logo text

Part 19

Tiba-tiba wajah Dave kembali terlintas di kepalaku. Terakhir kali wajahnya terlihat begitu kusut dan tatapannya yang tampak sendu. Dia tak pernah sekalipun mengeluh ataupun mengatakan apa yang sedang dirasakannya. Namun bola matanya yang tampak redup menyiratkan bahwa ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.
Aku benar-benar mate yang buruk, benar? Aku adalah matenya, harusnya akulah yang paling megerti apa yang dirasakannya. Tapi kenyataannya aku sama sekali tak mengetahui apapun tentangnya. Aku bahkan tak bisa menghiburnya. Aku justru membuatnya terus cemas dan menderita dengan keadaanku yang terlalu lemah dan rapuh. Arrggh ... aku benar- benar membenci diriku yang seperti ini.
“Apa yang harus aku lakukan, Lucy?’ tanyaku frustasi pada serigalaku. Sungguh aku tak mengerti apa yang harus aku lakukan saat ini. Lucy masih terdiam untuk beberapa saat sebelum akhirnya dia menjawab pertanyaan bodohku itu.
“Jadilah lebih kuat, Levi.” Dan aku langsung tertegun mendengar jawaban dari Lucy.
“Apa maksudmu?” tanyaku kembali merasa ambigu dengan jawaban Lucy.
‘Terimalah aku, Levi. Jadikan aku benar-benar bagian dari dirimu,” jawab Lucy yang lagi-lagi terasa membingungkan untukku.
“Bukankah aku sudah menerima dirimu? Kau adalah serigalaku dan tidak mungkin aku akan menolakmu.”
“Tapi, pernahkah kita saling bicara selama ini? Pernahkah kita bisa saling mengerti? Mungkin kau tidak sadar, jika selama ini secara tidak sengaja kau sudah membetengi dirimu sendiri kuat-kuat. Rasa trauma masalalumu membuatmu sulit untuk menerima dan mempercayai orang lain, bahkan kau juga sulit untuk menerima keberadaanku,” jawab Lucy panjang lebar membuatku seperti tetampar dengan cukup keras. Aku hanya terdiam merenungkan setiap ucapan yang dikatakan serigalaku.
Apa itu benar? Selama ini aku memang jarang berkomunikasi dengan serigalaku. Aku tak bisa mengerti Lucy bahkan aku tidak mau mengerti apapun tentangnya. Dan aku baru sadar bahwa secara tidak langsung aku sudah menolak kehadiran serigalaku sejak pertama kali dia datang. Tak ada rasa ingin saling melindungi dan saling memiliki diantara kami, seolah kami memang belum terikat satu sama lain.
“Sadarlah Levi! karena hal ini pula yang membuat hubunganmu dengan Dave sulit berkembang. Ada keraguan di hatimu dan kau masih belum sepenuhnya menerima dia sebagai matemu. Kau juga belum memantapkan perasaanmu pada matemu. Jika kau terus seperti ini, kau hanya akan membuatnya menderita”
Lagi-lagi aku tertampar dengan kata-kata Lucy. Dia menembak tepat pada sasarannya. Dia benar, memang tak ada yang salah dari tiap kata-katanya. Aku masih meragukan Dave sebagai mateku dan aku masih belum bisa menerima dia sepenuhnya dalam hatiku. Aku merasa terlalu takut untuk menerimanya. Aku takut takdir merenggutnya dariku seperti takdir yang merenggut semua yang telah aku miliki selama ini. Masalalukulah yang memiliki andil cukup besar pada situasiku saat ini. Setelah malam pembantaian itu, aku tak bisa mempercayai siapapun. Bahkan satu-satunya kepercayaanku yang tersisa malam itu sudah gugur begitu saja ditangan wanita iblis yang pernah kuanggap sebagai malaikat penyelamatku. Aku berakhir pada siksaan dan penderitaan yang kian menghancurkanku.
Tapi setelah itu semua, Dave datang. Dia mau mengulurkan tangannya dan menarikku dalam dekapannya. Dia selalu berusaha melindungiku dan menjagaku agar tetap merasa aman dan nyaman bersamanya. Namun, setelah semua yang dilakukannya aku tak mampu membalas satupun kebaikan yang telah diberikannya. Dia sudah memberikan segalanya, tapi entah bagaimana hatiku masih terlalu sulit untuk menerima dia sepenuhnya. Aku sadar, mungkin selama ini hanya Lucylah yang bisa menerima Dave sepenuhnya, sedangkan aku ... aku belum mengerti dengan semua perasaanku padanya.
“Renungkanlah Levi, mantapkan hatimu segera. Jangan sampai kau menyesali semuanya kelak. Pikirkan perasaannya, dan buat keputusan secepatnya. Sebelum semuanya terlambat, sebelum dia direnggut darimu!”
