67. After LDR

Hari berlalu dan berjalan sebagaimana mestinya, raga yang terpisah itu adalah hasil dari egoisnya pikiran. 
Namun nyatanya hati masih terpaut dengan erat, jiwa masih saling mengharapkan kebaikan dari takdir yang telah direngkuh ini.
Dua minggu setelah kepergiannya, Sando benar-benar disibukkan dengan urusan pekerjaan dan juga skripsi yang tinggal menunggu waktu untuk diselesaikan. 
Bukan tidak ingin, namun pikirannya masih terbagi. Dan untuk bertemu dengan Alma ia butuh kekuatan serta kedewasaan.
Hingga diakhir minggu kedua, ia memutuskan untuk menengok keadaan Alma dan calon anak mereka. Jangan tanyakan soal rindunya bagaimana, karena Sando sendiri sudah hampir gila rasanya. 
Ia yang bahkan harus bekerja lembur diakhir pekan, baru bisa pulang setelah pukul tujuh malam. Ia langsung pulang kerumah Alma hari ini, sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi.
Tepat pukul sembilan lebih lima belas menit, Sando akhirnya tiba dirumah Keluarga pak Dodi. Karena malam ini malam minggu, jadi suasana di perkampungan itu masih sangat ramai.
Lorong-lorong jalan sempit pun padat dengan anak-anak kecil yang berlarian, Sando lebih memilih menuntut motor sport miliknya sambil menyapa para tetangga yang sedang duduk-duduk diteras rumah mereka.
"Assalamualaikum..." 
"Waalaikumsalam..." Salam itu langsung dijawab oleh pak Dodi yang sedang duduk-duduk diteras rumahnya.
"Ya Allah, nak Sando... Baru pulang kerja ?" 
"Iya pak. Maaf Sando lama gak kesini nengokin Alma, pekerjaan nya banyak pak."
"Gak apa-apa nak, bapak paham. Bapak juga dulu jarang pulang waktu masih kerja." 
Sando mengangguk-angguk tersenyum, entah kenapa rasanya ia sangat gugup. Dadanya berdebar hebat. 
"Alma nya didalam pak ?" 
"Alma nya lagi ke minimarket didepan. Palingan juga sebentar lagi dia pulang ! Masuk dulu nak, tunggu didalam saja." 
"Iya pak." Mengingat ia yang sangat letih karena pulang bekerja, saran pak Dodi itu sangat ia terima. 
Ia memasuki kamar sang istri, aroma Alma yang kental langsung menguar. Membuat rindu yang ia pendam selama dua minggu ini semakin terasa berat. 
Tak berselang lama, pucuk dirindu ulam pun tiba. Alma masuk kedalam kamar saat Sando sedang melepaskan jam tangannya. Pria itu tengah berdiri di depan meja rias sang istri.
Kedua mata yang lama tidak bertemu itu saling memandang dalam kebisuan. Alma jelas terkejut, bapaknya tidak mengatakan jika pria itu datang tadi. 
"Habis beli apa ?" Tanya Sando yang coba memulai percakapan.
"Heum, ini beli minyak kayu putih sama susu aku, soalnya stok nya udah habis." Jawab Alma yang langsung menaruh belanjaannya diatas meja belajar nya.
Sando hanya mengangguk, ia jadi bingung harus mengatakan apa lagi setelah itu. Rasanya benar-benar aneh, jantung nya berdetak tak karuan. 
Beginikah rasanya bertemu setelah LDR ? 
Tidak bisa digambarkan, suasana menjadi canggung. Baik Alma dan Sando sama-sama terdiam.
Meskipun tangan ingin sekali memeluk tubuh mungil itu dan bibir ingin sekali mengatakan rindu, namun apalah daya, rasanya sangat berbeda untuk Sando.
Ia hanya mampu melihat gerak gerik sang pujaan hati, karena Alma tetap melakukan kesibukannya. Melepaskan cardigan yang melapisi dasternya, menyusun camilan yang ia beli ke rak khusus disana. 
"Kamu mau mandi dulu atau makan dulu ?" 
"Heum ?" Kini Sando terkejut dan merasa salah tingkah saat Alma menanyai nya.
"Mandi dulu atau mau makan dulu !" 
"Gak dua-duanya, aku mandi dirumah aja nanti." 
Jawaban Sando membuat Alma menghentikan sejenak tangannya. Ia sedikit kecewa karena ternyata Sando tidak berniat untuk menginap. Namun dalam sekejap, Alma mampu menutupi kekecewaan itu dengan terus menyibukkan dirinya. 
"Mau pulang jam berapa ?" 
Kini Sando yang merasa kecewa, ia berharap Alma akan menahan dan meminta nya untuk menginap. Tapi, Sando sudah bisa menerka jika sikap Alma akan dingin seperti ini.
"Gak tau jam berapa." Jawab Sando lemah. 
Ia membuka kancing kemeja yang ia kenakan, hanya dua kancing teratas. Lalu menyadarkan bokong nya pada meja rias yang ada dibelakangnya. 
Ia hanya terus mengawasi kesibukan sang istri, pemandangan seperti ini saja sudah amat ia syukuri. Ia dengan sengaja mengambil gambar gadis itu, meskipun hanya bagian punggung Alma yang terlihat namun hal itu mampu membuat Sando tersenyum puas. 
Jika rindu, selain melihat foto pernikahan mereka setidaknya ia bisa melihat foto itu sekarang. 
Saat Alma berbalik, Sando terkejut dengan bentuk perut Alma yang mulai membuncit. Walaupun masih terbilang kecil, namun Sando bisa melihatnya dengan jelas. 
Sando tersenyum lebar, saat Alma berjalan melewatinya ia menahan lengan gadis itu. 
Sando membalik tubuh mungil itu, ia mengelus perut yang sudah terasa perubahannya jika disentuh.
"Masya Allah, sayang nya ayah udah gede ya ?" Sando tidak henti-hentinya tersenyum lebar, ia merasa takjub dengan apa yang ia alami saat ini. 
"Dia gak nyusahin kamu kan Al ??" Tanya Sando antusias. 
"Dia gak minta pun, nyawa akan aku kasih. Jadi gak mungkin dia nyusahin aku !" Terang Alma yang membuat Sando semakin amazing.
"Terimakasih ya ?!" 
"Buat apa ?"
"Karena kamu udah mau jagain dia sebaik ini."
"Dia juga anak ku San !" 
"Boleh aku ngajak dia ngobrol ?" 
Alma menganggukinya, ia sendiri merasa senang dengan perlakuan Sando itu. Meskipun pria itu hanya mengajak bicara anak mereka, entah mengapa ia yang merasakan kebahagiaan itu.
Sando meminta Alma untuk berbaring diatas kasur. Dengan antusias ia terus mengelus perut Alma sembari bercerita pada sang calon anak.
Sampai akhirnya Alma tersadar, Sando terdiam dalam waktu yang cukup lama. Alma yang sedari tadi sibuk membaca novel kini melihat kearah Sando. 
Ia meletakkan novel ke itu kesamping bantalnya, lalu melihat Sando yang ternyata sudah memejam sambil memeluk tubuh mungilnya. 
Pria itu nampak tertidur pulas, nafasnya teratur. Bahkan saat Alma mengelus rambut hitam pria itu, Sando tidak bergerak sedikitpun. 
Walaupun merasa sedikit susah bergerak karena kepala Sando mepet dengan perutnya, Alma tidak ingin membangunkan pria itu. Mendengar bagaimana tadi Sando menceritakan kegiatannya selama dua minggu ini, Alma jadi mengerti betapa lelahnya dia saat ini.

Komentar Buku (97)

  • avatar
    A14Samsung

    wowww sangat baguss

    17/03/2025

      0
  • avatar
    Ryfka Mahera

    pengen nikah juga jdinya

    07/03/2025

      0
  • avatar
    simamoraMorales

    cerita luar biasa

    23/02/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru