Bab 66 Tidak berguna

Esok paginya di villa kepemilikan Lucas yang ada di daerah citeko puncak. Alika dan Lucas memutuskan untuk jalan-jalan pagi saat itu, mengitari sekitaran area sana yang begitu menyenangkan, dibelakang mereka menyusul Yudistira dan Angela yang ikut jalan berdampingan.
Shanice ditinggal didalam villa ditemani oleh pembantu dadakan yang sengaja disewa oleh Lucas.
Yudistira tiba-tiba mendapat pesan chat dari seseorang. Ia mengernyit heran saat melihat isi chatnya.
"Gue minta nomor Angela dong bro, gue mau ngapelin dia minggu ini." chat Faris.
"Ini orang kagak tahu apa kalo gue udah ngincer Angela dari dulu? Apa dia enggak peka gitu liat semua perjuangan tumpah darah gue selama ini?" gumam Yudistira.
Angela terheran saat melihat Yudistira tampak melamunkan sesuatu di belakang sana.
"Kamu ngapain berhenti disana? Ada cewek cakep?" tanya Angela menyindir. Yudistira langsung tertawa dan berlari mendekatinya.
"Enggak lah Njel, orang cewek cakepnya disini cuma elu." ucal Yudistira.
"Eh Njel, lo kenal Faris gak?" tanya Yudistira.
"Teman SMA kita kan? Iya kenal, inget. Kenapa emang? Kamu punya hutang sama dia?" tanya Angela.
Yudistira menatap datar Angela.
"Emang muka gue tampang banyak hutang ya Njel? Nyampe nyangka gitu." ucap Yudistira. Angela tertawa.
"Ya terus apa? Kamu minjem golok sama dia?" tanya Angela. Yudistiea kembali menatapnya datar.
"Kenapa enggak enak semua Njel pertanyaannya?" tanya Yudistira.
"Iya apa dong?" tawa Angela.
"Dia minta nomor hape lu. Enggak masalah kan kalo gue enggak ngasih?" tanya Yudistira. Anhela tertawa.
"Kenapa minta persetujuan dari aku? Kan yang punya hape kamu?" tanya Angela. "Iya sih, tapi dia punya rencana mau deketin lo katanya. Ya gue enggak terima aja." ucap Yudistira.
"Yaudah gak usah kasih." ucap Angela.
"Beneran nih?" tanya Yudistira. Angela mengangguk. Yudistira tertawa kecil.
"Makasih ya. Jadi makin gemes ama yayang Njel. Bawaannya pengen unyel-unyel aja." ucap Yudistira.
"Tapi kenapa kok lu enggak mau nomornya dikasih? Apa itu cara lo menghargai perasaan gue?" tanya Yudistira.
"Ya males aja, orang gak terlalu kenal juga. Ngapain kasih-kasih. Malesnya kalo dia menyalahgunakan nomor aku itu. Nyebar-nyebar dan niatnya mengganggu." ucap Angela.
"Iya sih bener. Takutnya dia nyebar-nyebar berita palsu kalo lu tukang urut ya Njel. Terus entar orang pada ngehubungin lu minta diurut. Padahal pengusaha besar." ucap Yudistira nyengir.
"Semacam itulah." ucap Angela.
Alika jalan bersebelahan dengan Lucas didepan sana. Mereka saling mengobrol saat itu, seiring nafas mereka yang diturun-naikkan menikmati kesejukan udara ketika itu.
"Adem banget ya Lucas?" tanya Alika seraya mengusap kedua tangannya.
"Iya, benar-benar menenangkan suasananya. Kamu mau tinggal disini?" tanya Lucas.
"Sepertinya akan sangat menyenangkan tinggal disini, tapi bagaimana dengan perusahaan? Mau ditinggal begitu saja?" tanya Alika.
"Iya ya. Cuma iseng tanya sih." ucap Lucas nyengir. Alika mencubit pinggangnya gemas.
"Tapi enak juga sih tinggal disini. Shanice bisa diajak jalan terus. Fresh juga suasananya." ucap Alika seraya terus meniup tangannya dingin.
Lucas mengambil tangan Alika dan memasukkan tangannya ke dalam saku jaketnya.
Alika tersenyum. "Perhatian banget sih suami beneran." ucap Alika.
"Iya, kan memang harusnya begitu. Daripada kamu beku disini. Jadi patung nanti. Susah bawanya." ucap Lucas.
"Apa sih, gak jelas haha." tawa Alika.
Tiba-tiba diseberang villa sana Lucas melihat ada wanita familiar yang cukup ia ingat.
Ternyata itu adalah Kinanti, wanita yang kemarin ia selamatkan dari ancaman harimau. Ternyata ia tidak sendiri, ia sedang bersama dua perempuan kala itu.
Namanya adalah Liza dan Fika. Tapi mereka bukan seperti dalam hubungan pertemanan, melainkan... Seperti hubungan antara pembantu dan majikannya.
Yang satu patuh dan yang dua lagi terus berdiri diatasnya, menindas. Fika terus tertawa saat itu.
"Lo tuh bego banget sih Kinanti? Kan gue bilang jangan suka parno. Kita tuh cuma pengen lo lebih berani aja, emang menurut lo kita ninggalin lo di tengah hutan kemarin itu sengaja? Kita ngelakuin ini demi kebaikan lo juga Kinan." ucap Fika.
