Seminggu kemudian, Peperangan tengah terjadi antara Clain Min yang bersekutu dengan Clain Gong dan Clain Kang yang menyerang Ahn Castle. Semua bermula dari penyerangan tiba-tiba Clain Ahn pada Min Castle seminggu lalu saat Raja Min juga Putri Jieun berkunjung ke Kang Castle. Raja Min yang tidak terima pun akhirnya menyerang balik. Awalnya ia hanya akan mendatangi Ahn Castle seorang diri dan akan menghabisi Ahn Jinyoung dengan tangannya sendiri namun Kang Haru juga tak ingin tinggal diam, bagaimanapun Raja Min sudah membesarkan dan merawat Kang Hosu kakaknya dengan sangat baik. Raja Min juga sudah merawat dan melindungi Jeon Jieun istrinya sepanjang ia hibernasi selama 1 abad hahaa. Intinya Raja Min sangat berjasa baginya. Maka dari itu ia beserta pasukan Werewolf nya membantu penyerangan Raja Min terhadap Ahn Castle tepatnya pada Ahn Jinyoung. Begitu pula dengan Raja Gong Taeyoong, Ayah dari Putri Nabi. Setelah mendengar kabar dari Putrinya bahwa Pangeran dari Ahn Castle melakukan Penyerangan pada Min Castle, ia langsung mengirimkan ribuan pasukan terbaiknya ke Min Castle. . . . Tak terhitung berapa ratus pasukan baik dari sisi Ahn Min Gong ataupun Kang yang mati. Penampakan medan perang sangat mengerikan dengan banyaknya kepala yang terpisah dari badan ataupun tubuh yang terkoyak habis oleh gigitan serigala. Namun itu tak menjadi alasan untuk menghentikan pertempuran luar biasa ini. Kang Haru baru saja tiba di medan perang, ia sangat geram lantaran hari sudah menjelang petang namun mereka belum juga menyelesaikannya. "Ckck... Kenapa mereka senang sekali mengulur waktu!" Haru mendengus kesal, sesaat kemudian ia merubah wujudnya menjadi seekor serigala kemudian berlari memasuki medan perang. Hanya satu orang yang ia tuju yaitu 'Pangeran Ahn Jinyoung'. Dari kejauhan ia dapat melihat Ahn Jinyoung yang tengah melawan 2 pasukan dari Clain Gong. Dengan tanpa membuang banyak waktu lagi, ia segera berlari lalu melompat setinggi mungkin kemudian mendarat tepat di atas tubuh Jinyoung yang kini tengah terlentang dengan raut wajah terkejutnya. "Raja Kang?" lirihnya "Sekali lagi, kau akan mati di tanganku sekali lagi Jinyoung!" Samar-samar ia seperti mendengar suara Kang Haru, hingga beberapa detik kemudian... "AARRGGHHH..." Jinyoung berteriak histeris kala ia merasakan sakit yang luar biasa pada bagian tangan kanannya. Dengan memberanikan diri coba melihat seberapa parah lukanya. "AAANNDDDWWEEEEE!!!!!" Ia kembali berteriak saat ia melihat sendiri bahwa tangan kanannya sudah tidak berada di tempatnya. Ia mendongak menatap ke arah wujud serigala Haru, Dan.... "Aaarrggghhhhh bajingan... apa yang kau lakukan dengan tanganku sialan!" Jinyoung memekik saat ia melihat penampakan Serigala Haru yang tengah bermain dengan potongan tangannya. "Dasar anjing gila!" umpatnya Tepat setelah Jinyoung menyelesaikan kalimatnya, Serigala Haru berubah warna menjadi Serigala hitam yang sangat besar dengan mata berwarna merah menyala. Kondisi dimana ia sudah sangat murka dan ingin menghabisi seseorang. Jinyoung yang terkejut dengan perubahan Haru pun tidak bisa berbuat banyak sampai akhirnya... "AAARRRĢGGGHHHHH...." "Aauuummmmmm..." "Aauummmm..." "Aaaauummmmm...." Suara lolongan serigala bersahutan menggaumkan kemenangan. Ya beberapa detik sebelumnya Jinyoung kembali mati untuk kesekian kalinya, dan 2 kali diantaranya mati di tangan Kang Haru. Perang berakhir bertepatan dengan terbenamnya sang surya. Para serigala kembali berubah menjadi wujud manusia termasuk Kang Haru. "Ckckxk... Dasar bajingan sialan, kau sudah merebut Jeon Jieun dariku tapi setelahnya kau tidak membahagiakannya." Haru berdecak sebal sambil menendang-nendang kecil jasad Jinyoung. Setelah puas mengumpat, ia menyalakan pemantik api lalu ia lemparkan pada jasad Jinyoung. Seketika jasad itu terbakar dan berubah menjadi abu. "Kembalilah ke neraka!" ucapnya "Semoga setelah ini kau tidak pernah kembali lagi." Perang hebat yang melibatkan 4 Clain ini menyisakan mayat-mayat Vampire juga Werewolf yang berserakan dengan jumlah yang tidak bisa dibilang sedikit. Kang Haru mengedarkan pandangannya, menelisik kekacauan sisa perang. "Shibal... Pasukan hebatku banyak sekali yang gugur," keluhnya Ia terus berjalan menyusuri medan perang, sesekali ia akan menendang ataupun menginjak dengan sengaja mayat pasukan jika ia menyadari pasukan itu berasal dari Ahn Castle. Ahn Seokjin? Raja dari Ahn Castle itu memutuskan untuk tidak turut dalam perang. "Kau sudah mengibarkan bendera perang pada Raja Min maka bertanggungjawablah. Appa tidak akan turut serta, pergilah dengan pasukanmu sendiri dan jangan sertakan pasukan Appa!" ucapnya kala itu Bahkan saat ini ia tengah bersantai di ruangan pribadinya, padahal baru saja utusan dari medan perang menyampaikan pesan bahwa Putra semata wayangnya itu gugur. Namun ia sama sekali tidak terlihat sedih bahkan cenderung bersikap acuh. "Apakah semua pasukannya tewas?" tanyanya Tak habis fikir dengan kelakuannya Rajanya, seorang utusan yang dikirim dari medan perang hampir saja menggelangkan kepala jika saja yang dihadapannya ini bukanlah seorang Raja. Bagaimana bisa saat Putranya tewas justru beliau hanya menanyakan keadaan pasukannya? "Ada beberapa yang masih tersisa namun dengan kondisi yang tidak bisa dikatakan baik," jawab sang utusan "Bawa kembali yang sekiranya masih bisa di selamatkan, abaikan saja para mayatnya," seru Seokjin "Bagaimana dengan Putra Mahkota, Yang Mulia?" Sang utusan kembali bertanya "Bukankah dia sudah menjadi abu? Biarkan saja abunya terbang terbawa angin ataupun hilang terbawa air hujan," sahut Seokjin Tak ingin mendapat amukan, sang utusan segera menganggukan kepalanya lantas undur diri. "Aahhhh tak kusangka aku akan kehilangan anakku lagi," keluhnya . . . "Namdongsaeng!" Kang Haru masih berjalan menyusuri medan perang, mengerdarkan pandangan barangkali masih ada pasukannya yang bisa di selamatkan. Namun tiba-tiba ada seseorang memanggilnya membuat langkahnya terhenti lalu berbalik untuk melihat siapa yang memanggilnya. "Nee hyung," jawabnya Aah ternyata itu adalah Kang Hosu. Haru segera menghampiri kakaknya. "Ada apa Hyung?" tanyanya "Kau bilang ada apa? Tentu saja aku mengkhawatirkanmu. Tadi Raja Gong mengatakan kau berubah menjadi serigala hitam yang sangat besar ketika sedang melawan Pangeran Jinyoung. Ada apa denganmu? Apa kau sangat begitu marah padanya?" cecar Hosu "Dia memanggilku dengan sebutan anjing gila, aku tidak suka!" Haru menjawab ucapannya Kakaknya dengan nada menggerutu "Aah baiklah, hari semakin gelap sebaiknya kita segera kembali," ucap Hosu Haru mengangguk, mereka pun akhirnya kembali ke Kang Castle dengan sisa pasukan yang berhasil bertahan. Begitupula dengan Raja Min juga Raja Gong, mereka juga sudah kembali ke kerajaan masing-masih juga dengan sisa pasukan mereka masing-masing.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Ceritanya Menarik
21/04/2022
0pante
16/02
0habisi uang
07/11
0Lihat Semua