logo text

Bab 30 Pernikahan

Hari ini seharusnya menjadi hari paling bahagia antara Zoya dan Riko . Hari pernikahan yang membuat setiap orang akan menangis bahagia di hari itu. Namun, Zoya nampak murung dan di penuhi rasa bersalah kepada banyak pihak. Pernikahan palsu, iya, ini semua tidak seperti yang mereka semua kira. Zoya terpaksa melakukan semua ini karena ia tidak punya pilihan lain.
Mereka sudah sepakat untuk ini. Sedangkan Riko , ia seperti pengantin pada umumnya, merasa gugup karena ini yang pertama baginya. Selama ini jangankan untuk pacaran , dekat dengan seorang wanita saja ia tidak pernah. Masa lalu yang buruk membuat Riko tidak mudah memberikan hatinya kepada orang lain. Pernikahan settingan ini seperti benar-benar pernikahan sungguhan. Riko menatap Zoya seperti dia adalah wanita paling cantik di dunia. Sekalipun pernikahan itu tidak di hadiri oleh banyak orang tetap Riko merasa sangat gugup untuk peristiwa penting bagi dirinya. Riko terlalu penakut untuk mengakui perasaannya saat ini. Ingin rasanya ia mengatakan kalau ini pernikahan sungguhan kepada Zoya. Namun, Riko memilih bungkam. Ia tahu kalau Zoya tidak akan mau menikah secara resmi dengan dirinya dalam waktu yang sangat singkat. Ini seperti sebuah jebakan, iya, Riko menipulasi semua orang itu pikir Zoya . Padahal sebenarnya, Riko telah menipu dirinya . Sampai kapan pernikahan ini akan di jalani oleh mereka berdua ? pertanyaan yang mendominasi pikiran Zoya tapi ia tetap duduk di samping Riko tanpa protes.
Zoya , ia terlihat cantik dengan balutan gaun putih seperti seorang putri. Meskipun tidak ada senyum di bibirnya Zoya tetap terlihat sangat cantik. Kedua orang tuanya tidak datang. Hanya Alan yang datang tapi dengan perasaan kacau. Pernikahan ini sangat rahasia , sebenarnya apa tujuan Riko yang seorang CEO menikah dengan Zoya dengan acara pernikahan tertutup seperti ini, pikir Alan. Sebuah perasaan gamang yang hampir membuat dirinya meneteskan air mata. Sebenarnya ia tidak ingin datang kepernikahan Zoya. Alasannya karena ia kecewa dengan sikap Zoya yang tidak menghargai dirinya . Namun, Alan juga memiliki rahasia besar yang selama ini ia tutupi kepada Zoya . Alan akan menebus semua itu sekarang. Di saat orang lain bahagia melihat adik perempuannya menikah, Alan justru parah hati hebat atas semua yang terjadi di hadapannya kini.
Zoya andai ia tahu perasaan Alan kepada dirinya selama ini, mungkinkah ia tidak akan semudah itu menerima tawaran dari Riko untuk menikah . Semua sudah terjadi, Zoya telah berjanji akan membicarakan soal dirinya dengan Alan setelah pernikahan dengan Riko . Zoya duduk di samping Riko tapi pikirannya entah kemana. Ada beban yang ia pukul setelah ia merasa membohongi banyak orang dengan pernikahan palsunya hari ini.
Pernikahan mereka berjalan semestinya, satupun tidak ada kendala . Riko menatap Zoya lekat, wanita itu begitu cantik hari ini, hati Riko tidak bisa berbohong untuk itu. Zoya juga menatap Riko yang saat ini sudah menjadi suaminya. Andai ini sungguhan, Zoya pasti sangat bahagia. Entah kenapa Zoya berandai tentang pernikahan sungguhan dengan Riko. Padahal tanpa ia ketahui kalau sebenarnya pernikahan mereka memang benar-benar terjadi secara agama dan itu sah. Walaupun menurut hukum negara belum tercatat tapi Riko akan segera mengurus semua setelah urusan dirinya dengan Munhar selesai.
Banyak orang yang akan memanfaatkan Zoya saat mereka tahu kalau Riko yang terkenal menutup pintu hatinya kepada wanita itu melakukan pernikahan. Itu mengancam keselamatan Zoya. Zoya dengan balutan gaun putihnya berjalan ke arah Alan. Ada rasa tidak rela bagi Riko melihat Zoya menemui kakaknya. Riko tetap cemburu kepada siapapun. Trauma berat selama ini membuat Riko tidak pernah mau berbagi apapun yang ia miliki kepada siapapun.
"Kakak datang?" Kata Zoya lirih .
"Iya." Jawab Alan berlinang air mata.
"Zoya harap kakak tidak marah untuk semua ini."
Alan hanya terdiam mendengar permintaan Zoya . Alan ingin katakan kalau ia terluka tapi bibirnya kelu.
"Aku menunggu mu di dalam." Riko seolah tidak membiarkan Zoya berbicara terlalu lama dengan Alan.
Zoya yang tahu akan maksud Riko pun menjelaskan kepada Alan kalau ia akan menemui Riko ke kamarnya. Mau tidak mau Alan pun membiarkan Zoya menemui Riko.
" Apa kalian membicarakan hal yang serius?" Baru saja Zoya membuka pintu kamar , Riko sudah melontarkan pertanyaan kepadanya.
"Pembicaraan antara adik dan kakak laki-lakinya." Jawab Zoya singkat.
"Jangan bicara apapun kepada laki-laki selain aku!"
"Apa ada perjanjian itu sebelumnya?" Zoya tidak terima.
"Aku akan membuat perjanjian itu sekarang."
"Kalau begitu Anda juga tidak boleh bicara dengan wanita manapun." Zoya merajuk.
"Kau cemburu?" Pertanyaan Riko membuat Zoya terdiam.
"Cemburu? Tidak, kenapa harus cemburu?"
"Tidak tahu, kira-kira kenapa? tapi kamu berhak untuk itu."
"Ini hanya pernikahan settingan,Pak. Jadi, kenapa saya harus cemburu?"
"Bagaimana jika pernikahan ini sungguhan ?"
"Maksud Bapak?" Zoya bingung.
"Iya, Pernikahan ini sungguh benar-benar terjadi di antara kita, kita telah menikah secara agama. Tidak ada seorang pun yang mengatakan ini pernikahan palsu."
"Tapi bukankah Bapak bilang kita hanya akan menikah kontrak saja, lalu kenapa semua menjadi pernikahan sungguhan?" Zoya masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari Riko.
"Kita telah menikah dan jadilah istri yang baik." Riko meninggalkan Zoya yang masih mematung tidak percaya dengan semua yang terjadi.
Apakah dirimu telah di tipu? kenapa ia menjadi sangat bodoh. Jadi ia telah di jebak, ah, rasanya Zoya tidak terima dengan ending yang seperti ini.
Saat acara telah selesai dan semua orang sudah pulang. Zoya masih memikirkan perkataan Riko. Ada rasa bahagia juga takut kalau dirinya di permainkan. Semudah itu ia membuat semuanya menjadi nyata. Tapi, Zoya takut kalau Riko juga akan semudah itu pergi. Ia memiliki segalanya dan kekuasaan tidak ada yang tidak mungkin baginya, pikir Zoya.
"Kamu belum tidur ,Zoy?" Sapaan itu sangat akrab, Zoya hanya diam belum bisa berpikir dengan jernih.
"Apa yang kamu pikirkan, Sayang?"
Riko memeluk tubuh Zoya dari belakang.
Ada perasaan nyaman yang sulit di jelaskan.
"Aku akan ada untuk mu dalam keadaan apapun, percayalah!" Janji Riko.
"Aku tidak percaya kita benar-benar menikah."
" Aku mengubah keputusan ku saat aku menyadari kalau aku mencintaimu kamu, Zoy." Riko berterus-terang.
"Om Andre datang dan aku belum sempat memperkenalkan mu, besok kita akan jalan-jalan bersama, bisakah kita seperti pasangan suami istri?" Pinta Riko .
"Ini perintah atau permintaan?"
"Riko tersenyum, Zoya telah menyindir dirinya."
"Permintaan kepada seorang wanita yang sangat spesial."
"Baiklah, aku setuju."
Perjalanan masih panjang , Baca lanjutan cerita meraka di Pina Colada S2.

Komentar Buku (180)

  • avatar
    YanaLusi

    bagus

    24/09/2025

      0
  • avatar
    ResTy Matatula

    Ceritanya Bagus, menarik, Menghibur dan sangat menyentuh hati, banyak Cerita yang di ambil dari kehidupan nyata, dan bahkan Kita bisa tau dikehidupan ini kita sangat bahagia dan sangat menyakitkan. Di Kehidupan ini ada Orang yang baik dengan begitu tulus, ada juga yang baik karena kepura-puraan. Uang dan Harta juga dapat membuat orang menjadi Jahat, Iri hati dan dengki, Serahkan bahkan bisa membunuh Keluarga, saudara, bahkan orang yang dia cintai sekalipun.

    01/09/2025

      1
  • avatar
    akilallya

    BAGUSSS SEKALI

    29/06/2025

      0
  • Lihat Semua

Selesai

Rekomendasi untuk Anda