Beranda/CINTA Yang TERNODA/
BAB 88.KEPUTUSAN ROI
POV ROI
Hari ini aku mendengar Diana menikah, aku terkejut ternyata pernikahan Diana bukan dengan Harun tapi dengan laki-laki lain yang aku tidak kenal.sejak kapan mereka bersama aku tidak pernah tau. Aku juga tidak bisa menampakkan diriku di hadapan Diana,setelah apa yang pernah aku lakukan beberapa bulan lalu terhadapnya.
Flashback
"Roi, sudah pagi aku harus berangkat kerja, kamu bisa mengantarkan aku kan" Ucap Diana sambil menggoyang goyangkan tubuhku, aku mendengar suaranya samar samar.
"Emmm ada apa sayang " Jawabku pelan.
"Aku harus berangkat kerja,lagi pula kalau terlalu siang takut ada orang yang tau kalau kita bersama semalam" Kata Diana.aku bangun dari tidurku, aku juga tidak ingin jika ada seseorang yang mengetahui hubunganku dengan Diana,sedangkan saudaraku semua taunya aku akan menikah dengan Anita, dengan wajah yang masih mengantuk ku peluk Diana dan mencium keningnya.
"Kalau begitu kamu tinggal disini aja sayang untuk hari ini,nanti malam aku antar pulang" Pinta ku yang di balas gelengan kepala oleh Diana.
"Tidak Roi, tidak bisa aku harus bekerja, tolong antarkan aku ya" Rengek Diana.
"Baiklah sayang,mana bisa aku menolak keinginan gadis belahan jiwaku ini, aku bersiap dulu ya, tunggu disini"ucapku sambil bangkit dari ranjang yang semalam kami tempati untuk menyenyelami lautan madu.
Ku langkahkan kaki kekamar mandi untuk membersihkan diri sebelum mengantar Diana bekerja. Saat aku keluar dari kamar mandi aku melihat Diana sudah siap untuk berangkat,memakai pakaian yang dia kenakan semalam juga rambut yang semalam digerai kini telah dia ikat keatas, sedikit polesan lipstik dibibirnya,Menambah betapa cantiknya gadis impianku itu. Desirah gairah menjalar kembali di tubuhku, tapi aku harus bisa menahannya melihat hari sudah mulai siang.
Aku mendekat kearah Diana dan ku kecup dahinya dengan penuh rasa sayang.
"Kenapa pagi begitu cepat berlalu sayang, rasanya aku tidak ingin kehilangan kamu lagi" Bisikku dengan kedua tangan melingkar diperut Diana, sementara daguku bersandar dipundak Diana.
"Roi, jangan gitu dong kita kan masih bisa bertemu lagi, kamu bisa datang ke resto menemuiku kan"
"Iya sayang tapi entah kenapa hari ini aku tidak ingin melepaskan kamu,aku ingin bersama mu Diana Larasati.asal kamu tau aku masih sangat mencintaimu Diana sayang, I Love You So Much"entah kenapa Air mataku menetes tanpa terasa.cinta yang kami miliki tulus tapi aku sadar dunia tidak akan mendukung cinta kami. mengingat Diana kini sudah bertunangan dengan Harun.dalam beberapa menit suasana didalam kamar terasa hening.
Kriiing kriiiing kriiiing
Bunyi alarm dihp Diana yang semalam telah Diana atur agar dia tidak kesiangan berbunyi membuat kami yang tengah melamun kembali tersadar.
"Sudah siang Roi ayo antar aku, kamu jangan bersedih ya kita pasti bisa bertemu lagi, aku gak kemana-mana kok" Ucap Diana. Tapi aku tau bahwa ini pertemuan terakhir kami, aku masih tidak bisa melepaskan Diana dalam dekapanku."Roi kamu kenapa, kamu gak berpikir akan meninggalkan aku kan setelah ini, Roi jangan bikin aku takut,kamu tidak akan meninggalkan aku kan Roi"kata Diana penuh dengan pertanyaan pertanyaan yang semakin membuat kubmerasa susah melepaskan Diana. Rasa bersalah itu tiba-tiba muncul begitu saja.
"Tidak sayang, aku janji akan selalu ada untuk kamu, aku tidak akan pernah meninggalkan dirimu Diana." Ucapku meyakinkan Diana.walaupun aku tau aku akan mengingkari janjiku itu"Ya sudah ayo berangkat aku sudah siap" Ajakku sambil berlahan melepas pelukannya di pinggang Diana. Aku berjalan menuju meja rias dan mengambil sisir untuk menyisir rambutku yang panjang dibagian depan. Kami keluar rumah dengan rasa khawatir karena ternyata hari sudah begitu terang, dengan cepat kami memakai helm juga masker untuk menutupi jati diri kami,mungkin orang sekitar akan mengenali ku, tapi tidak dengan Diana, berhubung Diana tidak pernah kerumahku. Dengan mengendarai roda duaku, aku mengantar Diana berangkat bekerja. Tangan Diana yang masih melingkar di pinggang ku dan kepala menyandar di pundakku, membuatku tidak ingin melepaskan dia lagi andai waktu bisa berhenti, aku ingin seperti ini selamanya bersamanya.
"Sayang,kita hampir sampai kamu jaga diri baik baik ya, jangan lupa makan dan istirahat.ingat jangan pernah berpikiran berlebihan jangan terlalu stress biar kejadian setahun lalu tidak terulang kembali" Nasehat ku setelah sampai di resto. iya Diana semalam menceritakan keadaanku, bahwa dulu pernah mengalami depresi sehingga dia harus masuk kerumah sakit jiwa.
"Roi kamu bicaranya seperti orang mau pergi jauh aja" Ucap Diana seperti mendapat sebuah firasat.
"Aku hanya tidak ingin kamu kenapa napa di,aku ingin kamu sekuat dulu" Ucapku sambil menghentikan roda duaku didepan Resto dimana Diana bekerja. Walaupun hari ini tahun baru Resto tetap buka karena pasti pengunjung banyak yang mampir untuk makan. Diana turun dari sepeda motorkubdan memberi sebuah ciuman di pipi ku.
"Aku kerja dulu ya Roi" Pamit Diana.
"Iya Di ingat pesan ku ya kamu harus kuat" Ucapku sambil memeluk Diana setelah dia berdiri di hadapan Diana sementara roda duaku terparkir disampingku.
"I Love You Diana" Bisikku. Rasanya berat bagiku melepaskan diana untuk kedua kalinya.
Setelah Diana masuk kedalam resto aku meninggalkan resto dimana Diana bekerja. Beberapa menit kemudian aku telah sampai di rumah. Ku lepas semua SIM cardku ku yang Diana tau. Aku harus menjauhi Diana, walaupun rasanya begitu berat. Aku tidak ingin rasa cinta kami tumbuh semakin dalam sehingga ketika Anita kembali dan memintaku untuk menikahinya kami berdua tidak akan terluka.
"Maafkan aku Diana, aku sudah terlanjur janji dengan Anita, dia selalu ada untuk ku selama ini, maafkan aku sayang yang telah mengambil keputusan sepihak. Keputusan untuk meninggalkan kamu setelah mendapatkan dirimu. Maafkan aku Diana sayang" Gumamku penuh penyesalan.
Dua minggu telah berlalu,semenjak malam itu, aku tau Diana mencariku sampai kerumah saudara ku. Dia juga menanyakan kesemua teman temanku. Aku memang sengaja tidak keluar rumah agar mereka mengira aku keluar kota. Cara ini cukup bagus untuk mengelabuhi Diana untuk sementara waktu. Tapi si*l saat aku ingin mencari makan aku bertemu dengan Harun, semoga dia tidak bercerita dengan Diana.
Flashback and
Dua hari lalu Ria datang kerumahku. Dia berniat untuk meminjam barang Anita yang dititipkan dirumahku.
"Mau kemana sih ya, kok sepertinya serius amat milih gaunnya" Tanyaku.
"Itu om ke pernikahan Diana apa om tidak diundang" Jawab ria.
"Oh Diana mau menikah dengan Harun ya" Tanyaku lagi.
"Om salah dia mau menikah dengan teman kerjanya dulu om, mereka sudah berpisah lama, bahkan Diana sempat gila karena pria itu dikabarkan meninggal, dia seorang pengusaha om, om tau semua warisan pria itu di berikan kepada Diana. Selama pria itu menghilang Diana yang mengurus perusahaan dan juga bisnis laki-laki itu" Kata ria menceritakan semua tentang calon suami Diana. Cemburu iya aku cemburu tetapi aku harus ikhlas karena seminggu lagi aku juga akan menikah dengan Anita. Keputusan yang sudah aku buat, sudah tidak bisa lagi aku ubah. Biarlah semua terjadi sesuai kehendak-Nya. "Semoga kamu bahagia Diana Larasati bersama suamimu Samawah sayang" Batinku.Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (42)
Share
Bab-bab Terkait
Bab Terbaru
bagus ceritanya tetap semangat berkarya Thor....
17/04/2022
1bagus bangett
21/09/2025
0menarik
09/05/2025
0Lihat Semua