logo text

Bab 7 Kebohongan Kennan

Sedangkan Dimas, Kembali lagi ke kantornya karena ia masih mempunyai banyak kerjaan yang belum ia selesaikan.
Sementara di tempat lain, Henny dan Kennan masih berada rumah sakit, masih menunggu mama dari Henny melewati masa kritisnya, tanpa disadari. Henny mengantuk dan menyadarkan kepalanya kepundak suaminya, ia pun tidur dibahu Kennan.
Pria itu hanya tersenyum Ketika melihat istrinya kelelahan karena seharian di rumah sakit. Ia mengucap pipi istrinya dengan lembut, saat melihat istrinya tertidur, pria itu merasa bersalah pada istrinya.
Karena telah berselingkuh dibelakang istrinya, ia awalnya ingin memutuskan hubungannya dengan Amel. Tetapi, tidak semudah yang ia fikirkan.
“Maafkan aku, Hen.” Gumamnya dengan rasa menyesal karena menjadi suami yang buruk untuk istrinya.
Sudah hampir 1 jam Henny tertidur dipundak istrinya, Pundak dan juga pinggang Kennan terasa pegal karena menahan tubuh istrinya yang tertidur. Tak lama kemudian Henny pun terbangun dari tidurnya.
“Hmmm … Mas, aku ketiduran, ya?” tanya Henny pada suaminya yang terlihat kelelahan.
“Iya, Hen. Mas, sengaja nggak banguni kamu, soalnya kamu pasti kelelahan,” jawab Kennan dengan penuh pengertian pada istrinya walaupun sebenarnya, ia juga kelelahan.
Wanita itu pun mulai bangun dari tubuh suaminya, tiba-tiba ia melihat baju suaminya basah, entah cairan apa yang menempel dibaju suaminya itu.
“Lho kok, baju Mas. Basah sih?” tanya Henny yang heran melihat baju suaminya basah. Kennan baru sadar Ketika istrinya mengatakan hal tersebut.
“Hmmm … sepertinya iler kamu nempel dibaju, Mas,” jawabnya dengan polosnya, memberitahukan istrinya bahwa cairan tersebut adalah air liur dari istrinya Ketika Henny tertidur dipundaknya. Sontak membuat Henny menjadi kaget dengan apa yang dikatakan oleh Kennan.
“APA?” ucapnya dengan nada yang kaget, ia sungguh tak percaya, bisa-bisanya. Ia tertidur sampai meninggalkan air liurnya dibaju suaminya. Ia sangat malu sampai tak bisa berkata-kata lain.
“Kenapa, Hen. Kamu malu? Mas, nggak masalah kok,” jawab Kennan yang memaklumi hal tersebut. Ia tidak ingin membuat Henny menjadi lebih malu lagi karena hal tersebut.
“Kamu bisa bilang nggak papa, Mas. Tapi aku malu banget,” gumamnya dalam hati yang sangat malu pada Kennan. baru kali ini, ia seperti itu.
“Hen, lebih baik kamu makan dulu, nanti Mas beliin makanan untuk kamu dulu,” Pinta Kennan pada istrinya.
“Tapi, Mas. Aku belum laper sama sekali,” Tolak Henny, ia sama sekali belum merasakan lapar dari tadi.
“Hen, walaupun kamu belum lapar. Tapi, bayi yang ada diperut kamu itu butuh makan dan gizi,” Jawab Kennan memberitahukan istrinya. Agar memikirkan bayi yang sedang dikandungnya.
“Hmmm … tapi, aku makanya dikit aja, Mas,” pinta Henny.
“Iya, yang penting kamu jangan sampai nggak makan, Sayang,” jawab Kennan sambil mengusap kepala istrinya yang sangat manja itu.
“Ya sudah, Mas. Keluar beli makan dulu, ya.” Pamit pria tersebut pada istrinya, Henny pun menjawabnya dengan anggukan. Kennan langsung pergi keluar untuk mencari makanan.
Hampir setengah jam Kennan belum Kembali juga dari luar, Henny memutuskan untuk mencari udara segar diluar, karena bau obat di rumah sakit membuat dirinya menjadi mual. Tetapi, tiba-tiba Kennan muncul dengan tubuh yang berkeringat dan lemas.
“Mas, abis kemana kok lama banget?” tanya Henny saat melihat suaminya baru saja datang saat dirinya ingin keluar.
“Maaf, Hen. Tadi tempat jual makanan jauh banget jadi Mas, muter-muter carinya.” Jawab Kennan buat alasan agar istrinya tidak curiga dengan apa yang baru saja ia lakukan tadi.
“Lho kok baju Mas, ada listiknya?” tanya Henny dengan curiga saat melihat baju Kennan ada bekas lisptik perempuan yang menempel dikemeja suaminya, padahal ia yakin tadi tidak ada.
“Hmmm … Tadi Mas, nggak sengaja nabrak perempuan sampai nempel lipstiknya dibaju, itu perempuan lipstiknya tebel banget, Sayang.” Lagi dan lagi Kennan berbohong demi menutupi kesalahannya.
“Lain kali Mas, Hati-hati kalau jalan,”
“Iya, Sayang. Kalau begitu kamu makan dulu, ya,” Kennan mengajak Henny untuk makan terlebih dahulu, wanita itu pun menuruti apa yang diminta suaminya.
“Mas, Aku nggak mau makan,” ucap Henny dengan manjanya pada Kennan. pria itu mengangkat sebelah alisnya karena bingung dengan istrinya.
“Katanya kamu mau makan tadi, walaupun Cuma sedikit,”
“Mau, tapi suapi,” Pinta Henny dengan manjanya pada Kennan. Pria itu langsung tersenyum karena tingkah lucu dari istrinya. Sejak hamil Henny sering sekali manja pada dirinya.
“Iya, Mas. Suapin,” jawab Kennan yang menuruti apa yang diinginkan oleh istrinya, ia tidak mungkin menolak apa yang diinginkan oleh Henny.
Wanita itu pun makan dengan lahapnya sambil disuapi oleh Kennan, sungguh moment yang paling membahagiakan sekali bagi Kennan. menurutnya Henny sangat berbeda dengan Amel.
Selesai makan Henny pun Kembali menguap, karena mengantuk. Entah mengapa semenjak hamil Henny sering sekali mengantuk. Tetapi tak lama seorang suster menghampiri mereka berdua.
“Dengan keluarga bu Angel?” tanya suster tersebut pada Henny dan Kennan.
“Iya, saya anak, Sus.” Jawab Henny.
“Bu Angel, sudah melewati masa kritisnya dan sekarang keluarganya bisa menemani bu Angel,” ucap suster tersebut.
“Baik, Sus. Terima kasih,” Henny sangat senang mendapatkan kabar, Jika mamanya sudah melewati masa kritisnya.
“Kalau begitu saya permisi dulu,” pamit suster tersebut.
Henny dan Kennan bergegas ke ruangan rawat Angel, mereka perlahan masuk ke ruangan tersebut, terlihat mama Henny masih terbaring lemas belum sadarkan diri. mungkin tak lama lagi mamanya akan sadar, fikir Henny.
“Hen, sudah berapa lama kamu mengetahui, bahwa dia mama kamu?” tanya Kennan yang masih belum mengetahui kenapa bisa wanita tersebut menjadi mama dari istrinya. Padahal yang ia tahu orang tua Henny sudah meninggal saat wanita itu masih kecil.
“Ceritanya Panjang banget, Mas,” jawab Henny, belum selesai Kennan bertanya tiba-tiba Angel sadarkan dirinya.
“Henny …. “ panggil Angel pada anaknya dengan nada lirih.
“Iya, Ma. Aku di sini,” jawab Henny Ketika mamanya mulai sadar. Sedangkan Kennan hanya bisa terdiam tak tahu apa yang harus ia katakana pada wanita yang dipanggil mama oleh istrinya.
“Mama di mana?” tanya Angel yang tidak mengetahui bahwa dirinya dibawa ke rumah sakit.
“Mama sekarang di rumah sakit, mama sekarang baru sadar,” kata Henny.
Angel mencoba untuk bangun dari tidurnya, Tapi rasa sakit yang luar biasa baru saja terasa. Ia tak menyadari bahwa perutnya terluka.
“Agghhh … Sakit,” Pekik Angel yang merasakan rasa sakit dibagian perutnya.
“Mama jangan bangun dulu, mama baru aja selesai operasi,” kata Henny sambil membantu mamanya tidur Kembali. Kennan pun berinisiatif mencoba membantu mertuanya yang baru ia kenal untuk tidur Kembali.

Komentar Buku (106)

  • avatar
    LiaApril

    bgus bgt aku suka aku suka

    13d

      0
  • avatar
    mutmainahmuti

    ok cerita nya menarik bangeut

    02/09

      0
  • avatar
    RizkyMuhammad

    Saya puas

    14/09/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru