Beranda/Janda Meresahkan/
Ancaman
Suasana terasa canggung begitu Reza memasuki flat yang dihuni Daniela. Pandangannya masih tertuju kepada Zayed yang berjalan di depan mengenakan celemek, seperti akan memasak. Tak hanya celemek yang membuatnya bingung, tapi pakaian rumah yang dikenakan pria itu. Baju kaus oblong dan celana pendek sedikit di bawah lutut. Penampilan Zayed dinilai terlalu santai untuk berkunjung ke rumah atasan. Lagi pula, mana ada karyawan yang bertandang ke rumah bos hingga menjelang malam.
Zayed yang tahu arti kebingungan Reza langsung mendekati istrinya yang berdiri menyambut pria itu datang. Dia meraih pinggang ramping Daniela, sebelum melabuhkan kecupan di keningnya.
“Aku lanjut masak dulu ya,” katanya sebelum mengalihkan pandangan ke arah mantan pacar sang Istri.
Kelopak mata Reza membeliak kaget atas apa yang baru saja dilihat. Zayed menyentuh pinggang Daniela dan mengecup keningnya? Apa hubungan mereka berdua? Itulah pertanyaan terbesar yang muncul di benak lelaki bertubuh besar dan atletis tersebut.
“Duduk dulu, Za,” anjur Daniela membuat pria itu terkesiap. Senyum aneh tergambar di paras tirusnya saat menangkap reaksi tak biasa dari Reza.
Tanpa menjawab dengan kata-kata, Reza langsung duduk di sofa single. Pandangannya kembali beralih kepada Zayed yang berjibaku di dapur. Pria itu tampak menguasai dapur, seakan telah lama menjadi penghuni flat ini.
“Kamu kaget ya lihat Zayed ada di sini?” tanya Daniela menerka isi kepala mantan pacar tiga bulannya.
Perhatian Reza tersita dengan pertanyaan yang diajukan Daniela barusan. Dia menoleh ke tempat tuan rumah duduk. Perlahan rambut yang dikuncir itu bergerak ke atas dan bawah.
“Tidak menyangka kalau asisten kamu kerja sampai di rumah juga, Dan,” jawab Reza berusaha tidak memperlihatkan raut cemburunya.
Sejak bertemu lagi dengan Daniela di lift, Reza sudah tertarik. Siapa yang tidak menyukai seorang Daniela Jovanka? Wanita berparas blasteran, anggun, pintar dan berkharisma luar biasa. Perasaan yang dulu pernah terhenti, kembali mengalir saat perjumpaan pertama mereka.
Apalagi setelah mengetahui wanita itu menjanda. Reza bahkan tidak ambil pusing dengan kegagalan dua pernikahan Daniela. Yang ia tahu, ia telah jatuh hati kepada wanita itu.
Meski demikian, pria itu belum bisa menyatakannya. Pekerjaan di bagian Satuan Reserse Kriminal membuat waktu Reza tersita banyak. Apalagi sekarang ada kasus besar yang sedang ditangani. Dia berencana untuk mengajak Daniela makan malam, setelah berkas kasus Lilis dilimpahkan ke kejaksaan. Pada saat itulah, ia akan melamar wanita tersebut.
Apakah keinginan itu akan terwujud setelah mendengarkan perkataan yang diucapkan Daniela berikut?
“Aku dan Zayed udah nikah, Za,” ungkap Daniela membuat Reza terkejut bukan main. Wanita itu bisa melihat sorot kecewa di tatapannya.
“Ma-maksud kamu?”
“Zayed suamiku. Kami nikah bulan lalu. Dadakan sih, karena Mama Zayed lagi sakit,” jelas Daniela hati-hati.
Kecemburuan Zayed ternyata beralasan. Kini Daniela baru tahu kalau Reza masih menyimpan rasa terhadapnya. Tampak jelas dari bagaimana reaksi pria itu sekarang. Undangan makan malam yang pernah dilontarkan sebelum ini, pasti punya tujuan tertentu.
Tilikan netra cokelat Daniela masih tertuju kepada Reza. Pria itu mengusap keras wajah, sehingga rona merah muncul di sana.
“Jangan bercanda, Dan. Kamu dan Zayed?” Reza tertawa pilu. “Tidak mungkin.”
Daniela tersenyum kecut. Dia tidak bisa menyalahkan Reza, karena orang-orang pasti akan bereaksi serupa. Bagaimana tidak, selisih usianya dengan Zayed terpaut sangat jauh. Lebih cocok sebagai keponakan.
“Daniela nggak bercanda, Pak. Kami emang udah nikah bulan lalu,” sela Zayed ketika meletakkan satu cangkir kopi untuk Reza dan satu cangkir teh untuk istrinya.
Reza menarik napas berat, sebelum tersenyum lebar. “Itu namanya cinta, ‘kan? Cinta itu buta dan kadang tidak ada logika,” komentarnya seraya mengulurkan tangan kepada Zayed.
“Selamat atas pernikahan kalian,” ucapnya berbesar hati meski remuk. Reza tidak ingin membuat hubungan baik di antara mereka menjadi rusak, karena perasaan sepihaknya.
“Makasih, Pak Reza,” balas Zayed menyambut uluran tangan pria itu. Ada kelegaan di hati pria ini. Setelah tahu ia dan Daniela telah menikah, tentu saja Reza akan menjaga jarak aman.
“Wah! Aku kalah dari kamu, Dan. Satu Pun belum ada,” seloroh Reza berusaha mencairkan lagi suasana.
“Kamu sih terlalu sibuk kerja, Za. Sekali-sekali liburan sana. Kali aja ketemu sama jodoh.” Daniela berdecak seraya geleng-geleng kepala.
“Nasib jomlo, Dan. Selalu jadi sasaran rekan kerja kalau lagi ada kasus. Suka dimintai bantuan pas akhir pekan,” timpal Reza garuk-garuk kepala.
“Kalau gitu, saya kembali ke dapur dulu, Pak. Biasanya Daniela yang masak, tapi karena lagi hamil muda harus banyak istirahat dulu,” celetuk Zayed sebelum kembali lagi ke dapur.
“Hamil?” Kebingungan lain hinggap di hati Reza.
“Langsung isi habis nikah, Za. Baru enam mingguan,” jelas Daniela sebelum Reza salah paham.
Walau masih heran, pria itu hanya bisa manggut-manggut. “Oh ya. Fokus lagi ke tujuanku datang ke sini. Sebelumnya ini aku bawa makan malam.”
“Maaf, hanya dua porsi karena tidak tahu ada asisten kamu, ehmm, maksudnya suami kamu di sini,” tambah Reza meletakkan makanan yang dibawa tadi.
“Bisa kita makan dulu sebelum dengarkan rekamannya? Aku belum makan dari siang,” desisnya lagi sedikit malu.
Daniela mengangguk semangat, kemudian melihat Zayed yang sudah berada di dapur. “Sayang, makan dulu sini yuk! Aku nggak habis nih sendiri.”
“Sebentar,” sahut Zayed melepaskan celemek yang dikenakan. Tak lama kemudian, dia bergabung di sofa.
Ternyata Reza membawa dua porsi mie ayam kesukaan Daniela.
“Masih ingat aja aku suka makan mie ayam, Za.” Daniela tersenyum lebar melihat isi kotak styrofoam berisi mie ayam dan kuah yang dibungkus plastik.
Reza garuk-garuk kepala seraya nyengir kuda. “Kebetulan aja sih, Dan.”
Sejujurnya, Reza masih ingat semua yang berkaitan dengan Daniela. Makanan kesukaannya, lagu favoritnya, hingga warna yang disukainya. Walau pacaran selama tiga bulan dan hanya cinta monyet, tapi sangat berharga bagi pria itu. Andai ayahnya tidak dipindah tugaskan ke daerah lain, tentu ia tidak akan melepaskan Daniela sampai kapanpun.
Suasana di flat mendadak hening, ketika ketiga orang tersebut menikmati mie ayam yang dibawakan Reza. Daniela dan Zayed berbagi sama rata, agar bisa menenangkan cacing yang kelaparan di dalam perut. Lagian, wanita itu juga tidak bisa menghabiskannya sendiri, karena porsi yang banyak.
Begitu mie ayam tandas, mereka kembali fokus membahas siapa pria misterius yang menghubungi Lilis. Reza mulai menyalakan rekaman pembicaraan melalui telepon. Sementara Daniela mulai memfokuskan pendengaran, agar bisa mengenali suaranya.
“Kenapa kamu resign sekarang? Itu bisa bikin orang curiga,” kata suara pria yang terdengar sedikit lembut, meski berlagak tegas.
Mata Daniela terpejam coba mengingat lagi di mana pernah mendengar suara tersebut.
“Saya tidak ingin lagi terlibat, Pak. Cukup sekali mengkhianati Bu Daniela. Saya sudah tidak sanggup lagi.” Kali ini Lilis yang berbicara.
Daniela nyaris meneteskan air mata terkenang sekretaris yang tidak pernah mengeluh tersebut. Beruntung Zayed dengan cekatan mengusap punggungnya pelan. Seperti biasa, pria itu mampu menenangkan perasaannya.
“Kamu pikir bisa lepas tangan begitu saja. Hah?!! Di mana kamu sekarang?”
Reza menekan tombol jeda sebelum mengajukan pertanyaan. “Ini suara Julian?”
Wanita itu menggeleng dua kali. “Bukan. Suara Julian nggak begini di telepon.”
Pria itu mengusap keras dagu. “Kenapa mereka bahas masalah dokumen itu?”
Bola mata Daniela terangkat ke atas mencoba berpikir siapa lagi yang tahu mengenai dokumen ini. Lebih tepatnya siapa orang yang mungkin terlibat lagi dalam pengalihan hartanya.
“Trus rencana kamu ke depan apa, Beib? Kapan mau ceraikan dia?”
“Aku udah nunggu tiga tahun, Beib. Masa disuruh tunggu lagi? Kurang sabar apa coba?”
Dialog yang diucapkan kekasih Julian lima bulan lalu kembali terngiang di telinga. Daniela mencoba mencari persamaan dari cara bicara dan suara kedua orang itu.
“Pasangan gay Julian!” serunya tanpa ragu lagi, “gaya bicara mereka mirip. Suara juga ada kemiripan, Za. Aku yakin, dia pasti tahu rencana Julian untuk ambil alih perusahaan dan hartaku.”
“Kamu yakin, Dan?”
Daniela mengangguk yakin. “Yakin banget.”
“Emang sih aku nggak lihat wajahnya, tapi postur badan mereka hampir sama. Berisi dan nggak tinggi,” sambung Daniela lagi setelahnya.
Reza manggut-manggut, sebelum mengantongi ponsel lagi. “Kalau gitu aku harus balik ke kantor lagi. Setelah datanya ketemu, segera cari keberadaannya,” cetusnya seraya berdiri.
Pria itu tersenyum kepada Daniela dan Zayed. “Sekali lagi selamat atas pernikahan kalian dan kehamilan kamu, Dan.”
Reza menepuk pundak Zayed yang sudah berada di posisi berdiri. “Jaga Daniela baik-baik. Jangan sampai bikin dia nangis, kalau tidak ….” Dia maju satu langkah, lalu berbisik ke telinga pria itu. “Aku masih mau jadi yang keempat.”
Rahang Zayed auto mengeras karena perkataan Reza. “Tenang saja, Pak Reza. Saya akan jaga Daniela sepenuh hati,” tanggapnya merangkul lembut bahu Daniela.
“Bagus. Kalau begitu, aku balik ke kantor dulu, Dan,” pamit Reza tersenyum singkat.
Zayed ikut izin mengantarkan Reza menuju lift. Sedangkan Daniela memilih tinggal di dalam flat, karena mendadak malas berjalan ke luar. Suara pesan masuk menyita perhatian wanita itu. Dia segera mengambilnya dari atas meja.
“Julian?” gumamnya membaca nama si pengirim di notifikasi pesan. Daniela langsung membuka pesan dari mantan suaminya.
Si Kampret: Puas kamu bikin aku jadi buronan? Sampai kapanpun, perusahaan itu nggak akan pernah kembali ke tanganmu!
Si Kampret: Batalkan laporanmu, atau kamu akan menyesal seumur hidup. Aku tidak akan segan-segan menghabisi nyawamu, Daniela!!
Pesan ancaman yang diterima mampu membuat tubuh Daniela gemetar. Tilikan matanya tertuju ke arah pintu flat yang tertutup. Jika Julian mengancam seperti ini, ada kemungkinan pria itu terlibat dalam pembunuhan Lilis. Artinya, ia juga tidak ragu menghabisi nyawa mantan istrinya.
Bersambung....Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (109)
Share
Bab-bab Terkait
Bab Terbaru
janda merasakan
03/08/2025
0bagus bangetttt
24/06/2025
0Bagusss
23/06/2025
0Lihat Semua