logo text

Bab 35 Mengembalikan Uang

Arani dengan cepat melihat ke belakang Elyana. Benar saja, labelnya masih tergantung di sana. 'Huhhh memalukan!'
"Setelah berpura-pura menjadi anak orang kaya dan menikahi David, seleramu jadi tinggi, ya! Membeli pakaian mahal, sepatu mahal. Apa uangmu cukup untuk membeli semua itu?" tanya Isabel penuh penghinaan. Ia berjalan ke depan Elyana.
"Oops, aku lupa!" Isabel menutup mulutnya sendiri. "Kau memperalat David untuk mendapatkan uang satu juta dolar, aku lupa tentang hal itu! Dengan uang sebanyak itu, tentu saja kau bisa membeli pakaian mahal!"
"Hey, jaga ucapanmu!" teriak Rosyana, tidak tahan. Ia berjalan menghampiri Isabel.
"Aku dengar, kau kabur dari pernikahan, dan ayahmu berlutut di depan El, memohon untuk menggantikanmu menikah. Jika El tidak bersedia ... keluarga kalian akan tamat!" Rosyana bisa menebak dari cara wanita itu berbicara, bahwa dia adalah Isabel, wanita yang Elyana ceritakan kemarin.
"Lebih hina mana kelurgamu dengan El, hah? Hanya demi ingin tetap menjadi orang kaya, ayahmu rela membohongi semua orang. Dia merendahkan diri, berlutut di depan seorang pelayanan seperti El, agar keluarganya tidak jatuh miskin. Haha! Demi uang, orang tuamu bahkan rela menjadi anjing!" balas Rosyana dengan tajam.
Itu membuat Isabel yang mendengarnya merasa terhina.
"Apa kau bilang .... Kau samakan orang tuaku dengan anjing? Brengsek! Kalian orang miskin tidak tahu diri!" teriak Isabel, tidak terima dengan penghinaan Rosyana. Ia bersiap menyerang Rosyana.
"Hentikan!" Tiba-tiba David berteriak dan menghampiri mereka bertiga. Ia melihat Elyana sekilas, lalu menarik tangan Isabel agar menjauh dari mereka.
"Ayo kita kembali ke dalam restoran! Orang tuamu pasti sedang menunggu kita!"
Ya, tadi, mereka memang sedang makan di restoran yang ada di lantai paling atas. Tapi, entah mengapa, David ingin turun ke lantai empat dan ingin berjalan-jalan. Melihat David pergi, Isabel segera mengejar dan ikut dengan pria itu, hingga mereka pergi ke toilet bersama. Padahal, mereka berdua tidak ada yang mau buang air kecil.
Benar saja, di toilet ada seorang wanita yang sudah David lihat sejak tadi di dalam mal. Ia tidak salah mengenali orang, itu sungguh Elyana!
Semalam, wanita itu tidak pulang ke rumah, bahkan, tidak pula membawa ponselnya. David sedikit kecewa dengan hal itu.
"Tunggu, David!" Isabel melepaskan diri dari genggaman tangan pria itu. "Aku belum selesai!"
"Wanita miskin ini sudah menghina orang tuaku. Aku tidak akan membiarkannya begitu saja!" ucap Isabel dengan mata tertuju pada Rosyana.
Ia berjalan menghampiri Rosyana lagi.
"Hey, Miskin ... apa kau adiknya pelayan Eli?" Isabel menatap Rosyana dari ujung kaki hingga ujung kepala. Tatapannya terlihat meremehkan.
Dari tinggi badan Rosyana yang sedikit lebih pendek dari Elyana, Isabel bisa menebak, bawah mereka berdua adalah adik kakak, dan Elyan adalah kakaknya.
Wajah mereka pun sangat mirip. 'Sama-sama cantik!'
"Apa pedulimu, tentang aku? Mau kakak, atau pun adik, itu sama sekali tidak ada urusannya denganmu!" sergah Rosyana tidak mau kalah.
Elyana yang melihat keributan itu, hanya terdiam sambil mengepalkan tinjunya. Sama sekali tidak ingin berbicara.
"Ya jelas ada!" balas Isabel penuh keyakinan.
"Apa?"
"Jika kau adalah saudara Pelayan Eli, kau harus membatunya untuk mengembalikan uang satu juta dolar milik orang tuaku!" Ucapannya sungguh tidak tahu malu.
"Kau sudah menghina orang tuaku. Rasanya tidak pantas jika Eli masih menerima uang itu dan memakainya," tambah Isabel penuh kepuasan.
"Apa ... mengembalikan uang?" Rosyana cukup terkejut mendengarnya.
Setelah apa yang adiknya lakukan, mereka ingin menarik uang itu kembali? 'Dasar manusia serakah!'
Rosyana seger membenarkan emosinya. Ia tidak ingin terlihat buruk di depan Isabel dan David.
"Baik, mana nomor rekening orang tuamu. Aku sebagai kakaknya El, akan bertanggung jawab mengembalikan uang kalian."
Isabel tersenyum mengejek, mendengar jawaban dari Rosyana. "Kau punya uang dari mana, Miskin? Apa akan menjual diri dulu, lalu meminta bayaran satu juta dolar untuk mengganti uang orang tuaku, hah?"
"Wanita ini, sungguh berani!" gumam Arani sambil mengeratkan gigi.
Ia pun tidak tahan, segera menyimpan tas belanjaannya di lantai, lalu mendekati Isabel dan bersiap adu jotos dengannya.
"Coba kau ulangi kata-katamu sekali lagi?" tanya Arani pada Isabel dari jarak yang sangat dekat. Bahkan, kepala Arani sebentar lagi akan menyundul wajah angkuh Isabel.
"Apa kau pikir, keluargamu lebih hebat dari keluarga Elyana?" tanyanya dengan tatapan tajam. "Jika dibandingkan dengan keluargamu, keluarga Elyana jauh lebih baik dalam segala hal."
Arani menatap penampilan Isabel dari ujung kaki hingga ujung kepala. Senyumnya terlihat penuh cibiran. "Apa kau tahu, siapa keluarga Elyana di kota Lyon? Jika tidak tahu, coba cari di internet, keluarga Yuan Lou ... eemmm—!"
Elyana segera menutup mulut Arani dengan satu tangan. Tidak membiarkan wanita itu mengungkap identitas asli dirinya.
"Sudahlah, ayo! Tidak ada gunanya kita meladeni dia di sini!" Elyana segera menarik Arani agar menjauh. Ia mengambil pakaian dari lantai, lalu mengambil tas belanjaannya juga.
"Tidak Elyana, tunggu dulu! Aku belum selesai dengan Rubah itu!" ucap Arani, masih ingin menghampiri Isabel. Tapi, Elyana tidak membiarkannya. Ia menarik Arani keluar dari sana.
Melihat wanita itu pergi, David segera berjalan, dan berniat mengejarnya. Tapi, ucapan Rosyana pada Isabel membuatnya segera menghentikan langkah.
"Keluargamu juga menjual dirimu, kan, demi uang juga? Rela menikahkan anak gadis mereka demi perekonomian keluarga. Bahkan rela menikahkan anak orang lain, demi tercapai tujuan kalian. Sungguh hina!" ucap Rosyana masih sama angkuhnya dengan Isabel.
"Aku tidak perlu menjual diri sepertimu untuk mendapatkan uang! Detik ini juga, aku bisa mengembalikan uang kalian. Hanya satu juta dolar, kan? Itu uang kecil!"
"Kau ...." 'Orang miskin ini, sungguh berani!' Isabel terdiam mendengar semua ucapan wanita di depannya. Tidak bisa menjawab, karena itu semua memang benar.
"Cepat, mana nomor rekening orang tuamu, aku akan segera mengembalikan uang itu, berikut dengan bunganya!"
Isabel menarik napas panjang, lalu berkata, "Baiklah! Kirim saja ke rekeningku, nanti, aku akan mengembalikannya pada Ayah!"
"Cepat, mana?" Rosyana tidak sabar. Ia sudah mengambil ponselnya dari dalam tas, bersiap mentransfer uang melalui aplikasi bank di ponsel.
Isabel segera menyebutkan deretan angka pada Rosyana. Tidak lama, uang sudah masuk ke rekening Isabel.
"Sudah! El sudah mengembalikan uang satu juta dolar milik keluargamu! Dan sekarang, giliran keluargmu yang mengembalikan semua kerugian El!" ucap Rosyana penuh peringatan.
Ia mendongak, menatap David dengan tajam.
"Dan kau ... juga harus mengembalikan semua yang telah kau ambil dari El! Jika tidak ...."
Rosyana menatap keduanya silih berganti. "Kami akan mengambilnya sendiri. Jika itu sudah terjadi, kalian tidak bisa menyesal lagi!"
Setelah mengatakannya, Rosyana segera pergi meninggalkan Isabel dan juga David di sana. Dirinya puas, melihat reaksi terkejut dari dua orang itu. Apalagi David, pria itu terdiam, seolah sedang memikirkan hal apa yang telah dia ambil dari Elyana, dan harus segera mengembalikan semuanya.

Komentar Buku (214)

  • avatar
    PucukTeh

    bagus sekali

    02/12

      0
  • avatar
    Nurul Hidayah Binti Azha

    Jalan cerita yang menarik

    06/11

      0
  • avatar
    Cidut Cidut

    bagusss

    10/08/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru