Bab 11 Kesepakatan

Wanita itu keluar dari mobilnya dan mengedor-gedor kaca mobil yang telah menghalangi jalannya.
"Woy, keluar lo, ngapain lo ngalangin jalan gue!" teriak Amel sambil menggedor-gedor kaca mobil. tak lama kemudian seorang wanita memakai kaca mata hitam keluar dari mobil tersebut.
Amel sama sekali tidak mengenali siapa wanita tersebut, karena baru pertama kali nya, ia bertemu dengan wanita tersebut.
"Halo, wanita simpanan Kennan," ucap wanita tersebut pada Amel. Tentu saja, membuat Amel kaget, tahu darimana wanita itu, kalau dirinya adalah wanita simpanan Kennan.
Sambil membuka kaca matanya, wanita itu tersenyum pada Amel.
"Lo siapa? darimana Lo tahu kalau gue simpanan Kennan?" tanyanya dengan penasaran.
"Saya udah lama tahu," ucapnya, lalu ia mengulurkan tangannya untuk berkenalan.
"Kenalin, nama saya Anita, Tante dari Henny," ucap Anita memberitahukan siapa dirinya, sontak membuat Amel kaget.
"Ada urusan apa lo sama gue?" tanya Amel yang tak mengerti kenapa Anita mendadak menghalangi jalannya.
"Ada hal yang penting, yang harus kita bicarakan." ucap Anita mengajak Amel untuk berbicara.
"Kalo lo nyuruh gue ninggalin Kennan, jangan harap gue bakal lakuin itu," tebak Amel yang berfikir bahwa Anita memintanya untuk meninggalkan Kennan.
"Bukan, itu yang mau kita bahas, ini akan menguntungkan kita berdua," ungkapnya Amel pun menuruti apa yang dikatakan oleh Anita, mereka berdua pun menaiki mobil mereka masing-masing menuju ke sebuah caffe yang tak jauh dari tempat tersebut.
sesampainya di caffe itu, baik Amel dan Anita pun turun dari mobilnya dan masuk ke dalam cafe untuk mencari tempat untuk mereka mengobrol berdua.
Amel pun duduk dan disusul oleh Anita, Anita memanggil pelayan untuk memesan sesuatu.
"Mau pesan apa,Kak?" tanya pelayan itu.
"Saya mau green tea aja," ucap Anita memesan minuman.
"Kamu mau apa?"
"Saya Cappucino, Mbak,"
"Baik, kalau begitu tunggu sebentar, ya," pelayan itu pun pergi dari tempat tersebut.
"Jadi, Lo mau ngomongin apa?" ucap Amel sambil menatap sinis wanita yang masih ada hubungannya dengan Henny.
"Sabar, atuh nggak usah buru-buru, Kita ini disatu pihak yang sama," ucap Anita sambil tersenyum pada Amel.
"Maksudnya, gue nggak ngerti?" tanya Amel yang tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Anita.
"Kita sama-sama dipihak yang mau menghancurkan Henny," ucap Anita memberitahukan maksudnya pada simpanan dari suami Henny itu.
"Bukannya Lo tantenya Henny, kenapa lo mau ngehancurin anggota keluarga lo sendiri?" tanya Amel yang tak habis pikir dengan Anita yang ternyata membenci Henny keponakannya sendiri.
"Hahaha ... Amel, Amel, kamu tidak tahu saja, apa yang sudah Henny lakukan pada saya ...."
"Memangnya dia ngelakuin apa sama Tante?" tanya Amel.
"Kamu tidak perlu tahu, yang penting kita berdua ada dipihak yang sama untuk menjatuhkan Henny.
"Hmmm ... baiklah lalu kita harus bagaimana?" tanya Amel. Anita pun merencanakan sesuatu bersama dengan Amel untuk menjatuhkan Henny dan memisahkan Henny dengan Kennan.
"Baiklah, saya setuju," ucap Amel sambil mengulurkan tangannya sebagai tanda kesepakatan bersama dengan Anita. Anita pun membalas jabat tangan tersebut.
setelah dirasa selesai. mereka berdua pun pulang ke rumah mereka masing-masing.
***
Keesokan harinya, Henny diperbolehkan pulang ke rumah. Kennan pun bergegas sambil mengandeng istrinya.
"Pelan-pelan aja, Hen. jalannya," pinta Kennan pada istrinya.
"Iya, Mas. emang Mas nggak liat apa, dari tadi aku jalannya pelan," jawab Henny.
"Iya, Mas.liat kok," ucap Kennan yang mengalah pada istrinya.
Sesampainya di depan rumah sakit, Kennan meminta istrinya untuk menunggu sementara dirinya mengambil mobil yang ada di parkiran.
Henny pun menuruti apa yang diminta oleh suaminya.
Tak butuh waktu lama, ia menunggu mobil Kennan berhenti tepat di depan Henny. Pria itu keluar untuk membantu Henny masuk ke dalam mobil.
Kennan membukakan pintu mobil untuk istrinya dan Henny pun masuk ke dalam mobilnya.
Setelah Kennan masuk ke dalam mobilnya, ia pun melajukan mobilnya pergi dari rumah sakit itu.
Sesampai di pekarangan rumah, mobil itu berhenti dan Kennan keluar untuk membukakan pintu untuk istrinya.
Mereka melangkah masuk ke dalam rumah, dan disambut oleh beberapa asisten rumah tangga yang ada di rumah itu.
"Nyonya maafkan saya," ucap Bi Inah yang minta maaf karena tidak melarang Henny kemarin dan membuat majikannya hampir saja keguguran.
"Bi, Aku nggak papa kok," jawab Henny yang sama sekali tidak menyalahkan Bi Inah.
"Tapi semua ini salah saya, Nyonya. saya harus dihukum," ungkap Bi Inah yang masih tidak bisa memaafkan dirinya, sedangkan Henny sedang memikirkan sesuatu untuk menghukum Bi Inah.
"Baik, kalau Bi Inah maksa, saya akan hukum Bi Inah,"
Semua orang di ruangan tersebut, tak mengira bahwa Henny akan menghukum Bi Inah.
"Bi Inah, harus beliin saya ceker sama es Boba," Pinta Henny sebagai hukuman untuk Bi Inah.
"Apa ....?" Bi Inah tak percaya, ia hanya dihukum untuk membeli makanan kesukaan dari majikannya.
"Iya, Bi. aku cuma minta itu aja kok," jawab Henny sambil tersenyum. Sedangkan Kennan dan asisten rumah tangga yang lainnya hanya menahan tawa karena permintaan dari Henny.
"Baik, Nyonya. akan saya belikan."
"Sudah, Hen. Kamu belum sembuh total lebih baik kamu istirahat ke kamar." titah Kennan pada istrinya.
"Iya, Sayang. nggak usah sangar gitu dong, mukanya." ucap Henny menahan tawa karena melihat wajah suaminya yang terlihat sangar menurutnya.
Setelah itu, Henny pun bergegas ke kamarnya sebelum suaminya memarahi dirinya terlebih dulu.
Sesampai di kamar Henny langsung merebahkan tubuhnya ke ranjang tidurnya, padahal tidak sampai 24 Jam dirinya di rumah sakit tetapi, ia sudah merindukan tempat tidurnya.
Ia mengelus-elus perutnya yang sudah sedikit besar.
"Maafin, mama ya, Sayang. Mama nggak bisa jaga kamu dengan baik," gumam wanita itu menyesal karena terlalu hyperaktif. mungkinkan itu hormon dan bayi yang membuatnya seperti itu?
***
Henny keluar dari kamarnya untuk makan malam. Tetapi saat ia tak sengaja lewat di depan ruang kerja suaminya.
Ia mendengar suara dering ponsel. Ia pun mendekati ruang tersebut untuk mencari asal suara ponsel itu. perlahan kakinya melangkah ke arah ruangan itu. Pintu ruangan itu sedikit terbuka.
ia melihat suaminya memegang ponsel yang setahunya itu bukan ponsel milik suaminya. Kennan berkali-kali mematikan panggilan itu, entah panggilan dari siapa sampai membuat pria itu, enggan untuk mengangkatnya. Henny mengira mungkin itu adalah karyawan yang dipecat oleh Kennan lalu meminta agar tidak dipecat oleh suaminya. Henny pun memutuskan kan untuk melangkah menuju ke lantai 1.
Namun, saat dirinya baru selangkah akan pergi, Kennan mengangkat panggilan tersebut. Henny pun kembali lagi untuk mendengarkan percakapan dari suaminya.

Komentar Buku (106)

  • avatar
    LiaApril

    bgus bgt aku suka aku suka

    23d

      0
  • avatar
    mutmainahmuti

    ok cerita nya menarik bangeut

    02/09

      0
  • avatar
    RizkyMuhammad

    Saya puas

    14/09/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru