"Mimi masih maskeran susu badannya dede kalau ngantuk bobo saja di tempat bekas dede tadi, dipijit. Calon tidur dua-dua nya ini, sih." ia melirik ke arah matras, bi Minah dengan sigap langsung merebahkan Alena dan usap-usap punggung nya. "Kaka ngantuk juga, gak? Kalau ngantuk tiduran saja samping, dede." Alana geleng-geleng tapi mata nya sudah sayu. "Bentar lagi juga tepar, dia." Flower mengerlingkan mata nya. Sedangkan Martin sedang menyiapkan acara malam minggu yang romantis dengan Flower, ngedate. "Saya datang jam sembilan tolong siapin semua jangan sampai ada kesalahan terima, kasih!" Martin menutup telepon nya. "Malam ini harus sempurna jangan sampai rusak dan hancur lagi seperti waktu di, Crown. Tapi malam ini aku gak mau ada yang ganggu hanya ada aku dan dia, berdua." Martin menaikkan alis nya sebelah dan tersenyum manis. "Emak tolong photoin, saya." Flower menutup semua bagian tubuh nya dengan buih-buih busa di bath up, emak memotret nya. "Posting dulu, ah!" ia upload photo nya yang di bath up dan photo kedua putri nya saat dipijit lulur, tidak ketinggalan photo bi Minah. Dengan caption. "Spa time wtih my twins, lovely!" Martin dan Andra yang sedang scrol sosial media line dan facebook nya melihat postingan Flower dan langsung ngelike dan mengomentari. "Yang lagi spa time enak banget tambah cantik-cantik, dong." Martin menyisipkan stiker struk cinta love-love di mata. "Seger mantap, jiwa." Andra menyisipkan stiker mengacungkan jempol. Flower terkejut, "Tumben Si Andra ngelike dan comment setelah sebulan menghilang bagai ditelan, bumi!" batin nya. Martin langsung telephon Flower walau hanya sebentar. "Halo ... Nanti kabarin ya beb kalau sudah di, rumah. Aku nanti jemput jam tujuh loh sudah kelar, kan?" "Iya halo ... Sudah, beb. Nanti sudah di rumah aku kabarin ya." mereka berdua pun menutup telepon nya. "Gak sabar pengen cepet malam baru jam setengah, lima. Lama banget kalau, ditungguin." batin Martin. "Sempet lah ke salon kak Yudi dulu make up dia kan jemput nya jam, tujuh." Batin nya, Flower memakai baju nya. "Bi, bangunin anak-anak suruh sambung tidur nya di mobil saja." ia berjalan ke bawah membayar spa nya. "Iya bu, bos!" bi Minah membangunkan kedua putri majikan nya pelan-pelan dan membawa nya ke mobil. Flower menitipkan semua tips untuk emak dan ketiga mbak yang pegang kedua putri dan pembantu nya spa di kasir lalu melajukan mobil nya ke salon ka Yudi. "Kak make up natural saja jangan pake lama anak-anakku di mobil, tidur." Flower memakai bedak tipis-tipis. "Emang gak kerja dek, mau pake warna apa shadow nya emang dari mana anak-anakmu, dek?" ia menyerut pensil alis coklat nya. "Enggak kerja dulu kak mau pacalan dulu bial kaya, olang-olang. Warna gold kak shadow, nya. Mereka berdua habis aku ajak spa ketiduran," "Cucok meong yang mau pacaran eh, ngedate. Oh habis spa enak, banget." ia mulai merias natural wajah nya yang berbentuk oval, Flower tersipu malu. Kedua putri nya tertidur pulas di mobil dengan ac yang menyala kencang, musik dengan irama melodi yang santai penghantar tidur sehingga bi Minah pun mata nya terpejam tapi setengah tidur. "Kakak, dede bangun sudah sampe mimi gak bisa gendong lagian sudah lumayan lama bobo nya dari, tadi." ia mematikan mesin mobil nya. "Kaka sudah bangun dari tadi, mih." ia menggeliatkan badan nya. Alana berlari kecil diikuti bi Minah yang berjalan cepat, Alena berjalan ke lobby apartemen masih terhuyung-huyung digandeng Flower. Sampai pintu utama apartemen terdengar suara adzan berkumandang. "Allahu akbar ... Allahu akbar ..." Ceklek... "Assalamualaikum ..." bi Minah langsung menyalakan semua lampu. "Magrib de bangun jangan tidur lagi, pamali. Nanti pada ngaji jangan, lupa." ia berjalan ke kamar tidur nya, kedua putri nya rebahan di sofa. "Ada film apa nih ini malam minggu kan, bi?" Alana mengambil remote tv dan menekan saluran film kartun. "Iya nona besar bibi tinggal solat bentar ya baru kita, ngaji." ia berjalan ke kamar tidur nya, Alana anggukkan kepala nya. "Aku sudah di rumah ya, beb." Martin langsung balas chat line nya, "Aku langsung on the way beb nanti langsung jalan ya takut, macet. Aku reserve jam sembilan tempat nya see u there, beb (sampai jumpa di sana, beb)." ia ke garasi dan melajukan mobil nya. "Pakai apa nih enak nya gaun atau casual saja, ya? Casual saja kan bukan kerja tapi, ngedate!" ia membuka lemari baju nya, mengambil kaos ketat lengan pendek dan celana panjang levis Zara sobek-sobek nya. "Dia mau ajak aku ke mana sih kok gak kasih tahu mau ke mana, nya? Bikin penasaran, saja." ia memakai kaos hitam dengan gambar wajah Marylin Monroe dan celana panjang sobek warna telur asin nya. Flower merapihkan make up dan rambut nya dada nya berdebar-debar menunggu Martin menjemput. Ia menikmati rokok dan kopi nya di sofa sambil mendengarkan kedua putri nya mengaji. Kring ... Kring ... Flower mengangkat nya dengan cepat, "Ya beb!" "Lam yalid wa lam yuwlad walam yaqullahu kuffuwan, ahad." "Turun beb aku sudah di lobby, ya. Itu siapa yang lagi pada, ngaji?" terdengar suara ayat suci Alqur'an dengan jelas. "Itu kaka sama dede lagi belajar ngaji sama bi Minah ya sudah aku, turun." mereka berdua pun menutup telepon nya. "Mimi jalan dulu ya, kaka sama dede tidur nya jangan malam-malam walau pun besok hari minggu terus makan malam nya yang, banyak. Lanjutin lagi ngaji nya nanti jangan lupa kunci pintu nya ya, bi. Assalamualaikum ..." pesan nya, ia memakai high heel yang tinggi nya tujuh cm dan bomber Gucci nya. Bi Minah anggukkan kepala nya. "Iya mih hati-hati ya, mih. Wa'alaikumsalam ..." seru kedua putri nya serempak. Flower menutup pintu dan berjalan cepat ke lift kedua putri nya melanjutkan mengaji nya. "Anak-anak nya rajin juga mereka mau belajar ngaji padahal baru sekolah, Tk. Anak dan emak yang sangat luar biasa mereka, ini. Di apartemen mereka berempat cewek semua, maka nya aku mau menjadi bagian dari mereka dan melindungi, mereka." batin Martin, dada nya berdebar-debar menunggu Flower. Flower melirik jam tangan di tangan kanan nya, "Jam tujuh kurang sepuluh menit cepet juga dia datang, nya." ia tersenyum tipis. Ting! Pintu lift terbuka, Flower langsung berjalan ke lobby. Martin menunggu di mobil. "Dia pake baju nyantai gak pp juga sih kan ini bukan kerja yang mengharus kan dia pake, gaun. Senyaman dia saja lah dia pake apa pun tetap, cantik." Martin keluar dari mobil, melambaikan tangan ke arah nya dan mata nya tak lepas sedikit pun memandang nya yang berjalan menghampiri nya. "Hi beb kamu ganteng, banget." sapa nya manja. "Hi beb kamu juga cantik seperti biasa, nya." mereka cipika-cipiki dan saling melempar senyum. "Silahkan masuk tuan, putriku." Martin membukakan pintu mobil untuk nya, Flower langsung duduk manis. "Kita mau ke mana sih, beb?" tanya Flower, ia sangat penasaran. Martin tersenyum manis. ←
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
sangat menarik
12/09/2025
0sangat baik sekali
26/08/2025
0saya suka
21/07/2025
0Lihat Semua