BAB 29

menghela nafas pasrah untuk pagi ini. Aku sedang malas juga meladeni pertengkaran dengan ibu. Ada rasa tak suka akan pendapat ibu barusan. Sedangkan mas Angga tak bisa menolak permintaan ibunya juga. Akhirnya Mas Angga dan Amel berangkat bersama menggunakan mobil Amel saat ini, semoga ini untuk pertama dan juga terakhir kalinya mereka berangkat bersama. 
Setelah kepergian mereka aku segera membereskan meja makan beserta piring yang kotor tadi. Saat aku akan membuang sampah tanpa sengaja aku melihat gulungan kertas di pojokan dan aku segera mengambilnya. Dan betapa terkejutnya aku saat aku melihat kertas tersebut.
===========================================
Setelah semuanya selesai ku bereskan, aku segera kembali ke dalam kamar guna menghubungi orang kerpercayaku. 
( Hallo, May. Ada apa menghubungiku pagi ini ?)
( Di, aku mau tanya memangnya sekarang ada rapat yang di pimpin oleh ayah ?) 
( Iya, May. Pak Robert kemarin sore datang untuk mengontrol pabrik. Lalu ia juga mengadakan rapat dadakan pagi ini. )
( Kok tumben, setahuku kemarin kata bunda kalau ayah sedang di luar kota ? Apa ayah sudah tau tentang mas Angga ?) 
( Kalau itu aku tak bisa memastikan, May. Tau sendiri kan ayah kamu seperti apa ? Aku hanya bisa membantu kamu sedikit saja ,kamu berdo'a saja May. ) 
( Hmm satu lagi apa sekarang ada pindahan karyawan dari pusat ?) 
( Bukan pindahan, tapi dia meminta pindah ke sini karena katanya suaminya ada di desa ini, Maka dari itu katanya ia juga pengen lebih dekat saja bekerjanya sembari mengurus suaminya. Tau sendiri lha pengantin baru.) 
Deg ,,,, 
Jantungku seketika berdetak lebih kencang mengetahui pernyataan yang di ucapkan oleh Ardi. Tapi mana mungkin kalau Amel sudah menikah ,ia bilang belum menikah, kalau sudah menikah harusnya ia di rumah suaminya bukan di rumahku. Ah tapi aku harus berfikiran positif dahulu mungkin tak hanya Amel saja yang pindah kerjanya dari kantor pusat ke kantor cabang di sini. mUngkin ada orang lain juga. 
( Hallo, Maya. Kamu masih di sana ? kok diam saja ?)
(Eh iya, Di. Aku gpp kok. Ya sudah terima kasih ya informasinya.) 
Aku segera mematikan ponselku, sebelum mendapat jawaban dari Ardi. Entah apa yang ku rasakan saat ini. Cemas, gelisah semuanya menjadi satu. Aku harus mencari tahunya secepatnya. Ini rumah tanggaku yang ku bangun dengan susah payah. Aku tak ingin hancur begitu saja. Saat aku tengah berfikir tak sengaja netra ku melihat kertas yang ku bawa tadi dari dapur. 
"Mengapa Amel berbohong kepadaku tadi pagi ?" lirihku di dalam kamar.
Berbagai pertanyaan pun memenuhi pikiranku saat ini. Mengapa dan apa motif dari Amel. Aku harus bisa lebih berhati-hati dengannya, terutama ibu dan mbak Reta terlalu mendukung Amel berada di dekat suamiku. Aku harus bisa menjaga suamiku dengan baik. 
Tak terasa waktu sudah semakin siang saja, aku bergegas keluar dari kamarku dan segera berbelanja di beberapa bahan untuk ku buat nanti malam. Ibu dan juga Mbak Reta sudah menikmati santap siangnya dengan rakus. Bagaimana tidak di bilang rakus mereka makan seolah tak pernah makan selama satu bulan, bahkan sampah bungkus makanan pun tak mereka masukan ke dalam tong sampah. Yang artinya akulah nanti yang akan membersihkannya juga, karena meja makan ini akan aku gunakan.
"Jangan ngiler kamu melihat makanan enak-enak seperti ini. Kamu kalau mau, beli saja sendiri !" Kata mbak Reta kala melihatku melintasi mereka.
"Untung ada Amel yang masih peduli dengan ibu, coba saja kalau Angga menikah dengan Amel, tiap hari kita bisa makan enak terus, tak perlu makan rumahan." 
"Ingat bu, darah tinggi dan kolesterol." ucapku lalu aku berlalu meninggalkan mereka yang masih menikmati santap siangnya. Terdengar juga omelan ibu mertuaku yang ku anggap angin lalu. Baiklah kali ini aku akan memasak makan malam spesial, benar-benar spesial untuk mereka. Lihat saja, Menantu yang kalian anggap tak bisa mengolah makanan mewah ini, akan menyajikan makanan penuh kemewahan kali ini. 
Aku segera meminta tukang ojek langganan ku untuk mengantarkan ku ke swalayan depan. Sesampainya di swalayan yang aku maksud, aku segera memasuki dan memilih beberapa kebutuhanku nanti malam ,tak lupa agar aku tak ke kesusahan membawa belanjaan ku, aku juga meminta tukang ojeknya menungguku.
Aku menuju ke bagian perikanan aku membeli Kepiting, lobster, dan cumi, tak ketinggalan juga aku membeli ikan salmon dan tuna untuk persediaan nantinya. Tak lupa aku juga membeli beberapa bumbu dan juga sayuran beserta buahnya juga. Setelah kurasa cukup aku segera membayar dan segera kembali untuk mengolah aneka bahan yang aku beli. Sebelum sampai rumah aku meminta tukang ojek itu untuk berhenti di warung bakso jumbo. Aku memesan 2 porsi bakso jumbo ekstra tertelan lava yang pedas dan original untuk tukang ojek yang rela mengantar dan menungguku.
"Terima kasih ya bang sudah mengantarkan belanja tadi." ucapku sambil memberikan ongkos ojeknya.
"Saya yang terima kasih sudah di bayar di tambah di kasih bonus beliin bakso pula, kebetulan anak saya juga sedang ingin bakso di warung situ, tapi saya belum belikan ,karena ojeknya baru sepi. Ya sudah saya pamit bu." ucapnya lalu pergi meninggalkanku.
"Ya ampun ternyata kasihan ,ternyata masih banyak orang yang membutuhkan." lirihku sambil berjalan memasuki dalam rumah. 
Aku segera membereskan meja makan yang berantakan, sungguh mereka keterlaluan habis makan bungkusnya langsung di tinggal saja, tak di buang di tong sampah. Setelah semuanya selesai aku segera menyantap bakso pesanan ku tadi, sungguh nikmat luar biasa. 
"Buatku mana Maya ?" tanya mas Dodi yang melih ku makan bakso jumbo ini.
"kalau mas mau, ya mas beli sendiri." jawabku sambil menikmati bakso jumbonya.
"Kamu sebagai adik keterlaluan, harusnya kalau mau beli ya belikan juga orang yang di rumah." tukas mas Dodi lalu berlalu dan mengambil air minun di dalam kulkas.
"Kan uang mas sudah banyak, jadi tak perlu lha minta-minta sama adik iparnya. Toh sudah di berikan lebih oleh mas Angga." jawabku 
Tanpa menjawab mas Dodi langsung pergi meninggalkan aku di dapur yang masih menikmati makan siang ku. Setelah selesai aku beristirahat sebentar sambil mengecek email yang masuk. Istirahatku kurasa cukup aku bergegas mengolah aneka seafood yang aku beli tadi. Rencananya aku akan membuat Cumi bakar madu, Grilled lobster garlic butter, sop kepiting, tak lupa juga aku membuat dessert sebagai pelengkapnya. 
Membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk membuat hidangan spesial ini. Tak terasa waktu sudah menunjukan angka 6 sore hari dan semua hidangan sudah selesai aku buat dan sudah tersaji di atas meja.
Aku segera membersihkan diriku, tak lupa aku memakai sabun yang wanginya begitu harum semerbak bunga mawar. Aku memilih menggunakan pakaian dress motif bunga daisy warna putih yang kemarin di belikan oleh Bundaku. Tak lupa aku juga menggunakan make up tipis sebagai pelengkap dan parfum aroma bunga mawar kesukaanku. Setelah semuanya selesai. Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 7 tapi belum ada tanda-tanda mas Angga pulang. Hati ini mulai cemas tak tenang. Tak biasanya ia pulang terlambat, jika ia pulang terlambat ia akan menghubungiku.
Ku coba menghubunginya tapi tak ada jawaban sama sekali bahkan aku mengirimkannya pesan, tapi pesan-pesan itu tak juga di balas maupun di bukanya. 
"Kamu ngapain duduk disitu, nungguin Angga ?" tanya mbak Reta yang memilihku duduk gelisah di ruang tamu.
"Thu, mbak udah tau pake tanya segala." jawabku tanpa menoleh kepada mbak Reta.
"Maya, kami masak sebanyak ini ?" teriak ibu dari dapur.
"Ya iya lha bu, siapa lagi kalau bukan aku yang masak ?" 
"Tumben- tumbenan kamu may, Ayo Reta, kita makan." ajak ibu kepada anak kesayangannya.
"Jangan sentuh makanan itu. sebelum mas Angga pulang ! aku membuatkan makanan ini khusus untuknya dan permintaannya !" ucapku tegas yang menghentikan ibu dan mbak Reta mengambil hidangan yang sudah ku buat.
"ishhh telephon dong Angga nya, suruh dia cepat pulang." ketus mbak Reta lalu pergi meninggalkan ruang makan bersama ibunya.
Aku hanya diam tanpa menjawabnya, aku sendiri juga sedang cemas kemana mas Angga ,tak biasanya ia akan pulang terlambat dan tak bisa di hubungi seperti ini. 
Bersambung ,,,,,,,,,,,
Terimakasih sudah mampir ke ceritaku 😊🙏

Komentar Buku (250)

  • avatar
    LatipeTifah

    cepat update lagi ya kaaaa, aku suka banget geregetannn

    13/08

      0
  • avatar
    Dimas putra Pratama

    yaaaa iyaaaa

    11/08

      0
  • avatar
    lailanur

    bikin gemes ceritanya👍👍🫰♥️

    07/07

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru