logo text

Welcome Back to TravelAnda

Satu minggu kemudian
“Welcome back to TravelAnda, Bu Daniela!” seru karyawan level manajer ke atas ketika Daniela menginjakkan kaki lagi di kantor TravelAnda.
Senyum lebar penuh kelegaan tergambar di paras tirus wanita itu. Setelah hampir enam bulan didepak dari perusahaan sendiri, akhirnya ia bisa menginjakkan kaki lagi di sini. Kebahagiaan karyawan yang sudah enam bulan ditinggalkan, tampak begitu nyata di netra cokelat kehijauan milik Daniela.
“Kami bahagia sekali Ibu kembali ke perusahaan. Peraturan yang dibuat Pak Julian bikin kepala kami pusing.”
“Benar, Bu. Apalagi disuruh naikin harga tiket. Imbasnya pengguna menurun.”
Keluhan demi keluhan sampai ke indera pendengarannya sejak acara penyambutan diadakan tadi pagi. Dia tidak menyangka kalau TravelAnda nyaris menghadapi krisis, baik keuangan maupun manajemen. Beberapa karyawan yang menduduki posisi penting ada yang resign.
Begitu mengetahui perkembangan berita kasus yang membelit Julian baik di media TV maupun online, mereka akhirnya kembali lagi ke perusahaan. Daniela tentu menerima kedatangan mereka dengan tangan terbuka.
“TravelAnda akhirnya hidup lagi, setelah ibu kembali.” Seorang karyawan tampak bahagia begitu atasan yang dikenal bijaksana dan tegas itu muncul lagi di perusahaan.
Tatapan dan senyum haru terbit di wajah Daniela mendengar sambutan sekaligus keluhan dari mereka. Dia tidak menyangka kalau para pekerja ini merasa kehilangan dirinya selama enam bulan belakangan.
“Makasih udah jaga TravelAnda dengan baik ya? Kalau bukan karena kalian, mungkin perusahaan ini udah runtuh saat saya nggak ada.”
“Kami tidak akan biarkan hal itu terjadi, Bu. Perusahaan ini dibangun dengan jerih payah Ibu. Saya salah satu saksinya,” tanggap salah satu tim IT yang mendatangi Daniela beberapa bulan silam.
Daniela menarik napas panjang, kemudian mengalihkan pandangan ke tempat suaminya berdiri. Hingga saat ini, Zayed masih berstatus sebagai asisten pribadinya. Sesuai dengan janji yang telah diucapkan, ia akan menyerahkan Trik Pintar Bercinta kepada sang Suami setelah mendapatkan lagi TravelAnda. Menurutnya, Zayed adalah orang yang tepat mengelola perusahaan itu.
Daniela akhirnya mendapatkan kembali TravelAnda, setelah Julian mengaku telah memalsukan dokumen. Pria itu juga mengatakan sudah memaksa Lilis menyelipkan kertas pengalihan harta. Alhasil perusahaan, rumah dan aset lain yang diambil alihnya kembali lagi ke tangan Daniela.
Bagaimana dengan kasus pembunuhan Lilis? Julian tidak mengakuinya. Dia menyangkal tuduhan yang dialamatkan. Hingga saat ini, polisi masih mencari pacar Julian yang diduga menjadi orang terakhir yang berkomunikasi dengan Lilis.
“Kalau gitu, saya ke ruangan dulu ya?” Daniela pamit kepada karyawannya, lalu beranjak ke ruangan CEO TravelAnda. Sementara Zayed melangkah di samping wanita itu, seperti biasa.
Langkah Daniela berhenti tepat di depan meja yang biasa dihuni Lilis. Masih lekat dalam ingatan, bagaimana wanita itu berdiri sebelum menyapanya.
“Selamat pagi, Bu Daniela. Wajah Ibu cerah sekali.”
“Wah, Ibu kelihatannya bahagia. Apa yang terjadi?”
Berbagai kalimat sapa dan pujian kerap dilontarkan wanita berusia tiga puluhan tersebut, ketika Daniela tiba. Lilis tidak hanya dianggap sebagai sekretaris, tapi juga adik. Tidak heran jika ia merasa marah saat tahu wanita itu meninggal dengan cara yang keji.
Zayed yang sejak tadi mengamati, hanya bisa merangkul bahu Daniela seraya mengusap lengannya. Dia tahu apa yang ada di pikiran sang Istri sekarang. Apalagi jika bukan teringat dengan almarhumah sekretarisnya.
“Sebelum kamu resign, tolong carikan aku sekretaris baru, Zay,” pinta Daniela kembali melanjutkan langkah menuju ruangan CEO.
“Baik, Bu,” sahut Zayed.
Zayed berjalan di depan, kemudian membuka pintu agar Daniela bisa masuk. Setelahnya mereka melangkah memasuki ruangan bersama-sama.
Pandangan netra cokelat kehijauan Daniela beredar di ruangan yang pernah ditinggalkan enam bulan terakhir. Tangannya bergerak menyentuh dinding, lalu berpindah ke sandaran sofa dan berakhir di meja kerja. Semua masih sama, tidak ada yang berubah.
“Akhirnya aku balik lagi, Sayang,” ucapnya mengulurkan tangan ingin memeluk sang Suami.
Zayed melangkah cepat ke dekat istrinya, lantas menenggelamkan tubuh ramping itu ke dalam pelukan.
“Aku nggak lagi mimpi, ‘kan?” isaknya tepat di dada Zayed.
Pria itu menggeleng di atas kepala istrinya. “Ini kenyataan, Sayang. Usaha kamu ambil lagi TravelAnda akhirnya terwujudkan.”
Kalimat syukur meluncur berkali-kali dari sela bibir Daniela. Dia benar-benar tidak menyangka Tuhan Maha Baik kepadanya. Setelah memberikan suami yang mencintai dengan tulus, Tuhan juga menitipkan janin yang bersemayam di rahimnya dan kini mengembalikan TravelAnda.
“Makasih udah temani aku di saat susah, Zay,” ucap Daniela mendongakkan kepala. Senyum haru tergambar di parasnya.
“Makasih juga udah mau terima aku apa adanya,” balas Zayed memberi kecupan di bibir istrinya.
Daniela beranjak menuju sofa, lantas duduk di sana. Senyuman masih betah menghiasi wajah tirusnya. Dia meraih tangan Zayed, sebelum bersandar di pundak lebar tersebut.
“Minggu ini terakhir kamu jadi asisten pribadiku,” kata Daniela menaikkan pandangan ke atas, sehingga bisa melihat raut bingung di wajah pria itu.
“Aku ‘kan udah bilang. Kalau TravelAnda jatuh ke tanganku lagi, kamu yang handle Trik Pintar Bercinta.”
“Aku?”
“Iya. Siapa lagi?”
Zayed menggeleng keberatan. “Aku belum pengalaman, Sayang.”
“Kamu bisa.”
“Kalau nggak sesuai harapan gimana?”
Daniela berdecak pelan. “Masih ada aku kok. Kamu ‘kan bisa tanya-tanya dan diskusi.”
“Ayo dong, Sayang. Aku nggak bisa double role. Ada TravelAnda dan BlueDoorz yang aku handle loh,” sambung Daniela membujuk suaminya, “sebentar lagi Zayed junior juga lahir. Nggak bisa aku rangkap jabatan, tiga sekaligus.”
Tangan wanita itu menepuk pelan dada Zayed yang dilapisi kemeja abu-abu. “Kamu ‘kan lulusan Manajemen Bisnis. Bisalah handle perusahaan baru.”
Zayed memejamkan mata beberapa detik, sebelum mengangguk. “Oke. Tapi kamu harus bantu aku dari belakang.”
“Deal!” Daniela tersenyum lega. “Minggu depan udah serah jabatan. Bulan depan Trik Pintar Bercinta pindah ke sini. Aku akan siapkan kantor buat kalian.”
“Di sini?”
Daniela mengangguk membenarkan. “Biar kita satu gedung. Kasihan kamu harus bolak-balik anter dan jemput aku.”
“Oke. Semua terserah sama kamu aja.”
“Makasih, Suami.” Wanita itu menegakkan tubuh, lantas melingkarkan tangan di pinggang Zayed. “Tambah cinta deh.”
“Aku juga, Dan. Beruntung punya istri kayak kamu.” Pria itu memberi kecupan di puncak kepala istrinya.
“Sayang. Aku pengin jual rumah deh.” Daniela mengubah posisi kepala dengan dagu menempel di pundak Zayed.
Setelah berpikir, ia memutuskan untuk menjual rumah yang pernah dihuni dengan Julian. Dia ingin memulai hidup baru, di tempat yang baru juga bersama Zayed, tanpa ada bayang-bayang mantan suaminya.
“Kenapa?”
“Pengin suasana baru aja. Kamu ada saran nggak mau cari rumah di daerah mana?”
“Pondok Indah gimana? Biar dekat dengan kantor,” usul Zayed membuat wajah Daniela cerah lagi.
“Oke. Nanti kita cari bareng-bareng ya? Kamu yang pilihkan,” tanggap wanita itu antusias.
Mereka berdua terdiam selama lima menit. Hanya tubuh mereka yang saling menyalurkan kehangatan satu sama lain.
“Kasus Om Alam gimana?” tanya Daniela memecah keheningan.
“Kak Qory bilang sebentar lagi mau dipanggil sama kantor Pajak dan PPATK dulu.” Zayed menarik napas berat. “KPK (Komisi Pemberantas Korupsi) juga akan panggil dia segera.”
“Ada kasus apa?”
“Pembangunan wisma atlet, biasa proyek pemerintah.”
Daniela kembali merebahkan kepala di pundak Zayed seraya mengusap punggung suaminya. “Sabar ya. Mungkin itu yang terbaik buat Om Alam.”
“Semoga dia sadar kalau apa yang dilakukannya salah,” komentar Zayed setelah menarik napas berat.
Dering ponsel menyela pembicaraan suami istri tersebut. Daniela merogoh saku blazer dan melihat nama si penelepon. Pandangannya beralih kepada Zayed sebelum menunjukkan layar ponsel.
Bersambung....

Komentar Buku (109)

  • avatar
    AjaYuni yuni

    janda merasakan

    03/08/2025

      0
  • avatar
    AndikDikayul

    bagus bangetttt

    24/06/2025

      0
  • avatar
    Jihan Anggita

    Bagusss

    23/06/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru