logo text

Bab 73 Bertemu Pelayan Jelek

Di ruang tamu yang sangat luas itu, Yuan Louis dan Darwis duduk bersama sambil sesekali Darwis bertanya tentang kabar kecelakaan Elyana.
Walau masih tidak percaya dengan apa yang terjadi sekarang, namun, Darwis mulai yakin ketika melihat putranya—David turun dari lantai dua dan berjalan menghampiri mereka berdua di ruang tamu.
Ketika mereka bertatapan, terlihat kening David mengerut, terlihat heran menyadari ayahnya sudah ada di rumah ini.
"Ayah? Sedang apa Ayah di sini?" tanya David sebelum berjalan ke arah mereka.
"Dasar anak bodoh! Mengapa tidak memberitahuku kau pergi ke kota Lyon? Jika kau memberitahuku sejak awal, mungkin kita bisa pergi bersama," jawab Darwis dengan menebalkan muka. Seolah dirinya adalah seorang ayah yang baik, yang sangat sayang kepada David dan menantunya—Elyana.
David tidak menjawab. Ia berjalan mendekat dan duduk di sofa kosong yang ada di sana.
Sambil duduk, David sambil terus memperhatikan ayahnya. Ia merasa heran, mengapa ayahnya sampai datang ke kota Lyon? Padahal, dia sangat tidak suka dengan hubungannya dengan Elyana. Bahkan, Darwis rela mengusirnya dari perusahaan gara-gara dirinya tidak bisa melepaskan Elyana.
Tapi sekarang, ayahnya susah ada si rumah ini.
Siapa yang memberitahu alamat rumah Elyana?
Sebelum Darwis berbicara lagi, terdengar Yuan Louis berkata dengan nada marah pada menantunya, "Aku akan memaafkanmu jika kau bisa menemukan cucuku dengan selamat, bagaimanapun kondisinya!"
Yang terpenting adalah ... cucunya bisa ditemukan dalam keadaan selamat, tidak mati ataupun menghilang tanpa bisa ditemukan. Yuan Louis akan memaafkan pria itu.
"Baik! saya mengerti!" jawab David dengan penuh penyesalan.
Ia menyesal karena dirinyalah penyebab kecelakaan Elyana. Jika bukan karena mereka sedang melakukan panggilan telepon, mungkin mobil Elyana tidak akan ditabrak oleh mobil besar itu. Jika bukan karena Elyana marah pada David, mungkin wanita itu tidak akan pergi ke kota Lyon dengan mengendarai mobil Rosyana.
David terus menyalahkan dirinya sendiri. Merasa bersalah pada Yuan Louis, Elyana dan juga bayi kembar yang ada di dalam perut wanita itu.
"Baiklah! Kalian bisa lanjut mengobrol, aku permisi dulu. Mau istirahat, kepalaku terasa pusing!" lirih Yuan Louis dengan lemah, tidak lagi sekeras tadi pada saat berbicara pada David. Yuan Louis merasakan kepalanya sakit dan sangat pusing.
Lalu Yuan Lois bangkit berdiri. Bersiap untuk pergi ke kamarnya.
Darwis yang ada di sampingnya hanya terdiam sambil menatap putranya dan Yuan Louis. Tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan sekarang.
"Biar saya bantu!" David segera berdiri, berniat untuk membantu kakek Elyana berjalan ke kamarnya.
Namun, ketika David menggandeng tangan pria tua itu, Yuan Louis segera menepis tangan David.
"Tidak perlu, aku bisa sendiri!"
Yuan Louis enggan untuk menerima bantuan dari pria itu. Rasa kesal dan marahnya karena kecelakaan yang dialami oleh Elyana, masih sangat terasa di hatinya. Ia sangat membenci David untuk saat ini.
David pun segera melepaskan tangannya, tidak lagi membantu Yuan Louis karena dia menolaknya.
David hanya terdiam di tempat sambil melihat Yuan Louis berjalan meninggalkan dirinya dan juga Darwis. Pria tua itu naik ke lantai dua dengan jalan yang sangat pelan karena kaki dan seluruh tubuhnya terasa sakit.
***
Berita tentang pencarian nona kedua dari keluarga Louis segera tersebar di seluruh kota, terutama di kota Lyon. Tanda terima kasih yang dijanjikan oleh keluarga Louis sebanyak lima juta dolar bagi siapa saja yang berhasil menemukan nona kedua, sangat menggiurkan bagi semua orang. Semua orang berbondong-bondong pergi ke setiap rumah sakit hanya untuk mencari pasien wanita yang mengalami kecelakaan. Berharap, salah satunya salah Elyana.
Tidak terkecuali dengan Alex dan keluarganya di kota Paris. Ia juga mendengar pengumuman itu dan berniat untuk mencari nona kedua di keluarga Louis.
