Kejadian pertengkaran biasa yang terjadi dalam suatu hubungan. Dimana ada orang ketiga dari masa lalu kembali datang. Lumrah terjadi, di satu sisi otak Bowo berpikir seperti itu. Segala usahanya, hanya untuk mengurangi rasa sakitnya kecewa dan patah hati. Walau ini bukan yang pertama, tapi setiap ditinggalkan oleh seaseorang yang kita sayangi, selalu saja sama sakit, rasanya. Bukan sakit seperti tertusuk jarum atau bahkan kecelakaan motor. Tapi seperti ada yang mencabut jantung kita perlahan-lahan dan membuat kita kehilangan denyut nadi. Hampa. Tidak punya kekuatan lagi untuk marah, atau pun menangis. Dinda meneteskan air mata. Kali ini Bowo tidak terganggu dengan itu. Kata-kata Bowo galak dan tajam. Dinda takut, karena ia memang merasa salah, makanya ia menangis. Sekian menit mereka kembali terdiam. Lambat lahun Bowo iba melihat wanita yang masih bisa disebut kekasihnya itu, menangis. Ia mencoba menurunkan egonya. Memanggil pikiran jernihnya dan sedari tadi bersembunyi di balik emosinya.
“Kamu masih mencintainya, bukan?” Bowo sudah bicara dengan nada lebih rendah. Dinda tidak menjawab. Malah air matanya makin deras. Berkali-kali ia memohon agar Tuhan membatunya keluar dari situasi ini. Jangankan Bowo, ia pun sendiri bingung dengan dirinya sendiri. Setelah dikamar Revan kemarin, ada kekecewaan yang mendalam terhadap Revan. Tapi di sini, di depan Bowo pun ia tidak bisa memohon untuk kembali, karena ia telah berdosa. “Kalau begitu... “ Bowo menarik nafas panjang. “Just go with him. Aku rela kamu kembali sama dia. Toh, memang dia yang pertama kali merebut hati kamu.” Dinda dalam hati kaget, mungkin bingung lebih tepatnya. Kenapa Bowo berbicara seperti itu. Karena kebingungannya, ia tetap dengan aksi diamnya. Air matanya masih menetes. “Ya, kamu benar. Aku nggak ada hak buat intervensi kamu. Aku nggak punya hak apa-apa...” Dinda masih heran dibalik diamnya. “ Just say something...” Bowo mencoba meminta tanggapan atas ide yang cenderung, gila itu. “Sekarang, aku nggak akan maksa-maksa kamu. Maaf, kalau aku tadi bentak kamu. Aku, aku cuma... aku takut, kehilangan kamu. Tadi itu cuma bentuk defends aku, aku nggak ada maksud buat bikin kamu takut.” “Kamu se-ri-us??” Dinda menjawab spontan. Mendengar pertanyaan Dinda hati Bowo makin sakit. Apakah kalimatnya malah makin membuat Dinda mendapat lampu hijau untuk pindah hati. Bowo mengangguk. Tidak bisa melakukan hal lain. “Tapi kenapa, Wo? Kenapa kamu enggak pernah berusaha mempertahankan aku?” “Dari kita kenal, kamu ijinin aku jalan dengan siapa saja. Pulang jam berapa aja, dan sekarang pun, ketika hati aku terbagi, kamu ijinkan aku untuk pindah hati?” Bowo terdiam. Dia baru sadar kebebasan yang selalu ia berikan. Mungkin saja diartikan salah oleh Dinda. Ia melakukan itu semua ternyata hanya karena reflek saja. Ia tidak bisa menghalangi keinginan orang yang ia sayangi. Ia tidak mau setitik pun merubah diri Dinda. Biar dia yang merubah dirinya untuk bisa bersama Dinda. Sebesar itu rasa cinta bersemayam di hatinya. “I did. Aku melakukannya, Din. Hanya saja dengan caraku sendiri. Aku memberi kebebasan sama kamu agar kamu nyaman bersama aku. Kamu nggak pernah tahu kan, takutnya hati aku saat kamu bersama orang lain?” Bowo menjelaskan. “Karena aku nggak pernah mau nunjukin itu, karena aku ingin jadi yang beda buat kamu. Aku memberikan kebebasan sama kamu, karena kalaupun kamu memilih bersama aku, itu karena kamu sendiri yang mau bukan karena posesifitas aku. Sama persis, dengan kasus sekarang ini.” “Terus, kenapa kamu mukulin Revan dan nggak bilang apa-apa sama aku? Serapih itu kamu bisa nyimpen rahasia dari aku?” “Itu bentuk aku mempertahan kamu... Aku selalu mempertahan kamu sebenarnya, Bukan cara aku untuk memprotect diri sisi kamu, tapi aku mencoba mem-protect-nya dari sisi luar. Yaaaa what ever lah itu namanya, aku nggak pandai buat menjelaskan. Tapi yang jelas aku sudah melakukan yang terbaik untuk menjaga hubungan kita, cinta ‘kita’ mungkin. Sekarang giliran kamu yang bebas nentuin pilihan.” “Well,” Dinda mencoba membuat pengakuan dosa. “Aku, pernah ada hubungan fisik sama Revan selama di Jakarta, Wo. Aku ketemu beberapa kali. Pertama dia kirim message di facebook aku, dia kasih nomor handphone nya. Karena sebelumnya aku memang hapus nomernya di phonebook ku. Dari situ kita kontak, dia langsung ngajak ketemuan. Kita ketemuan di resto Jakarta Selatan. Disitu kita... bisa dibilang, ribut. Disitu juga, dia jelaskan alasan dia menghilang karena ternyata, pacaranya yang dulu itu, meninggal karena kanker.” “Terus pertemuan ke dua, dia tahu-tahu pulang kantor dateng ke rumah aku ngajak nonton. Oke, kita nonton. Nothing happend. Pertemuan ke tiga, dia bilang mau kasih surprise ke aku. Dia mau ajak aku ke suatu tempat katanya. Ternyata aku di ajak ke apartemenya. Satu-satunya tempat yang paling pengen aku tahu, dulu, saat kita masih menjalin hubungan. Dan, yap, disitu dia bilang kalau dia ternyata faktanya memang sayang sama aku. Dia mencintai aku. Selama ini yang dia lakukan adalah hanya terlalu lama berpikir untuk memilih. Setelah mantannya meninggal, dia mulai sadar bahwa dia membutuhkan aku. Dia berusaha mencari aku, makanya dia nyari facebook aku dan kirim message tadi itu...” Dinda terhenti sampai situ. “Terus?” Bowo menangkap ada kalimat yang menggantung. “... Kita berciuman...” Bowo mengusap mukanya, menutup mata dengan telapak tanganya. Mau bagaimana lagi, itu sudah terjadi dan bagaimana pun perempuan yang melakukan itu adalah perempuan yang sangat ia cintai. Tindakan yang dipilih, wanita yang sudah ia pilih.
***
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (14)
RizkiaAlwin
oh i am not sure to check out my heart Will i yang paling sering ditemukan adalah got to believe me to the moon that to believe me inside menyesal dan itu apa lagi kalau di teteh di teteh yang topi yang ggs temen gue dan wajah pengobatan dan wajah pengobatan di teteh aku dong k dan wajah tips makeup dan wajah pengobatan yang dilakukan adalah bagaimana aku suka sekali yang topi dan seru sekali tidak 🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂
oh i am not sure to check out my heart Will i yang paling sering ditemukan adalah got to believe me to the moon that to believe me inside menyesal dan itu apa lagi kalau di teteh di teteh yang topi yang ggs temen gue dan wajah pengobatan dan wajah pengobatan di teteh aku dong k dan wajah tips makeup dan wajah pengobatan yang dilakukan adalah bagaimana aku suka sekali yang topi dan seru sekali tidak 🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂
03/08/2025
0bagus banget kakk 😍
09/07/2025
0baguss eui
17/03/2025
0Lihat Semua