Di ruang kerja Riko , zoya hanya duduk diam memperhatikan Riko mengerjakan semua berkas yang ada di meja kerjanya. Ini terlalu berlebihan menurut zoya, ia hanya datang dan duduk sejak pagi tidak di suruh bekerja dan mengerjakan apapun oleh Riko. Zoya merasa bosan , pandangannya tidak beralih dari wajah Riko yang saat itu sebenarnya juga melihat zoya secara diam-diam. Riko tahu bagaimana perasaan Zoya saat ini, betapa ia merasa sangat bosan saat di suruh duduk tanpa bekerja apapun selain menyiapkan kopi dan makanan . Zoya ingin protes tapi apalah daya , Zoya bersyukur mendapatkan pekerjaan yang tidak semua orang beruntung berada di posisi dirinya saat ini. Zoya tidak bisa protes apapun kecuali menikmati rasa bosan dan ngantuknya . ZOya hanya duduk di sofa dan menunggu perintah dari riko. Riko melihat jam tanganya dan menutup laptop kerjanya. Zoya terlihat menahan kantuk yang membuat Riko sangat gemas oleh kelakuannya. " Kita ke rumah Oma setelah pulang dari kantor." Kata Riko sambil merapikan kancing jas nya. "Maaf Pak, em... apa saya boleh menemui kakak laki-laki saya setelah kembali dari rumah Oma Grace?" Zoya meminta izin dengan kepala tertunduk tidak berani menatap mata Riko. Zoya takut kalau Riko tidak akan mengizinkannya. " Temui dia besok ssetelah makan siang." Benar saja apa yang Zoya pikirkan, Riko tidaak mengizinkan Zoya menemui Alan. Entah kenapa Riko begitu membatasi Zoya untuk bertemu dengan orang-orang terdekatnya. Riko mengetahui apa yang Zoya tidak tahu selama ini. Riko tahu kalau Alan dan Zoya bukanlah saudara kantung. Alan menyembunyikan kebenaran yang selama ini ia tahu. Berkat tim independent yang di miliki oleh Riko, semua tentang Zoya dapat ia ketahui dalam beberapa hari saja. " Kemungkinan kita akan menginap disana karena Oma menginginkannya." Kata Riko lalu melangkah keluar ruangan, mereka akan ssegera meninggalkan kantor . " Apa ?" Zoya masih tidak percaya dengan apa yang baru saja Riko katakan kepadanya. Dengan terus mengikuti langkah Riko dari belakang, mereka kemudian masuk mobil dan seorang supir pun mengemudi mobil dengan kecepatan standar. "Apa kita akan benar-benar menginap disana?" Kata Zoya memastikan pekataan Riko . "Em." Jawab Riko singkat. Sepertinya Riko sedang memikirkan sesuatu yang tidak bisa ia katakan kepada Zoya saat ini. Ada perasaan bimbang Riko yang membuat ia terus terdiam , Riko sedang memikirkan jalan keluar dari kebohongan yang ia ciptakan . Riko edikit menyesa saat ia harus melibatkan Zoya dalam hal ini, saat ini Oma Grace benar-benar ingin melihat cucu satu-satunya itu segera menikah. Sedangkan Zoya yang polos tidak ingin pernikahan pura-pura ini sampai terjadi. Riko bimbang tapiia juga tidak ingin membuat Zoya membenci dirinya jika ia selalu mengatas namalkan semua ini dengan pekerjaan. Zoya terlalu baik, ia tidak seperti wanita yang lain, Zoya tidak seperti yang Riko pikirkan selama ini tentang wanita. Zoya mengubah penilaian buruk Riko kepada setiap wanita. Zoya yang tenang dan mandiri, ia sangat menggemaskan bagi Riko. Mobil mereka tiba di halaman rumah utama keluarga Alexander. Riko melangkaah dengan sejuta perasaan bingung di hatinya tapi laki-laki sehebat Riko, ia tidak ingin terlihat seperti itu di hadapan Zoya dan orang lain. Langkah kaki Riko terus melangkah ke kanan. Arah dimana kamar Oma Grace berada. Kedatangan mereka di rumah utama di sambut oleh para pelayan di rumah itu. Zoya hanya tersenyum dan sambil berjalan di belakang Riko. Tangan Riko membuka handle pintu dan Oma Grace langsung melihat ke arahnya. " Oma selalu mengatakan Riko keras kepala tapi Oma sendiri melakukanya ." "Oma it sudah tua jadi wajar saja kalau Oma sakit-sakitan. Yang tidak boleh sakit itu kamu, kalau pun kamu sakit setidaknya ada yang merawat kamu." Kata Oma Grace sambil melihat ke arah Zoya. "Oma, banyak pelayan di rumahini yang akan merawat ,Oma. Jangan kuatir , Riko akan menambah pelayan agar mereka sepenuhnya bisa merawat Oma dengan baik." "Tidak mau, Oma maunya menantu dan cicit, apa kamu tidak kasihan melihat Oma yang tua ini , sudah lama sekali Oma merindukan seorang bayi di rrumah ini." "Hem, iya Oma, Riko akan segera menikah dengan Zoya. Bisakah Oma berjanji untuk sembuh?" Deghhhhh...... Mata Zoya membulat menatap Riko dan jantung hatinya seperti di berdetak begitu kencang , Zoya kaget mendengar perkataan Riko yang baru saja selesai ia ucapkan. Rasa tidak percaya tapi Zoya tidak mungkin salah dengar. Oma Grace langsung tersenyum dan menggenggam tangan Riko. Riko tidak mudah berjanji, sekalinya berjanji, ia tidak pernah mengingkari janjinya. Oma Grace sudah mengenalnya dari kecil, Riko si pria keras kepala dan dingin ini akhirnya bisa mencintai seorang wanita yang saat ini ia bawa pulang ke rumah. " Oma, " Riko mencium tangan lembut yang sudah keriput iu. Ada rasa terharu di hati Zoya , lama rasanya ia tidak lagi merasakan kasih sayang seorang wanita . Wanita yang paling ia cintai dan mencintai dirinya melebihi apapun itu kini telah beristirahat di pangkuan tuhan. Tapi, perkataan Riko tadi masih tergiang di telinganya dan membuatnya seolah ingin segera memakan Riko hiddup-hidup. " Apa kalian akan menginap malam ini?" Kata Oma Grace sambil melihat ke arah Zoya. Zoya yang sepertinya bingung dengan jawaban apa yang akan ia berikan langsung menatap Riko seperti meminta bantuan untuk menjawab pertanyaan Oma Grace . " Iya, kita akan menginap malam ini, iya kan, sayang?" Perkataan Riko lebih membuatnya kaget lagi. Riko memanggilnya sayang di depan orang yang sangat berpengaruh dalam hidup pria yang yang sekarang adalah bosnya. Zoya hanya mengangguk tanpa berani bersuara apa lagi menolak. Setelah berbicara banyak dengan Oma Grace, Riko dan Zoya meninggalkan kamar Oma Grace karena sudah waktunya istirahat. "Pak, Bagaimana bis....." Riko menutup mulut Zoya takut suaranya terdengar sampai ke dalam kamar . Riko mmenarik tangan Zoya memasuki sebuah ruangan. Zoya dalam kendali Riko, kedua tangannya di genggam oleh Riko. Zoya yang merasa kalau Riko telah seenaknya kepada dirinyya melakukan perlawanan. Di dinding kamar itu tubuuh Zoya terkunci sehingga ia tidak bisa melakuakan apapun. Zoya berusaha melakuakn perlawanan tapi semua seprti sia-sia. Tangan Riko terlalu kuatt untuk ia kalahkan. "Apa yang ingin anda laakuakan?" "Saya tidak akan membiarkan kamu pergi seperti waktu itu, jangan mempermalukan ku di depan Oma, menginap lah disini dan sarapanlah besok bersamanya!" " Tidak mau, lepaskan!" Zoya mengambil kesempatan saat Riko lengah. "Saya mohon!" Kata Riko pelan hampir tidak bisa terdengar oleh Zoya. "Kenapa terus berbohong, bukankah hal itu justru menyusahkan bagi anda?" "Semua tidak akan susah jika kamu mau membantu." "Tidak, aku tidak ingin terlibat lebih dalam untuk menipu seorang." "Satu gelas Pina Colada mempertemukan kita, saya bisa saja menuntut kamu ke penjara atas kejadin itu dan denda seratus juta akan membuat kamu tetap berada di samping saya, menurutlah!" " Jadi sekarangg saya anda mamfaatkan?" "Silahkan laporkan saja, deenda seratus juta sekalian , bawa saja ke hukum agar saya masuk rumah sakit dan mati di sana. Sepertinya itu lebih menarik daripada harus membohongi orang lain." Zoy mersa kesal krena Riiko membahas tentang pritiwa yang sebelumnya mempertemukaan mereka. Zoyya berniat meninggalkan kamar itu. Namun, Riko menahan lankahnya, menarik tangan Zoya sehingga masuk ke dalam pelukanya. Riko memeluk Zoya dari belakang. Terasa jelas detak jantung Riko. Zoya merasa kalau Riko sedang tidak ingin di tinggalkan oleh dirinya. " Dia sangat berarti bagi saya, selama ini saya belum pernah membahagiakannya, saat ia melihat mu dia seperti sangat bahagia, saya tidak bisa mengtkan yang seebenarnya." Zoya faham dengan perkataan yang di maksud oleh Riko.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (180)
YanaLusi
bagus
24/09/2025
0
ResTy Matatula
Ceritanya Bagus, menarik, Menghibur dan sangat menyentuh hati, banyak Cerita yang di ambil dari kehidupan nyata, dan bahkan Kita bisa tau dikehidupan ini kita sangat bahagia dan sangat menyakitkan.
Di Kehidupan ini ada Orang yang baik dengan begitu tulus, ada juga yang baik karena kepura-puraan.
Uang dan Harta juga dapat membuat orang menjadi Jahat, Iri hati dan dengki, Serahkan bahkan bisa membunuh Keluarga, saudara, bahkan orang yang dia cintai sekalipun.
bagus
24/09/2025
0Ceritanya Bagus, menarik, Menghibur dan sangat menyentuh hati, banyak Cerita yang di ambil dari kehidupan nyata, dan bahkan Kita bisa tau dikehidupan ini kita sangat bahagia dan sangat menyakitkan. Di Kehidupan ini ada Orang yang baik dengan begitu tulus, ada juga yang baik karena kepura-puraan. Uang dan Harta juga dapat membuat orang menjadi Jahat, Iri hati dan dengki, Serahkan bahkan bisa membunuh Keluarga, saudara, bahkan orang yang dia cintai sekalipun.
01/09/2025
1BAGUSSS SEKALI
29/06/2025
0Lihat Semua