logo text

Bab 4 Mimpi Buruk

Saat Zoya mulai kembali menulis dengan semua ide-ide yang datang secara tiba-tiba membuatnya sangat bersemangat. Sore itu saat ia memutuskan untuk berhenti bekerja , Zoya hanya bisa mengisi aktivitas di rumah dengan sibuk mengutak-atik laptopnya. Sementara laki-laki yang tidur di ranjangnya itu sedang tertidur pulas.
Zoya melihat ke arahnya dan semakin dekat memperhatikannya. Zoya seperti familiar dengan wajah ini tapi ia tidak tahu kapan pernah bertemu sebelumnya dengannya. Zoya berusaha mengingatnya , hanya saja ia tidak dapat menemukan jawaban. Ah, mungkin saja hanya kebetulan mirip dengannya.
Sebenarnya, Zoya masih ingin sangat tahu kenapa Reza dan manager tempat ia bekerja melakukan itu padanya.
Laki-laki ini, kenapa harus dia menjadi target mereka?
Zoya masih terus berpikir keras untuk hal itu, kalau ia di berikan kesempatan lagi untuk bertemu Reza , Zoya akan menanyakannya secara langsung.
"Apa yang kamu lakukan disini?"
Riko tiba-tiba membuka matanya dan melihat Zoya sedang berdiri menatap dirinya.
"Ah, itu, tadi saya hanay ingin memastikan kalau anda sudah tidur atau tidak." Jawaban Zoya refleks .
"Jangan bilang kalau kamu ingin membunuh saya, atau mungkin kamu sudah melakukannya?" Tuduh Riko tanpa bukti.
"Apa! Bagaimana mungkin saya membunuh di rumah saya sendiri, mungkin anda lupa kalau ini rumah saya!" Zoya tersenyum sinis.
Perkataan Zoya tadi seolah sedang mengingatkan Riko tentang posisinya di rumah itu saat ini, Zoya mengingatkan siapa pemilik dan siapa yang sedang menumpang di sana.
"Buatkan saya makanan, saya lapar!" Riko menyuruh seenaknya .
Meskipun Zoya merasa kalau Riko seenaknya dengan dirinya tapi ia tetap melakukan apapun yang Riko minta.
"Asalkan yang dimintanya bukan hal-hal aneh, saya akan melakukanya," kata Zoya dalam hati.
Tiba-tiba Zoya merasa merinding memikirkan dirinya saat ini tinggal satu rumah dengan seorang pria. Meskipun Zoya memiliki dua kakak laki-laki yang selama ini dekatnya, itu sebelum ia memilih untuk pergi dari rumah. Beberapa tahun yang lalu sebelum kakak tertuanya memutuskan untuk tinggal di luar kota dan kakak keduanya masih studi di luar Negeri. Zoya adalah anak bungsu yang sangat di sayang.
Hingga satu tahun terakhir ini, setelah papanya menikah dengan wanita lain. Wanita yang selalu ingin terlihat baik di dalam keluarganya itu membuat Zoya menjadi seorang anak yang pembangkang .
"Makanya sudah siap, ayo makan!" Zoya membawakannya makanan yang ia sendiri jarang untuk memakannya.
Ini demi kesembuhan pria itu, ia Riko harus segera sembuh agar ia cepat meninggalkan rumah kontrakan Zoya . Dengan mempertimbangkan banyak hal, Riko kembali memakan masakan Zoya yang sudah di siapkan untuknya .
Melihat Zoya hanya diam memandangi dirinya makan, Riko berhenti makan dan memberikan suapannya kepada Zoya. Tentu saja Zoya kaget karena ia merasa kalau Riko tidak harus seperti itu kepada dirinya.
"Em, aku sudah kenyang, aku tidak suka makan di waktu-waktu seperti ini, aku akan makan saat aku lapar di malam hari." Zoya mencoba untuk menolak makanan dari Riko.
Karena merasa di tolak, Riko pun melanjutkan makannya.
"Bukankah makan terlalu malam akan membuat seseorang menjadi gendut, kenapa kamu melakukannya?"
"Ah, saya tidak sama dengan wanita lain yang takut gendut, saya lebih mementingkan perut dari pada penampilan." Jawab Zoya asal.
Padahal dalam hatinya ia sangat takut jika sewaktu-waktu badannya yang ideal berubah menjadi seperti yang baru saja Riko katakan . Zoya tidak berani membayangkan hal itu , ia pun menutupi ketakutannya dengan senyum kecut di bibirnya.
"Em, semoga yang kamu bilang itu benar adanya." Riko memastikannya tanpa melihat ke arah Zoya.
Riko masih menyantap makanan yang Zoya buatkan untuknya. Ia lapar dan ingin segera sembuh, setelah ia makan , Riko kembali meminum obatnya dan harapan Zoya ia segera pergi dari rumahnya.
Seperti malam sebelumnya , Riko tidur di dalam kamar dan Zoya di ruang tamu, Zoya dengan segala pikiranya yang bercabang, sementara Riko tidur nyenyak di dalam kamar. Zoya tidak terlalu fokus dengan keberadaan Riko di rumahnya karena ia sebenarnya sedang memikirkan untuk mendapatkan pekerjaan secepat mungkin.
Jangan sampai ia tidak bisa membayar sewa untuk bulan depan, apalagi saat ini ia harus menghidupi pria yang ia tidak tahu identitasnya. Secara tidak langsung Zoya adalah wanita yang membuat Riko berada dalam situasi seperti ini. Tapi, Zoya juga sekaligus menjadi penolongnya . Seandainya malam itu Zoya tidak datang dan mengejarnya, mungkin saat ini Riko sudah masuk ke dalam perangkap seseorang.
Riko sudah mengetahui siapa yang menjadi dalang semua ini, satu Minggu yang lalu ia sempat menolak cintanya seorang anak pejabat di kota Yellow. Sepertinya Karin tidak terima dengan semua itu, Stefanie Karin nama lengkapnya. Ia telah mengatur semuanya. Keterlibatan ayahnya dalam sebuah kasus yang Riko sangat tahu kebenaranya itu membuat Karin ingin mendapatkan hati Riko . Dengan memiliki hubungan spesial dengan Riko maka semuanya akan lebih mudah .
Ternyata Riko tidak segampang yang Karin kira, kecantikan dan keseksian tubuhnya tidak bisa membuat seorang Riko luluh. Karin ingin melakukan cara yang licik untuk menjebak Riko masuk dalam perangkapnya.
"Jangan pergi ,Rik. Jangan pergi, Rik." Berulang kali Riko mengatakan hal itu di dalam tidurnya, ia telah mengigau dan saat Zoya mendengar hal itu, ia langsung masuk ke kamar dan membangunkan Riko.
Mimpi apa yang telah Riko alami, hanya ia yang tahu. Saat ia terbangun, Riko langsung memeluk Zoya . Keringat dingin di dahinya menjelaskan betapa lelahnya ia keluar dari mimpi buruk itu. Riko tidak sadar telah memeluk Zoya saat menemukan Zoya di sampingnya saat terbangun. Zoya mencoba memberikanya rasa nyaman , Zoya tahu kalau Riko bukanlah seseorang yang jahat, Zoya dengan ragu membalas pelukannya itu.
"Apakah anda sedang bermimpi buruk?" Pertanyaan Zoya tidak mendapatkan jawaban dari Riko tapi Zoya tahu bahwa diam Riko adalah iya baginya.
"Tenanglah, tidak ada yang baik-baik saja di dalam hidup seseorang, semua orang punya masalah hidupnya masing-masing."
Zoya yang merasa kalau dirinya juga sedang merasa di titik dimana hanya dirinya sendiri di dunia ini, kadang ia takut dan membuatnya mengalami mimpi buruk. Zoya memahaminya.
Baru kali ini Riko memeluk seorang wanita dan merasa sangat nyaman dengannya. Kalau Riko tidak mengontrol dirinya mungkin ia akan terus berada di sana, di pelukan Zoya. Riko tidak pernah ingin dekat dan mengenal wanita lebih jauh, ia telah mengatakan hal itu sepuluh tahun yang lalu.
Saat ia berumur 20 tahun, Riki , saudara kembarnya harus mengakhiri hidupnya karena seorang wanita yang ia cintai. Mereka pacaran saat di bangku SMA , saat itu hidup Riki menjadi lebih indah. Saat mereka kecil Riki dan Riko telah merasakan pahitnya broken home , mamanya pergi meninggalkan mereka karena laki-laki lain.
Saat Riki menemukan cinta masa SMA yang penuh dengan bunga-bunga asmara , Riki mulai merasakan indahnya hidup. Riko yang bersekolah di luar Negeri selalu mendengarkan ceritanya melalui email yang di kirimkan oleh Riki saat itu.
Betapa terkejutnya Riko saat semua media mengabarkan saudara kembarnya lompat dari atas gedung karena patah hati. Pacar yang selalu ia ceritakan saat itu telah meninggalkannya bersama dengan laki-laki lain. Ada sebuah penyesalan yang dalam Riko rasakan Sampai sekarang. Penyesalan yang membuat ia tidak pernah tenang selama hidupnya.

Komentar Buku (180)

  • avatar
    YanaLusi

    bagus

    24/09/2025

      0
  • avatar
    ResTy Matatula

    Ceritanya Bagus, menarik, Menghibur dan sangat menyentuh hati, banyak Cerita yang di ambil dari kehidupan nyata, dan bahkan Kita bisa tau dikehidupan ini kita sangat bahagia dan sangat menyakitkan. Di Kehidupan ini ada Orang yang baik dengan begitu tulus, ada juga yang baik karena kepura-puraan. Uang dan Harta juga dapat membuat orang menjadi Jahat, Iri hati dan dengki, Serahkan bahkan bisa membunuh Keluarga, saudara, bahkan orang yang dia cintai sekalipun.

    01/09/2025

      1
  • avatar
    akilallya

    BAGUSSS SEKALI

    29/06/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru