105 Happy

105 Happy
Orang suka iri dengan nasib baik orang lain. Jodoh tidak bisa dihindari, seperti apa pun halangan yang menghadang, jika saatnya tiba, maka mereka akan bersama. Jika tidak berjodoh, sekuat apa pun kita menggenggam, tetap akan lepas juga.
Selama liburan di pulau ini, mereka benar-benar menikmatinya. Hingga datanglah hari ini, hari yang sangat dinantikan oleh tiga pihak keluarga, terutama oleh Kala dan Kenia. Kala sudah siap dengan jas hitam dan dasi kupu-kupunya. Penampilannya benar-benar memukau dengan apa yang dia pakai barang mahal dengan harga fantastis.
Begitu juga dengan Kenia, yang sudah siap dengan gaun berwarna merahnya. Warna kesukaan Kenia. Tidak terlihat norak, justru terlihat sangat bagus di kulitnya yang putih bersih dan sangat mulus.
Sejak tadi Kala terus mondar-mandir, membuat orang-orang yang melihatnya merasa pusing.
“Diam dong, Kal.”
“Aku deg-degan, dari tadi bawaannya mau ke kamar mandi terus.”
“Ini baru pesta pertunangan, bagaimana kalau pesta pernikahan, nanti?”
“Tidak. Ada lagi yang lebih mendebarkan dari semua ini,” ucap Kala sungguh-sungguh.
“Apa?”
“Malam pertama!”
Kala langsung kabur ke kamar mandi sebelum banyak sepatu yang melayang ke wajahnya. Di dalam kamar mandi, Kala terus mengusap dadanya yang tidak berhenti berdisko.
“Ternyata semenegangkan ini,” ucapnya pelan.
Para tamu sudah banyak yang datang. Mereka menatap kagum pada deorasi pesta yang terlihat sangat mewah. Di antara tamu yang datang, ada seorang pengusaha terkenal yang juga menyempatkan diri untuk datang ke acara ini. Dia adalah Arby Erlangga Abraham, pemilik dan pengusaha perhiasan yang produknya menjadi favorit Kenia dan saat ini juga menjadi perhiasan yang Kenia pakai.
Para wanita, seperti biasa, hanya bisa menyimpan iri dalam hati. Dalam hati, berdoa semoga Pertunangan mereka gagal, kalaupun berjalan lancar, pernikahan mereka yang batal. Memang sungguh jahat keinginan orang-orang yang egois, yang ingin meraih kebahagiaan sendiri tanpa memikirkan perasaan orang lain. Toh kalau Kala todak bersama Kenia, belum tentu juga Kala mau dengan salah satu dari mereka.
Di dalam ruangannya, Kenia sedang menatap cermin besar yang menunjukkan penampilannya dari atas hingga bawah.
“Kamu cantik banget, Ken.”
“Memang.” Dwina mendengkus, sahabatnya itu memang selalu seperti itu kalau dipuji, tidak ada rasa malunya sama sekali, justru semakin memuji diri sendiri.
Mereka lalu keluar dari ruangan, siap menyambut tamu yang sudah tidak sabar melihat pasangan itu. Kala yang berdiri di depan pintu kamar, menatap kagum pada bidadari hatinya. Tangannya terulur untuk menggandeng tangan Kenia. Kenia menyambutnya dengan senang. Senyum terus merekah di bibirnya, terlihat sekali kalau dia juga bahagia.
Kedatangan mereka langsung menyita perhatian. Berbagai pujian keluar dari mulut mereka. Kenia melihat pasangan yang terlihat mesra, dia tahu siapa mereka. Mereka adalah Arby Erlangga dan pasangannya, yang juga memakai perhiasan yang sangat bagus, yang tentu saja itu produk dari perusahaan milik Arby Erlangga. Kenia berpikir betapa beruntungnya yang menjadi pendamping Arby, pasti akan selalu memakai perhiasan mewah yang hanya akan dibuat khusus hanya u tuk dirinya. Tapi bukankah dia juga beruntung? Beruntung karena memiliki Kala yang sangat mencintainya, dan banyak yang iri dengan posisinya itu.
Syukuri saja apa yang ada, karena hidup orang lain belum tentu lebih beruntung dan bahagia dari kamu, meski mereka tidak pernah menunjukkannya.
Kenia semakin erat menggenggam tangan Kala, tidak akan melepaskan pria itu untuk perempuan mana pun. Banyak cobaan yang menghalangi kebersamaan mereka, meski cobaan itu sebenarnya datang ya dari dirinya sendiri. Kenia meringis mengingat semua itu.
Seandainya saja Kala todak sabar menghadapinya, tentu saja saat ini mereka tidak akan bersama, berdiri di empat yang sama dengan rasa bahagia.
Jika saja dia tetap bertahan dengan egonya, belum tentu dia menemukan pria lain yang lebih baik dari Kala, yang selalu menerima kekurangannya tanpa banyak menuntut.
Kala memandang Kenia, mengecup pipi gadis itu berkali-kali tanpa merasa malu dengan tamu yang hadir. Dia ingin menunjukkan kebahagiaannya dengan orang-orang, menunjukkan pada orang-orang bahwa dialah pemenangnya, pemenang hati Kenia. Gadis yang banyak menjadi incaran orang, selain karena cantik, juga karena ayahnya adalah Edgar. Mendapatkan Kenia berarti mendapatkan Edgar di pihak mereka.
Acara di mulai, membuat jantung keduanya menjadi berdebar semakin kencang.
“Sayang, hari ini aku ingin mengatakan berapa aku sangat mencintaimu, dan menginginkan kamu menjadi pendamping hidupku selamanya. Aku ingin kita saling melengkapi, menjalani semua ujian hidup bersama, menua bersama, hingga maut memisahkan. Aku tahu, Kata-kata saja tidak akan bisa mengungkapkan bagaimana bahagianya aku saat kamu menerima cintaku. Kamu pasti mau kan, menikah dengan aku?”
Kenia tertawa pelan, entah itu pernyataan, pertanyaan, atau paksaan.
“Tentu saja aku mau, mana mungkin aku membiarkan pria tampan dan kaya seperti kamu jadi milik orang lain.” Kali ini Kala yang tertawa diikuti oleh keluarga dan sahabat mereka. Kenia memang selalu bicara seenaknya.
“Tapi bukan karena itu aku menerima kamu. Aku sadar, kamulah yang terbaik yang akan menjadi pasangan hidupku. Kamu yang selalu sabar menghadapi sikapku, dan mau menerima aku apa adanya.”
Kala mengecup kening Kenia, lalu mereka bertukar cincin, diikuti oleh tepukan tangan para tamu. Lalu dia mencium cukup lama, satu-satunya perempuan yang pernah dia cium.
Acara telah selesai, kini Kala membaringkan tubuhnya di kasur, dan tidak lama kemudian tidur.
Setelah menunggu beberapa bulan, akhirnya hari yang dinantikan datang juga.
Saat ini musim dingin, salju turun dan menghiasi tempat mereka berada ini dengan warna putih. Kenia memang ingin menikah saat salju turun, mungkin saja impiannya sejak kecil adalah menikah dengan pangeran di bawah butiran salju, seperti seorang putri, mungkin. Terasa dingin, memang, tapi hati yang sangat bahagia tentu saja lebih dari segalanya.
Ini benar-benar pesta pernikahan seperti impian Kenia, dan memang hanya bisa dilaksanakan di musim dingin saja, dan di negara yang mamang memiliki musim dingin. Jadi dulu Kala haris bersabar menunggunya. Kalau dulu mereka menikah tanpa peduli dengan keinginan Kenia, mungkin saja saat ini Kenia sudah hamil muda? Membayangkan itu membuat Kala tersenyum, tapi dia ini membuat pesta pernikahan yang Kenia inginkan, membuat gadisnya itu bisa mengenang hari pernikahan mereka dengan sangat baik.
