°°°Hai readers untuk beberapa bab ini kita bahas tentang rudi setelah menjadi CEO ya, jangan lupa vote dan komen nya. °°° Setelah perjodohan beberapa minggu yang lalu hari ini adalah hari pernikahan Rudi dan Marisa . Diruang ganti Marisa sedang berhias dibantu oleh MUA profesional. "Wah mbak Marisa sangat cantik ya memakai gaun pengantin warna putih ini. "Ucap salah satu perias yang sedang merias Marisa. " Ya jelas dong mbak Marisa kan sudah cantik jadi ditambah polesan sedikit saja sudah kelihatan cantik." "Ah mbak mbak bisa aja, ini semua berkat kalian yang mendandani ku sedemikian rupa, terimakasih ya" Ucap Marisa. "Sama-sama mbk" Kleeek Tiba-tiba suara pintu terbuka, tampak ibu Marisa masuk kekamar ganti Marisa. "Wah anak mama sudah cantik rupanya,ayo kita keluar ahad nikah akan segera dimulai" Marisa pun keluar bersama ibunya ke aula pernikahan. "Duduk disini nak, kita tinggal menunggu pengantin laki lakinya" Ucap ayah Marisa. "Tante Rudi dimana" Tanya Marisa. "Sebentar nak Marisa biar ibu lihat." Ibu angkat rudi berjalan menuju ruang nganti rudi. Disana ada Ali yang sedang berdiri didepan kamar. "Nak Ali, Rudi dimana" Tanya Bu Shinta. "I itu tante Rudi sedang sakit perut nanti kalau sudah baikan saya yang mengantar keluar" Jawab Ali. "Sial kemana ini anak lama amat" Batin Ali. "Sakit perut lalu apa sudah minum obat" Bu shinta cemas. "Sudah tante, tante tunggu di aula saja" "Baiklah tolong diurus ya nak Al. " Ibu shinta pun balik ke aula pernikahan. Ali mondar mandir menunggu sahabatnya tak kunjung datang, "baru kali ini ada calon pengantin kabur kaburan,kamu dimana sih Rud bikin aku kena masalah saja" Gumam Ali. Sementara ditempat lain tampak Rudi sedang duduk dibawah pohon di taman dekat sekolahan, dimana disana terdapat kenangan manis bersama Diana. "Kenapa kamu tidak pulang di, apa yang harus aku lakukan apa aku harus menikahi wanita itu"gumam Rudi, air matanya tak mampu dia bendung. " Andai kamu kembali di, pasti hari ini menjadi hari bahagia kita, aaarggh kenapa rasanya sakit "Rudi tampak uring uringan. Drrrrrt drrrttt drrrrrt rt Tampak Ali menelponnya. Rudi hanya melihat saja. " Ini juga kenapa telpon mulu, tidak tau apa temannya butuh waktu sendiri. "Kini rudi memandangi danau yang biru dimana dulu sebelum Diana ke asrama mereka berdua menghabiskan waktu disana. Tanpa Rudi sadari dia memegang bibirnya. teringat saat Diana mengecup bibirnya tanda perpisahan. " Ah di aku kangen kamu," Batinnya. Sambil mengusap air matanya berulang ulang, entah sudah seperti apa wajahnya, mungkin make-up yang dia kenakan sudah hilang. Tiba-tiba sebuah tangan memegang bahunya. "Kamu datang di" Rudi memegang tangan itu dan berbalik arah. "Tante" Ucap Rudi. "Kenapa masih disini nak Rudi, hari ini hari pernikahan nak Rudi kan" Tanya seseorang yang di panggil tante itu. "Iya tante tapi, bagaimana bisa aku melupakan Diana, aku sudah berjanji akan menikah i Diana ketika dia kembali" Ucap Rudi sambil tertunduk lesu. "Diana pasti ngerti nak, kamu sudah berjanji kepada ibu mu, jadi penuhi janji itu" Ucap ibu Diana, ya seseorang yang datang tadi adalah ibu Diana yang ditelpon Ali untuk menenangkan Rudi. "Tapi tante" "Sudah nak soal cinta seiring dengan berjalannya waktu pasti kamu bisa mencintai calon istrimu itu, sedangkan Diana kamu tau sendiri dia anaknya kuat, dan dia juga masih sungkan kalau mau menjalin hubungan semenjak kejadian itu, pulanglah nak penuhi janjimu pada ibumu, tante merestui mu" Mendengar ucapan ibunya Diana, Rudi akhirnya pulang walaupun hatinya masih berat, "demi ibu dan orang tua angkatku, aku akan menikah, tapi soal cinta enyahlah." Gumamnya. Rudi mengendarai mobilnya menuju gedung dimana pernikahan dilaksanakan. Beberapa menit kemudian sampailah Rudi digedung disambut Ali yang tampak sumringah melihat temannya datang. "Syukur lah bro kenapa bikin aku kena masalah saja, sampai sampai aku bilang kalau kamu sakit perut" "Terimakasih bro kamu sudah membantuku, ayo kita ke aula sekarang" Aja Rudi. "Sudah siap rupanya" Tebak Ali. "Siap gak siap aku harus siap Al, entahlah" "Yasudah jangan galau begitu, apapun keputusan mu aku akan mendukungmu sahabat ku" Mereka berjalan beriringan menuju aula pernikahan. Disana semua sudah siap bahkan Marisa sudah duduk di pelaminan. "Ayo nak Rudi duduk disebelah Marisa " Ajak ayah Marisa. Acara pernikahan Rudi dan Marisa pun berjalan sesuai rencana tamu undangan berdatangan mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. Begitu juga dengan Bella, melly Ali dan istrinya juga orang tua Diana. "Selamat ya nak Rudi dan nak Marisa semoga pernikahan kalian langgeng Sakinah mawadah warohmah" Ucap Ibu Diana. "Terimakasih tante" Ucap Rudi dan Marisa bersama-sama. Pernikahan Rudi dan Marisa berjalan hingga tengah malam kini semua tamu sudah meninggalkan gedung pernikahan mereka. Sedangkan para kerabat Rudi maupun Marisa mereka menginap di hotel terdekat begitupun dengan sepasang pengantin baru itu, orang tua Rudi sengaja memesan kamar khusus pengantin baru di hotel yang mereka sewa. Jadi setelah acara selesai mereka tidak jauh jauh untuk pulang, sudah cukup lelah seharian kini waktunya mengistirahatkan badan mereka.Marisa diantar ibunya dan beberapa temannya menuju kamar pengantin. Sedangkan rudi masih asik duduk diluar bersama Ali dan juga istrinya. "Rud aku pulang dulu ya, sudah malam istriku sedang hamil tua kasihan kalau harus terkena angin malam" Pamit Ali, "Iya Al terimakasih ya sudah membantu ku" Ucap rudi akhirnya Ali dan istrinya pulang, sedangkan rudi dengan langkah berat menuju kamar pengantin nya.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
bagus ceritanya tetap semangat berkarya Thor....
17/04/2022
1bagus bangett
21/09/2025
0menarik
09/05/2025
0Lihat Semua