logo text

21 : Hancurnya persahabatan

Sudah dua bulan sudah Lisa dan Aksa berkomitmen dari jarak jauh.
Tidak ada yang mengingkari janji, meski chattingan disaat ada kepentingan atau saat benar-benar saling merindu.
Lisa pun tidak pernah menanggapi Revano yang selalu mengganggu dirinya.
Ting...
Suara dari Handphone Lisa berbunyi.
Segera Lisa mengambil Handphonenya untuk mencari tahu siapa yang mengiriminya pesan.
Pesan Whatsapp online..
• 1 pesan Dari Aksa🥶
• 150 pesan Dari Cowok Egois😈
Lisa melihat dua pesan dari masa lalu dan masa depannya. Ia membuka pesan Aksa.
Aksa🥶
' Hi.'
' Hai."
' Lagi apa?'
' Lagi duduk, kamu?'
' Sama.'
' Oohh."
Pesan Whatsapp Offline.
Ya, seperti itulah jika ice boy dan ice girl bersatu. Tidak ada pesan yang romantis-romantisnya.
Ting..
Handphone Lisa kembali berbunyi, Lisa kembali membuka pesannya yang ternyata dari papahnya.
' Siap-siap ya, besok kita akan pindah ke Jakarta.'
Mendapatkan kabar kalau besok Lisa jadi pindah ke Jakarta, Lisa beranjak dari duduknya lalu mengecek koper yang sudah disiapkannya dari kemarin malam.
Lisa tersenyum kecil saat semuanya sudah lengkap.
" Bagaimana perasaan Aksa saat tahu kalau gue ada di sana, dan satu sekolah juga satu kelas dengannya." ucap Lisa pelan lalu merebahkan tubuhnya sambil melihat foto ketiga pria tampannya.
" Gue cinta sama Aksa, gue sayang sama Kavin, dan gue kangen sama Nean." Lisa tersenyum kecil saat melihat fotonya bersama ketiga pria tampannya itu.
Di tempat lain, Aksa, Nean, dan Kavin sedang berkumpul di tempat nongkrongnya.
Tak lupa teman-temannya yang lain juga ada di sana. Ada yang sedang asik bergosip, bercanda, main game, dan menonton drama korea.
" Sa, lo enggak kangen apa sama calon istri lo itu Lisa?" tanya seorang pria tampan yang bernama Bimo pada Aksa. Bimo adalah pria tertampan di dalam geng mereka.
Aksa hanya menatap pria itu sekilas lalu fokus pada handphonenya.
Aksa tersenyum lebar saat mendapatkan pesan dari seseorang.
Kavin menatap Aksa yang sedang kasmaran itu, " Jangan ganggu Aksa yang sedang chattingan sama calon istrinya Syifa." seru Kavin yang langsung dijawab kekehan sama Bimo.
"Seriusan sama calon istrinya, bukan sama orang ketiga."
Deg...
Seketika itu hati Aksa seakan tertusuk dengan ucapan Bimo. Aksa beranjak dari duduknya lalu pergi ke balkon yang tersedia di tempat itu.
Ting...
Handphone Aksa kembali mendapatkan pesan.
' Besok aku pulang ke Jakarta, kamu mau' kan jemput aku di bandara?'
' Aku jemput.'
Aksa membalas pesannya, lalu setelah itu ia mematikan handphonenya.
" Bodoh. Kenapa gue harus membalas pesan cinta pertama gue." ucap Aksa pelan merutuki dirinya sendiri.
Kavin merangkul Aksa dari belakang. " Sa, lo harus janji yasama gue." ucapnya pada Aksa.
"Janji soal apa?" tanya Aksa bingung.
"Jangan sakitin Lisa, jangan sampai ada orang ketiga diantara kalian, kalau itu terjadi dan gue lihat Lisa menangis karena sakit hati. Maka gue enggak akan pernah mau memaafkan lo." ucap Kavin pada Aksa.
" Gue janji, gue enggak bakalan nyakitin hati Lisa, gue juga enggak bakalan buat Lisa nangis." Aksa membalas rangkulan Kavin sambil tersenyum samar.
***
Keesokan harinya, Lisa sedang di perjalanan menuju cafe yang Kavin kirim saat ia mengirim pesan pada Kavin.
Sesampainya di tempat tujuan, Lisa menghampiri Kavin dan Nean yang sedang asik bercanda.
" Hy, apa kabar?" tanya Lisa saat sudah berada di dekat kedua pria tampannya.
Kavin dan Nean menoleh ke arah belakangnya. Kavin sangat terkejut dengan kehadiran Lisa.
Puk...
Kavin memeluk Lisa erat menghilangkan kerinduan yang ia tahan selama dua bulan terakhir ini.
Cup...
Kavin mencium kening Lisa sayang. Lalu menatap Lisa yang juga menatapnya.
" Udah kali pelukannya, kasih gue giliran buat meluk Lisa juga." ucap Nean yang langsung memeluk Lisa menggantikan Kavin.
" Kenapa enggak kasih tahu kita sih kalau lo mau ke sini, kan kita bisa jemput lo?" tanya Nean yang sudah menganggap Lisa sebagai adiknya.
" Hehe, sengaja. Gue mau kasih kejutan buat kalian." Lisa kembali memeluk Kavin karena ia masih sangat-sangat merindukan pria tampan yang humoris itu.
Kavin membalas pelukan Lisa, " Aksa lagi enggak sama kita, apa perlu gue telepon dia." ucap Kavin pada Lisa.
" Biarin deh, gue bisa bikin kejutan sama dia saat di sekolah besok," jawab Lisa yang semakin mempererat pelukannya.
"Jadi lo mau pindah sekolah ke sekolah kita?" tanya Nean mempersilahkan Lisa duduk.
" Iya, jadi kan kita bisa sama-sama terus." ucap Lisa sambil tersenyum.
Kavin tidak pernah berhenti memegangi pipi Lisa lalu beralih mengacak rambut Lisa asal.
Lisa hanya diam membiarkan Kavin memainkan pipi dan juga rambutnya.
" Vin, setelah ini anterin aku ke pasar ya, mau belanja keperluan dapur." Pinta Lisa pada Kavin.
" Iya, nanti aku anterin kamu." jawab Kavin lalu menyuapi Lisa roti bakar miliknya.
Lisa menerima suapan makanannya. Lalu mencubit pipi Kavin sayang.
Nean hanya bisa menatap kemesraan Lisa dengan Kavin yang sangat-sangat membuatnya iri.
' Kenapa Lisa enggak sama Kavin aja, kenapa dia harus sama Aksa yang gue yakinin dia pasti akan membuat Lisa kecewa saat tahu kalau Aksa balikan lagi sama mantan plus cinta pertamanya Aksa.' Nean membatin sambil menatap kedekatan Kavin dan Lisa.
" Gue pergi dulu ya, mau anterin Lisa ke pasar." pamit Kavin pada Nean.
Nean mengangguk sebagai jawabannya, " Gue enggak tahu apa yang akan lo lakuin saat tahu Aksa balikan sama mantannya, Vin." Nean menatap ke pergian Kavin dan Lisa.
" Sa, lo harus siap kehilangan Kavin, gue, dan Lisa saat kedok lo udah kebongkar nanti." ucap Nean lagi sambil menatap foto Aksa tajam setelah itu menghapus fotonya dari handphonenya.

Komentar Buku (86)

  • avatar
    Riska

    bagus banget

    25/03

      0
  • avatar
    mlniiniha

    bagus

    07/05/2025

      0
  • avatar
    nazwasiti

    bagus bangett novel nyaaa seruuuuu gaiss

    30/04/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru