ZACHARY "Erick? Apa yang kau lakukan di sini?" Aku kaget melihat Erick muncul di rumah keluarga Dunn. "Aku datang ke sini sebagai perwakilan dari Akademi Blue Rock." "Ayahku sedang tidak ada di rumah," ujar Dante. "Jika kau ada urusan dengan dia, sebaiknya kau bertemu dengan dia di pack." "Aku datang untuk menjemputmu,Dante. Kau harus ikut denganku pergi ke komite disiplin untuk mempertanggungjawabkan setiap perbuatanmu selama menjadi siswa di Akademi Blue Rock." "Apa?" Dante menyeringai muak. "Tanggung jawab apa maksudmu? Apa yang sudah aku lakukan sampai aku harus ikut denganmu ke komite disiplin?" Aku masih belum bisa memahami situasi yang terjadi. Erick tiba-tiba muncul dan aku melihat Dante begitu marah. Sedangkan Erick datang dengan wajah begitu tenang tapi tegas. Dia tetap meminta Dante untuk ikut dengannya. Sedangkan Sherlyn tampak kebingungan dan panik. Dante mengambil ponsel dari saku celananya. "Aku akan menelpon ayahku." Erick merampas ponsel itu dari tangan Danteh. "Kau tidak perlu melakukannya. Dia sudah tahu." Kami semua lebih terkejut lagi mendengar pengakuan Erick. "Aku datang untuk menjemputmu demi mencegah kau menghancurkan barang bukti." "Keparat! Aku tidak melakukan apapun. Kembalikan ponselku!" Dante berusaha melawan Erick. Tapi dengan satu serangan, Erick berhasil membalikkan keadaan. Erick mencengkeram tangan Dante dan memelintirnya ke balik punggung hingga Dante menjerit kesakitan. "Sebaiknya kau tidak melawan dan ikuti perintahku. Para petugas komite disiplin sedang menunggumu di depan. Berjalanlah dengan tenang agar kehormatanmu tetap terjaga." Akhirnya, Dante pun menyerah. Erick melepaskan kuncian tangan Dante dan membiarkan Dante berdiri dengan tegak. "Hei, Sherlyn. Telepon ayah sekarang juga dan katakan apa yang terjadi!" Dante berjalan meninggalkan kami keluar lebih dulu. Erick menghembuskan nafas lega dan melirik tajam ke arahku. Dia tidak berkata apa-apa selama beberapa waktu lalu ikut berjalan menyusul Dante yang sudah lebih dulu keluar. *** CASSANDRA Aku tidak bisa menghubungi Zachary dan juga tidak bisa mengejar kepergian Dante. Aku benar-benar kebingungan. Aku khawatir Jika sesuatu yang buruk menimpa Zachary. Aku putuskan untuk pergi ke rumah studio Zachary dan berharap dia sudah kembali ke sana. Tapi tempat itu kosong. Ketika aku akan pergi lagi dan ingin pulang ke rumah, di depan pintu aku berpapasan dengan Zachary yang baru datang. "Astaga, aku sangat khawatir padamu. Kau baik-baik saja? Tiba-tiba Dante pergi dan rencana yang sudah aku susun untuk menahannya di lapangan berantakan." Wajah Zachary tampak kusut dan dia terlihat begitu kelelahan. "Tidak apa-apa, Cass. Aku memang bertemu dengan dia di rumahnya." "Lalu apa yang terjadi? Apakah dia memergokimu?" "Sebaiknya kita masuk dulu." Zachary menoleh ke sekitar. Dia mungkin khawatir jika ada yang mendengarkan obrolan kami. Setelah kami berada di dalam rumah studionya, Zachary mulai bercerita. "Semuanya terjadi di luar rencana dan kendaliku. Ada banyak hal yang terjadi di waktu yang bersamaan. Aku sampai bingung harus menceritakannya padamu mulai dari mana." "Katakan saja dengan singkat. Bagaimana hasil yang kau dapatkan setelah pergi memeriksa ke rumah keluarga Dunn?" "Aku tidak menemukan ponsel cadangan seperti yang kita pikirkan selama ini. Mungkin ada. Hanya saja aku tidak tahu di mana dia menyimpannya." Aku menarik nafas dalam dan menghembuskannya dengan kasar. "Jadi semua usaha kita sia-sia?" "Tidak juga," ujar Zachary. "Sebenarnya aku menemukan sesuatu yang aneh di sana. Aku menemukan satu lemari yang terkunci. Dan hanya tempat itu yang dikunci. Aku pikir akan menemukan ponsel cadangan yang dia gunakan untuk meneror kita, tapi kau tahu apa yang ada di dalamnya?" Aku hanya menggeleng. "Sebuah piringan hitam tua, tanpa nama, tanpa judul, dan tanpa catatan apapun. Hanya sebuah piringan hitam polos." "Lalu?" Aku tidak sabar dan ingin sekali Zachary menuntaskan ceritanya. "Aku benar-benar memutar piringan hitam itu karena ingin tahu apa isi di dalamnya." "Lalu?" *** ERICK Kami berada di ruang komite disiplin yang terpisah dari gedung Academy Blue Rock. Di tempat ini, kami biasa melakukan penyelidikan bahkan persidangan bagi para werewolf yang melakukan pelanggaran di akademi. Dan di tempat ini pula, kami biasa menjatuhkan hukuman untuk mereka sesuai dengan kejahatan yang masing-masing. Aku menunjukkan rekaman CCTV pada Dante. Rekaman CCTV tersebut merupakan satu-satunya bukti mengenai kasus Maretha setahun lalu yang selama ini aku simpan. "Aku tidak tahu tentang apa ini?" ujar Dante dengan tenang. "Dan setahuku kau bukan lagi anggota komite disiplin. Kenapa kau menyeretku ke sini dan bertanya banyak hal?" "Aku masih menjadi bagian dari akademi ini. Jawab saja pertanyaanku. Bukankah itu kau yang ada di video?" "Ya, itu memang aku yang terekam oleh CCTV. Tapi aku tidak ingat di mana tempat itu berada dan apa yang sedang aku lakukan saat itu." "Biar aku ingatkan kau sekali lagi. CCTV ini berada di persimpangan distrik dua. Kau baru saja meninggalkan sebuah hotel di area distrik dua. Di saat yang sama, seseorang melaporkan menemukan seorang gadis yang hampir meninggal setelah diperkosa di hotel tersebut." "Seorang gadis? Apa maksudmu?" "Ayahmu, Alpha Dunn, berusaha menyembunyikan fakta bahwa pada malam itu tepat setahun yang lalu, kau berada di area distrik dua. Dan kau berada di hotel yang sama, tempat di mana Maretha Oswald ditemukan hampir mati." Dante tertawa. Dia mendongak dan mengalihkan tatapan dariku. "Kau seharusnya menanyakan hal itu pada ayahku." Aku tersenyum lelah menghadapi ulah parah remaja brengsek ini. Aku kembali duduk tegak dan bersandar dengan santai di kursiku. Kami saling bertatap muka. "Baiklah, aku ingin menanyakan hal lain padamu. Apa hubunganmu dengan Grey Roxell?" "Kami satu sekolah. Itu sudah jelas bukan?" "Kenapa malam itu, kau meminta bertemu dengan Grey di ruang klub berburu? Pada malam saat Grey diserang. Padahal kau bukan anggota klub berburu. Dan Grey juga bukan anggota klub berburu." "Benarkah aku meminta grey untuk bertemu di ruang klub berburu? Aku tidak merasa seperti itu." "Kami memiliki bukti bahwa Grey menerima pesan dari seseorang dan meminta dia datang ke ruang klub berburu. Bukankah kau yang mengirimnya?" "Aku tidak mengerti apa maksudmu, Erick? Kenapa aku meminta bertemu dengan Grey? Jadi ini tentang apa? Kasus Maretha Oswald atau kasus Grey Roxell? Lagi pula kasus Maretha sudah lama selesai. Pelakunya adalah Grey Roxell. Dia juga sudah menerima hukumannya. Kenapa kau mengungkit-ungkitnya lagi sekarang?" Aku mendekatkan tubuhku ke arah Dante. "Grey Roxell bukan pelaku satu-satunya. Ada dalang di balik kasus Maretha. Dan seperti yang kau lihat, seseorang berusaha menyembunyikan fakta bahwa kau ada di lokasi kejadian setahun yang lalu. Bukankah sangat kebetulan?" Aku menatap Dante dengan tajam. "Berarti masih ada tersangka lainnya yang belum terungkap dan belum mendapatkan hukuman. Ketika tiba-tiba Grey kembali ke Akademi Blue Rock dan mulai banyak berbicara, seseorang berusaha untuk membungkamnya. Seseorang menyerang Grey." "Erick, apakah kau sedang membuat novel? Cerita yang kau karang sangat menarik," sindir Dante.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
saya Sagat suka
26/08/2024
0kurang bagus
17/08/2024
0Ceritanya bagus bangettt sumpahhh😎😎
13/08/2024
0Lihat Semua