logo text

38| Tentara Asing

Beberapa anggota serikat lilin hitam yang lain mulai berdatangan. “Sambungan telepon telah diputus. Mereka memotong kabelnya. Kita tak bisa berhubungan dengan dunia luar.”
“Huh!” pria yang memimpin mereka mendesah.
“Palingan orang-orang Squad Anti Scard lagi. Kita harus mengirimkan laporan kepada Jules.”
“Untuk berjaga-jaga, kita harus mengirim seseorang.”
Sang pimpinan menggeram dan melihat sekitar mencari Catherine. Dia berteriak pada gadis itu.
“Catherine, kau bisa pergi sekarang, kan? Pergilah ke Klub Paradise dan katakan pada Brown untuk segera kembali ke markas.”
“Yo-kai, Andi!” Catherine melompat dari lantai dua dan mendarat tepat di depan Andi.
Andi berpaling pada dua rekannya. “Kalian berdua temani Catherine sampai tiba di perbatasan distrik.”
Kedua pemuda itu pun pergi menyusul kepergian Catherine.
“Yang lain tolong bantu aku memperbaiki sirkuit teleponnya. Dan kalian berdua, gadis-gadis cantik,” seru Andi. “Tolong buka pintu gudang senjata. Semuanya. Kita harus bersiap pada kemungkinan terburuk.”
Kedua gadis yang dipanggil oleh Andi itu pun segera melaksanakan tugasnya.
Di klub paradise, Brown sang manajer baru saja keluar dari kantornya. Dia menepuk bahu kedua anak buahnya yang masih bersih-bersih di klub.
“Bos, mau pergi ke mana?” tegur salah satu pekerja.
“Aku ada sedikit urusan di luar. Ada yang mengganggu pikiranku sejak tadi. Aku hanya ingin pergi memastikannya. Aku akan berkunjung ke sarikat lili hitam. Tolong kalian jaga klub dan bereskan kekacauan yang belum selesai.”
Brown membawa sekantong besar bir. Dia menunjukkan pada dua stafnya. “Aku akan membayar minuman ini. Anak-anak serikat Lili hitam sangat suka dengan bir ini.”
Lindy yang berdiam diri di apartemen Rogue bersaudara tak tahu harus berbuat apa. Karena tak punya pekerjaan, dia pun membongkar pasang pistol yang ditinggalkan oleh Kay.
Setelah bosan, Lindy beranjak ke tempat tidur Kay dan menemukan sebuah buku di sana. Lindy tak benar-benar memperhatikan. Tapi, saat ini dia mulai tertarik ketika membaca sampul pada buku tersebut.
“Project Scard?”
Lindy mulai membuka-buka buku tersebut.
“Batas hidup normal para objek penelitian Scard hanya sampai 30 tahun. Umur mereka yang pendek merupakan ganjaran yang harus ditanggung dari efek samping kekuatan yang mereka peroleh. Sejumlah penelitian baru juga telah mengkonfirmasi bahwa penyebab kematian mereka adalah keracunan obat pengendali yang sudah disuntikkan.”
Lindy membalik halaman itu dan membacanya lebih lanjut. “Menurut ilmu pengetahuan kedokteran modern, saat ini sedang dilakukan pembuatan obat baru sebagai pengganti obat yang lama. Obat baru diharapkan tidak menimbulkan efek samping. Tapi, hal masih sulit untuk dilakukan.”
“Akan tetapi, jika berhenti mengkonsumsi obat pengendali syaraf tersebut, seluruh kemampuan organ vital para objek Scard akan menurun, melemah, hingga kehilangan fungsi sama sekali. Dampak terburuk bisa menyebabkan kematian.”
Buk!
Lindy menutup buku tersebut dan menarik napas dalam. Dia tak mampu lagi melanjutkan membaca kumpulan berita dari koran tersebut.
“Sepertinya informasi ini dikumpulkan oleh Kay dari berita-berita yang beredar selama bertahun-tahun lamanya.”
Tiba-tiba saja Lindy bangkit dari ranjang Kay dan berjalan dengan gontai menuju ke kamarnya sendiri.
“Mungkin sekarang sudah saatnya,” ujar Lindy.
Gadis itu berlutut di tepi ranjangnya sendiri dan menyibak sprei yang menutupi. Dia mengambil sesuatu dari kolong tempat tidur.
Lindy mengeluarkan sebuah koper tua yang dia bawa ketika pertama kali datang ke apartemen Rogue bersaudara. Baik Kay maupun Malvinn tak mencurigai isi koper tersebut. Mereka hanya berpikir koper itu berisi pakaian dan barang-barang pribadi Lindy.
Dengan tangan gemetar, Lindy membuka kunci kombinasi koper tersebut. Dia menyingkirkan baju-baju yang tertumpuk di atasnya hingga terpampang sebuah laptop dan sejumlah peralatan elektronik lainnya yang tersembunyi di dasar koper.
“Haruskah aku menggunakannya sekarang? Jika aku aktifkan, aku tidak bisa menjamin tempat ini akan tetap aman. Tapi, jika tidak segera kulakukan, aku mungkin akan mati lebih dulu dan informasi yang sangat penting serta berharga ini akan terkubur bersamaku.”
Lindy memejamkan mata sambil duduk bersimpuh di lantai. Koper yang terbuka berada di depan lututnya.
“Tidak punya tempat tinggal?” gumam Lindy dengan suara parau.
“Melihat tatapan mata orang-orang di klub paradise, aku tahu betul. Aku dan mereka hampir tak memiliki perbedaan. Kami sama-sama tak memiliki tempat untuk dituju dan tempat untuk ditinggali. Kami tak memiliki tempat yang bisa disebut sebagai rumah. Saat ini, harapan satu-satunya para mantan objek penelitian project Scard hanyalah distrik tanpa nama dan keempat pilar yang melindunginya.”
Seketika Lindy membuka mata dan ekspresi wajahnya berubah dari kesedihan menjadi tekad yang sangat membaja.
“Sudah saatnya aku membuat keputusan, bukan? Ini tidak lagi tentang diriku, tapi tentang mereka dan orang-orang yang dicintainya.”
***
“Saat ini, kekuatan keluarga Frey sedang terpuruk. Mereka baru saja kehilangan klub paradise dan orang-orang terkuat pilihannya. Sedangkan kondisi Marko, juga sama terpuruknya secara finansial. Para tentara Scrad yang melindungi mereka hanya orang-orang dengan berpangkat rendah.”
Orang kepercayaan Ramones sedang berdiri di ruang kerja Ramones. Mereka hanya berdua. Pria itu mengeluarkan pistol dari balik punggungnya.
“Nah, sekarang sudah saatnya, Bos. Kau harus menyerah dan meninggalkan organisasi ini padaku. Hanya tersisa Serikat Lili Hitam dan para tentara scardnya saat ini. Dan orang-orangku pun sudah bergerak ke sana untuk menghancurkan mereka semua.”
***
Catherine dengan dua rekannya meninggalkan serikat lili hitam. Ketika mereka berada di pintu keluar menuju distrik terlantar, Catherine melihat ada banyak sekali pembantaian besar-besaran pada rekan-rekannya.
“Apa-apaan ini? Siapa mereka itu?”
Catherine melihat para laki-laki dan perempuan berpakaian serba hitam dan bertato tribal di bagian punggung, sedang menyerang para anggota serikat lili hitam. Mereka sangat brutal. Seluruh anggota serikat dibantai tanpa ampun.
Catherine segera mengeluarkan belati kembarnya. Dia terlihat begitu kaget karena para rekan-rekannya dibantai bahkan hampir tanpa perlawanan.
“Tampaknya laki-laki dan perempuan bertato tribal itu sudah menyusup cukup lama ke dalam serikat,” ujar rekan Catherine.
“Aku sama sekali tak bisa melihatnya.” Catherine menyipitkan kedua matanya. Dia tak bisa melihat pergerakan si penyerang yang membantai para rekannya dengan begitu sadis.
“Ha ha ha….” Seorang gadis yang membawa sabit raksasa berlumuran darah berdiri di depan Catherine.
“Ini bahaya!” pekik Catherine. “Tampaknya mereka bukan bagian dari tentara Scard. Orang-orang ini sengaja didatangkan dari luar.”
Semuanya terjadi begitu cepat ketika gadis itu menyabetkan sabit raksasanya. Bahkan tanpa Catherine sadari, sabit sudah berada di atas bahunya.
Saat sadar, salah satu rekan Catherine sudah maju untuk melindungi Catherine. Punggungnya koyak oleh sabit raksasa itu.
“Tidak! teriak Catherine.
Dia seketika menjadi lambat dan gugup. Bahkan Catherine jadi tak bisa mengayunkan kedua belatinya.
“Cepat pergi dari sini!” bisik rekannya yang sekarat. “Mintalah bantuan dari luar. Masa depan kami ada di tanganmu, Catherine!”
Pria itu menahan ayunan sabit dengan kedua tangan dan punggungnya.
Catherine pun berlari sekuat tenaga dengan air mata yang beruraian. Dia tak pernah begitu ketakutan dan menggigil seperti seorang pengecut. Catherine tak pernah seperti itu sebelumnya.
Malvinn duduk berjaga di depan tangga apartemennya. Lindy tidak menyadari jika Malvinn berada di sana. Hanya Kay yang pergi untuk menyelesaikan urusannya. Pemuda memeluk pedangnya sambil menyesap bir yang sebelumnya dia beli.
“Kita lihat, siapa yang akan datang ke sini?” Malvinn menyeringai. Seakan dia tahu bahaya sedang menyebar di seluruh penjuru distrik.

Komentar Buku (123)

  • avatar
    Bangtogi

    bagus juga

    11/06/2025

      2
  • avatar
    AnnisaNur

    bagus banget

    30/05/2025

      0
  • avatar
    Nurashinichi

    ceritanya benar-benar bagus, runtutan ceritanya runut, tapi tidak terlalu bertele-tele juga, jadi tidak bosan untuk dibaca. terimakasih atas karya bagusnya, aku sangat menikmati alur cerita saat membacanya. recommended untuk dibaca.

    25/02/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru