"Dasar tidak sayang rupanya dengan nyawanya sendiri, baiklah kalau mau kalian seperti itu" Sebelum melajukan motor ninja nya seseorang yang dibonceng menembak ban mobil yang yang Rudi tumpangi Ciiiiiittttt braaaaak Mobil yang dikemudikan pak hasan oleng dan menabrak pohon yang ada didepannya. Dua orang yang menggunakan motor ninja meninggalkan tempat kejadian, sedangkan mobil sedan dibelakang mobil Rudi terus menabrak mobil Rudi hingga mobil yang dikemudikan Pak Hasan jatuh dan masuk jurang Boooooom Mobil itupun terbakar. Para pengejar turun untuk menyaksikan pemandangan indah bagi mereka. "Akhirnya tuan Ardiansyah.Jalan ini yang kamu pilih. Semoga kamu segera bertemu ibumu di surga" Ucap salah satu dari mereka, sepertinya Dia atasan mereka. Mereka tertawa lebar penuh kemenangan. "Kita balik sekarang bersihkan semuanya agar ini dianggap kecelakaan" Ungkapnya. "Baik bos" Merekapun meninggalkan area kecelakaan. Anak buah Rudi yang sedari mengintai mereka kini muncul dan berlari menuju tempat kecelakaan. "Tuan muda" Gumamnya, air matanya menitik sedih. Dia mulai menelpon satu per satu orang orang penting di perusahaan Rudi. Mereka berdatangan ke area kecelakaan begitupun dengan orang tua Rudi dan juga teman teman Rudi, hanya diana yang belum tau kecelakaan itu. "Rudiiii sayang ini mama nak, kenapa kamu meninggalkan mama dengan cara seperti ini" Keluh ibu angkat Rudi. "Tenang buk, kita lihat dulu bagaikan hasilnya, semoga di mobil itu anak kita tidak ada di sana" Ayah Rudi menenangkan istrinya. "Rudi, jadi ini ketakutan diana tadi siang, semoga kamu selamat rud" Gumam Ali. Sedangkan melly dan Bella hanya menangis sambil berpelukan. "Mamaaa maamaaa bagaimana ini bisa terjadi" Tanya Marisa yang baru datang dan menghampiri orang tua Rudi. Disusul Beni dan juga kedua orang tua mereka. Bahkan orang tua diana juga datang ke tempat TKP. "Nak Harun apa sudah ada kabar, bagaimana keadaan nak Rudi" Tanya ayah diana kepada Harun. "Belum ada yah, polisi dan tim penyelidik masih berada di TKP. Mereka berusaha mengeluarkan jasad yang ada di dalam. " Jawab Harun. "O ya yah bagaimana keadaan Diana" Tanya Harun. "Tadi dia sedang tidur ditemani Ria, jadi kami bisa kemari" "Sebaiknya ayah dan ibuk pulang saja kasihan Diana kalau nanti bangun" "Iya nak, ini ayah sama ibuk mau menemui orang tua Rudi dulu. "Ucap Ibu Diana. " Rudiiiiiiiii"teriak Diana yang mengagetkan Ria sahabatnya. "Di, diana kamu kenapa" Tanya Ria. "Ri aku dimana," Tanya Diana. "Kamu di rumah di, tadi kamu dibawa Harun pulang karena pingsan. " "Pingsan, kenapa" Lalu bayangan diana kembali saat diana telpon Rudi. "Hpku dimana, Ria hpku dimana. "Ucapnya. " Kamu tenang dulu di, HP kamu rusak karena jatuh"kata Ria. Ting Sebuah pesan masuk dari HP Ria dari Harun. [Assalamu'alaikum Ria tolong jaga Diana jangan sampai nonton TV atau berita semacamnya walaupun di sosmed, disini banyak reporter takutnya Diana tau dan tambah shock. ] [Ok siap] "Pesan dari siapa Ri" Tanya Diana. "Oh itu dari teman lamaku" Sangkal Ria. "Teman lama siapa" Tanya Diana sekali lagi. "Kamu tidak kenal di, karena teman kerja" "Ooo kira in.aku bosan biar aku nonton TV saja" Diana bangun dari tempat tidurnya untuk mengambil remot TV. "Jangan di, kamu kan habis pingsan lebih baik kita jalan jalan di taman bagaimana biar sekalian cari angin" "Baiklah ayo" "Huuuffff, untung saja" "Ria ayo" "Iya iya ayo" Ria dan diana berjalan kaki ke taman dekat rumah mereka. "Sudah lama ya kita tidak kemari, sibuk kerja terus" Gumam Diana. Sementara di TKP polisi dan tim nya menemukan dua jasad di dalam mobil, tapi keduanya tidak bisa dikenali identitasnya. "Bagaimana pak apa anak saya ada didalam mobil itu" Tanya ayah Rudi. "Maaf Pak kami belum bisa memutuskan, karena kedua jasad sudah sangat gosong, tapi kami menemukan keduanya berada di bangku belakang" "Jadi pak" "Kemungkinan terbesar salah satu dari kedua jasad itu adalah anak ibu dan bapak" Ucap pak polisi. "Tidak tidak mungkin Rudiiiiiii" Teriak ibu shinta lalu beliau pingsan. Begitupun ayah Rudi yang tidak kalah shock. Teman-teman dan saudara serta rekan kerja rudi tidak kuasa menahan air matanya. "Harun aku mohon kamu pulang, aku takut diana akan mengetahui ini dan dia histeris" Pinta Marisa. "Baiklah tolong sampaikan kepada orang tua Rudi kalau saya pulang duluan" "Iya nanti aku sampaikan" Sementara itu polisi menginterogasi rekan dan juga karyawan Rudi yang menjadi saksi sebelum kejadian itu berlangsung. "Tadi siang Pak Rudi dengan pak Angga pergi meeting dengan klien di cafe mawar mereka berangkat bersama seorang sopir, pak Hasan namanya" "Jadi menurut anda ada satu orang lagi didalam mobil" "Kemungkinan iya pak" "Baik Terima kasih atas kesaksiannya" Begitu juga dengan karyawan yang lain, dan juga rekan bisnis Rudi yang akan Rudi temui semua diinterogasi. Salah satu petugas datang menghampiri inspektur yang tengah menginterogasi karyawan Rudi,. "Maaf Pak mengganggu, dari penyelidikan kami, kami hanya menemukan dua mayat ,kemungkinan sopir mereka selamat. Tetapi kami juga telusuri sekitaran TKP tidak menemukan apapun. " Lapor petugas tersebut. "Baiklah kalau begitu tidak ada cara lain selain melakukan otopsi" "Kalau saya bagaimana baiknya saja pak, yang penting anak saya ditemukan" Ucap ayah Rudi walaupun kemungkinan besar tidak ada harapan. "Baiklah hari sudah larut malam, lebih baik bapak dan juga ibu pulang dulu, biar saya sebagai pengacara Tuan Muda disini menunggu hasilnya" "Baiklah hamdan kami pulang dulu tolong pantau situasi disini dan beri kabar kami kalau ada perkembangan" "Baik Pak" Orang tua Rudi dan juga yang datang ke TKP memutuskan untuk pulang, hanya tim yang masih di sana. Sedangkan kedua mayat yang mereka temukan dibawa ke rumah sakit kepolisian untuk di lakukan otopsi. Dan untuk kasus ini sementara polisi menetapkan menjadi kasus kecelakaan, karena belum menemukan tanda tanda kejahatan.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
bagus ceritanya tetap semangat berkarya Thor....
17/04/2022
1bagus bangett
21/09/2025
0menarik
09/05/2025
0Lihat Semua