melihat menggunakan sebelah matanya. Agak samar, tapi dia melihat wajah orang yang menculiknya. Pakaian merah, rambut hitam dan...
Dor!
Mayumi membeku. Orang itu menembakkan pistol. Pelurunya menembus dinding di samping kepalanya. Hanya beberapa senti saja dari pipinya.
"Kalau kau tidak diam yang selanjutnya kupastikan tidak akan meleset." ancam pria itu.
Mata Mayumi mulai berair dalam ketakutan. Sekelebat bayangan tentang penyerangan yang terjadi saat di Indonesia kembali terngiang. Dia benar-benar takut.
Laki-laki itu tersenyum miring. Dia mengelus pipi Mayumi dengan ujung pistol. Senyumnya makin melebar melihat wajah ketakutan Mayumi.
"Seperti ini kan cantik."
Tangannya melarikan moncong pistol untuk menyingkap rok Mayumi. Jari-jarinya bermain nakal menekan area sensitif, mengelus dan meremas secara bergantian. Tangan lainnya menyerang dada wanita itu. Sementara mulutnya menempel ke leher yang terbuka.
Mayumi tidak bisa melakukan apapun. Dia ketakutan hingga tubuhnya membeku. Orang ini menyentuhnya dengan menjijikan tapi dia tidak bisa melakukan apapun untuk menolaknya. Dia merasa dirinya menjijikan. Air mata mengalir deras ke pipinya.
"Haha, menangislah! Tangisanmu membuatku semakin bergairah." Dia menampar pipi Mayumi. "Aku akan membuatmu menangis lebih keras."
Suara sret robek membuat tangisan Mayumi menjadi-jadi. Orang itu merusak bajunya. Menampangkan bagian dada gadis itu. Mayumi menutup matanya berharap itu bisa melindunginya. Dia tidak mau melihat orang itu melakukan hal tidak senonoh padanya.
'Mamoru-san hiks. tolong... hiks tolong aku. Aku tidak mau ini.'
Brak!
Pintu didobrak terbuka. Laki-laki yang menekan Mayumi berjengit dan berdiri dengan senjata siap di tangan. Di depan pintu rusak berdiri Mamoru dengan katana di tangan. Bilahnya masih basah meneteskan darah.
"Akhirnya kau datang Ryujin Mamoru!"
Mata dingin Mamoru langsung terfokus pada tubuh mungil di sebelah pria itu. Gadis yang berlinang air mata namun tidak dapat membuat suara. Darahnya mendidih melihat kondisi berantakan gadis itu.
"Akan kubunuh kau Gin Eiji!"
Laki-laki itu menjambak Mayumi dan menempelkan moncong pistolnya di pelipis gadis itu. Seringaian kejam dia tampilkan.
"Aku ingin lihat bagaimana kau melakukannya Ryujin! Melangkah dari sana dan kepala gadis ini akan meledak!"
Mata Mamoru semakin menggelap. Dia benar-benar ingin merobek mulut orang itu. Merobeknya hingga tidak punya wajah lagi.
"Kenapa diam saja? Tidak bisa? Hahaha sudah kuduga kau tidak bisa. Kau tentu tidak bisa melakukannya. Kau!"
Gin Eiji merasa tubuhnya bergetar. Rasa sakit yang tajam menyergap perutnya. Pedang Mamoru sudah menancap menembus perutnya. Dia tidak melihat orang itu bergerak/
"Gah!"
Semua saraf tubuhnya berteriak panik. Dia menembak Mamoru untuk melepaskan pedangnya. Mamoru berkelit. Suara senapan dari arah lain membuat Mamoru memaksa diri menjauh. Dia menarik Mayumi jatuh bersamanya. Kursi itu hancur.
"Tuan Muda!"
Gin Eiji menarik pedang dari perutnya. Sementara orang-orangnya berusaha menembaki Mamoru. Laki-laki itu berlari menghindar sambil menggotong Mayumi.
Suara lesingan panah menembus udara. Orang-orang yang tadi menembak berjatuhan dimakan tajamnya anak panah. Fujiwara terus menarik busurnya tanpa ragu. Menargetkan setiap titik vital musuh.
"Mundur!" Orang-orang dari tim Gin Eiji pergi membawa lari tuannya.
"Fujiwara!"
Suara panggilan itu membuat Fujiwara menghentikan aksinya. Dia juga ikut pergi. Mereka melompat masuk mobil dan langsung tancap gas. Mamoru memimpin orang-orangnya untuk pergi secepat mungkin. Tidak lama suara ledakan terdengar dari belakang. Tempat penyekapan itu terbakar.Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (99)
Share
Bab-bab Terkait
Bab Terbaru
Cepat update thoor😁😁 udh nggak sabar ni
13/06/2022
1the story is very interesting
10/05/2022
0can't wait for next chapter plezz 🥺❤
28/04/2022
3Lihat Semua