Direnggut? Tubuhku langsung tersentak dan jiwaku terasa seperti diguncang mendengar ucapan Lucy. Tidak ... apa maksudnya, ‘sebelum dia direnggut dariku?’ Tidak! aku bahkan tidak bisa membayangkannya. Aku tak bisa membayangkan jika seandainya Dave benar-benar direnggut dariku. Tidak ... aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Dave adalah milikku dan tidak ada satupun yang boleh merenggutnya dariku!
Aku segera bangkit dengan dadaku yang dipenuhi rasa sesak. Napasku terengah dan tidak beraturan. Hanya dengan membayangkan Dave yang meninggalkanku saja sudah membuatku seperti ini. Aku segera mengambil langkah lebar-lebar menuju ke arah pintu kamar. Pikiranku kini hanya tertuju pada Dave. Aku harus menemuinya sekarang juga. Persetan dengan ketakutanku yang tidak masuk akal itu. Aku sudah tak peduli lagi dengan rasa takutku jika keluar dari kamar ini. Lucy bisa saja mengambil alih tubuhku dan hilang kendali seperti sebelumnya. Tapi, aku sudah tak peduli dengan hal itu lagi sekarang. Jikapun itu terjadi, maka Dave sendiri yang akan menghentikanku. Aku sudah berjanji untuk percaya padanya. Lalu mengapa selama ini aku harus meragukannya?
Tanganku hampir menyentuh knop pintu sebelum pintu itu terbuka tiba-tiba. Aku sedikit tersentak kemudian mundur beberapa langkah melihat siapa orang dibalik pintu itu.
“Ikutlah denganku.” Tanganku langsung ditarik paksa begitu saja setelah itu. Alena, dia datang dan langsung menarikku keluar dari kamar ini tanpa mengatakan penjelasan apapun. Wajahnya tampak gusar dan sangat tertekan. Tak pernah aku melihatnya seperti ini sebelumnya. Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Aku hanya menurut saat dia membawaku keluar dari kastil ini. Langkahnya sangat cepat dan dia masih belum mengatakan ke mana dia akan membawaku sekarang. Keadaan kastil ini juga tidak seperti biasannya, banyak sekali para penjaga yang berjaga sangat ketat di sekitar kastil ini.
“Sebenarnya mau ke mana kita kak?” Tanyaku tak betah dengan situasi membingungkan ini. Namun Alena sama sekali tak menjawab pertanyaanku dan terus menarik tanganku semakin menjauhi kastil.
“Tolong jawab aku!” Teriakku namun masih diabaikannya. Aku langsung menarik tanganku dengan paksa dan akhirnya Alena mau berhenti dan menoleh ke arahku. Dia menatapku tajam dan raut wajahnya terlihat kesal. Tapi aku tak kalah menatapnya dengan tatapan menyelidik. Aku ingin meminta penjelasan tentang semua ini.
“Aku ingin tau, apa yang sebenarnya terjadi kak?!” tanyaku sedikit keras pada Alena. Aku sudah tidak bisa lagi bersabar dengan kebungkaman Alena. Alena menghembuskan napasnya dengan kasar dan wajahnya terlihat begitu frustasi. Aku tak tau kenapa, tapi pikiranku kini sudah dipenuhi dengan segala pikiran negatif.
“Ikuti perintahku saja! Kau tidak perlu bertanya dan turuti saja kata-kataku!” Alena membentakku dengan kasar dan kembali menarik tangan kananku. Aku segera menepis tangannya dan dia kembali menatap ke arahku dengan tatapan marah.
“Kumohon mengertilah, Levi!” teriak Alena keras membuatku sedikit tersentak.
“Apa yang harus ku mengerti, kak? Kau sendiri bahkan tidak mengatakan apapun padaku sebelumnya,” ucapku menurunkan nada suaraku. Kulihat raut wajah Alena mulai melembut dan tatapannya mulai terlihat sendu. Dia memegang tanganku dan mendekatkan wajahnya kepadaku.
“Aku akan jelaskan nanti, tolong bersabarlah. Dan kumohon ikutlah aku sekarang. Kali ini saja ... Kumohon ...” bisik Alena memohon dan entah bagaimana aku tak bisa menolak permohonannya.Terpaksa aku harus menahan rasa penasaranku dan menuruti perkataan Alena. Ini pertama kalinya gadis itu memohon padaku, dan tentu saja aku tak tega menolaknya.
Saat ini Alena sudah berubah dalam wujud serigalanya dan dia menyuruhku untuk naik dipunggungnya. Aku hanya menurut dan dia segera melesat dengan cepat menuju ke arah hutan. Jantungku berpacu dengan cepat dan pikiranku benar-benar kalut. Aku tidak tau kenapa Alena membawaku menjauh dari kastil dan aku juga belum tau dimana keberadaan Dave saat ini. Tanda tanya dalam pikiranku terus bertambah dan aku masih belum mendapatkan satupun jawaban dari semua pertanyaan itu.
***

Komentar Buku (203)

  • avatar
    Fi Qi

    bagus sekali

    14/02

      0
  • avatar
    DewisartikaHana

    bagis

    30/01

      0
  • avatar
    Dwi

    love story ada yang

    24/12

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru