CASSANDRA Tubuh kami basah karena peluh di malam yang dingin itu. Kini kami berbaring di satu-satunya ranjang yang ada di rumah pohon itu. Posisi kami miring karena satu kaki ranjang patah. Aku sampai tertawa cekikikan di dalam pelukan Zachary. Malam ini, dia benar-benar brutal saat bercinta. Aku baru menyadari kekuatan werewolf sangat menakutkan ketika di atas ranjang. Tidak seharusnya aku membandingkan di antara dua bersaudara Efron. Erick memang lebih lembut. Dia tampak lebih berpengalaman. Berbeda dengan Zachary. Aku mendapatkan pengalaman yang baru dan sangat mendebarkan bersama dengan Zach. Tidak akan terlupakan. Kami hanya berpelukan di balik selimut dan tetap berbaring di atas ranjang yang miring karena satu kakinya patah. Kami menatap salju yang turun di luar jendela. Rumah pohon ini hanya ada pemanas manual dan cahaya lampu minyak sebagai penerangan. “Cass,” Zachary berbisik ke telingaku sambil memainkan anak rambutku. “Bagaimana jika kita kabur?” Aku segera menjauh dari pelukan Zachary dan berbalik menatap matanya. “Apa kau gila? Kau tahu itu tidak akan berhasil. Aku sudah membuktikannya sendiri. Bertahun-tahun aku kabur dan melarikan diri, tapi pada akhirnya aku tetap menderita.” Wajah Zachary melunak. Dia angkat tangannya untuk mengusap rahangku. Jari-jari Zachary panjang dan lentik. “Maafkan aku. Aku benar-benar putus asa saat ini,” ujarnya dengan suara parau. Aku memeluk Zachary. “Sebaiknya, kita hadapi saja apapun yang terjadi. Aku benar-benar sudah lelah terus-menerus melarikan diri. Dan aku pikir ketika datang ke Pack Efron, aku telah menemukan tempatku. Dan aku tidak mau kabur lagi.” “Maafkan aku karena terlalu egois. Karena aku hanya menginginkanmu.” Zachary meletakkan dagunya di atas kepalaku. Matahari mulai menyorot masuk melalui jendela. Aku melindungi mataku dengan lengan. “Kurasa sebaiknya kita pulang sebelum mereka khawatir dan benar-benar mengira kita kabur.” “Oh, Cass, aku ingin waktu lebih lama lagi bersamamu di sini. Aku khawatir jika kita kembali sekarang, maka kita akan benar-benar terpisahkan.” Aku hanya tersenyum pada Zachary untuk meyakinkannya bahwa kami akan bisa melalui semua ini tanpa perlu melarikan diri. “Baiklah, bagaimana jika kita optimalkan waktu yang ada? Aku akan buatkan sarapan sebelum kita pulang?” Aku menoleh ke sekitar rumah pohon tempat kami menginap. “Kurasa tidak ada apapun di sini. Stok persediaan makanan juga sudah habis.” “Aku tahu,” gumam Zachary sambil beranjak dari tempat tidur. Dia memakai pakaiannya. “Tunggu di sini. Aku akan pergi ke hutan untuk mencari bahan makanan. Aku janji tidak akan lebih dari 30 menit. Bukankah kau belum pernah merasakan makanan yang diolah langsung dari bahan segar yang diperoleh dari hutan?” “Wow, sepertinya menarik. Baiklah, aku akan menunggumu sambil...” Aku memutar bola mata dan menatap sekitar. “Membereskan kekacauan kita semalam.” Zachary tergelak. Setelah mengancingkan kemeja, dia melompat menuruni rumah pohon dan pergi ke hutan untuk berburu. *** ZACHARY Kurasa Cassandra akan senang dan terkejut melihat hasil buruanku. Aku menemukan beberapa berry musim dingin yang jarang sekali bisa didapat. Dia harus tahu bahwa berry ini rasanya sangat manis. Sambil menggamit keranjang berisi buah-buahan dan ikan yang berhasil aku tangkap dari sungai di hutan, aku berjalan menuju ke rumah pohon kami berada. Begitu aku sampai di dekat rumah pohon, langkahku langsung terhenti dan aku panik seketika. “Apa yang terjadi di sini?” Aku melihat ada banyak sekali jejak kaki para serigala di sekitar rumah pohon. Dan bau tubuh mereka begitu menyengat. Ada puluhan serigala yang baru saja datang ke sini. Tanpa sadar aku sudah melemparkan keranjang yang aku bawa dan berlari secepat mungkin menuju ke rumah pohon. Ketika aku tiba di sana, aku hanya melihat kekacauan. Rumah pohonku telah di obrak-abrik oleh sejumlah orang. Tidak aku lihat Cassandra di mana pun. Aku berteriak dan berputar-putar mencari Cassandra. “Cass!” Panggilku berulang-ulang dan aku tidak menemukan dia di manapun. “Brengsek! Ulah siapa ini? Bagaimana bisa mereka menemukan tempat ini? Hanya aku dan Erick yang tahu posisi rumah pohon ini.” “Cass!” panggilku sekali lagi sambil berlari menyusuri dan mengikuti jejak-jejak kaki para serigala. Jejak kaki mereka menghilang di hutan. Sejauh apapun aku berputar dan berkeliling, aku tetap tidak bisa menemukan mereka. Seluruh jejak kaki itu tersebar ke berbagai arah dan aku benar-benar kehilangan jejak Cassandra. Brengsek! Saat ini, aku tidak punya pilihan selain pulang dan meminta pertolongan para warga pack. Aku harus membawa para warrior dan juga pemburu untuk mencari Cassandra. Dan aku juga harus menjelaskan situasinya pada ayah maupun Erick. Aku tidak bisa melakukannya sendirian—mencari Cassandra. Kenapa aku sangat lemah! Sekitar setengah jam kemudian seluruh anggota keluarga dan warga Pack Efron sudah berkumpul di mansion kami, kecuali Regina. Dia masih ada di rumah sakit dan ayah melarang kami untuk memberitahunya. Bahkan Sebastian juga bergegas datang ketika aku bertanya apakah Cassandra mungkin pergi di tempatnya? Sebastian datang dengan para beta yang lain. Kami semua bersiaga. Bahkan ayah juga mengirim sejumlah pemburu terbaik kami untuk melacak Cassandra. Dua orang pemburu kembali dengan membawa sebuah rekaman CCTV yang berhasil mereka amankan di batas luar wilayah Pack Efron. Bersama-sama kami melihat rekaman CCTV tersebut. Aku melihat seseorang membawa Cassandra dengan paksa dan dia dalam keadaan tidak sadarkan. Mereka pergi melintasi batas hutan Pack Efron. Di jalan raya di luar kawasan pack kami pasang sejumlah CCTV. Rupanya sudah ada sebuah mobil yang menunggu di sana. “Mustahil bisa membedakan mereka semua. Para werewolf ini berjumlah belasan bahkan mungkin puluhan. Dan kita tidak tahu mereka dari pack mana hanya dengan melihat dari warna bulu di tubuhnya.” Kami semua frustrasi ketika menyaksikan rekaman CCTV tersebut. Lalu ketika sebuah mobil SUV datang dan menjemput Cassandra di pinggir jalan hutan, aku segera mengenali salah satu penumpang SUV tersebut. “Tunggu, aku yakin itu Dante!” teriakku sambil mendekatkan pandangan ke monitor. Erick langsung meringsek maju dan mendekat ke monitor yang aku tunjuk. Dia pun memperhatikan sosok yang aku tunjuk dan mengkonfirmasinya. “Kau benar. Sudah dapat dipastikan itu memang Dante. Jadi dia terlibat dalam penculikan Cassandra.” Erick menahan kemarahan. “Akan aku kirim orang untuk memeriksa ke packnya!” “Brengsek!” Aku sangat geram. Kukepalkan tanganku membentuk tinju dan kupukul salah satu kursi yang ada di dekatku. “Seharusnya kau jangan menghentikanku ketika aku akan menyingkirkan Dante dan Grey kemarin malam.” Aku sangat marah pada Erick. Karena dia yang menggagalkan upayaku untuk mengkonfrontasi Dante dan Grey di perkemahannya. Aku meraih kunci mobil dan bergegas akan meninggalkan rumah, tapi Erick mengejar dan menahanku. “Apa yang akan kau lakukan Zach? Masalah ini tidak bisa kau selesaikan sendiri. Mereka sudah melibatkan banyak anggota pack lain. Jika gegabah, kita harus berperang melawan dua pack terkuat lainnya di Everna.” Aku benar-benar frustrasi saat ini dan tidak berpikir sejauh itu. Aku melirik pada ayah yang tampak termenung dan memikirkan sesuatu. Saat ini, aku hanya membutuhkan persetujuan dari ayah. Aku tidak peduli apapun yang akan terjadi, pasti akan aku singkirkan, baik Dante maupun Grey!
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
saya Sagat suka
26/08/2024
0kurang bagus
17/08/2024
0Ceritanya bagus bangettt sumpahhh😎😎
13/08/2024
0Lihat Semua