logo text

Bab 21 Manta Kekasih

Henny dan Angel pun menahan tawa karena ucapan dari Kennan. Henny memang sengaja ingin mengerjai suaminya. Ia memang sengaja tidak izin pada Kennan ingin mengetahui bagaimana reaksi suaminya jika dirinya pergi tanpa izin suaminya.
"Kamu masuk ke rumah yang benar kok, Kennan," ucap Angel sambil berjalan ke arah Kennan. sedangkan Henny mengekor di belakang mamanya.
"Duduk dulu, Mas. kamu mau minum apa?" tanya Henny pada suaminya yang masih berdiri. setelah itu Kennan pun duduk dan diikuti oleh Angel sedangkan Henny masih berdiri di tempatnya tadi.
"Hmmm, Mas. nggak usah minum apa-apa deh, Hen. Mas cuma mau lihat kamu aja di rumah mama," ucap Kennan pada istrinya. Kennan lega sudah melihat istrinya ada di rumah orang tuanya. Pria itu hanya takut jika Henny terjadi sesuatu.
setelah mendengarkan penjelasan dari Kennan. Henny pun langsung duduk di sofa tepat di sebelah mamanya.
"Hmmm gitu, maaf ya Mas, aku pergi nggak bilang-bilang, soalnya Mas lama banget di kamar mandi, aku jadi capek nungguinnya," keluh Henny dengan wajah yang pura-pura polos, ia memang kesal saat terlalu lama menunggu Kennan keluar dari kamar mandi.
"Iya, maafin Mas, ya," jawabnya dengan singkat tanpa menyadari sesuatu yang salah pada dirinya.
Pria itu terdiam sejenak bingung, bukannya tadi dia ingin marah dengan istrinya kenapa dia yang minta maaf pada Henny.
"Lah, kenapa saya yang minta maaf sama Henny," gumamnya dalam hati, bukankah harusnya dia yang marah karena istrinya pergi begitu saja dari rumah tanpa izin darinya.
"Kalo gitu, Mas. berangkat kerja dulu ya, Hen." ucap Kennan seraya beranjak dari tempat duduknya. Henny pun ikut bangun untuk mengantarkan suaminya ke teras depan.
"Yaudah kalau begitu aku anterin sampai depan ya, Mas." ungkap Henny sambil bangkit dari tempat duduknya.
"Mah, aku pamit berangkat kerja dulu ya, titip Henny ya, Mah," pinta Kennan sambil berpamitan pada mertuanya.
"Iya, Kennan. kamu hati-hati aja ya di jalan,"
"Iya, Ma." Kennan pun beranjak dari tempat itu, perlahan menuju keluar rumah sedangkan Henny mengiringi suaminya.
"Hati-hati di jalan ya, Mas." ucap Henny sebelum suaminya pergi.
"Iya, Sayang." Kennan pun masuk ke dalam mobilnya. dan mobil itu pun melaju meninggalkan pekarangan rumah besar tersebut.
Sesampai di kantor pria itu langsung duduk di kursi kebesarannya. Saat ia sedang duduk fokus pada pekerjaan, seseorang mengetuk pintu ruangannya.
tok
tok
tok
"Silahkan masuk," pinta Kennan, tak lama kemudian orang yang ada di balik pintu itu pun masuk ke ruangan Kennan.
"Pak, maaf ada yang ingin bertemu dengan bapak," ucap sekretaris Kennan.
"Siapa?" tanya Kennan yang bingung siapa yang pagi-pagi seperti ini datang mencari dirinya.
"Dia bilang teman bapak," jawab sekretarisnya, Kennan tidak tahu teman yang mana yang menemui dirinya.
"Ya sudah izinkan saja, dia masuk," ucap Kennan memberi izin," sekertarisnya pun mengangguk lalu keluar dari ruangan tersebut.

Tak lama seorang wanita datang masuk ke ruanganya, dia adalah teman Kennan dan juga mantan Kennan dulu bernama Gabriela.
Mata Kennan terbelalak kaget saat melihat wanita yang datang menemui dirinya.
"Halo, Ken. sudah lama tak bertemu ya," sapa Gabriela pada Kennan. wanita itu langsung duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut tanpa rasa canggung sama sekali.
"Ela, kapan kamu pulang ke Indonesia?" tanya Kennan bangkit dari tempat duduknya, sementara wanita yang sudah duduk di tempat tersebut. Hanya tersebut dengan sambutan dari mantan kekasihnya itu.
“Kamu kaget banget kayanya, Ken. Lihat aku datang?” tanya Gabriela.
“Hmmm nggak kok, biasa aja. Aku cuma udah lama nggak ketemu kamu jadi sedikit canggung,” elaknya. Pria itu ikut bergabung duduk di sofa, yang berbeda dengan wanita itu.
“Hubungan kamu sekarang gimana, Ken. Sama si wanita yang bersuami itu?” sindir Gabriela. Tentu saja wanita itu tahu, jika Kennan memiliki hubungan dengan Amel, karena saat Kennan dan Gabriela berpacaran. Kennan memutuskan dirinya demi bersama dengan Amel.
Padahal sebenarnya Kennan memutuskan Gabriela, agar mantan pacarnya itu tidak disakiti oleh Amel. Memang sejak dulu Amel selalu berambisi memiliki Kennan, sampai selalu berusaha menyingkirkan setiap wanita yang dekat dengannya.
“Hmmm, iya seperti itu,” jawabnya dengan malas, Kennan sedang tidak ingin membahas Amel.
“Katanya kamu sudah menikah ya, dengan wanita lain, Ken. Hmmm aku jadi kasian deh sama istri kamu, harus punya suami yang punya wanita simpanan seperti Amel.” sindirnya lagi dan lagi.
Kennan yang mendengar hal tersebut mulai memanas, ia tidak sanggup jika istrinya selalu dikait-kaitkan dengan Amel sangat. Semua orang terdekatnya hampir mengetahui hubugan terlarangnya dengan Amel.
Apa jadinya jika nanti hal tersebut diketahui oleh Henny, ia tidak bisa membayangkan ia harus kehilangan istrinya dan juga calon anaknya hanya karena Amel.
“Ela, sepertinya aku sedang tidak ingin membahas hal tersebut, biarlah aku saja yang menyelesaikan masalahku sendiri,” ungkap Kennan dengan nada dingin kepada mantan kekasihnya itu.
“Kennan, Kennan. kamu selalu saja begitu, tidak ada usaha untuk lepas dari wanita sialan itu,” Gabriela mulai emosi dengan apa yang dikatakan oleh Kennan.
Ia sungguh tak mengerti harus bagaimana menyadarkan Kennan agar bisa lepas dari Amel. ia sudah berusaha mencoba membantu Kennan tetapi selalu ditolak begitu saja oleh Kennan. dengan alasan tak ingin melibatkan siapapun dalam masalahnya.
“Sudahlah, La. Aku tidak ingin berdebat dengan kamu,” ketus Kennan pada mantan pacarnya. Gabriela hanya memutar bola matanya malas. Mendengar ucapan dari Kennan yang tidak pernah mendengarkan ucapannya sekalipun.
“Iyalah, Kennan. aku juga malas untuk berdebat dengan pria yang plinplan seperti kamu tidak punya prinsip wanita mana yang harus dipertahankan,” sindir Gabriela seraya bangun dari tempat duduknya. Wanita itu pun bergegas untuk keluar dari ruangan tersebut.
“Aku pulang dulu ya, Ken. Aku harap istri kamu itu, tidak bertemu dengan aku, akan gawat nanti jika dia berurusan denganku,” ucapnya sedikit mengancam Kennan. Tetapi, Kennan tak menanggapi hal tersebut.
Gabriela pun keluar dari ruangan Kennan, wanita itu dengan percaya dirinya keluar dari perusahaan besar itu tetapi saat di tengah pertengahan tak sengaja berpapasan dengan Amel yang akan menuju masuk ke dalam perusahaan itu.
“Amel,”
“Ela,”
Dua orang terlihat kaget saat tak sengaja bertemu, Gabriela mencoba menarik Amel ikut dengan dirinya agar wanita itu tidak menemui Kennan.
“Amel, kita udah lama ya nggak temu. Aku kangen banget lho sama kamu,” ucap Ela berpura-pura akrab dengan Amel padahal itu semua hanyalah acting saja.
Amel pun terpaksa harus ikut bersama dengan Gabriela karena wanita itu menarik tangannya dengan paksa agar ikut bersamanya.
“Kita mau kemana?” protes Amel yang merasa curiga pada Gabriela. Sedangkan Gabriela hanya tersenyum miring karena berhasil membuat wanita simpanan Kennan yang pernah menghancurkan hubungannya dulu ketakutan.

Komentar Buku (106)

  • avatar
    LiaApril

    bgus bgt aku suka aku suka

    21d

      0
  • avatar
    mutmainahmuti

    ok cerita nya menarik bangeut

    02/09

      0
  • avatar
    RizkyMuhammad

    Saya puas

    14/09/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru