Revan bertemu dengan Nita di salah satu pameran lukisan hampir satu tahun yang lalu. Mungkin, Revan terkagum-kagum padanya sehingga membuatnya langsung meyakini bahwa Nita adalah wanita impiannya. Revan sampai di rumah Nita. Kedua orang tuanya yang sudah mengenal Revan cukup baik terlihat tersenyum manis pada sang calon menantu. Revan pun akhirnya masuk ke rumah Nita, mereka berdua lantas duduk di ruang tamu. Tidak lama Nita masuk ke dapur lalu menyuguhkan kue bolu dan sirup rasa leci.
“Kamu kenapa sih dari tadi diem aja, Van?” Nita menatap revan. Sedari tadi ia dijemput di toko bunganya di Kemang Nita merasa ada yang berbeda dengan peerilaku Revan. “Diem? Enggak kok. Mungkin aku capek aja. Semalem kan aku kurang tidur.” Revan berkilah. “Ooh…Tapi kamu enggak apa-apa, kan? Kamu enggak sakit?” Perhatian Nita bahkan melebihi ibundanya Revan sendiri. Oleh karena itu, Nita seakan menggantikan sosok ibundanya yang telah lama meninggal. Ibunda Revan meninggal saat ia masih SMA. Kemudian ia dibesarkan oleh ayahnya. Revan memiliki dua kakak laki-laki yang juga tidak kalah sukses. Namun, mereka berdua sekarang sudah berumah tangga. Revan tinggal sendiri di apartemen mewahnya di kawasan barat Jakarta. Sedangkan ayahnya sekarang lebih sering tinggal bersama kakaknya yang paling tua. Katanya, agar lebih bisa diurus oleh menantunya. Revan bisa dikatakan kesepian. Hidupnya hanya diisi oleh Nita, kerja, senang-senang dan yang terakhir, Dinda. “Nggak, aku nggak apa-apa, kok. Makasih ya, kamu udah care banget sama aku.” Revan memandangi wajah Nita. Jemarinya menggapai jemari Nita, senyum terkembang dari bibirnya yang tipis. Wajah Nita begitu sempurna di mata Revan. Polos, lugu, masih terlihat cantik walau tanpa make up. Jauh dari hingar bingar kota. Seakan Revan selalu merasa sedang berada di tempat paling tenang bila Nita sudah mulai membelainya lembut. Buat Revan, Nita itu, tanpa cela. Tapi Revan juga selalu sakit bila teringat apa yang telah ia lakukan semalam dengan Dinda, dan juga malam-malam sebelumnya. Ia tahu, ia mengkhianati Nita. Wanita yang bagai bidadari untuknya. Tapi juga sepertinya ada magnet lain yang bekerja di otaknya bila ia sedang bercinta dengan Dinda, atau Revan tetap tidak kuasa bila Dinda sudah merengek manja untuk bertemu dengannya walau hanya satu jam. “Kaku banget sih kamu1 Aku tuh pacar kamu. Jadi, sudah seharusnya aku ngerawat kamu, dong.” Nita lagi-lagi menunjukan kedewasaanya. Umur mereka berdua aslinya hampir sama. Tapi Nita seperti selalu lebih dewasa dibanding Revan. “Malah harusnya aku yang tanya sama kamu, kamu nggak apa-apa? Muka kamu dari tadi pucat, lho.” Revan baru menyadari ketika wajahcantik Nita kelamaan terlihat kuyu. Wajah pucat itu sebenarnya bukan kali pertama yang Revan lihat. Entah kenapa wajah Nita sering terlihat pucat. Revan pikir itu hanya karena Nita terbiasa tanpa make up. “Mmh, aku emang agak pusing sih…” “Lho, kamu kok baru bilang, sih? Kita ke dokter ya, sekarang.” “Jangan! Nggak usah, aku nggak apa-apa, kok. Memang aku kalau kecapekan suka gini. Darah rendah, mungkin. Nanti juga kalau sudah istirahat, sembuh” “Bener??” Nita mengangguk. “Ya sudah. Tapi, kalo ada apa-apa, kamu langsung kasih tau aku, ya.” Revan meyakinkan Nita agar tidak terjadi sesuatu padanya. “Kamu sering lho kaya gini…” “Iya, aku nggak apa-apa. Percaya, deh!” Mereka mengobrol hampir setengah jam. Setelah itu Revan kembali ke kantor. Karena tender baru yang baru dimenangkan perusahaannya merupakan babak baru baginya. Memang, artinya akan dapat uang baru. Tapi pekerjaan pun baru dan numpuk pula. Revan kembali ke kantor. Ia sudah ditunggu meeting untuk proyek barunya.
***
Pukul enam kurang dua puluh menit. Revan baru keluar dari kantor. Mobilnya menuju suatu tempat. Badannya terasa lelah sekali. Tapi otaknya lebih lelah. Ia bertujuan untuk ke salon. Spa tradisional sepertinya sangat menggiurkan. Sampai saat di-massage, handphonenya melantungkan melodi tembang lawas. Ada sms masuk di handphone sekaligus PDA-nya
From : Dandi Received : 18.30 “Sayang, kamu lagi apa? Tadi aku lewat depan kantor kamu, lho.”
To : Dandi Sent : 18.35 “Aku lagi Spa, nih. Kamu di mana? Udah makan belum?”
From : Dandi Received : 18.40 “Belum, nih. Aku baru sampe rumah. Capek banget!”
To : Dandi Sent : 18.45 “Kamu makan dulu sana. Nanti sakit kalau telat. Love you!”
Itu adalah sms dari Dinda. Nama samaran yang dibuat Revan agar tidak terlalu gampang diketahui Nita. Sengaja dibuat nama laki-laki. Sebenarnya Dinda dan Nita sendiri pun belum pernah bertemu muka langsung. Nita hanya tahu Dinda melalui sebuah benda, karena tanpa sengaja waktu itu Nita melihat pajangan meja berlatar belakang huruf ‘D’ terletak rapih di atas meja kerja Revan. Saat itu Nita bertanya “kok ‘D’ hurufnya?” Dan Revan pun secara keceplosan menjawab “Oh itu, dikasih Dinda…”. Nita sebenarnya cemburu, tapi tatakrama yang kental membuatnya selalu bisa menahan diri. Hati Nita sebenarnya penuh tanya, “Dinda? Siapa Dinda?” Revan pun awalnya gelagapan, sebelum akhirnya berhasil menjawab “Dinda, temen kuliah aku. Tapi sekarang udah nggak pernah kontak-kontakan, kok. Dia sekarang kerja di luar negeri”. Mendengar jawaban itu Nita mulutnya berhenti bertanya, tapi tidak hatinya. Karena perasaan wanita selalu peka, ketika ada hal-hal yang janggal terjadi dengan orang yang dicintainya.
***
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (14)
RizkiaAlwin
oh i am not sure to check out my heart Will i yang paling sering ditemukan adalah got to believe me to the moon that to believe me inside menyesal dan itu apa lagi kalau di teteh di teteh yang topi yang ggs temen gue dan wajah pengobatan dan wajah pengobatan di teteh aku dong k dan wajah tips makeup dan wajah pengobatan yang dilakukan adalah bagaimana aku suka sekali yang topi dan seru sekali tidak 🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂
oh i am not sure to check out my heart Will i yang paling sering ditemukan adalah got to believe me to the moon that to believe me inside menyesal dan itu apa lagi kalau di teteh di teteh yang topi yang ggs temen gue dan wajah pengobatan dan wajah pengobatan di teteh aku dong k dan wajah tips makeup dan wajah pengobatan yang dilakukan adalah bagaimana aku suka sekali yang topi dan seru sekali tidak 🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂↔️🙂
03/08/2025
0bagus banget kakk 😍
09/07/2025
0baguss eui
17/03/2025
0Lihat Semua