Hari ini, Alex berencana untuk pergi ke rumah sakit mencari pasien wanita yang tidak diketahui identitasnya. Berharap, dengan cara ini dirinya bisa menemukan nona kedua yang sedang dicarinya.
Dengan mengendarai mobilnya, Alex mendatangi satu persatu rumah sakit untuk mencari nona kedua keluarga Louis yang bernama Elyana, sesuai dengan apa yang diucapkan oleh orang yang membuat pengumuman itu.
Hingga sudah lima rumah sakit yang Alex datangi, juga sudah pergi ke IGD untuk mencari korban kecelakaan, namun tidak ada yang sesuai dengan apa yang ia cari. Alex hampir putus asa dengan hal itu.
"Apakah Nona Kedua itu selamat dalam kecelakaan? Jika wanita itu mati pada saat kecelakaan, seharusnya ada mayatnya di sekitar lokasi kejadian, kan? Dan ini ... sama sekali tidak!"
Alex yakin, bahwa Nona Kedua itu masih hidup.
Ketika Alex pergi ke rumah sakit yang ke enam—yang terletak di ujung kota Paris perbatasan antara Paris dan Lyon, Alex memasuki ruang IGD rumah sakit itu. Di sana ada hanya pasien yang sedang dirawat, namun kebanyakan dari mereka adalah pria.
Ketika ia berjalan ke ujung ruangan, ada seorang wanita yang berbaring lemah dengan beberapa luka di wajah dan tangannya. Terlihat wanita itu begitu lemah dan pucat.
Para dokter tidak berani menangani pasien ini lebih lanjut karena orang yang mengantar pasien ini sudah pergi. Tidak ada kartu identitas apapun yang dibawa oleh wanita itu, sehingga menyulitkan para dokter untuk mendata pasien tersebut. Bahkan, ponsel wanita itu pun tidak ada. Jika ada ponsel, pihak rumah sakit bisa segera menghubungi anggota keluarganya. Dan pasien wanita ini bisa segera ditangani.
Ketika melihat pasien wanita itu, Alex awalnya sangat ragu. Namun ... ketika ia mendekat dan melihat wajahnya dari dekat, Alex sungguh terkejut. Ia terdiam sejenak untuk mulai mengingat sesuatu.
"Asih, sial! makinya ketika ia sudah mengingat wajah jelek itu. "Bukannya menemukan nona kaya, malah menemukan nona miskin sepertimu! Sungguh sangat sial hidupku jika terus bertemu denganmu!"
Wanita ini adalah Elyana ... wanita yang merebut suami anaknya—Isabel. Tentu saja Alex tidak akan mempedulikan wanita miskin itu.
Alex benar-benar tidak mempedulikan wanita itu. Ia berpura-pura tidak mengenal dan berpura-pura tidak melihat. Ia bergegas pergi dari ruangan itu.
Namun, ketika baru dua langkah Alex berjalan, tiba-tiba tangannya ada yang memegang. Tangan yang dipegang terasa dingin dan ada banyak bercak darah.
"To-long!" lirih Elyana dengan lemah. Matanya tertutup, namun bisa merasakan kehadiran Alex dari suara makiannya tadi.
"Tu-Tuan ... tolong sa-saya!" Ia memohon dengan susah payah. Tangan satunya lagi terlihat mengelus bagian perut.
Alex mendengarnya, juga melihatnya. Ia segera menghempaskan tangan wanita itu.
Dengan sinis ia berkata, "Apa balasan jika aku menolongmu, hem? Apa kau bisa mengembalikan semua yang telah kalian ambil?"
"Haha! Itu tidak mungkin!" cibirnya dengan tawa yang penuh kepuasan.
Ia seperti orang gila yang sedang bernegosiasi dengan orang yang sedang sekarat.
Alex berdiri tegak dengan kedua tangan di pinggang. Berkata dengan penuh sindiran, "Bahkan, sekarang Tuan Muda David sudah diusir dari perusahaan! Bagaimana bisa kalian menolongku untuk mengembalikan perusahaan Danu?"
"Tapi ... jika setelah sembuh nanti kau aku jual, mungkin aku bisa mendapatkan uang untuk membangun usaha yang baru. Iya, kan?" bisiknya di telinga Elyana.
Itu membuat Elyana segera memalingkan muka ke sisi lain dengan seluruh tubuh yang sudah bergetar. Membuat Alex semakin bahagia melihat penderitaannya.
"Setelah menikah dengan orang kaya, kau semakin cantik, Pelayan Jelek!" ejeknya dengan penuh kelicikan. "Itu akan menguntungkanku!"

Komentar Buku (214)

  • avatar
    PucukTeh

    bagus sekali

    02/12

      0
  • avatar
    Nurul Hidayah Binti Azha

    Jalan cerita yang menarik

    06/11

      0
  • avatar
    Cidut Cidut

    bagusss

    10/08/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru