logo text

Bab 57 Kembali Ingat

Vivi terbata-bata kala ingin mengucapkan jika pria yang menidurinya malam itu adalah Bara pria yang ada di hadapannya.
Bara meminta agar pelayannya pergi dari tempat tersebut, karena ia ingin berbicara serius dengan Vivi. Setelah semua pelayannya pergi baru Bara melanjutkan pembicaraan yang sempat tertunda tadi.
"Iya, pria yang meniduri kamu waktu itu adalah aku, Vi. pria yang sangat mengagumi kamu dari dulu," Ucapnya memberitahukan jika memang dirinya lah yang sudah tidur dengan Vivi.
"Dan bayi yang sedang kamu kandung itu anakku," sambungnya lagi mengakui jika bayi yang sedang di kandung oleh Vivi adalah darah dagingnya.
"Tidak! ini bukan anak kamu, tapi ini anakku dan Bang Al," ucap Vivi yang menolak pengakuan dari pria tersebut. ia bahkan tidak ingin pria yang ada dihadapannya menjadi ayah dari calon anaknya nanti.
"Terserah kamu, Vi. tapi saya hanya memberitahukan saja. jika akan itu akan saya. bukan anak dari suami kamu." ucapnya yang tidak peduli dengan penolakan dari wanita tersebut.
"Apa kamu punya bukti kalau kamu ayah dari anak ini, Hah!" tantang Vivi yang ingin bukti apakah benar pria itu ayah biologis dari anak yang sedang ia kandung.
"Aku bisa buktikan dengan tes DNA nanti, jika anak itu sudah lahir," ucap Bara yang akan melakukan tes DNA jika anak yang dikandung oleh Vivi sudah lahir.
"Bisa saja kamu memalsukan hasil tes itu," Vivi tetap kekeh dengan apa yang diucapkan oleh Bara. lalu Bara pun mengambil ponsel yang ada di sakunya lalu mencari beberapa bukti yang ia punya.
"Apakah video ini bisa membuktikan jika kau dengan aku pernah melakukan hubungan intim," ucap Bara sambil menunjukkan video yang ia ambil saat malam panas bersama dengan Vivi. wanita itu sontak Kaget dengan apa yang ditunjukkan oleh Bara.
Bagaimana bisa? pria itu mengambil video saat dirinya sedang mabuk. ia mengakui jika memang di dalam video itu adalah dirinya. Tetapi, ia sama sekali tidak mengingat bagaimana ia bisa seperti itu.
"Kamu pasti sudah mengedit video itu kan!" Vivi tetap tidak ingin mengakui hal tersebut ia tetap menyangkal.
"Terserah kamu saja, Vi. yang penting aku akan bertanggung jawab dengan apa yang sudah aku lakukan padamu," jawab Bara yang tetap dengan pendiriannya. Vivi mengerutkan keningnya bingung dengan apa yang diucapkan Bara.
"Tanggung jawab? maksud kamu apa?" tanya Vivi yang tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh Bara.
"Iya, aku akan bertanggung jawab dan akan menikahimu secepatnya," ucap Bara.
"Tidak! aku tidak akan menikah dengan mu, aku ini seorang istri dan tidak mungkin aku akan menikah dengan mu," jawab Vivi yang menolak hal tersebut mau bagaimana pun ia tidak bisa menikah dengan Bara karena ia sudah mempunyai suami.
"Vi, kamu dan suami kamu itu tidak saling cinta, dia lebih mencintai wanita di masa lalunya dibandingkan dengan kamu," ungkap Bara, pria itu memang sudah menyelidiki identitas asli dari Al dan siapa pria tersebut.
Ia bahkan mengetahui istri dari Dirga. jadi ia sangat tahu jika Dirga sama sekali tidak mencintai Vivi.
"Tidak mungkin! kamu pasti berbohong kan?" Vivi tidak percaya bagaimana Bara tahu jika suaminya mempunyai masa lalu dengan perempuan lain. apakah Bara juga tahu jika suaminya hilang ingatan.
"Vi, suami kamu itu sudah mempunyai keluarga, dan gara-gara kamu istrinya melahirkan tanpa didampingi oleh suaminya sendiri," jawab Bara. pria itu sebenarnya kasihan dengan Intan setelah mengetahui jika Intan melahirkan tanpa adanya suaminya.
"Tahu apa kamu tentang suami saya, Bara!" Vivi marah saat mendengar Bara membahas wanita lain yang menjadi istri dari suaminya Al.
"Aku tahu semua, Vi. tahu semua!" bentak Bara yang sudah tak terkendali lagi, Vivi sangat sulit diberi pengertian, ia tetap kekeh jika Al suaminya itu bukan suami orang. nyatanya memang Vivi yang sudah merebut Dirga dari Intan hingga pria itu lupa akan masa lalunya.
Vivi langsung menutup telinganya tak ingin mendengar apa yang dikatakan oleh Bara.
"Pergi! aku tidak ingin berbicara dengan kamu lagi!" Vivi mencoba mengusir Bara dari tempat tersebut. Bara yang melihat hal tersebut menjadi iba karena Vivi sepertinya sangat terpukul dengan kenyataan yang baru saja ia beritahukan tentang siapa suami dari Vivi sekarang ini.
Ia mencoba memeluk tubuh Vivi yang senang menangis terisak, ia mencoba menenangkan wanita tersebut, ia tidak mungkin membiarkan Vivi menangis seperti itu karena ia tidak ingin terjadi sesuatu kepada Vivi dan juga calon bayinya.
"Maafin aku, Vi. aku tidak akan membentak kamu lagi," ucap bara merasa menyesal dengan apa yang ia lakukan tadi, ia sama sekali tidak bermaksud untuk menyakiti perasaan Vivi dia hanya memberitahukan kebenaran yang ada. agar wanita itu bisa merelakan Dirga bersama dengan istrinya dan mau menikah dengan dirinya.
Di kediaman dokter Elif, wanita itu mencoba memberikan beberapa terapi untuk Dirga, agar pria itu cepat ingat dengan masa lalunya. ia berusaha sebisa apa yang ia bisa lakukan.
Saat Dirga di terapi, bayang-bayang tentang Intan mulai teringat oleh Dirga hingga membuat pria itu menyebut-nyebut nama Intan.
"Intan ... aku di sini, Tan." racaunya, pria itu belum sadar tetapi sudah ada beberapa hal ia ingat tentang Intan.
Dokter Elif berharap jika apa yang ia lakukan pada Dirga akan berhasil, melihat kemauan dari pasien sangat kuat untuk mengingat semua yang ia lupakan.
"Intan ... aku masih hidup, Tan," sekali lagi Dirga menyebut-nyebut nama wanita yang ia sangat cintai, keringat sudah membasahi keningnya karena Dirga bersih keras mengingat semuanya dan tak lama kemudian pria itu pun membuka matanya.
"INTAN!!" Teriak Dirga sambil membuka matanya, ia pun akhirnya sadar dari tidurnya. ia baru menyadari kalau dirinya tidak di rumah sakit melainkan dirinya sedang ada di suatu ruangan yang bahkan ia pun tidak tahu dimana dirinya.
Saat Dirga sudah sadar Dokter Elif pun langsung masuk ke ruangan tersebut, untuk mengecek kondisi Dirga. ketika dokter Elif masuk pria itu bingung karena setahunya dokter yang menangani dirinya di rumah sakit bukan wanita tersebut.
"S-siapa kamu?" tanya Dirga dengan terbata-bata pria ia masih mencoba untuk memulihkan kesadarannya. ia mencoba beranjak dari tempat tidurnya tetapi dokter Elif melarang dirinya untuk bangun.
"Jangan bangun dulu, lebih baik kamu istirahat dulu di sini," ucap Dokter Elif, Dirga pun tidur kembali di ranjang pasiennya lagi.
"Aku tadi bertanya, sebenarnya siapa kamu?" tanya Dirga yang masih belum tahu siapa wanita yang memakai jas dokter tersebut.
Saat Dokter Elif sedang memeriksa kondisi Dirga, tiba-tiba seorang pria masuk ke ruangan tersebut.

Komentar Buku (662)

  • avatar
    08Irzan

    anjay enak

    18/06

      0
  • avatar
    KorompotArianto

    Bagus banget

    28/12

      0
  • avatar
    Aditya NUGRAHA

    belum habis baca

    26/12

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru