98 Isi Hati Kala Sudah satu minggu ini Kenia bekerja, yang hanya dia lihat adalah asisten CEO. Dia tidak peduli mau CEO-nya datang atau tidak. Kenia juga mendapat undangan reuni dari teman SMA-nya, yang akan diadakan hari Sabtu ini. Tidak lama kemudian, ponselnya berbunyi. “Nanti kamu datang ke reuni sama aku, ya?” “Ya memangnya mau sama siapa lagi?” “Oya, aku sudah pesankan baju untuk kita.” “Baju untuk apa?” “Ya baju buat reuni. Apa kamu mau aku pesankan baju pernikahan kita sekarang?” Di sana, wajah Kenia bersemu, dia menggigit bibirnya agar tidak tersenyum, meski tidak ada yang melihatnya, tapi tetap saja dia malu. “Sekarang sudah mulai gaya, ya? Dikit-dikit beli baju!” Kenia mengalihkan pembicaraan, bisa-bisa nanti dia jantungan kalau terus deg-degan seperti ini. “Ya enggak begitu juga, Ken. Kan sekarang sama dulu beda, akun membawa nama baik keluarga juga perusahaan, yang di dalamnya banyak karyawan.” Kenia tahu itu, saat di rumah, Kala juga biasa-biasa saja, tidak mengharuskan dirinya memakai barang branded meski itu sandal jepit sekali pun. Cukup lama mereka mengobrol, melepas rindu seolah sudah berpisah bertahun-tahun. “Ya sudah, kamu lanjut kerja lagi. Nanti bos kamu marah kalau sampai tahu malah mengobrol.” “Dia enggak pernah datang, sejak aku kerja di sini.” “Lagi di luar negeri? Mana aku tahu, siapa tahu saja lagi sibuk sama selingkuhannya.” “Jangan mulai bergosip, Ken. Nanti di pecat, loh.” “Ya enggak apa-apa, kan nanti aku dapat uang ganti rugi kalau di pecat begitu saja, pekerjaan aku juga bagus, kok.” Acara reuni tiba, Kenia sudah berdandan sangat cantik, dia memakai dress hitam dengan hiasan mutiara di bagian pinggangnya. Kala juga sangat tampan, dengan kemeja berwarna senada dengan dress Kenia begitu juga dengan jasnya, hanya dasinya saja yang berwarna putih, seperti mutiara di di bagian lingkaran perut dan pinggang Kenia. Denis pun sama tampannya. Kenia meringis, dia tahu nanti pasti para wanita akan heboh saat melihat dia pria ini. Mereka tiba di tempat reuni, dengan Dwina yang sejak tadi terlihat kesal karena menunggu ketiga orang ini. “Lama banget!” Dia langsung terpana melihat ketiga orang yang ada di hadapannya. “Hati-hati, nanti ada yang menggoda kalian.” Seperti apa yang dipikirkan Kenia dan dikatakan Dwina, para wanita mulai mendekati mereka. Kala terus saja memeluk pinggang Kenia dengan erat, menunjukkan bahwa dia hanya milik Kenia, sekaligus menunjukkan pada para pria kalau Kenia itu hanya miliknya. “Cih, sekarang saja, saat tahu Kala itu anaknya siapa, dia jadi baik. Dari dulu ke mana saja, selalu membully Kala, kan?” “Coba kalau Kala todak kaya dan tampan, mana mau dia dipeluk seperti itu. Dasar matre!” “Awas, jangan bicara sembarangan, nanti kamu bisa dapat masalah. Kamu enggak tahu, siapa Kenia? Mungkin saja kan, selama ini Kenia memang sudah tahu siapa Kala dan Denis.” “Mana mungkin, kalau tahu, dia tidak akan seperti itu.” “Tapi enggak mungkin juga enggak tahu, kan ayahnya Kenia kerja di perusahaan punya ayah Kala Ketiga orang tua mereka juga bersahabat.” Kala mengusap tangan Kenia, agar gadis itu tidak terpancing emosi saat mendengar pembicaraan sekumpulan wanita itu. “Mau bagaimana pun sikap Kenken ke aku, baik dulu maupun sekarang, bukan urusan kalian. Kenapa malah kalian yang repot?” tegur Kala. “Jangan bicara buruk tentang Kenken, kalian tidak tahu apa-apa tentang kami.” Kala dan Denis sudah memasang badan, mereka tentu saja tidak suka Kenia dibicarakan seperti itu. “Kalian membicarakan Kenia, seperti lupa saja kalau dulu kalian juga sering menghina Kala!” Skak Mereka diam, malu karena apa yang dikatakan oleh Denis itu benar. Mereka membubarkan diri tanpa banyak bicara. Acara reoni di mulai, juga akan ada pemilihan king and queen. Tidak perlu menebak-nebak siapa pemenangnya, karena sudah pasti mereka adalah Kala dan Kenia. Pesta masih terus berlanjut di hotel mewah itu. Ada yang membawa pasangan seorang dokter, pengacara, pengusaha, dan sebagainya. Ada juga yang sudah menikah dan memiliki anak, ada yang sedang hamil, ada yang sudah bercerai, ada juga yang masih jomblo di antaranya Denis dan Dwina. Kala mengajak Kenia berdansa, jantung keduanya berdetak kencang, merasa gugup dengan jarak yang begitu dekat ini. Mereka bisa mencium aroma masing-masing. “Kamu cantik banget, dan selalu cantik,” bisik Kala. “Memang, seratus persen buat kamu.” Kala tertawa mendengar jawaban Kenia, dia tidak tahu saja bahwa gadis itu sangat gugup. Masih ada bisik-bisik tentang Kenia, yang katanya mau dengan Kala hanya karena pria itu ternyata tampan dan kaya. Mereka tidak tahu saja kalau sebenarnya hubungan mereka berdua sudah terjalin di saat Kala masih menjadi culun dan terlihat miskin. “Jangan pedulikan mereka, yang penting kita yang tahu semuanya.” Kenia mengangguk, tidak akan ada habisnya jika dia terus meladeni orang-orang yang memang tidak suka padanya. Mereka hanya iri, dan tidak Terima dengan nasib beruntung yang Kenia miliki, karena ternyata meski Kenia selama ini bersikap buruk, Kala tetap memilih gadis itu yang ada di sisinya, kenapa bukan mereka? Toh dulu mereka sama-sama membully Kala. Tapi tidak mudah juga pastinya mendekati Kala, tentu saja ada rasa malu pada diri mereka. Bukankah mereka juga sama saja? Dulu bersikap buruk, tapi kenapa saat tahu Kala yang sekarang, sikap mereka jadi berbeda. Ya, seperti yang Kala katakan, orang-orang lebih banyak menilai dari penampilan dan status. Aku yang seperti ini, apakah akan ada yang mencintaiku dengan tulus, tanpa memandang harta, tahta dan fisik? Dulu, rasanya pasti akan sulit. Sekarang, pasti banyak yang menyukaiku, tapi aku tahu itu tidak tulus. Itulah sebabnya aku ingin mendekati Kenia di saat keadaanku masih seperti dulu. Aku tahu pada dasarnya Kenia baik, meski sering bersikap angkuh dan kasar. Aku bukan malaikat yang tidak memiliki perasaan marah. Tentu saja aku kesal dengan Kenia yang sering berkata kasar, ada persaan ingin membalas gadis itu, dan aku melakukannya. Aku membalas gadis yang ada di hadapanmu saat ini, bukan untuk menyakitinya, tapi agar dia menjadi gadis yang lebih sabar. Mungkin dia berpikir aku menjadikannya pembantu, tapi tidakkah dia merasakan kalau aku tulus mencintainya, meski dulu dia tidak pernah tahu. Aku ingin menjadi satu-satunya pria yang ada di gantinya, tentu saja selain keluarganya. Aku tulus mencintainya, bukan karena dia cantik, tapi aku menyukai dia dengan semua yang ada pada dirinya. Aku ingin memilikinya, seutuhnya. Bukan hanya menjadikan dia sahabat atau tekan kerja, bukan juga hanya sebagai kekasih, tetapi istriku, ibu dari anak-anak aku nanti. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana hancurnya hatiku jika dia bersama pria lain.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Mantapp
07/09
0good novel
22/02
0sangt bguss
16/11
0Lihat Semua