logo text

Hukuman Keluarga Erlangga

Hari ini, adalah hari persidangan kedua untuk keluarga Erlangga. Setelah menyelesaikan persidangan di pengadilan agama, lanjut persidangan di pengadilan negeri untuk mengusut segala kejahatan mereka.
Ruang pengadilan dipenuhi oleh para korban yang sebagian didampingi keluarga. Mereka sudah tidak sabar untuk segera menyaksikan para tersangka mendapatkan hukuman yang sangat setimpal atas kejahatan mereka.
Hendra, di dakwa atas kasus penyuapan terhadap mantan karyawannya yang mengalami pelecehan seksual. Bukan hanya itu, dia juga didakwa atas laporan lain dari Alisya, yakni penelantaran anak dan istri, lalu pemalsuan data agar bisa menikah dengan Sarah.
Sarah, didakwa dengan tuduhan menelantarkan anak, dan juga membantu Hendra memalsukan data agar mereka bisa menikah.
Rama, didakwa atas tuduhan pemerkosaan dan pengancaman terhadap Kinan, penyuapan terhadap mantan karyawan yang dilecehkan, penyerangan tak beralasan pada Andra, dan juga perencanaan pembunuhan pada Alisya.
Radit, didakwa atas penyuapan terhadap mantan karyawan yang dilecehkan.
Alvino, didakwa atas tuduhan balapan liar yang mengakibatkan seorang balita berusia empat tahun meninggal dunia.
Alvian, didakwa atas penggunaan obat-obatan terlarang.
Alvina, didakwa atas perundungan pada teman semasa SMA-nya yang bernama Lina, hingga temannya tersebut mengalami depresi berat dan trauma hingga harus bolak-balik ke psikiater agar bisa sembuh.
Dari seluruh anggota keluarga Erlangga, Rama lah yang mendapatkan hukuman paling berat. Jelas kejahatan yang dia lakukan juga paling banyak. Dan saat mendengar hukuman penjara yang Rama dapatkan, Alisya jadi kasihan pada anak kembar Kinan.
Keluarga kriminal. Kini sebutan itulah yang didapatkan Hendra dan Sarah juga kelima anak mereka. Sarah meraung tak terima setelah hakim menetapkan hukuman untuknya. Begitu juga dengan anak bungsunya. Hanya Hendra dan Radit yang terlihat pasrah. Sadar akan kejahatan yang telah dilakukan, dan sekarang mereka harus menerima konsekuensinya.
Sidang berakhir dan polisi segera membawa para tahanan. Alisya langsung berlari mendekati Rama, meminta untuk berbicara sebentar. Seperti biasa, Rama melemparkan tatapan penuh kebencian pada Alisya. Dari kelima anak Sarah dan Hendra, memang Rama lah yang paling sering terlibat konflik dengan Alisya.
"Ini. Kuharap selama di penjara kau bisa merenungi kesalahanmu. Walau mereka tak memiliki hak nafkah darimu, mereka tetap darah dagingmu." Alisya berbicara seraya menyerahkan selembar foto. Foto anak kembar Kinan. Rama menerimanya, dan memandangi foto itu cukup lama. Setelah berbicara dengan Rama, Alisya beralih mendekati Radit. Pria itu terlihat pasrah tanpa pemberontakan apapun.
"Masa tahananmu paling sebentar. Kuharap kau bisa menjalani hidup yang lebih baik setelah bebas nanti," ucap Alisya. Dia dan Radit bertatapan cukup lama, hingga Radit mengangguk pelan.
"Terima kasih. Dan maaf karena kelahiranku ke dunia menjadi masalah bagimu juga ibumu." Radit berbicara dengan tulus. Alisya hanya diam saja mendengar itu. Setelah tahu kalau secara medis mereka adalah saudara, Alisya dan Radit tak pernah terlibat masalah. Radit selalu berusaha menghindari pertengkaran dengan Alisya.
Selesai bicara, Radit pun melangkah pergi dikawal beberapa polisi. Alisya menatap kepergian pria itu dalam diam. Beberapa tahun yang lalu sebelum identitas asli Hendra diketahui oleh Alisya, Alisya sempat mengenal Radit secara tak sengaja. Hampir, hampir saja mereka saling jatuh cinta. Namun sebelum mereka menjalin kasih, semua rahasia terbongkar. Dan sejak saat itu, hubungan Alisya dan Radit menjadi renggang. Walau begitu, Alisya tak pernah membenci Radit. Dia pria yang baik sebenarnya. Kesalahan yang dia buat pun karena dia membantu ayah dan kembarannya.
Sosok Radit semakin jauh dan akhirnya hilang dari pandangan Alisya. Kini perhatian Alisya beralih pada Rama, yang ternyata sedang berbicara dengan Kinan. Entah apa yang mereka bicarakan, namun Alisya sangat berharap mata hati Rama terbuka. Jangan membuat Kinan semakin menderita.
Andra mendekat, dan langsung meraih jemari Alisya. Mereka saling bertatapan sesaat kemudian Alisya mengajak Andra untuk segera pergi dari sana.
"Ndra, hari ini kamu ambil cuti lagi? Apa Farhan tak marah?" Alisya bertanya saat mereka sudah berada di parkiran. Andra terdiam mendengar itu. Dia memang belum mengatakan tentang dirinya yang sudah memilih berhenti kerja di perusahaan Farhan pada Alisya. Dan Andra akan mengatakannya sekarang.
"Alisya, sebenarnya kemarin aku sudah memutuskan untuk berhenti kerja di sana. Aku sudah berbicara pada Om Farhan, dan beliau mengizinkan. Aku juga sudah berbicara pada ayahku," ungkap Andra. Mata Alisya melebar mendengar itu. Dia menatap Andra tak percaya.
"Benarkah? Kamu tak berbohong, Andra?" tanya Alisya memastikan. Andra mengangguk dengan yakin.
"Iya. Beberapa hari terakhir, sikap Desi berubah jadi berlebihan. Membuatku tak nyaman," ucap Andra dengan jujur. Alisya tersenyum senang mendengar itu. Akhirnya, Andra mengambil langkah sesuai yang diinginkan oleh Alisya.
"Oke. Kalau begitu, mulai besok kamu kerja di perusahaanku. Akhirnya aku bisa melepas jabatan dengan perasaan lega." Alisya terlihat senang sekali saat mengatakan itu. Memang sudah sejak lama dia ingin menyerahkan kepemimpinan FC Company pada orang lain, yang bisa dia percaya. Alisya ingin menikmati kekayaannya tanpa harus repot-repot bekerja.
"Reaksi ayahmu bagaimana, Ndra?" Alisya bertanya dengan penasaran. 
"Awalnya marah saat tahu aku memilih berhenti kerja di perusahaan Om Farhan. Namun, reaksinya biasa lagi saat aku berkata akan bekerja di perusahaanmu. Yang ayahku khawatirkan adalah aku jadi pengangguran. Sedangkan zaman sekarang, sulit untuk mencari pekerjaan," jawab Andra. Tentu itu tak benar, karena bukan seperti itulah reaksi Panji. Namun, Andra tak mau Alisya tersinggung. Jadi, lebih baik berbohong agar bisa menjaga perasaan Alisya.
"Baguslah jika seperti itu. Sekarang ayo pulang!" ajak Alisya. Andra mengangguk setuju. Mereka pun masuk ke dalam mobil untuk segera pergi dari sana.

Komentar Buku (148)

  • avatar
    Sahrulisad Sahrul

    ok sangat bagus

    16/07

      0
  • avatar
    PabedilanNuri

    sangat bagus

    27/05

      0
  • avatar
    isnenandha

    mantap

    21/05

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru