Beranda/Yes, We Are EARTHSEED!/
File 27 : Heindrik
"Jadilah milikku!"
"Tidak, menikahlah denganku!"
Aku tidak mungkin menyerang para perempuan ini dengan tembakan laser. Mereka bukan orang jahat. Tapi rasanya jijik sekali berada ditengah banyak perempuan yang terus mencubit bahkan menarik tanganku. Ada juga yang nekat menarik kakiku hingga nyaris saja buatku terjatuh.
"Kalian semua gila! Hentikaaan!"
"Hei, dengarkan kata-katanya! Kalian tidak pantas melakukan itu."
"Huh! Kau siapa? Tapi, dia juga sama tampannya dengan Cyborg One Eye."
"Minggir, nona! Dia temanku dan kami sedang ada urusan dengan Tuan Walikota Maodra untuk proyek penting."
"Ooh...maaf kami tidak tahu."
Si-siapa laki-laki yang baru saja berkata itu? Kenapa dia bisa menghentikan kelakukan gila para perempuan tadi. Dia tidak hanya menarikku, tapi juga Irana serta dua anak Artemis. Usai berhasil menyelamatkan kami semua, laki-laki itu berbisik padaku : Ikutlah denganku!
"Sst...! Dova kau kenal dengannya?"
"Hah? Aku saja baru bertemu dengannya hari ini."
"Tapi dia memakai jas laboratorium juga. Berarti masih sama sepertimu."
"Aah! Nanti kita akan tahu siapa dia. Setidaknya kabur dulu dari sini."
Aku dan Irana memastikan dua anak Artemis itu telah ada dibelakang kami sebelum akhirnya memacu Mini ScooterSky. Laki-laki tadi juga memakai kendaraan yang sama seperti kami. Tapi anehnya, kenapa dia mengarah ke satu Cafe? Meski tetap saja kami mengikutinya.
"Hei, kau...."
"Duduklah dulu Cyborg One Eye! Maaf, apa kau masih bisa minum atau...."
"Bagaimanapun juga aku masih manusia. Hanya mata siberkinetik ini saja yang bukan dan sedikitnya mempengaruhi kondisi tubuhku juga."
"Oh, Cyborg tak sempurna rupanya. Ya, baiklah kau mau pesan apa? Katakan saja pada robot pelayan. Nanti aku saja yang bayar."
"Apa itu Cyborg tak sempurna, Dova?"
Hah! Kupikir selama ini Irana tahu soal itu. Pada dasarnya hanya penyebutan saja untuk orang-orang yang memakai anggota tubuh siberkinetik sebagai pengganti yang asli karena berbagai macam sebab.
Namun di tahun 2060-an, Cyborg tak sempurna sangat populer bahkan orang yang normal pun ingin membuat dirinya menjadi Cyborg. Mereka menambahkan organ siberkinetik melalui operasi, namun tak semua berhasil. Ada yang fatal hingga menyebabkan kematian karena terserang virus komputer di sistem yang mereka tanam pada tubuhnya.
"Kau ikut aku selama ini tapi tak pernah tahu, Irana."
"Uh...kau kan tak pernah menjelaskannya padaku, Dova!"
"Ahaha...kalian berdua lucu sekali! Apa dia pacarmu, nona?"
"Bukan tapi aku...."
"Bukan, dia hanya partnerku saja!"
Kenapa wajah Irana memerah malu begitu? Justru akan makin memperjelas kalau dia suka padaku. Aku hanya meliriknya saja dengan satu mata normal ini.
"Memangnya paman ini siapa sih?"
"Nah, kalau kalian siapa?"
"Aku? Namaku Atla Reswana La Yori dan ini adikku Eleanor. Itu Paman Dova dan Bibi Irana."
"Kakak! Dia itu orang asing! Bagaimana kalau paman ini mencoba untuk...."
"Menculik kalian? Adakah penculik yang mentraktir kalian minum? Hahaha...!"
"Ada! Kalau penculiknya baik dan eeh...!"
Laki-laki itu sepertinya gemas sekali dengan tingkah Eleanor. Dia menggendong lalu mencubit sedikit hidung Eleanor yang mancung seperti ibunya. Eleanor meronta ingin diturunkan sampai akhirnya dia didudukkan kembali oleh laki-laki itu.
"Stop! Aku bukan anak kecil lagi, paman! Aku sudah besar."
"Oh, ya! Memang berapa umurmu sekarang?"
"Umurku sudah delapan tahun. Berhentilah menganggapku anak kecil, paman!"
Tawanya tak berhenti juga sampai akhirnya minuman yang kami pesan pun datang. Baru dia mempersilahkan kami untuk minum. Bahkan menawarkan makanan juga. Ada yang menawarkan gratis kenapa tidak diambil saja kesempatan ini"?
"Uuh...perutku masih kenyang!"
"Paman pesankan saja. Aku masih sanggup memakannya."
"Ah, maafkan aku! Kalian sudah sarapan rupanya. Tapi tidak apa kan?"
Kalau untukku sih tidak apa. Hanya saja Irana yang sewot sampai menginjak kakiku. Sayangnya tidak kena!
"Jadi, nama aslimu adalah Dova ya?"
"Ya, Dova Docovanesh! Tapi kau sendiri siapa?"
"Aku Heindrik atau kalau kau susah melafalkannya panggil saja Hendrik. Sering aku melihatmu di pertemuan antar penemu dan ilmuwan."
"Aah! Aku tidak pernah menghapalkan nama apalagi wajah para peserta yang hadir di acara pertemuan tahunan para penemu dan ilmuwan."
"Pantas saja sekilas aku pernah melihatmu, Heindrik! Tapi alasan yang kau buat tadi...."
"Ahaha...aku berbohong pada mereka, nona! Jelas mereka takut kalau sudah disebut begitu. Nanti bisa kena hukuman karena menghalangi orang penting yang dipanggil Tuan Walikota."
"Sebentar, tapi aku masih tidak paham. Sebenarnya apa yang terjadi pada para perempuan itu dan kenapa mereka mengejarku tadi?"
"Astaga! Kau tidak tahu? Pesonamu itu luar biasa dimata para perempuan!"
Entah kenapa Irana tertawa sendiri mendengar perkataan Heindrik. Baru dia berkata kalau tadi saat mengakses komputer di Layanan Pusat Informasi, cover e-magazine yang ada fotoku terpampang sebagai iklannya. Sebentar aku mencoba mengingat kembali, sepertinya dulu pernah ada seseorang yang memintaku untuk datang ke studionya dan memotretku.
"Tapi bagaimana bisa kau muncul di cover e-magazine khusus laki-laki itu, Dova?"
"Wah, Paman Dova masuk e-magazine! Keren dong!"
"Aah! Aku baru ingat memang pernah ada yang mengajakku untuk datang ke studionya lalu memotretku. Tapi itu sudah tiga bulan yang lalu!"
Tidak hanya difoto sesuai arahan darinya, aku juga diwawancarai sedikit. Dia hanya bilang nanti ada fee untukku. Aku mau saja karena saat itu butuh uang juga untuk bayar sekolah Atla dan Eleanor. Dia mengirimkan uang setelah sesi pemotretan. Katanya sisanya akan dibayar nanti.
"Paman kan waktu itu belum ada pemasukan sama sekali. Jadi, uang itu yang dipakai untuk bayar sekolah kalian."
"Aah...! Paman terlalu baik untuk kami, terima kasih ya!"
Atla tiba-tiba memelukku seperti anak manja. Duh, sudah dong! Namanya juga hal tak terduga. Sebenarnya aku malu juga menceritakan pada kalian seperti apa poseku saat itu.
Aku diminta melepas atasan dan hanya memakai celana jeans warna hitam sambil menekuk satu kaki. Tangan kananku memegang barbel dan nampak otot lengan serta perutku yang...aaah! Katanya itu pose paling menggairahkan kalau dilihat perempuan.
"Sebenarnya bentuk ototmu itu tidak terlalu besar juga jadi pas dan yaah...enak untuk dilihat!"
"Aah! Jangan bahas soal itu lagi, Irana! Lain kali aku mau tanya dulu sebelum ada yang minta sesi pemotretan."
"Apa kau asli sini, Heindrik?"
"Tidak! Hanya sudah beberapa bulan pindah kemari bersama partnerku juga. Ada apa, nona? Oh, ya siapa namamu?"
"Irana! Aku partnernya Dova selama dia bekerja."
"Dia kubutuhkan saat hendak berkomunikasi dengan orang asli sini. Sebab aku bukan asli Nuuswantaara. Irana juga ahli pemrograman komputer."
Agaknya Irana malu mau menanyakan soal Tuan SwanSo pada Heindrik. Biar kutebak, dia pasti tidak tahu. Nah, benar saja kan! Tapi jawabannya berbeda dengan beberapa orang yang kutemui disini.
"Aku dengar ada beberapa orang kaya yang memiliki mansion di luar area kota Madoorae. Mereka biasanya landing dengan pesawat pribadinya. Tapi aku tak tahu apakah salah satunya adalah Tuan SwanSo."
Sepertinya perlu kita coba menelusuri area diluar kota Madoorae ini. Kami sangat berterima kasih pada Heindrik telah menyelamatkan kami dari kejadian absurd tadi. Sebelum pergi, dia sempat menarik lenganku.
"Tunggu dulu! Aku ingin bicara sesuatu lagi."
"Aah! Apalagi, Heindrik! Cepat katakan saja!"
Heindrik mengeluarkan benda kecil dari jam tangan pintarnya. Benda itu bukannya sebuah memori ya. Tapi kenapa dia memberikannya padaku?
"Dova aku tak tahu tapi, suatu saat kita akan bertemu lagi entah kapan. Jika nanti kau bertemu denganku maupun partnerku yang bernama Inazuma, tempelkan ini pada leher bagian belakangnya."
"Sebentar, memang partnermu itu...."
"Dia Cyborg sempurna dan ini adalah ingatannya. Aku tak bisa memberi memori ini padanya sekarang karena ada suatu hal. Baiklah, semoga kau menemukan orang yang kau cari. Selamat tinggal!"Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (234)
Share
Bab-bab Terkait
Bab Terbaru
kerenn
01/03
0mantap
18/11
0good
14/07/2025
0Lihat Semua