"Bener banget, lo mesti tahu. Kita melakukan semua ini semata-mata buat lo sendiri, enggak perlu merasa terbebani gitu lah. Apalagi sampai nangisin hal ini, karena pada akhirnya lo tetap harus menjalani semua titah kita tanpa ada penolakan. Ya Kinan?" ucap Liza tersenyum menyeringai.
Kinanti hanya tertunduk saat itu.
Tak melawan atau bahkan melihat ke arahnya. Lucas yang melihatnya seperti itu pun langsung mengernyit tajam.
"Lo mau kan jadi lebih berani lagi? Apa lo enggak malu jadi diri lo yang kayak gini hmm?" tanya Liza.
Liza kini mencengkeram tangan Kinanti. "Ayo, sekarang kita harus pergi lagi kesana." ucap Liza.
"K-kemana?" tanya Kinanti.
"Ke tempat kemarin, tempat harimau." ucap Fika tersenyum.
"Enggak, e-enggak mungkin. A-aku kemarin aja hampir mati. Aku gak mau. I-ini bukan.. caranya.. A-aku enggak mau. Aku mohon. J-jangan..." ucap Kinanti terbata.
"Hoho, enggak bisa dong.. lo tetap harus menjalani proses ini. Coba kalo lo kedepannya makin gak berani kayak gini? Gimana orang bisa ngegunain lo nanti? Tahu gak? Lo pasti bakal sama aja kayak kakak lo, mati sia-sia karena enggak bisa jadi orang yang berguna. Lo enggak mau kan?" tanya Liza.
Kinanti merasa sangat sedih. Lagi-lagi... Mereka mengatakan hal menyakitkan itu lagi.
Kakaknya meninggal karena dikeroyok, bukan karena tidak berguna atau matinya terbilang sia-sia!
Tapi lucunya Kinanti tidak bisa melawan. Lucu sekali, kemana perginya semua harga dirinya itu?!
Kinanti merasa sangat ingin melawan, tapi ia bukan tipe orang seperti itu, ia bukan seperti....
Kakaknya yang suka melawan mereka dan membelanya. Ia bukan... Tipe orang yang suka berontak dan semacamnya, ia cuma orang yang penakut, yang selalu takut atas banyak hal, Ia sadar itu.
Kinanti telah kehilangan kakaknya untuk selama-lamanya. Kakak yang berjuang dan selalu mempertahankan kehormatan adiknya, itu kini telah tiada. Kinanti merasa sangat pilu.
Kenapa ia harus berada didalam situasi seperti ini?
Dimana dirinya tidak memiliki siapapun menjadi pembela dan harus ditekan habis-habisan oleh cercaan mereka. Menerimanya seperti orang bodoh.
Ini terjadi karena mereka memiliki dendam tersendiri kepada keluarga Kinanti, ibu mereka menjadi gila karena ayah mereka menikah lagi dengan ibu Kinanti.
Itulah yang mendasari semua kebencian mereka itu terhadap dirinya maupun keluarganya.
Sejak kecil Kinanti selalu merasa bersalah karena perkara ini, berbeda dengan kakak lelakinya yang sangat berani melawan tindasan mereka.
Karena ia memang tidak merasa jika perkara ini menjadi kesalahan mereka yang wajib dibayar.
Tapi pada akhirnya Farhan, kakak lelakinya harus meninggal karena keberaniannya sendiri akibat melawan mereka.
Hari penghujan itu, adalah saksi dimana kejadian memilukan itu terjadi. Dimana Farhan dikeroyok habis-habisan oleh warga karena dituduh melakukan pencurian.
Itu terjadi karena fitnah yang dilakukan oleh Liza dan Fika. Kinanti melihat itu semua dengan mata kepalanya sendiri, bagaimana kakak tercintanya dibuat berdarah-darah hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya dihadapannya.
Kakak yang... Selalu membelanya... Itu kini tiada. Ia menangis pilu meratapi semua ini.
Dengan sangat bodohnya... Ia bahkan tidak bisa balik membela kakaknya hingga sang kakak berakhir mati seperti itu.
Penyesalan Kinanti yang selalu menjadi duri di masa lalunya, selalu saja teringat dan memberi luka ketika mengingatnya.
Lucas langsung berjalan cepat menuju mereka dan menatap tajam ke arah dua kakak beradik itu.
"Oh jadi kalian yang sengaja melakukan tindakan bodoh kemarin? Benar-benar tidak disangka ya, wanita seumuran kalian bisa-bisanya melakukan hal keji seperti itu! Apa kalian pantas disebut manusia?!" tandas Lucas.
"Bukan urusan lo ya! Lagian lo siapa, main dateng kesini marah-marah gak jelas!" tandas Liza.
"Siapa? Saya adalah orang yang ikut terancam keselamatannya karena kalian!" tandas Lucas.

Komentar Buku (86)

  • avatar
    NisaulAlvi

    blm tau arah critanya tp penasaran sih smoga endingnya happy

    29/03

      0
  • avatar
    TusholihaSilvia

    banyak yang menghasilkan uang

    08/03

      0
  • avatar
    ariyantoriki

    bgus

    17/11

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru