20 Tahun Kemudian, Sesuai janjinya 17 Tahun silam saat berusia 3 tahun. Ia, Joo-an pernah berjanji pada Kang Ji-eun Bibinya, bahwa ia akan menjadi Kakak yang baik bagi Kang Cein Adiknya dan menjadikan Adiknya itu Raja tampan yang baik hati. Kini janji itu sudah ia penuhi. Cein menjelma menjadi Putra Mahkota yang sangat tampan juga berhati lembut. Pandai mengontrol emosi tak seperti Ayah juga Pamannya yang mudah sekali tersulut emosinya. Setahun yang lalu, Raja Min Daniel akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dan meminta Joo-an untuk menjadi Raja selanjutnya. Joo-an sebenarnya enggan menjadi Raja mengingat tanggungjawab yang tak semenyenangkan itu, namun lantaran ia begitu menyayangi Kakeknya akhirnya ia pun bersedia, lalu bulan berikutnya Ahn Jinnie secara resmi di nobatkan menjadi Ratu di Ahn Castle mengingat kerajaan itu sudah terlalu lama kosong tanpa pemimpin. Dan hari ini, Kang Cein sedang dalam ritual penobatan sebagai Raja baru di Kang Castle. Awalnya keputusan Ha-ru untuk melengserkan tahta nya lebih dini banyak menuai kecaman baik dari petinggi kerajaan maupun dari rakyat serempat. Namun, saat ia memperkenalkan Cein lebih dekat, mereka akhirnya setuju bahkan menjadi antusias. "Aku lelah," keluh Cein setelah acara penobatan selesai Cein sedang berkumpul hanya bersama kedua saudaranya, Jinnie dan Joo-anyang turut hadir di upacara tadi. "Wooah aku tak percaya kita kini menjadi Raja dan Ratu dan memiliki Kerajaan masing-masing tanpa harus berebut mahkota," celetuk Jinnie Joo-an yang memang sejak kecil kurang respeck pada Jinnie hanya berdecak sebal sambil memutar bola matanya malas. "Ckck... tidak usah berlebihan, kita itu anak Raja, tentu saja kita akan menjadi Raja juga! Oh ya barusan kau membahas berebut mahkota? Apa kau sebelumnya sempat berfikir untuk merebut tahta yang seharusnya milik Cein Dongsaeng?" tanyanya mengintimidasi "Joo-an Hyung!" tegur Ha-ru "Ssttt... diamlah! Aku sedang bicara dengan anak ini!" sela Joo-an Cein hanya menggelengkan kepalanya, terlampau bosan menanggapi Kakaknya bila sudah berhubungan dengan Jinnie. Entah mengapa ia selalu menunjukan ketidaksukaannya pada Kakak perempuannya itu. Padahal jika ia perhatikan, Jinnie tak pernah bertingkah kecuali Joo-an yang mulai perkelahian lebih dulu. Jinnie bangkit dari duduknya dengan muka memerah menahan amarah. "Joo-an Hyung kenapa kau selalu bersikap tidak baik padaku, kenapa kau selalu membeda-bedakan aku dengan Cein Hyung, aku juga adik..." "Cein Dongsaeng sudah jelas dia adikku sedangkan kau...." Joo-an memotong ucapan Jinnie namun ia juga tak menuntaskan ucapannya lantaran... Bbraakkk....!!! "HENTIKAN RAJA MIN! JAGA SIKAP JUGA UCAPANMU!" Tiba-tiba pintu di dobrak dari luar kemudian 4 orang dewasa muncul setelahnya. Cein, Joo-an juga Jinnie lantas membungkuk hormat. Tapp... Tap... Tap... Na-bi melangkah mendekati Putra semata wayangnya lalu... PLAAKK..!!! Ia tampar pipi Raja muda itu sekuat tenaga dengan derai air mata. "TIDAK BISAKAH KAU BERSIKAP LEBIH BAIK PADA ADIK PEREMPUANMU JUGA HAAH??!!" "JIKA KAU SANGAT TAK MENYUKAINYA, SETIDAKNYA JANGAN TERLALU KAU TUNJUKAN, JAGALAH PERASAAN BIBIMU!" Nabi terus berteriak dengan segukan, ia sangat malu sungguh, Karena tak bisa mendidik putranya dengan benar. Ia juga tak mengerti mengapa Putranya sangat tak menyukai Jinnie. "Eonni sabarlah, tak perlu berteriak pada Raja Min. Dia sudah dewasa patutnya ia sudah mengerti bagaimana seharusnya orang dewasa bersikap," ucap Ji-eun "Naaaahhh kau dengar sendiri kan?! Ibunya saja tenang saja, kenapa kau selalu membentakku Putraku!" sentak Ho-su pada istrinya Joo-an yang merasa alasan dari ia barusan ditampar adalah gara-gara Jinnie, ia kini menatap tajam ke arah gadis itu lalu mendekat ke arahnya. "Kau lihat! Ibuku menamparku ini semua karena kau! Segera pergi dari sini. Jangan dekat-dekat dengan keluargaku lau hanyalag pembuat masalah!" bisiknya Setelah mengucapkan itu Joo-an segera menjauh kemudian berjalan menuju pintu keluar, melewati para orangtua disana begitu saja. " Yyaakkk Min Joo-an mau kemana kau Eomma belum selesai bicara!" pekik Na-bi "Aku akan kembali ke Min Castle, tak perlu menyusul. Eomma urus saja anak perempuan itu yang mungkin sebentar lagi akan merengek dan mengadu yang tidak-tidak pada semua orang!" jawab Joo-an tanpa menoleh setelah itu segera berlalu pergi menghilang dari pandangan "Putramu sangat keren Hyung!" celetuk Ha-ru tiba-tiba yang sejak tadi hanya diam "Tentu saja karena aku Ayahnya!" jawab Ho-su "Oppa!" tegur Ji-eun "Hhaaiish baiklah-baiklah aku hanya bercanda, iya kan Perdana Menteri Kang?" ucap Ha-ru yang kemudian diangguki malas oleh Ho-su "Ahn Jinnie Gwaenchana?" tanyanya yang hanya di jawab anggukan oleh Jinnie "Aku akan kembali ke Ahn Castle!" seru Jinnie Dan setelah mengatakan itu, sedetik kemudian ia sudah tak terlihat lagi. "Dia benar-benar Putri dari si brengsek Jinyoung," cibir Ho-su Cein yang sejak tadi hanya mendengar perdebatan akhirnya buka suara. "Yyakk yaakk... apakah tak ada yang menghargai bahwa ada Raja disini!" celetuknya "Omo... Putra tampanku sekarang sudah menjadi seorang Raja, Panjang umur dan berbahagia lah selalu Baginda Raja," ucap Ha-ru "Sejahtera selalu Baginda Raja!" ucap Ho-su "Jadilah Raja yang adil Baginda Raja!" ucap Na-bi 1 detik 10 detik 2 menit 5 menit Hening... Semua orang menunggu doa dari Ji-eun untuk Raja baru. Namun ia tak kunjung membuka suara. "Eomma? Eomma tak ingin memberkatiku?" tanya Cein "...." Bahkan setelah di tanya pun Ji-eun hanya diam mebisu. "Eomma!" panggil Cein Ji-eun terkejut seketika ia kembali ke alam sadar. "Aah iya sayang ada apa?" tanyanya " Eomma tak ingin memberkatiku?" Ulang Cein "Apa yang ingin kau pinta dari Eomma? Bahkan kau sudah mendapatkan segala kebaikan di muka bumi ini nak," seru Ji-eun Cein tersenyum mendengar penuturan Ibunya, ia lantas menghampiri lalu menghambur ke pelukan Ibunya. "Saranghaeyo Eomma!" ucapnya "Nado!" balas Ji-eun Ha-ru tersenyum kemudian ikut bergabung memeluk kedua ibu dan anak yang berpelukan itu. "Saranghayeo Namdongsaeng!" seru Ho-su tiba-tiba Ha-ru sontak melepas pelukannya lalu beralih menghambur ke pelukan Kakak lelakinya. "Nado saranghae Hyung!" balasnya Ho-su melepas perlahan pelukan Adiknya, lalu ia menangkup pipi Adiknya dengan kedua telapak tangannya. "Aku senang menjadi Kakakmu, aku senang ternyata kau adalah Adikku. Aku senang ternyata aku adalah bagian dari keluarga Kang. Walaupun kita sempat terpisah dalam kurun waktu yang tidak bisa di sebut singkat, namun aku bahagia kini aku bisa kembali ke rumahku," serunya Ha-ru tak bisa berkata-kata ia hanya diam terpaku dengan derai air mata yang terus membasahi pipi juga tangan Ho-su. "Aku menyayangimu, sangat sangat menyayangimu Namdongsaeng!" Ha-ru sudah tak tahan lagi, ia hempaskan tangan Ho-su dari pipinya kemudian ia kembali menghambur ke pelukan Ho-su. "Diamlah Hyung diam! Kau terlalu banyak bicara hhiikkkss..." ucapnya disela isak tangisnya yang diangguki oleh Ho-su sebagai jawaban. . . . Dan cerita ini di tutup dengan... 'With You' - Jimin BTS and Ha Sung Woon (OST Our Blues) I wanna be with you And I wanna stay with you Just like the stars shining bright You’re glowing once more Right here beside you, I’m still Walking wherever you go You will live forever in me Breathing deeply, within me Just take it all I’m nothing without your love I promise I’ll never leave your love My heart is beating ’cause of you Forever and ever and ever Only you can take my heart Dear my love love love I wanna stay with you Chueog-eun neul yeogi ma-eum-ilan bang-e neowaui yaegideullo gadeug cha iss-eo Eonjebuteoyeossneunji nado jal moleujiman neoege malhago sip-eo naui modeun yaegireul Just take it all I’m nothing without your love I promise I’ll never leave your love My heart is beating ’cause of you Forever and ever and ever Only you can take my heart Dear my love love love I wanna stay Tore my heart Now I’m in the dark Will we meet in our dreams Breaking my heart Here we are apart I wanna stay near you
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Ceritanya Menarik
21/04/2022
0pante
16/02
0habisi uang
07/11
0Lihat Semua