logo text

BAB 36.ORANG MISTERIUS

Sesuai dengan keinginan Diana yang akan kembali bekerja di resto yang dulu adalah warung makan sederhana tempat dia bekerja, hari ini Diana mulai bekerja kembali. Setelah bersiap diri dan mengeluarkan sepeda motornya Diana berpamitan kepada kedua orang tuanya.
"Ayah ibuk, Diana kerja dulu ya"
"Iya nduk
Hati hati, kalau capek jangan dipaksakan ya nduk" Ayahnya mengingatkan.
"Iya yah Diana berangkat dulu" Diana menyalami ibu dan ayahnya lalu mencium punggung tangan kedua orang tua nya.
"Assalamu'alaikum " Lanjutnya.
"Walaikumsalam " Jawab kedua orang tua Diana.
Diana pun menjalankan sepeda roda duanya menuju tempat kerjanya.
Ditengah perjalanan ternyata sudah ada seseorang yang menunggunya.
"Assalamu'alaikum di, "
"Walaikumsalam, kok ada disini" Tanya Diana.
"Aku sedang menunggumu di, aku antar ya "
"Tidak usah run aku bisa sendiri. "
"Tolong kali ini saja, biarkan aku mengantar calon istriku" Ucap Harun.
"Baiklah ayo" Dengan sepeda motor yang berbeda Harun mengantar Diana sampai tempat kerjanya. Sesampainya ditempatkan kerja Harun langsung pamit pulang.
"Wao ternyata sekarang warung makannya disulap menjadi  resto sebesar ini. " Diana sangat kagum.
"Assalamu'alaikum di ayo masuk" Ajak melly yang baru datang.
"Walaikumsalam, ok ayo" Mereka berdua pun berjalan masuk kedalam rumah makan. Sesampainya didalam mereka mengganti baju dengan seragam resto tersebut.
"Di ini seragammu"kata bella.
"Terima kasih Bel, Trus aku ditaruh dimana ini " Tanya Diana.
"Kamu sementara dengan aku saja ya, " Aja Bella.
"Siap aku ditaruh dimana saja mau kok"
Resto pun mulai dibuka tepat jam delapan pagi. Mereka memulai aktifitas mereka pelanggan resto satu persatu berdatangan. Diana dan Bella sibuk dengan mengantar pesanan pelanggan dimeja pelanggannya, melly membantu menyiapkan pesanan bersama dua orang karyawan baru, sedangkan Ali sibuk dikasir. Hari menjelang sore resto juga belum juga sepi pengunjung semakin membludak. Apa lagi hari ini malam minggu banyak pasangan muda mudi datang ke resto tempat Diana bekerja. Tiba-tiba Diana menatap sosok laki-laki yang duduk dibangku pojokan kanan dia memakai topi dan juga memakai masker. Tetapi Diana seperti mengenali pria itu dari bentuk tubuhnya. "Siapa ya sepertinya pernah lihat orang itu, ah biar saja mungkin salah orang" Batin Diana. Diana lalu menghampiri laki-laki itu.
"Permisi mas, mau pesan apa" Tanya Diana, laki-laki itu tidak bicara satu katapun hanya mengambil daftar menu ditangan Diana dan menulisnya. Setelah itu dia memberikan kepada Diana. "Baik mas mohon ditunggu pesanannya. " Ucap Diana sekali lagi dia tidak mendapat jawaban.
"Entahlah mungkin tunawicara, positif thinking aja" Gumam Diana yang masih didengar laki-laki itu. Diana melangkah ke arah melly dan memberikan daftar pesanan kepadanya.
"Dahulukan ini mell, orang itu sepertinya tuna wicara deh, kasihan aku ajak bicara tidak njawab."ucap Diana dengan polosnya. Sedangkan laki-laki yang dimaksud Diana dengan sekuat tenaga menahan tawanya.
" Siapa sih di"tanya melly.
"Itu lo mell yang pakai topi hitam dipojokan itu" Diana berusaha memberitahu kan melly orang yang dimaksud tanpa menunjuk kearah orangnya.
"Tau ah, biar aku siapkan dulu pesanannya. " Beberapa menit pesanan lelaki itu sudah siap. Melly memanggil Diana yang tengah membereskan meja yang sudah ditinggal oleh pelanggannya.
"Di Diana ini pesanannya"teriak melly.
" Ok sebentar "Diana langsung menaruh piring piring kotor dibelakang dan mengambil pesanan laki-laki bertopi hitam itu.
" Ini mas pesanannya, mohon maaf agak lama"ucap Diana sambil menurunkan piring berisi pesanan laki-laki itu diatas meja.
"Selamat menikmati mas" Ucap Diana lagi setelah itu Diana berbalik dari tempat laki-laki bertopi, belum juga melangkah tangan Diana dipegang oleh laki-laki itu, yang membuat Diana seketika berhenti melangkah  dan menoleh kembali menghadap lelaki yang lancang telah memegang tangannya tanpa izin.diana ingin marah tetapi ini hari pertama nya bekerja jadi Diana tidak mau membuat keributan.
"Maaf mas bisa lepaskan tangan saya"
"Terimakasih" Hanya itu yang keluar dari mulut laki-laki itu.
Deg
Diana merasa mengenal suara itu tapi siapa Diana lupa. Diana juga sangat terkejut ternyata orang yang dianggap tuna wicara tadi dia bisa bicara. "Untung tadi orangnya gak denger, kalau dengar pasti marah tuh orang" Batin Diana.
"Hemmm mbak jangan ngelamun, baru juga dipegang tangannya sama orang ganteng sudah ngelamun" Ucap pria itu.
"Siapa sih sebenernya anda ini, saya yakin anda mengenal saya, tapi anda tidak mengaku"
"Maaf mbak saya baru kenal mbak hari ini disini saat mbk bilang kalau saya tuna wicara" Ucapnya sambil terkekeh.
Pipi Diana merona karena malu tuduhannya ternyata didengar orangnya.
"Sebentar mas dari suara mas saya tidak asing, mas ini sebenarnya siapa" Tanya Diana.
"Saya pelanggan baru resto ini mbk"
"Baiklah kalau tidak mau mengaku biar aku tunggui disini, masa mau makan tidak buka masker" Ucap Diana seenaknya lalu duduk dibangku depan laki-laki itu.
Laki-laki itu hanya tersenyum tipis, senyum yang tersembunyi didalam maskernya.
"Memang gak kerja mbak, itu rame lo pelanggannya"
"Biarin, daripada saya penasaran."
"Mbak bener bener mau lihat muka saya, nanti nyesel lo,kalau muka saya jelek bagaimana, atau muka saya tampan dan mbaknya jatuh cinta bagaimana" Goda laki-laki itu.
"Ok ok saya pergi dari sini,tapi awas sampai saya ternyata mengenal masnya" Diana langsung bangkit dari duduknya dan meninggalkan laki laki misterius itu dengan perasaan jengkel.
"Diana Diana kalau ngambek kamu semakin cantik "gumam laki-laki itu.

Komentar Buku (42)

  • avatar
    Almeera Azzahra

    bagus ceritanya tetap semangat berkarya Thor....

    17/04/2022

      1
  • avatar
    fithriaaayu

    bagus bangett

    21/09/2025

      0
  • avatar
    ClzFais

    menarik

    09/05/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru