89 Istri Sah Dan Pelakor Kenia membuka matanya, melihat ruangan yang baginya tidak asing. “Aku di rumah sakit?” “Iya, tadi kamu pingsan.” “Kenapa kamu bisa pingsan sih, Ken?” “Aku terlalu banyak bekerja dan berpikir, juga kekurangan makan.” Kala dan Denis sama-sama mencubit gemas pipi gadis itu. Bagaimana tidak, pekerjaan Kenia lebih banyak Kala yang mengerjakannya. Sedangkan makan? Meskipun Kenia itu tidak gemuk, tapi makannya sangat banyak. Kenia masih harus dirawat sampai besok, malam harinya Marco dan Yola datang membesuk. “Kalian enak banget sih, PKL juga masih saja sama-sama.” Marco dan Yola sama-sama bekerja di perusahaan ayah mereka, bersama beberapa orang lainnya. “Banyak juga tuh yang kerja di Queen. Di sana banyak senior, jadi teman-teman kita pilih PKL di sana.” Malam ini Kala menemani Kenia di rumah sakit. Mulut Kenia komat-kamit sambil mengunyah apel yang dipotong oleh Kala. Dia terus saja mengoceh, merasa kesal yang Kala sendiri tahu apa penyebabnya. “Tidur Ken, sudah malam.” Setelah Kenia tidur, Kala mengecup kening gadis itu dan melepaskan kaca matanya. “Kenia sudah tidur?” tanya Denis saat membuka pintu. “Sudah.” Denis meletakkan makanan ke atas meja, dia dan Kala makan bersama. “Sudah berapa kali Kenia dirawat di rumah sakit?” “Enggak kehitung.” Kala dan Denis melihat wajah Kenia yang terlihat tenang, tapi kalau gadis itu bangun, pasti ada saja ulah yang dia lakukan. Sudah berapa kali Kenia bertengkar dengan rekan kerjanya. Lebih tepatnya rekan kerja perempuan yang iri dengan Kenia. Untung saja Kenia bersama Fifi, coba kalau bersama Evi, misalnya. Bisa-bisa Evi menjadi Jesi yang kedua. Dua hari kemudian, di tempat kerja. “Kamu tuh jangan santai-santai saja, dong.” “Aku kerja kok, enggak hanya duduk manis.” “Dari tadi kamu hanya berkaca, merapikan rambut, browsing.” Kenia meletakkan beberapa berkas dengan kasar. “Nih kerjaan aku sudah selesai. Memangnya kamu, dari tadi kerja enggak selesai-selesai!” “Iya Evi, itu kerjaan Kenia memang sudah selesai. Jadi dia istirahat dulu sebentar,” bela Fifi. Itulah sebabnya Fifi senang bekerja dengan Kenia. Kenia terkesan malas, tapi cepat saat mengerjakan pekerjaannya dan memang rapih juga benar, tidak asal-asalan. Banyak yang menatap kagum pada Kenia, banyak juga yang iri. Apalagi saat gadis itu membuat masalah, dia tidak pernah diberikan SP. Gosip mulai beredar kalau Kenia adalah simpanan salah satu petinggi perusahaan, jadi dia aman-aman saja di perusahaan ini. Sekretaris Edgar yang mendengar gosip tentang Kenia itu, tentu saja mulutnya sudah sangat gatal ingin bergosip, tapi dia lebih takut dengan Edgar. Selain takut dipecat, dia juga takut tidak akan mendapatkan pekerjaan di mana-mana. Karena mencari masalah dengan Edgar, sama saja mencari masalah dengan pengusaha atau perusahaan lain. Dia juga takut hidupnya tidak akan tenang selamanya, karena Edgar benar-benar orang yang kejam dan tidak pandang bulu. Banyak juga yang iri dengan Kala, yang ternyata sangat cerdas dan disukai para pimpinan. Kala, Denis, Kenia dan Dwina diajak untuk mengikuti rapat. Para karyawan merasa aneh, karena tidak pernah terjadi mahasiswa yang PKL diajak rapat bersama para pimpinan. “Kamu, saya perhatikan kamu dari tadi terus saja menguap. Coba kamu presentasikan tentang produk baru yang akan dipasarkan!” ucap Dariel. Kenia berdiri, dan mulai menjelaskan tentang produk itu. Tepukan tangan memenuhi ruangan rapat itu. Keesokan harinya, Kala mendapat jatah presentasi, sedangkan Kenia tidak ikut alasannya sakit perut. Suara Kala terdengar tegas, dan terlihat dia mengerti tentang pemasaran. “Bagus sekali, kamu bisa jadi pengusaha yang sukses dengan kecerdasan kamu.” Ada yang kagum, pasti ada juga yang tidak suka, takut mereka akan tersingkir dengan mahasiswa magang berpenampilan culun itu. “Kamu akan mendapatkan bonus yang besar kalau semuanya berjalan lancar dan produk yang diluncurkan laku keras. Bukan hanya kamu, tapi juga rekan-rekan kamu dan pengawas kamu, juga Sapto.” Kenia bangun dari tidurnya. Membuka kulkas dan minum minuman soda, juga makan apel. Dia melihat ruangan privat ini, melihat foto Edgar beserta istrinya, lalu mendengkus kesal. Tangannya membuka salah satu laci, dan melihat foto lain, Edgar, istrinya, dan kedua anaknya yang dikabarkan telah meninggal. Foto itu sudah sangat lama, karena kedua anak itu masih bayi. Kenia keluar dari ruangan privat milik Edgar, dan bertepatan dengan sekretaris Edgar yang masuk. Sekretaris itu melihat penampilan Kenia yang sedikit berantakan dengan muka banyak habis bangun tidur. Memang tidak ada Edgar di dalam ruangan itu, tapi tetap saja sekretaris itu berpikiran jelek. Memangnya siapa yang tidak akan berpikiran buruk, melihat seorang perempuan muda keluar dari kamar pribadi pria beristri? “Sedang apa kamu di sini?” tanya Edgar di depan pintu, dia baru saja selesai rapat. “Saya tanya, sedang apa kamu di sini?” Sekretaris itu tergagap, dia kira tadi yang ditanya adalah Kenia, bukan dirinya. “Saya ingin meletakkan berkas untuk Anda periksa, Tuan.” “Letakkan saja di meja, dan langsung ke luar.” Wanita itu menutup pintu, mau mengintip tapi takut. Membayangkan apa yang dilakukan oleh pasangan selingkuh itu. “Gila, bagaimana kalau istri tuan Edgar sampai tahu? Pasti seru nih tuh cewek dijambak-jambak!” batinnya. Kala melihat kursi kerja Kenia yang kosong. Ke mana gadis itu, pikirnya. Kalau nanti dia bisa mendapatkan bonus yang besar, dia ingin mengajak Kenia belanja, atau liburan ke luar negeri. Atau membelikan Kenia apartemen? Kala juga memikirkan tentang lamarannya yang sudah tertunda sangat lama. Dia masih menyimpan cincin lamarannya, kalung dan penjepit rambut yang dulu mau dia hadiahkan di hari ulang tahun Kenia. Sebentar lagi mereka akan lulus, dan kali ini Kala todak boleh gagal lagi. Semua yang dia usahakan untuk membahagiakan Kenia sudah dia lakukan, hanya tinggal menunggu persetujuan dari gadis itu saja, dan justru itu yang susah, kan! “Mau enggak mau, harus mau!” batin Kala. Di tengah kesibukannya mengerjakan pekerjaan yang disuruh oleh seniornya, Kala masih sempat memikirkan konsep lamarannya untuk Kenia. Wajah culun itu senyum-senyum. “Kenia ke mana, sih?” tanya Fifi pada Kala. Kala menggeleng, dia juga menunggu kedatangan gadis itu. Fifi memperhatikan wajah Kala, Kala tahu itu dan dia merasa tidak nyaman. “Ada yang aneh di muka aku?” “Eh? Oh, enggak kok.” Karena terlalu memikirkan Kenia, Kala tidak sadar dengan apa yang diketiknya. “Kamu mau kerja atau apa?” tanya Aril dengan wajah kesalnya. “Memangnya kenapa?” “Coba lihat apa yang kamu ketik.” Kenia Kenia Kenia Kenia Kenia Kenia Kenia Kenia Kenia Kenia Kenia Kenia Kenia Kenia Kenia kenia Wajah Kala memerah, dia melihat seniornya yang tertawa mengejek. “Kenia memang cantik, tapi kalau suka sama dia juga harus sadar diri, dong. Memangnya apa yang bisa kamu kasih ke dia? Proposal yang bagus?” Kala mendengkus, kenapa semua orang berpikir kalau pria jelek tidak bisa mendapatkan perempuan cantik? Bisa saja kok, walaupun memang jarang. Di ruangan Edgar Kenia melempar apa saja yang ada di dalam ruangan itu. “Sayang, jangan seperti ini!” “Kenapa tidak pernah peduli padaku? Kenapa hanya perhatian dengan istrimu saja? Kenapa hanya memanjakan aku dengan barang-barang mewah?” Sekretaris Edgar menunduk gugup saat istri Edgar datang. “Se ... selamat siang, Nyonya.” “Siang, kenapa kamu gugup begitu?” tanyanya lembut. Istri Edgar menang terkenal sangat cantik dan lembut. Bahkan di usianya kini, dia masih terlihat muda dan memesona. “Tidak apa-apa, Nyonya.” Sebelum di cegah, istri Edgar yang bernama Zinta itu masuk, dan sang sekretaris sempat melihat Edgar yang memeluk Kenia. “Edgar!” panggil Zinta. Zinta menutup pintu itu dengan kencang, membuat sang sekretaris ketakutan dan sudah membayangkan perkelahian antara istri sah dengan selingkuhan.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Mantapp
07/09
0good novel
22/02
0sangt bguss
16/11
0Lihat Semua