Seminggu sudah Jieun tinggal di istana bersama Haru. Mereka sekarang tengah bersantai di bawah pohon besar dibelakang Istana. Haru bersandar pada batang pohon, kaki kanannya ia tekuk sedang kaki kiri ia selonjorkan dengan Jieun yang duduk diantara kedua kakinya. "Kau bahagia tinggal bersamaku?" tanya Haru sambil melingkarkan tangannya di perut Jieun lalu menariknya agar Jieun mundur dan lebih menempel padanya. "Kenapa bertanya seperti itu? Tentu aku bahagia tinggal bersama suamiku," jawab Jieun Saat mereka tengah berbincang tiba-tiba Hwan datang sambil berlari. "Mohon menghadap Pangeran," ucapnya dengan nafas tersenggal-senggal Haru bangkit dari duduknya kemudian membantu Jieun untuk berdiri. "Ada apa?" tanya Haru "Kau harus segera kembali Pangeran, kerajaan Kang dalam ambang kehancuran," ucap Hwan "Memang kemana Raja Kang?" sahut Haru "Raja Kang meninggal setahun yang lalu bertepatan dengan kau yang bangun dari tidur panjangmu Pangeran," jawab Hwan "HAAH! kenapa baru beritahu sekarang?" Haru terkejut bukan main "Saya juga baru dapat kabar dari prajurit kerajaan," ucap Hwan "Mereka kemari?" tanya Haru "Iya Pangeran mereka ada di depan istana." Haru menggandeng tangan Jieun lalu menuju ke depan istana. Saat pintu terbuka, ia melihat ada sekitar 10 orang prajurit berdiri tegak disana. "Kami memberi hormat pada Pangeran Haru!" ucap mereka seraya membungkukkan badan. "Eehkmm." Haru berdehem dan para prajurit itu kembali berdiri tegak. "Ada apa kalian kemari?" ujarnya "Pangeran Haru kami mohon kembalilah ke kerajaan, kerajaan nyaris hancur karena sudah 1 tahun tidak ada yang memimpin. Jadilah Raja kami Pangeran," mohon salah seorang Prajurit "Kerajaan kalian tidak memiliki pemimpin? Lalu kenapa kalian mencariku heh? Kenapa tidak salah satu dari kalian saja yang jadi Raja nya!" sahut Haru dengan senyum remehnya. "Setelah apa yang sudah kalian lakukan padaku lalu sekarang kalian memintaku untuk menjadi Raja kalian? Apa kalian tidak takut kalau mungkin aku akan menghukum mati kalian?" sambungnya "Bukan kami tidak takut hanya saja kelangsungan Kerajaan Kang lebih penting dari rasa takut kami Pangeran!" jawab salah satu prajurit "Kami mohon kembalilah Pangeran!" mohon prajurit lainnya. "Baiklah kalau kalian memaksa, segera siapkan acara penobatanku sebagai Raja baru, aku akan segera kembali!" ucap Haru tersenyum smirk "Tentu Pangeran, kami akan mempersiapkan semuanya. Kalau begitu kami permisi!" pamit prajurit lainnya. Setelah mendapat anggukan dari Haru, para prajurit kerajaan itu pergi kembali ke Kerajaan Kang untuk mempersiapkan acara penobatan Raja baru. "Oppa yakin akan kembali ke kerajaan?" tanya Jieun "Tentu saja, dan kau harus ikut denganku, kau akan ku jadikan permaisuriku!" seru Haru Jieun tersenyum lalu mengangguk. [Di tempat berbeda] Seoltang semakin kurus dan wajahnya semakin pucat. Semenjak kepergian Jieun ia tidak mau makan. "Pangeran jangan bersikap seperti ini, lihatlah Nabi ia sudah cukup kelelahan mengurus putra kalian, jika kau seperti ini kau hanya menambah bebannya. Makanlah Pangeran atau kau ingin Appa menyuapimu?" ucap Daniel Seoltang menggeleng "Aku tidak mau makan, aku hanya ingin adikku kembali hhiikkss," ucap Seoltang sambil terisak "Iya Appa akan membawa adikmu kembali tapi sekarang makanlah dulu, Jieun akan sedih jika melihatmu seperti ini," bujuk Daniel "Apakah ini sebuah karma untukku Appa? Dulu aku mengambil Nabi dari Pangeran Dong Seok dan sekarang Adikku diambil oleh serigala sialan itu," ucap Seoltang "Jangan bicara yang tidak-tidak Pangeran, masa lalu kalian itu sangat jelas berbeda. Kau tidak mengambil Nabi dari Pangeran Dong seok tapi kalian memang sudah di takdirkan untuk berjodoh dan Serigala itu bukan mengambil adikmu tapi dia hanya membawa pulang istrinya. Disini tidak ada unsur mengambil milik orang lain Pangeran!" seru Daniel Seoltang diam ia tak lagi membalas ucapan ayahnya. Nabi yang sejak tadi hanya diam memperhatikan akhirnya memberanikan diri untuk angkat bicara. "Appa boleh aku tahu siapa Jieun sebenarnya?" tanya Nabi Daniel menoleh kearah anak menantunya, ia menghela nafas dalam lalu tersenyum hangat. "Kemari duduklah Appa akan menceritakan sebuah kisah pada kalian," ucap Daniel "AKU TIDAK MAU MENDENGARNYA!!!" Seoltang berteriak histeris "Kau harus tahu yang sebenarnya agar kau dapat mengerti posisi Jieun dan kenapa ia memilih serigala itu daripada kita!" sentak Daniel "Kalian diam dan tenanglah dengarkan cerita ini baik-baik. Kisah ini akan menjawab semua pertanyaan kalian tentang siapa Jieun sebenarnya, siapa Wolfoo, siapa Yeonji dan siapa serigala itu!" lanjutnya "Kisah ini dimulai pada tahun 1912..." Daniel memulai ceritanya Seorang gadis manis bernama Jeon Jieun sedang melakukan penelitian di hutan bersama teman-temannya, namun karena ia terlalu sibuk mengamati sekitar tanpa sadar ia terpisah jauh dari rombongannya. Ia takut akhirnya ia duduk dibawah pohon besar sambil menekuk lututnya. "Kumohon seseorang tolong aku hhiikkssss..." Aauuuuuuuu.... Ia terperanjat kaget saat tiba-tiba terdengar suara lolongan serigala dari jarak yang cukup dekat. "Kumohon jangan kemari kumohon." Sreekk... sreeekk.. sreekk... Ia semakin takut saat mendengar seperti langkah kaki mendekat ke arahnya sontak ia menutup mata namun tiba-tiba... "Aaarrrggggghhhh..." Ia berteriak histeris kala merasakan sesuatu menyentuh pundaknya. "Hhiikkksss... tuan serigala kumohon jangan makan aku, aku kurus tubuhku hanya tulang dan kulit kau tidak akan kenyang," ocehnya dengan mata tertutup "Heii buka matamu apa menurutmu aku ini terlihat seperti seekor serigala?lagipula siapa yang akan memakanmu!" Jieun membuka matanya perlahan seketika menghela nafas lega kala melihat sosok di hadapannya bukanlah seekor serigala.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Ceritanya Menarik
21/04/2022
0pante
16/02
0habisi uang
07/11
0Lihat Semua