Keluarga menangis haru saat Kala dan Kenia sudah sah menjadi suami istri. Cincin pernikahan sudah melingkar di jari manis Kenia. Kala mencium bibir perempuan yang kini sudah menjadi istrinya itu. Tidak akan dia lepaskan Kenia untuk selamanya. Dan dalam hati dia berdoa, agar mereka tetap sabar dan kuat menghadapi segala cobaan yang akan menghampiri biduk rumah tangga mereka.
“Aku mencintaimu, istriku sayang.” Jantung Kenia berdebar kencang saat mendengar pernyataan cinta itu.
“Aku juga mencintaimu, suamiku sayang.”
Kala meneteskan air matanya, entah bagaimana caranya dia bersyukur. Hal yang dulu selalu dia cemaskan jika tidak bisa meluluhkan hati Kenia.
Para tamu mulai memberikan ucapan selamat. Kenia terlihat posesif, tidak membiarkan Kala bersalaman dengan perempuan mana pun. Dia tidak mau membiarkan perempuan mana pun menyentuh miliknya. Kala tidak marah, justru merasa senang. Dia juga begitu, tidak ingin Kenia bersentuhan dengan pria mana pun selain keluarga mereka.
“Entah siapa di antara mereka yang paling posesif,” ucap Dwina sambil geleng-geleng kepala.
“Kala!” jawab Denis dan Kendrick bersamaan.
“Kenia nikah pas lagi musim dingin begini, mana di gin banget, lagi. Nanti aku nikah ....”
“Musim panas, Dwi. Nanti aku siapkan api yang banyak buat kamu.”
“Kampret banget sih kamu, Den. Enggak bisa banget lihat aku senang.” Denis dan Kendrick tertawa.
Malam telah tiba, kini keduanya sudah ada di kamar pengantin mereka. Keduanya sama-sama gugup, tahu bahwa ini adalah malam penting untuk pasangan pengantin baru.
Kala mendekatkan dirinya pada Kenia, laku mulai mencium istrinya di wajahnya, dan tempat lain. Semua yang ada pada diri Kenia kini miliknya. Tidak ada yang boleh merebut Kenia dari dirinya.
“Malam ini kamu akan menjadi milikku seutuhnya, Sayang.”
Kala berharap, bawa malam ini dia akan langsung mendapatkan calon penerus keluarga. Mau Laki-laki atau perempuan sama saja. Yang penting Kenia dan anak-anaknya sehat selalu.
Kenia pun bersyukur, bahwa pria yang menjadi duminya ini memang seperti bayangannya. Bukan karena tampan dan kaya, tapi karena ketulusannya, dan rasa cinta yang dia berikan untuk Kenia sangat besar.
Terima kasih, atas anugerah yang Engkau berikan untuk hamba-Mu berikan. Akan aku jaga dia di sisiku. Selamanya ....
TAMAT
Terima kasih sudah membaca dan selalu setia membaca cerita ini dari awal sampai akhir. Hanya cerita fiktif, tapi semoga bisa menghibur dan mengambil hal positif. Follow akunku, ya, biar bisa dapat info terbaru tentang ceritaku yang lain. Terima kasih yang sudah memberikan koin dan komentar, juga bintang lima. Dukung terus cerita ini, ya.
Jangan lupa juga baca juga ceritaku yang lain:
1. Di Pemberhentian Terakhir
2. Me And My Future Stepmother
Salam sayang, sehat selalu untuk kita semua.

Komentar Buku (83)

  • avatar
    Visitor

    Mantapp

    28d

      0
  • avatar
    rafazhaamanda

    good novel

    22/02

      0
  • avatar
    RafliMuhammad

    sangt bguss

    16/11

      0
  • Lihat Semua

Selesai

Rekomendasi untuk Anda